Halaman

Tampilkan postingan dengan label Teknis Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknis Budidaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

BELAJAR BETERNAK AYAM KATE BAGI PEMULA DAN PELUANG BISNISNYA

Ayam kate merupakan salah satu ayam hias bertubuh mungil dan tidak untuk dikonsumsi. Kini mulai banyak orang yang melakukan ternak ayam ini. Walaupun berukuran kecil, ayam ini dapat mencapai harga sekitar Rp. 200 ribu /ekor dan apabila masih anakan yang berumur 1 - 4 bulan harganya dapat mencapai Rp. 30.000 - Rp. 60.000/ekor. Dengan harga yang cukup tinggi, tak heran banyak orang tergiur untuk melakukan ternak atau budidaya ayam kate ini untuk dijadikan sebagai usaha mereka. Selain itu, ayam kate adalah jenis ayam "Klangenan" atau bahasa lainnya ayam hias kebanggaan.

Jika Anda tertarik untuk belajar beternak ayam kate, berikut panduan lengkapnya.

Pemilihan indukan

Memilih indukan sangatlah penting karena akan menentukan hasil ternak. Pilihlah indukan yang sehat dan bebas dari penyakit. Yang lincah bergerak dan memiliki bulu yang halus.

Untuk indukan jantan, pilihlah jantan yang gagah dengan dada tegak dan kepala hampir menyentuh bulu ekor, memiliki tingkah yang aktif, jengger pada kepala berwarna merah cerah, serta bulunya mengkilat dan bersih.

Untuk ayam betina, pilihlah betina yang berusia sekitar 5 - 6 bulan agar masa produksi telur dapat lebih lama. Pilih ayam jantan yang telah berumur sekitar 8 bulan s/d 1 tahun agar sperma yang diberikan lebih bagus dan keturunannya jadi lebih berkualitas. Pilihlah betina yang memiliki postur tubuh bulat gemuk karena berarti ia siap betelur.

Membuat kandang

Kandang untuk ternak ayam kate dapat Anda buat dengan menggunakan kayu, bambu, jaring kawat (strimin) atau yang lainnya. Kandang ternak tersebut dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 1 m agar dapat dibagi 50 × 50 cm dan untuk luas kandang dapat disesuaikan dengan keinginan Anda.

Pemeliharaan dan pemberian pakan

Dalam kandang yang telah disiapkan, beri tempat pakan dan juga tempat minum. Berikan pula wadah/sarang untuk meletakkan telur jika ayam bertelur. Sarang tersebut dapat dibuat dari jerami padi yang dibulatkan. Jika ayam sedang dalam masa bertelur, jangan biarkan kandang lembab karena dapat berakibat ayam menjadi stres dan telur yang dihasilkan tidak jadi anakan alias rusak.

Pakan yang diberikan untuk ayam kate sama halnya dengan pakan yang diberikan pada ayam bangkok ataupun ayam jawa. Dengan kata lain, pakan biasa seperti beternak ayam pada umumnya.
Pakan yang diberikan dapat berupa bekatul, jagung, konsentrat, dan juga pakan tambahan berupa biji-bijian seperti beras merah atau putih atau juga padi. Pemberian pakan tersebut dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

Jika ingin di beri vitamin nitrisi, maka carilah vitamin nutrisi ayam yang sudah terkenal bagus kualitasnya.

Panen dan Perlombaan Ayam Kate

Ayam kate adalah salah satu usaha budidaya yang bisa dikatakan mahal. Mahal adalah hasil keuntungan yang di peroleh oleh peternaknya. Banyak kontes lomba yang diadakan untuk ayam kate ini, dengan hadiahnya terbilang besar. Ada beberapa peternak ayam kate yang sering ikut perlombaan ayam kate, dalam perlombaan ini yang di nilai adalah bentuk tubuh, keindahan bulu dan jengger, cara berjalannya dan merdu suara berkokoknya.
Tak jarang ayam yang jadi juara akan langsung di jual oleh pemiliknya, karena ayam juara pasti langsung banyak yang menawarnya dengan harga tinggi. Saat itulah peternak kate mendapatkan keuntungan berlipat dari hasil jerih payahnya beternak selama ini.

Semoga bermanfaat ...

Selasa, 13 Maret 2018

TEKNIS DAHSYAT BUDIDAYA AYAM BROILER 3 MINGGU LANGSUNG PANEN ?  BISA !!

Menjadikan ayam broiler agar siap panen memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam perawatannya, terutama pada awal pemeliharaan / fase starter. Diperlukan sistem budidaya yang baik agar tidak terjadi kegagalan dalam pelaksanaannya.

Untuk bisa mencapai sukses memanen broiler hanya dalam 3 minggu atau 21 hari pemeliharaan, diperlukan kiat dan teknik dahsyat sebagai berikut :

» Memastikan Pasaran dan Konsumen Terlebih Dahulu

Dalam hal ini, pemasaran menjadi hal yang sangat vital, karena akhir dari setiap usaha peternakan pasti berujung pada pasar/konsumen. Bagi peternak mandiri, harus mengetahui kondisi pasar terlebih dahulu sebelum usaha dimulai. Artinya, setiap peternak harus mengetahui kapasitas pasar dalam menyerap ayam broiler. Untuk itu, peternak hendaknya melakukan survei pasar lokal ataupun pasar luar daerah. Atau bekerja sama dengan pengepul juga peternak lain. Meski akan ada sedikit persaingan harga, namun setiap peternak harus pintar memanfaatkan setiap peluang yang ada.

