Halaman

Tampilkan postingan dengan label Info Sukses Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sukses Budidaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

TANYA JAWAB KESUKSESAN BUDIDAYA CABE, BANDENG DAN KAMBING

~  TANYA : "Salam kenal mas, ini Feri dari Boyolali mau tanya soal pohon cabe.
Kenapa tanaman cabe saya selalu rontok daun dan buah cabenya ya mas ?
Mohon solusinya mas."

√ JAWAB = Salam budidaya pak Feri ....
Berdasarkan pengalaman kami pribadi dalam berbudidaya cabai, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan pada buah, bunga dan daun cabai itu pak, yaitu :

1. Kerontokan pada bunga dan bunga tanaman cabe banyak disebabkan karena tanaman cabe kekurangan unsur Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Selain itu, unsur Zn, Mg, dan Fe (Zat besi) juga sangat berperan penting dalam pembentukan klorofil di daun, serta membuat organ tanaman menjadi lebih kuat, hingga akan meminimalisir terjadinya abisisi (keguguran pada daun), bunga serta buahnya;
SOLUSINYA =
Sebaiknya berikan tanaman cabe pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung Kalsium, Kalium, Zn, Mg, dan Fe.
Yaitu diKocor dengan SPRK, NASA, HRN dan Kalsium.

2. Faktor internal yaitu tanaman cabe kelebihan hormon asam absisat (ABA). Seperti diketahui bahwa fitohormon asam absisat (ABA) ini sangat berperan penting dalam pengguguran daun, sehingga komposisinya harus dikontrol dengan baik, melalui sistem pemeliharaan tanaman dengan pemberian air dan pupuk dalam jumlah yang sesuai dosis per umur tanaman

3. Faktor eksternal seperti curah hujan tinggi juga dapat menyebabkan tanaman bisa memiliki tingkat kandungan air yang tinggi di dalam akar dan di dalam tanah, sehingga perlu sekali bagi petani untuk mengontrol drainase air agar tetap tercukupi dengan baik. Perhatikan juga bagian saluran irigasi yang menghubungkan antar bedengan satu dengan lainnya, supaya dipastikan agar tidak terdapat air yang melebihi porsi yang cukup untuk tanaman;

4. Tanaman cabe yang kekurangan unsur hara (mengalami defisiensi unsur hara) tertentu juga berpeluang mengalami kerontokan pada daun, bunga, maupun buah. Pastikan tanaman cabe terpenuhi unsur hara makro dan mikro, seperti Calcium (Ca), Kalium (K), Magnesium (Mg), Molibdenum, Zn, maupun zat besi (Fe). Unsur-unsur tersebut sangat penting untuk mencegah supaya tanaman cabe juga tidak mengalami peristiwa nekrosis dan klorosis yang mengindikasikan tanaman cabe mengalami daun menguning kecokelatan, lalu gugur;

5. Tanaman cabe yang terserang hama dan penyakit patogen dalam jumlah yang banyak dan sering, juga bisa menyebabkan daun, bunga, serta organ buah cabe  rontok. Hama seperti ulat grayak dan penyakit antraknosa pada cabe juga bisa memberikan dampak buruk pada permukaan organ daun, sehingga organ daun menjadi bopeng/berlubang. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berefek kepada penyebaran hama dan penyakit dalam jumlah luas dan menginfeksi organ tanaman lainnya, dan pada akhirnya organ tanaman mengalami kerontokan yang menurunkan produktivitas hasil panen. bahwa jenis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) merupakan parasit patogen yang dapat menginfeksi tanaman budidaya dan memberi dampak negatif bagi produktivitas hasil pertanian nortikultura.
Solusinya =
Semprot dengan Pentana dan Glio secara selang seling.

~  TANYA : "Saya Asep dari Karawang mau tanya soal kambing. Sudah beberapa minggu ini kambing saya susah makan dan minum, sudah saya beri semua obat dan semua produk yang diiklankan di FB juga di toko Online, tapi hasilnya sama saja tetap susah makan dan minum. Sudah saya periksakan ke dokter, hasilnya tetap sama saja.
Bagaimana caranya biar kambing saya itu mau makan dan minum lagi atau biar tambah gemuk soalnya mau saya jual di idul adha besok mas ?"

√  JAWAB =  Salam kenal dan salam budidaya pak Asep. Kebetulan saya pribadi dulu pernah mengalami hal yang sama pada ternak kambing saya pak. Dan kebetulan lagi baru sekitar 2 minggu yang lalu saya pendampingan di peternakan kambing pak Yuda di Imogiri yang kendalanya hampir sama pada 4 ekor kambingnya.
Masalah kambing yang susah makan minum itu sebenarnya ada beberapa sebab selain karena sakit dan faktor pencernaan nya yang radang atau kurang bagus, yaitu faktor genetiknya.
Coba pegang rambut didepan dan diatas kepala kambing, jika kering lusuh meski baru saja di mandikan, itu berarti kambing sakit dalam lambung / pencernaannya.

Cara yang kemarin Kami terapkan pada kambing pak Yuda adalah dengan memberi 1 paket ternak NASA ditambah 2 produk NASA yang lain lalu di campurkan pada air minum kambing dan olahan fermentasi hijauan pada kambing yang resepnya berbeda dengan pakan fermentasi biasanya.

Setelah 3 - 4 hari di berikan pada kambing² itu, hasilnya langsung berbeda dan sangat doyan makan minum. Bahkan terakhir hari rabu (16-8-2017) kemarin kami cek di peternakannya pak Yuda untuk melihat bagaimana perkembangan kambingnya, ternyata kambingnya sudah gemuk dan sehat.

~  TANYA : "Mas mau tanya soal budidaya bandeng mas.
Bandeng di tambak saya lambat sekali pertumbuhannya dan kadang jika di beri pakan tidak langsung habis pakannya.
Umur sudah -/+ 5 bulanan tapi masih 12 - 14 cm panjangnya.
Apakah ada solusi nya mas biar cepat besar ?
Rifai dari Gresik.

√  JAWAB = Semuanya kembali tergantung cara budidaya kita sendiri. Dan apa yang kita berikan pada budidaya kita, pakan yang penuh vitamin dan suplemen yang bagus untuk pertumbuhan dan pembesaran budidaya kita.
Di sini, selama ini dalam budidaya bandeng pribadi belum pernah ada masalah pertumbuhan bandeng karena kami gunakan pupuk khusus tambak yang sudah kami pakai buktikan sendiri kualitas dan hasilnya sejak thn 2009 sampai saat ini.
1 paket tambak berisi 5macam pupuk & Itu sudah untuk 1 ha pak.

Lengkap mulai dari awal tanah , pencegahan penyakit, pembesaran dan suplemen pakan sampai panen.
Juga mencegah perubahan kondisi air kolam

Nanti pakan akan selalu habis dan perilaku bandeng pada saat makan akan membuat kita semakin bangga juga senang memberi pakan karena selalu lapar.

Semoga bermanfaat ...

Jumat, 09 Maret 2018

MENGGAPAI PUNDI RUPIAH DARI KESUKSESAN BERTANI CABAI

Cabe adalah salah satu bumbu masak yang paling sering digunakan oleh masyarakat Kita. Makan tanpa ada cabe seperti ada sesuatu yang sangat kurang greget.
Ada banyak sekali jenis cabe yang bisa tumbuh di negara Kita, namun cabe yang sering kita gunakan dan sering Kita budidayakan diantaranya adalah cabe rawit, cabe hijau, cabe merah keriting, dan cabe hijau keriting.

Membudidayakan cabe dengan baik dan benar yang menghasilkan banyak buah cabe sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Salah satu kelebihan tanaman cabe ini adalah saat musim hujan, tanaman ini tidak perlu disiram, hanya mengandalkan air hujan saja.