» Menggunakan DOC Kualitas Unggul

Setidaknya dikenal tiga tingkatan kualitas DOC, yaitu Platinum, Gold, dan Silver. Kelas tersebut disesuaikan dengan kemampuan setiap DOC dalam mengeluarkan potensi genetiknya seperti ketahanan terhadap segala perubahan iklim, kecepatan tumbuh, efisiensi pakan, dan ketahanan terhadap segala penyakit.

Dalam memilih DOC sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan peternakan dan sistem budidaya peternak.
Kriteria DOC yang baik (sehat) mencakup beberapa hal seperti :
● Berat sekitar 37- 40 gr (4 - 4,5 kg/boks)
● Bulu bersih dan segar
● Mata bersinar
● Gerakan lincah dan aktif
● Dubur dan pusar bersih
● Tidak ada cacat fisik maupun luka.

» Persiapan Kandang dan Lingkungan Yang Tepat

Yang dimaksud dengan persiapan di sini adalah persiapan kandang sebelum mulai memelihara ayam. Apabila kandang telah digunakan dalam periode produksi sebelumnya, maka harus ada masa istirahat kandang. Persiapan harus dilakukan secara optimal yang meliputi pembersihan atau pencucian kandang, pengapuran dan desinfeksi, persiapan induk buatan, dan periode istirahat kandang.
Pencucian kandang bisa dilakukan pada saat siang hari dengan penyemprotan air yang di campur dengan disinfektan. Lalu setelah itu, lakukan penyemprotan desinfektan ke sekeliling kandang termasuk bagian luar kandang.

» Persediaan Pakan dan Minum yang Tidak Terbatas juga Akurat

Pakan dan minum perannya sangat penting dalam usaha budidaya ayamt broiler. Pakan yang baik harus mengandung unsur nutrisi yang lengkap. Minuman juga harus selalu tersedia. Jika kekurangan air minum, maka akan mengakibatkan dehidrasi bahkan kematian. Lebih baik jika nutrisi pakan di campurkan tambahan vitamin nutrisi khusus ayam, berikut juga dengan air minumnya.
Karena selain membantu memacu percepatan pembesaran dan penggemukkan, nutrisi tadi sangat bagus untuk ayam broiler menjaga kondisi tubuhnya terhadap serangan virus dan penyakit yang biasanya menyerang ayam.

» Sesuaikan Pemeliharaan dengan Tujuan Panen

Bibit (DOC) dan pakan memang sangat menentukan keberhasilan usaha ternak broiler. Namun, ada hal yang tidak kalah penting, yaitu manajemen pemeliharaan / sistem budidaya. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kekurangan salah satunya akan menyebabkan potensi genetik ayam kurang optimal.
Setiap peternak pasti punya perhitungan dan sistem tata cara beternaknya sendiri yang sesuai dengan karakter dan pengalaman peternak sendiri.

» Gunakan Tenaga Kerja Andal dan Siaga

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pengalaman beternak setiap peternak ayam broiler yang beternak sendiri langsung, memang kadang harus diakui bahwa tenaga kerja (anak kandang) merupakan tulang punggung dari kesuksesan pemeliharaan ayam broiler. Pelaksanaan manajemen pemeliharaan ayam broiler yang baik tidak mungkin terlaksana jika anak kandang bekerja setengah hati. Anak kandang harus profesional, harus memiliki sifat “mengasuh” dan kasih sayang terhadap ayam secara intensif.

"Lho kok bisa hanya 3 minggu saja langsung panen ?"
Jawabannya : Bisa dan Pasti Bisa ! Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.

Caranya yaitu melakukan pemeliharaan ayam broiler dengan mengatur masa panen pada ukuran kecil dengan rata-rata bobot panen 1 kilogram per ekor (ukuran ayam 0,9 - 1,1 kg per ekor).

Ukuran 1 kilogram per ekor bisa dicapai pada umur broiler 21 hari. Bahkan jika dipelihara dengan manajemen yang baik dan pemberian vitamin nutrisi yang bagus kualitasnya, maka ukuran 1 kilogram per ekor/tahun bisa dicapai pada umur 18 - 20 hari. Nah, dengan demikian, jika panen ayam broiler bisa dilaksanakan umur 18 - 21 hari dan waktu istirahatkan kandang sekitar 7 - 10 hari, maka setiap bulan peternak bisa menikmati hasilnya. Dengan kata lain, setiap 30 hari panen dan setiap bulan dapat pemasukan ke kantong.

Lalu apakah ayam broiler berat 1 kg itu akan laku di pasaran ?!

Jangan khawatir tentang laku atau tidaknya. Sebab, walaupun belum diketahui secara pasti, kebutuhan broiler berukuran rata-rata 1 kilogram semakin meningkat. Buktinya, kini semakin banyak pedagang kaki lima, rumah makan, dan restoran menyajikan hidangan menu daging ayam broiler dengan ukuran kecil. Apalagi kebutuhan akan daging ayam semakin hari semakin meningkat terus.

Hal itu karena daging ayam broiler ukuran kecil dagingnya cukup padat namun tidak terlalu banyak mengandung lemak sehingga membuat rasanya lebih enak dan bumbu lebih cepat meresap.

Itu dia beberapa tips keberhasilan panen budidaya ayam broiler hanya 3 minggu pemeliharaan dari Duta Agro Prima Nasa.
Ingat, hasil yang di peroleh setiap peternak akan berbeda di setiap peternakan ayam broiler, karena tergantung sistem budidaya, iklim, kualitas bibit ayam broiler, kualitas vitamin nutrisi yang di berikan, kebersihan dan kondisi kandang, pakan dan kesehatan ayam, juga faktor lain.


Senin, 12 Maret 2018

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK DENGAN PAKAN FERMENTASI DAN CARA PEMBUATANNYA

TEKNIS BUDIDAYA KAMBING / DOMBA DENGAN PAKAN FERMENTASI - Kunci Sukses Meningkatkan Bobot Kambing / Domba Dengan Pakan Fermentasi Hijau Organik

#PESAN PENTING DUTA AGRO PRIMA NASA : "Ternak Sapi, Kambing, dan domba boleh di berikan pakan fermentasi, TETAPI TIDAK BOLEH di berikan setiap hari. HANYA 4 - 5 HARI SEKALI di tiap Sore hari dan ITU HARUS DISELANG SELING jenis pakan fermentasinya !!"

Pembuatan dan pemberian pakan fermentasi untuk ternak Kambing dan Domba ini sangat menghemat waktu dan tenaga dalam beternak kambing / Domba dengan sistem organik modern.

Ada beberapa macam pakan fermentasi yang bisa kita berikan ke kambing / domba kita selain tentu saja hijauan sebagai pakan alami dari ternak.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan nafsu makan ternak kambing / Domba, yaitu :
1. Faktor kesehatan ternak
2. Faktor pakan yang di berikan
3. Faktor jumlah pakan yang di berikan
4. Faktor bakteri rumansia yang ada di dalam pencernaan ternak
5. Faktor eksternal yaitu lingkungan kandang dan kebersihan kandang

Di sini, kami menggunakan produk organik NASA yang telah terbukti dan terjamin mampu meningkatkan bobot ternak juga meningkatkan produktivitas susu pada ternak.

● CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DARI JERAMI PADI

Cara membuat jerami padi dengan menambahkan Suplemen Organik Cair, seperti TANGGUH PROBIOTIK, VITERNA, NASA dan HORMONIK untuk hasil yang lebih cepat dan penuh dengan gizi juga nutrisi yang sangat di butuhkan oleh kambing.

Bahan - bahannya :

- Siapkan tempat yang aman dan terlindung dari sinar matahari langsung, curahan air hujan, dan genangan air, misal drum atau kantong plastik.
- 1 Ton Jerami padi kering
-  Tetes tebu (molase).
Namun kalau tidak ada tetes tebu, bisa digantikan dengan gula pasir
- Campuran VITERNA , POC NASA dan HORMONIK dalam 1 wadah, lalu diaduk sampai merata dan kemudian tuangkan semuanya kedalam campuran bahan bahan tadi.
- Setengah Botol Probiotik dituangkan ke dalam ember
- Air secukupnya
- Ember
- Terpal atau plastik yang cukup kuat untuk memeram jerami.
- Alat penyiram air

Tahapan dan cara pembuatannya :

1. Siapkan jerami padi kering yang sudah dipotong – potong.

2. Siapkan ember yang sudah diisi air, campurkan tetes tebu / gula pasir, dan juga Campuran 1 paket ternak (VITERNA, POC NASA + HORMONIK) dan TANGGUH PROBIOTIK tadi, kemudian di aduk hingga merata.

3. Langkah berikutnya menggelar jerami dengan tinggi 15 - 20cm.

4. Semprotkan campuran air, tetes tebu / gula pasir dan Campuran paket ternak pada jerami sambil jerami diinjak – injak, semprotkan secara merata sampai jerami benar – benar basah.

5. Setelah proses penyemprotan selesai, jerami bisa ditutup dengan plastik tebal atau terpal.
Cegah udara masuk dengan mengikat dengan kuat dan rapat.

6. Diamkan tumpukan jerami selama sekitar 12 - 15 hari agar proses penguraian serat jerami padi terjadi secara alamiah.
Jika sudah ditambah Probiotik, bisa didiamkan hanya 2 - 4 hari dan pakan siap diberikan

7. Dalam proses ini memang dibutuhkan waktu yang cukup supaya padi benar – benar lapuk dan nutrisinya bisa bertambah.

Dengan begitu kualitas jerami padi menjadi meningkat sebagai pakan ternak dan nutrisinya dapat terserap dengan baik oleh ternak

8. Jika sudah melewati 12 - 15 hari, maka jerami siap diberikan pada hewan ternak.
Kami sarankan untuk terlebih dahulu hasil fermentasi jerami padi diangin – anginkan sebentar, kemudian bisa langsung diberikan pada hewan ternak Anda

Itu untuk ukuran pembuatan 1 ton Pakan fermentasi jerami padi.

Kadang , ternak belum langsung mau makan pakan fermentasi jika kita berikan secara tiba tiba.
Sebaiknya kita lakukan perlahan melalui proses adaptasi dulu, yaitu pagi hijauan segar dan sore baru hijau an campur fermentasi jerami ini.

Perlahan lahan sore hari kita hilangkan diajukannya dan berganti dengan full pakan fermentasi jerami padi ini.

Bisa juga Campuran Suplemen Organik tadi kita berikan ke ternak dengan cara di campurkan ke air minum ternak.

● CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DARI RUMPUT GAJAH

Bahan - bahan nya:
- Rumput gajah
- Tetes tebu
Hanya butuh 3% saja
- Dedak halus
Kira2 cukup 5% - 6% dari total campuran
- Onggok
Cukup 3% dari total campuran
- Menir / meniran
Cukup 3,5% saja
- Campuran Suplemen Organik NASA (PROBIOTIK, VITERNA, HORMONIK dan POC NASA)
- Silo atau kantong plastik atau bisa juga Drum

Tahapan cara membuatnya itu :

1. Potong rumput gajah dengan parang , arit atau mesin pemotong rumput.
Pemotongan dilakukan agar rumput dapat dimasukkan ke dalam wadah / drum dengan rapat dan padat.