Tanaman Cabe rawit sangat cocok hidup di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi (seperti daerah-daerah perbukitan maupun pegunungan), di daerah ladang, atau perkebunan yang luas.

Memperoleh hasil panen cabe rawit yang melimpah dan berbuah banyak pasti sangat diinginkan oleh para petani yang hendak membudidaya tanaman ini. Untuk memperoleh hasil panen cabe yang melimpah, ayo Kita bedah sampai ke akar akarnya teknis bercocok tanam cabai yang bisa menghasilkan panen berlipat ganda. GARANSI !

Sebelum Kita mulai, ada beberapa hal penting yang perlu dipelajari dalam budidaya cabe, yaitu :

A.  Memilih dan memahami bibit yang baik dan proses pembibitan
B.  Memahami jenis-jenis pupuk, fungsi pupuk dan teknik pemupukan,
C.  Memahami gejala serangan hama dan penyakit,
D.  Mengenali dan memahami jenis-jenis hama dan penyakit,
E.  Memahami jenis dan fungsi bahan aktif pestisida,
F.  Mempelajari tentang perawatan dan pemeliharaan  yang baik.
G.  Memahami proses panen dan pasca panen yang baik

Beberapa hal diatas penting untuk dipelajari, demi efektifitas penggunaan pupuk, tenaga dan pestisida. Sehingga Kita bisa menekan biaya pengeluaran serendah-rendahnya, namun tanaman tumbuh dengan optimal dan panen yang melimpah.

Hal pertama yang Kita harus lakukan untuk budidaya tanaman cabe ini, Kita harus memilih varietas apa yang cocok di daerah Anda.
Kami sarankan anda menggunakan varietas :

●  Bara
●  Pelita F1
●  Taruna
●  Dewata F1
●  Juwita F1

Kenapa dengan varietas itu dan apakah harus varietas itu ?

Tidak harus dan bukan suatu keharusan memakai varietas² itu, karena varietas itu adalah varietas unggul, proses  beradaptasi cepat, bandel dan cepat berbuah banyak.

Lalu hal yang utama adalah bibit atau benih cabai yang berkualitas bagus dan baik secara genetik.

Lalu bagaimana cara Kita mendapatkan benih cabe yang bagus itu ?

Kita para petani cabe pasti selalu ada sisa cabe hasil panen cabe sebelumnya. Jika sebelumnya Kita pernah menanam cabe, maka Kita bisa mendapatkan benihnya dari hasil panen sebelumnya. Cara ini akan lebih murah dan murah jika dibanding Kita harus membeli benihnya. Untuk membuat benih, maka hasil panen yang ke-4 hingga ke-6 adalah benih yang paling bagus, karena pada periode panen ini bijinya lebih optimal jika dibanding dengan hasil panen sebelumnya atau sesudahnya. Karena hasil panen pada periode sebelum masa tersebut biasanya memiliki biji yang masih sedikit. Sedangkan periode sesudahnya memiliki ukuran biji yang kecil meskipun banyak, dan cara menanam cabe rawit dengan benih yang kecil akan sedikit menyulitkan Anda.

Lalu mari kita berlanjut ke langkah tanam cabe yang kedua yaitu pemupukan.

Jenis pupuk Organik yang Kita gunakan disini dan telah Kita gunakan selama 8 tahun dalam berbudidaya cabe ini adalah :

●  SUPERNASA
●  POC NASA
●  POWER NUTRITION
●  AERO
●  GLIO
●  PENTANA & PESTONA
●  HORMONIK

Setiap pupuk memang memiliki kelebihannya masing², dan Kita harus paham kegunaannya juga berapa dosis nya.
Penggunaan Pupuk Organik ini bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia sebanyak 50% - 60% dan tetap menjaga kesuburan tanah juga kegembiraan tanah meski Kita telah beberapa kali proses tanam / panen.