2. Campurkan semua bahan² yang sudah disiapkan tadi diaduk hingga benar benar merata.

3. Masukkan campuran ke dalam silo / wadah tertentu / drum dan padatkan agar tidak ada rongga udara. Masukkan sampai melebihi permukaan wadah / drum untuk mengantisipasi terjadinya penyusutan isi. Dengan begitu tidak ada ruang kosong antara tutup dan permukaan bahan.

4. Setelah semua bahan masuk, berikan lapisan plastik dan tutup dengan rapat. Beri pemberat, boleh pakai batu atau kantong plastik yang diisi tanah.

5. Simpan sampai 6 – 8 minggu.

6. Setelah 6 – 8 minggu, drum  bisa dibuka dan diambil hasil fermentasinya. Jika dilakukan dengan benar maka pakan fermentasi dapat bertahan hingga 1 – 2 tahun.

8. Pakan fermentasi bisa diambil sesuai kebutuhan saja, misalnya untuk 3 – 5 hari. Jangan dibuka setiap hari agar pakan fermentasi tidak mudah rusak, setelah dibuka juga harus ditutup kembali dengan rapat.

9. Setelah pakan fermentasi diambil, lebih baik diangin – anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada hewan ternak kambing / sapi.
Jangan di jemuran di bawah sinar matahari.

Catatan :
Cara fermentasi ini dapat dilakukan untuk jenis bahan pakan hijauan dan jenis rumput lainnya.
Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas ya ...

Semoga bermanfaat dan membantu ...

#INGAT : Bahwa ternak tetap akan lebih sehat dan segar jika di berikan pakan alaminya dan pakan pokok ternak, yaitu Hijauan Segar / rumput segar / Dedaunan segar.  Pakan Fermentasi HANYA SEBAGAI SAMBILAN saja, JANGAN MENJADI PAKAN POKOK TIAP HARI !!!
Kami, Duta Agro Prima NASA benar² menghimbau dan memperingatkan bahaya pakan fermentasi pada ternak budidaya kita.

#PESAN : Untuk membantu kesehatan dan lancar pencernaan ternak, beri Probiotik yang di campur air minum ternak. Fungsinya adalah menyehatkan dan meningkatkan kinerja bakteri rumansia yang ada di dalam saluran pencernaan ternak.
Ibaratnya seperti kita minum Yakult (Probiotik) setiap hari untuk menjaga bakteri baik dalam pencernaan kita

Minggu, 11 Maret 2018

LAYU BAKTERI (FUSARIUM)

Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, umumnya menyerang tanaman cabai, tomat, kentang, dan sebagainya. Bakteri menginfeksi tanaman melalui luka yang disebabkan olek pelukaan mekanis, infeksi cendawan (fusarium), serangan nematoda dan hama pada akar. Bakteri bersifat tular tanah (soilborne) dan tular air (waterborne) dan dapat bertahan pada sisa tanaman sakit.

Gejala :
1. Layu secara tiba-tiba, umumnya dimulai dari bagian pucuk. Tanaman kembali segar pada pagi atau sore hari.
2. Terdapat bercak cokelat pada pembuluh di pangkal batang dan berbau busuk.
3. Keluar cairan putih susu ketika potongan batang segar dicelup dalam air.

Kondisi yang mendukung perkembangan penyakit :
1 suhu tinggi (30˚ – 35˚C) dan kelembaban tinggi
2. tanah bertekstur liat yang menahan air dalam waktu lama.
3. Bakteri disebarkan oleh aliran irigasi, bibit terinfeksi, pelukaan dan pemangkasan.

Pengendalian LayuBakteri :
1. Hindari menanam pada lahan yang endemik.
2. Hindari pelukaan akar dan kendalikan jamur, nematoda atau hama yang menyerang akar.
3. Lakukan pengolahan tanah dengan baik. Lakukan sterilisasi untuk lahan-lahan yang berpotensi layu. Aplikasi kompos dan agensia hayati pengendali layu (Trichoderma).
4. Menanam varietas tahan mampu mengurangi potensi penyakit.
5. Sterilisasi lahan dengan fumigan (Basamid).
6. Cabut tanaman yang terserang dan taburi lubang tanam dengan kapur, kocor bakterisida, fungisida, maupun nematisida untuk mencegah penyebaran penyakit. Semprot bakterisida ke seluruh tanaman secara merata.

Semoga bermanfaat

Sabtu, 10 Maret 2018

CARA MEMBASMI HAMA PENYAKIT TANAMAN BUDIDAYA DENGAN MENGGUNAKAN BAWANG PUTIH

“Cara Membasmi Hama Tanaman Dengan Menggunakan Bawang Putih”

Mungkin sewaktu – waktu cara ini dibutuhkan oleh sahabat  yang suka berkebun atau tanam – menanam bunga hias atau bahkan sekarang ada sahabat  petani yang lagi pusing karena kebunnya (tanaman/bunga) kena hama aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.

Cara membasminya yaitu dengan Bawang Putih (Allium sativum), pasti sobat sudah pada tahu kan bawang putih, yang suka dijadikan bumbu masak itu loh hehehe. Bawang putih secara alami akan menolak banyak membasmi aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.

Cara meramunya sederhana sekali yaitu:
1.  Ambil bawang putih secukupnya (2 - 3 siung bawang putih untuk 1 liter air), terus dilumatkan / tumbuk / ulek / bisa juga diblender sampai halus, setelah itu tambahkan 1 liter air.

2.  Kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, boleh deterjen cair, serbuk atau sabun colek.
Kalau kami biasanya pake sunlight.

3.  Aduk sampai rata, kemudian disaring.

4.  Air saringan bawang putih tersebit masukan kedalam Alat Penyemprot Hama (Sprayer). Lalu semprotkan pada tanaman yang terkena aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu dan ulat Tidak berbulu.