1. MANAJEMEN LAHAN / TANAH

Pengelolaan tanah / lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah calon lahan tanam cabe menggunakan mesin traktor atau dapat dilakukan dengan mencangkul sedalam 25 - 30 cm hingga tanah menjadi gembur.
Lalu taburi pupuk dengan cara di kocorkan ke tanah atau di tebarkan saja ke seluruh lahan. Selanjutnya biarkan tanah tersebut hingga 7-14 hari agar memperoleh sinar matahari yang cukup.
Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar bedeng 100cm - 120cm, tinggi berlengan kisaran  20cm - 30cm, dan jarak antar bedeng yang satu dengan lainnya yakni 30cm - 45cm.
Akan sangat baik jika Arah bedengan memanjang dari arah utara ke selatan agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
Selanjutnya siapkan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan syarat tidak berbau, kering, dan tidak panas. Atau bisa juga dengan di tabur / di kocor pupuk Organik.

Disini kami dan sahabat petani cabai di Keparakan, Temanggung memakai SUPER NASA, POWER NUTRITION & GLIO yang di kocorkan ke tanah / lahan calon tanam cabai sebagai awal dasar pemupukan sebelum benih di tanamkan.

Jarak tanam antara satu tanaman cabe rawit yang baik yaitu 50x90cm atau 50x70cm atau 50x100cm dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah selanjutnya yaitu membuat jarak tanaman dengan cara :
(1)  Pasang tali kenca/pelurus sejajar dengan panjang bedeng (kira-kira 10cm dari tepi bedeng),
(2)  Ukur jarak tanam yang diinginkan sesuai panjang tali kenca itu.

(3)  Membuat lobang tanam sesuai dengan jarak tanam yang ditentukan. Kemudian berilah masing-masing lubang tanam dengan pupuk kandang terlebih dahulu. Dan lobang yang telah di beri campuran pupuk organik tadi (cukup 100ml per lobang)

Saran, Sebaiknya di awal tanam gunakan saja pupuk kandang dan pupuk Organik tadi saja karena memiliki komposisi unsur hara yang ramah dan di butuhkan akar tanaman muda.

2.  PENYEMAIAN BIBIT CABE RAWIT YANG BAIK DAN BENAR

Penyemaikan bibit dilakukan untuk memperoleh tumbuhan muda (anakan) yang akan didewasakan sehingga menghasilkan buah yang diinginkan.

Adapun tahapan penyemaian bibit yang benar adalah :

(1)  Membuat bedeng atau tempat persemaian bibit dengan ukuran bedeng yakni lebar bedeng 1 - 1,2 meter, panjang bedeng 3 - 5 meter, dan tinggi bedeng 15 - 20 Centimeter.
(2) penyemaian bibit, yakni dengan melibatkan kebutuhan benih 300 - 500 butir untuk tiap hektarnya. Sebelum benih ditabur, sebaiknya tempat persemaian / bedeng disiram air yang sudah di campur oleh pupuk Organik secara merata, setelah itu barulah benih disemai dengan beberapa alternatif cara yaitu :
- Semai bebas atau ditabur merata
- Semai dalam baris
- Semai kelompok
Lakukanlah penyemaian sesuai dengan kebiasaan dan karakter Kita sebagai seorang petani cabe.

4. CARA PEMELIHARAAN / PERAWATAN TANAMAN CABE

Pemeliharaan tanaman cabai rawit melibatkan beberapa metode seperti :

(1)  Penyiraman
Dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari atau disesuaikan dengan keadaan tanah serta curah hujan yang ada di wilayah setempat.

(2)  Penyiangan
Dilakukan semata-mata untuk menghambat pertumbuhan tanaman liar pengganggu (gulma).
Rumput/gulma yang ada di sekitar tanaman sebaiknya dicabut dengan disiang menggunakan sabit.
Tujuan pencabutan gulma/rumput liar agar tidak mengambil nutrisi yang ada pada tanah sekitar akar tanaman cabe rawit tersebut.

(3)  Pemupukan
Yaitu dengan melibatkan sejumlah pupuk kimia , yang biasanya untuk per 1 hektarnya seperti pupuk Urea = 100kg, TSP= 100kg, dan pupuk KCL sebanyak 75 kg.