Cara ini sangat aman, meskipun disemprotkan ke tanaman sayuran atau buah. Lakukan penyemprotan pagi atau sore hari.

Semoga Bermanfaat

TEKNIS BUDIDAYA TOMAT DENGAN TEKHNOLOGI ORGANIK MODERN

Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh
» Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
» Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 – 6
» Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
» Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman

2. Pola Tanam
» Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
» Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu

3. Penyiapan Lahan
» Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
» Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
» Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
» Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
» Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
» Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
» Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
» Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
● alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
● alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
» Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
» Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
» Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
» Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm

4. Pemilihan Bibit
» Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
» Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
» Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
» Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 – 30 kg + Natural GLIO (1:1)
» Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
» Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
» Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
» Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
» Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki

C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
» Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
» Bibit siap tanam umur 3 – 4 minggu, berdaun 5-6
» Penanaman sore hari
» Buka polibag plastik
» Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya
» Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
» Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
» Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
» Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural BVR
» Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
» Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat

D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
» Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
» Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
» Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
» Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
» Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
» Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
» Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
» Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
» Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
» Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.

E. FASE GENERATIF (30 – 80 HST)
1. Pengelolaan Tanaman
» Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
– Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
» Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
» Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
» Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. – Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.

2. Pengamatan Hama dan Penyakit

»Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
» Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih.
Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
» Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
» Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
» Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.

F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 – 130 HST)
> Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
> Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
> Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
> Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
> Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
> Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi

Semoga bermanfaat ...

Rabu, 07 Maret 2018

TANYA JAWAB BUDIDAYA LELE PALING SUKSES

● TANYA, " Berapa kepadatan kolam ikan lele yang ideal per meter perseginya ??"

»  JAWAB," Kepadatan tebar Lele yang ideal sebenarnya bervariasi antara 100 sampai 150 ekor per meter².
Jika terlalu jarang maka akan tercipta ruang gerak yang terlalu lebar, sehingga ikan akan lebih banyak bergerak yang akan banyak menggunakan energi dari pakan, Hal ini tentu akan mengurangi nutrisi pakan untuk pembentukan daging.
Namun Jika terlalu padat, efeknya adalah resiko kanibalisme dan pertumbuhan yang tidak rata/Variasi, dan kematian setiap hari.

●  TANYA, "Jika kolam tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi masalah tersebut ?"

»  JAWAB, "Jika tidak bisa dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam dan semakin banyak hama, jamur dan bakteri penyakit.
Hal itu tentu akan sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara.
Cara mengatasinya adalah dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan dengan keasamannya. Semakin berbuih dan semakin pekat air kolam, maka semakin banyak dolomit yang kita tabur ke kolam. Pemberian TON & TANGGUH secara kontinyu dapat mengurangi kadar keasaman tersebut dan dapat membunuh segala hama, jamur dan bakteri penyakit. Lalu menumbuhkan plankton yang menjadi sumber pakan alami ikan / udang.
Namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur dolomit seperti di atas juga pemberian garam kasar pada kolam.

●  TANYA, "Bagaimana mengatasi penyakit karena jamur pada ikan air tawar ?"
●  TANYA, "Bagaimana mengobati lele sakit moncong putih dan Bintik putih ke lele ?"

»  JAWAB, "Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, cendawan, Jamur, bakteri, atau hama dapat ditanggulangi dengan menggunakan disinfektan dan insektisida.
Bahkan dengan bahan yang ada di dalam dapur kita, yaitu garam.
Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya (with drawal time).
Penyakit Lele moncong putih, borok, Perut kembung dan Bintik putih bahkan kumis keriting di sebabkan oleh bakteri penyakit, Jamur dan Hama yang ada di dalam kolam budidaya.

Cara mengatasinya adalah :
~ Membersihkan kolam dan menguras kolam budidaya.
Bisa sampai kering (jika ada kolam lain untuk memindah lele untuk sementara). Dan biarkan kering kira kira 1 - 2 hari.
Setelah itu, masukkan air ke dalam kolam tadi sebanyak 20%- 25% saja dulu, lalu di campurkan garam kasar secukupnya (2% dari luas kolam), masukkan 3 tutup Botol TON yang telah dicampur 2 liter air dan 3 tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK ke dalam kolam tersebut.
Diamkan selama 1 hari.

Ambil dan sortir lele yang sakit dari yang sehat, lalu pindahkan ke kolam / aquarium / ember tersendiri yang sebelumnya sudah kita tetesi 2 tetes iodium, garam kasar secukupnya. Dan 2 tutup Botol TANGGUH.
Ada baiknya di masukkan bonggol pisang ke dalam kolam lele yang sakit itu, gunanya adalah untuk menghilangkan jamur yang menempel pada tubuh lele.
Khusus lele kembung, bisa beri 3 - 5 tetesan jahe yang sudah kita gepruk terlebih dulu.

●  TANYA, "Kenapa Harus TON ?"
»  JAWAB, "Karena Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam, Menumbuhkan Plankton, Menjaga PH air, membantu mengurai segala jenis racun kimia dan sisa pakan di dasar kolam.

●  TANYA, "Kenapa kok air kolam cepat bau padahal baru saja di kuras ?"
●  TANYA, "Kenapa ikan sering muncul di permukaan atau air kolam berbuih ?"

»  JAWAB, "Bau menyengat pada kolam lele tersebut biasanya disebabkan karena beberapa hal , yaitu :

●  Perawatan air kolam yang kurang memadai / jarang menguras dan membersihkan kolam.
●  Pemberian pakan yang berlebihan, sehingga menimbulkan sisa pakan. Sisa pakan menyebabkan keluarnya amonia di dalam air.
●  Ikan mati yang membusuk di kolam.
●  Pemberian pakan mentah dalam volume banyak.
●  Penumpukan kotoran dan amoniak hasil metabolisme ikan
●  PH air yang tidak bagus dan air yang tercampur bakteri, jamur dan virus.
●  Kondisi lingkungan kolam budidaya yang kurang sehat
●  Faktor cuaca dan suhu
●  Beberapa faktor mikro lainnya

Cara mengatasinya dan dijamin tidak akan pernah timbul lagi air kolam budidaya yang cepat bau, Yaitu dengan metode terbaru :

1.  Beri pakan secukupnya saja
Berilah pakan pada ikan budidaya kita dengan secukupnya saja, jangan berlebihan.
20% - 30% jumlah bobot ikan dalam kolam budidaya.
Saya menganjurkan agar membuat perkiraan pakan yang dapat membuat seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang.
3x sehari (pagi, siang dan sore)

2.  Buang ikan yang mati

Dalam budidaya ikan air tawar biasanya terdapat beberapa ikan mati tiba tiba, makanya begitu kita tahu, harus segera cepat kita ambil dan buang.

3.  Merebus pakan mentah

Jika kita ingin memberikan pakan mentah tambahan misal dari sisa makanan dapur atau jeroan ayam / sapi sebagai pakan tambahan sebaiknya calon pakan itu direbus terlebih dahulu terutama jika pemberian volume banyak.
Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan di dalam kolam.

4.  Penggantian air secara berkala / Minimal 3 - 4 hari sekali.

Ikan memang tetap dapat tumbuh meski tanpa penggantian air, namun penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Penggantian air secara berkala dapat mengurangi bau pada kolam. Sebab beberapa racun dan bakteri ikut berkurang bersama terbuangnya air.

5.  Pensifonan

Pensifonan adalah membuang kotoran atau endapan dari dasar kolam. Pensifonan dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan atau menyedot menggunakan selang. Pensifonan penting dilakukan karena kita membuang kotoran dan amoniak yang menyebabkan bau menyengat di kolam. Pensifonan sebaiknya dilakukan sore hari agar ikan tidak stress.

6.  Filter air

Penerapan metode filter air memang jarang dilakukan. Penggunaan filter air pada kolam mirip seperti instalasi filter air pada aquarium. Air kolam dipompa menggunakan instalasi filter air kemudian dialirkan kembali ke kolam. Penggunaan filter air akan membuat air lebih bersih, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam kolam. Penggunaan filter air biasanya pada kolam padat tebar.

7.  Membuat kucuran air

Kucuran air akan melepaskan kandungan amoniak ke udara sehingga dapat mengurangi bau pada kolam. Kita dapat membuat kucuran air menggunakan pompa air atau pompa akuarium.

8.  Menggunakan bakteri probiotik / metode Probiotik Organik

Penggunaan metode masih jarang dilakukan oleh para sahabat pembudidaya ikan.
Karena belum banyak yang mengetahuinya. Namun metode ini terbukti sangat ampuh dalam mengurangi dan menghilangkan tingkat bau lebih tinggi dibanding metode lain. Juga membersihkan air kolam secara alamiah.

Dalam Metode Organik ini, sejak dulu saya hanya pakai TON dan TANGGUH PROBIOTIK.
Dan terbukti hasilnya pada kolam saya, dan kolam kita akan menjadi kolam budidaya yang sehat yaitu kolam budidaya Probiotik Organik.

Metode ini menggunakan berbagai macam bakteri yang sudah terkandung dalam paket TON & TANGGUH PROBIOTIK yang mempunyai fungsi :

1. Mempercepat proses pembusukan kotoran di dalam kolam.

2. Menetralkan zat-zat yang berbahaya seperti amoniak yang dihasilkan oleh sisa pakan dll.

3. Mengendalikan kuman dan penghasil antibiotik yang dapat membunuh bakteri jahat.

4. Menghilangkan bau hasil pembusukan.

5. Membantu menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak termakan.

6. Membantu Mengurangi produksi senyawa beracun / amoniak

7. Menetralkan racun H2S dan nitrit

8. Menekan bakteri yang merugikan di kolam dengan
cara kompetisi

9.  Meningkatkan gizi dan menambah cita rasa hasil ternak, ikan, dan udang.

10. Dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas).

11. Untuk meningkatkan kesehatan ikan dan proteksi diri ikan

12. Menambah kesuburan perairan ikan.
13. Mempercepat pertumbuhan ternak dan ikan.

14.  Membersihkan kolam dan membunuh hama, jamur dan bakteri penyakit dari lingkungan kolam budidaya

15.  Memicu pertumbuhan plankton yang menjadi sumber makanan alami ikan

Tanya," Bagaimana perlakuan terhadap air kolam yang baru saja kena hujan deras dalam waktu yang lama??

Jawab," Sifat air hujan yang kurang baik bagi kehidupan ikan adalah keasaman yang agak tinggi yang bisa meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit lainnya, Untuk mengatasinya adalah dengan cara pembuangan air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10-20cm, agar keasamannya netral, beri kapur dolomite atau zeolit dengan dosis 500kg/HA.

●  TANYA, "Jika kita pakai VITERNA, HORMONIK dan POC NASA dicampur dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis?"

»  JAWAB, "Ketiga produk tersebut adalah bahan organik murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip kerja Paket perikanan tersebut seperti pakan biasa. Banyak pengguna / Sahabat Tani Ikan yang juga memakai dosis tersebut tidak terjadi masalah pada ikannya. Justru ikannya malah tambah cepat besar dan cepat tambah bobotnya.

●  TANYA, " Bagaimana tips agar ikan Nila cepat besar dan bisa dipanen?"