Dan selain itu Kita juga menggunakan pupuk Organik untuk per 1 sekitarnya bisa mengurangi 50% - 60% dari jumlah pemakaian pupuk kimia di atas karena penggunaan pupuk kimia bisa merusak unsur hara dalam tanah lahan cabe.

(4)  Hama dan penyakit pada tanaman
Seperti diketahui bahwa banyak sekali jenis hama yang menyerang tanaman cabe rawit seperti hama wereng yang merusak struktur daun muda, tungau merah, kutu daun berwarna kuning yang sering menyebabkan daun menjadi keriting dan terlihat pucat, serta jenis kutu gurem atau biasa disebut thrips.
Belum lagi masih ada penyakit atau jamur yang membunuh tanaman cabe dimulai dari akar, virus dan penyakit cabe keriting.

Tanda-tanda tanaman terserang penyakit yakni tanaman berwarna seperti perak, daun menjadi layu, daun mengering bahkan keriting dan adanya bercak-bercak kuning-kecokelatan, tanaman tampak pucat, dan kadang-kadang akar tanaman juga diserang oleh jenis jamur parasit sehingga dapat membuat tumbuhan cabe langsung mati seketika.

Biasanya hama pengganggu tanaman dapat dibasmi dengan menggunakan beberapa obat dari pestisida cair, atau dengan menggunakan predator biologi yang lebih aman.

CATATAN KHUSUS dari Agus Setiawan untuk Kita semua :
"Untuk pestisida nya, Kami sarankan dan anjurkan agar pakai yang Organik saja karena telah terbukti lebih ampuh dan lebih lengkap kegunaannya, tidak hanya membunuh dan melindungi tanaman cabai dari segala serangan hama penyakit, tetapi juga menyehatkan juga memberi kekebalan pada tanaman cabe untuk lebih kebal lagi terhadap hama / penyakit.
Dan yang terpenting adalah faktor kesehatan. Karena pupuk Organik bebas dari bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan petani yang menggunakannya untuk tanaman cabe juga untuk setiap orang yang nantinya akan memakan cabe tersebut.)

Nah, untuk itulah gunanya kita menggunakan GLIO tadi. Karena dengan GLIO tanaman akan terbebas dari segala penyakit dan jamur yang bisa menyerang tanaman cabai.

Untuk membasmi thrips, kutu, penyakit, dll adalah PESTONA , PENTANA dan AERO.
1 paket lengkap dan disemprotkan ke tanaman cabai, maka DIJAMIN tanaman cabe akan bebas dan kebal terhadap segala jenis serangan hama, penyakit, trips dan jamur.

→ Caranya : Akan Kami berikan pada Anda selanjutnya.

5.  KEGIATAN PANEN, PASCA PANEN, dan PEMASARAN CABE RAWIT

Kegiatan panen cabai rawit adalah hal yang paling di tunggu tunggu oleh para petani setelah mengalami jerih payah selama proses pembibitan, penanaman, perawatan, serta pengendalian hama pengganggu tanaman cabe.
Untuk proses panen cabe rawit hampir sama dengan cabai besar, hanya saja usia cabai rawit lebih lama yaitu 1 - 2 tahun, sehingga cost produksi cabai rawit lebih tinggi daripada cabai besar. Cabe rawit dapat dipanen ketika buahnya sedang berwarna hijau tua, merah muda atau sudah matang.
Jika cabai rawit dipanen hijau, cabe kelihatan bernas dan berisi. Cabe rawit dipanen dengan cara dipetik.

Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 - 7 hari sekali dalam satu minggunya.
Hal ini dilakukan untuk memberi keseragaman cabai rawit agar matang secara bersama, sehingga pemanenan dilakukan secara serentak dan pemanenan juga tergantung pada situasi harga di pasaran.
Di pasaran harga cabai rawit hijau dan cabai rawit merah biasanya sangat tinggi, dan cenderung stabil.

Semoga bermanfaat dan berguna ....