●  JAWAB, "Tips agar hasil panen optimal bobot ikan 1kg per ekor.
Caranya: VITERNA, POC NASA, HORMONIK Dicampur dalam 1 wadah kemudian ambil 10cc / 1 tutup Botol VITERNA dan kemudian campurkan dengan 2,5kg pakan apa saja, cukup diberikan 1x sehari.

Selain pakan yang kita campur 3 bahan organik tadi, kita juga harus melakukan. Terapi Kolam.

Terapi kolam:
Gunakan TON sebagai pupuk kolam, ambil 1 sendok makan TON campurkan ke dalam 10 liter air, siramkan secukupnya setiap 2 minggu sekali.

MANFAAT LAIN DARI GEDEBOG PISANG YANG SANGAT AMPUH

STOP ! Jangan sisa siakan limbah gedebog pisang. Karena banyak manfaatnya.

Berdasarkan beberapa hasil riset tentang gedebog ( batang pisang ) dan bonggol pisang telah menunjukkan bahwa ekstrak gedebog pisang diketahui mempunyai kandungan kimiawi antar lain : Tannin , Saponin dan flavonoid.

Pemanfaatan Gedebog Pisang Sebagai Pengganti Urea
Pemanfaatan gedebog pisang biasanya dicampur dengan tumbuhan lain merupakan alternatif pengganti pupuk urea, tanaman yang paling sesuai di jadikan campuran adalah rebung bambu. Berdasarkan penelitian dan uji coba pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) telah di ketahui REBUNG mempunyai kandungan zat pertumbuhan yang bagus. rebung bambu memiliki kecepatan pertumbuhan 30 cm hingga 120 cm dalam 24 jam. Ini merupakan bahan pupuk organik yang sangat fantastis bukan ?!

Bahan-Bahan Pembuatan Pupuk Cair Organik Batang Pisang
» 1 kg btg pisang, pilih yang bagian dalamnya yang berwarna putih, yang sudah tidak ada lapisan pelepahnya lagi.
» 200 gr gula pasir, (bisa diganti dengan gula aren)
» 3 liter air tanah
» Tong atau ember yang mempunyai tutup
» Karung bekas

Cara Membuat:
1. Cincang bagian dalam batang pisang menjadi potongan kecil-kecil-kecil. Masukkan dalam wadah karung bekas. Cacahan bagian dalam batang pisang

2. Campur air dengan gula dalam ember atau tong sampai gula larut. Masukkan karung berisi cacahan batang pisang ke dalamnya, sampai karung tenggelam. Tutup rapat tong/ember terbut. Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Tong berisi campuran air dan gula

3. Biarkan sekitar seminggu-10 hari. Jangan lupa untuk membuka tongnya sekali sehari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari campuran bahan-bahan pupuk tersebut, dengan cara mengaduknya. Setelahnya tutup kembali dengan rapat.

4. Dalam waktu 7-10 hari, pupuk cair sudah akan siap digunakan. Tanda-tanda pupuk cair organik berhasil adalah adanya bau seperti aroma tape. Bila bau busuk yang tercium (seperti bau got), berarti proses pembuatan pupuk cair organik gagal, dan cairan tersebut harus dibuang.

5. Angkat karung yang berisi cacahan batang pisang. Bekas cacahan batang pisang bisa digunakan sebagai kompos. Sedangkan air yang dalam ember/tong itulah yang menjadi pupuk organik cair organik.

» Pemakaian larutan pupuk cair organik batang pisang ini adalah dengan mencampurnya dengan air tanah/sumur. Perbandingannya 1:15, artinya satu bagian pupuk cair organik dilarutkan dengan 15 bagian air tanah.
» Gunakan pupuk cair organik batang pisang ini dua kali dalam seminggu. Siramkan di tanah sekitar tanaman.
» Catatan:
Untuk menghemat waktu, saya memakai takaran gula sebayak 1 kg, sehingga komponen bahan lainnya pun dikalikan 5, yakni, 5 kg batang pisang dan 15 liter air tanah.

Selamat mencoba.

TEKNIK BUDIDAYA DURIAN PALING SUKSES 2

Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman 
Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya.

Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

Penyiangan
Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (kurang lebih diameter 1 m dari pohon durian).

Pemangkasan/Perempelan
A. Akar durian
Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang. 

B. Peremajaan
Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin parafin.

Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapat diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah kurang lebih 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah. 

C. Pembentukan tanaman yang terlanjur tua
Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dengan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Dengan demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal. 

Pemupukan
Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsur hara yang terkandung dalam tanah.
A. Cara Memupuk
Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk NPK di campur SUPERNASA disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman. 

B. Jenis dan Dosis Pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, organik serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Dan kocorkan SUPERNASA + GLIO di sekitar tanaman. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK di campur SUPERNASA + GLIO itu dilakukan rutin, DAN selang setiap 5 hari pengocoran tersebut, kocorkan POWER NUTRITION dengan dosis 5 sdm / 20 liter air ke setiap tanaman durian. Fungsinya adalah melebatkan buah, memperbesar buah dan merangsang pembuahan terus menerus. Selang 3 hari setelah pengocoran POWER NUTRITION tadi, semprotkan POC NASA & HORMONIK ke daun / suluruh daun dan batang tanaman. Setelah 5 hari penyemprotan, Kocorkan SUPERNASA + POWER NUTRITION dengan dosis @5sdm / 20 liter air. Lakukan semua itu berselang seling secara rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun.

Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Juga berikan POWER NUTRITION. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman.

Tanaman durian yang telah berumur 3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 10-15% pupuk NPK dari dosis normal dan akan terus berkurang prosentase pemakaian NPK nya karena sudah pakai pupuk NASA, POWER NUTRITION dan SUPERNASA yang sangat bagua untuk tanah dan buah.

Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 400 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 200 - 250 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Atau lebih hematnya, NPK 200gr, SUPERNASA, GLIO dan POWER NUTRITION. Karena 1 kg pupuk SUPERNASA = 1 Ton Pupuk Landang matang. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga). 

Pengairan dan Penyiraman
Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu.

Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

Waktu Penyemprotan Pestisida
Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh NASA + Hormonik  dengan dosis 3 tutup botol / 17 liter air tangki semprot Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna.

Jenis insektisida yang digunakan adalah Pestona / Pentana yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga.

Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Tetapi paling bagus adalah di kocorkan GLIO dan SUPERNASA di sekitar batang tanaman. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, tanah tempat penanaman tanaman tersebut di beri kocorqn SUPERNASA + GLIO. Dengan dosis awal 10 sdm SUPERNASA + 1 KOTAK GLIO / 20 liter air.

Pemeliharan Lain
Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.

Hama dan Penyakit
Hama
A. Penggerek buah (Jawa : Gala-gala)
- Ciri:
Telur diletakkan pada kulit buah dan dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.
- Penyebaran:
Serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau.
- Pengendalian:
Dilakukan dengan insektisida, seperti PESTONA. Dengan dosis 4 tutup botol per 17 liter air penyemprotan. Atau PESTONA 2 tutup botol.

B. Lebah mini
- Ciri: hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.
- Pengendalian:
Menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%), PENTANA dosis 4 tutup botol / 17 liter air. 

C. Ulat Penggerek Bunga (Prays citry)
Ulat ini menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.
- Ciri:
Ulat ini warna tubuhnya hijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.
- Gejala:
Kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut.
- Pengendalian:
Dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).Pakai Organik yaitu PESTONA.

D. Kutu Loncat Durian
- Ciri:
Serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.
- Gejala:
Kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
- Pengendalian:
Daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan.
- Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air. Secara organik disemprotkan PESTONA dan CORRIN.

Penyakit
A. Phytopthora parasitica dan Pythium complectens
- Penyebab : Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan. - Penularan :
Penyakit ini menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air.
- Gejala:
Daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
- Pengendalian:
(1) Upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan;
(2) Pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar;
(3) Pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk. 
(4) Seprotkan dan Kocorkan GLIO dan BVR ke tanaman dan tanah batang tanaman tumbuh.

B. Kanker Bercak
- Penyebab : Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C.
- Gejala:
Kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
- Pengendalian:
(1) Perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit;
(2) dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya GLIO

C. Jamur upas
- Gejala: Pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
- Pengendalian:
(1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang degan fungisida, yaitu GLIO;
(2) jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur;
(3) dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi. 

Panen
Ciri dan Umur Panen
Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni-September sehingga bulan Oktober-Februari buah sudah dewasa dan siap dipetik. Panen durian diusahakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dapat merusak kualitas buah.
Warna durian yang hampir masak agak berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Buah yang sudah masak umumnya ditandai dengan bau harum yang menyengat. Pada durian yang sudah masak bila diketuk duri atau buahnya akan terdengar dentang udara antara isi dan kulitnya.

Cara Panen
Buah durian yang sudah matang akan jatuh sendiri. Untuk menjaga agar buah tidak langsung jatuh, kira-kira sebulan sebelum matang buah dapat diikat dengan tali plastik. Tujuan pengikatan tersebut agar tangkai buah yang terlepas dari batang atau ranting pohon tetap menggantung pada tali sehingga buah durian tersebut dapat diambil dalam keadaan utuh.

Buah durian dari pohon rendah dapat dipetik dengan menggunakan pisau tajam. Tangkai buah dipotong mulai dari bagian paling atas, kurang lebih 1,5 cm dari dahan. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena di tempat ini terdapat bahan tunas yang akan berbunga pada musim berikutnya.

Buah durian yang terletak pada bagian pohon yang tinggi sebaiknya dipetik dengan menggunakan alat bantu yang sesuai agar tidak jatuh ke tanah. Durian yang jatuh ke tanah biasanya retak, daging buahnya menjadi asam/pahit karena terjadi fermentasi pembentukan alkohol dan asam.

Prakiraan Produksi
Jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon adalah 70-80 butir perpohon pertahun dengan bobot rata-rata 3 - 4 kg. Dan dengan pupuk NASA maka jumlah itu masih bisa lebih ditingkatkan lagi.

Selasa, 06 Maret 2018

TIPS BUDIDAYA PISANG YANG BERBUAH LEBAT

Masyarakat kita sangat gemar mengkomsusi pisang, selain karena rasanya yang enak, harga pisang di pasaran juga cukup terjangkau. Selain itu ternyata banyak manfaat dari pisang yang jarang diketahui.

Buah pisang banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan dan juga kecantikan.

Lalu pernahkah terpikirkan oleh Anda untuk berbudidaya tanaman pisang di kebun Anda sendiri?

Mengapa tidak? Ini bisa dijadikan hobi yang cukup menyenangkan.

Apalagi cara menanam pisang cukup mudah. Kali ini kami akan sajikan tips dan cara budidaya pisang yang baik. Adapun langkah-langkah yang harus Anda lakukan dalam menanam pisang adalah sebagai berikut:

Pembibitan Tanaman Pisang
Pembibitan pisang sendiri bisa dilakukan dengan cara:

● Pembibitan dengan dengan vegetatif atau dengan tunas. Tentu ini cukup mudah dilakukan oleh siapapun.
● Ketika melakukan pembibitan, sebaiknya pilih bibit yang sudah memiliki panjang antara 1 hingga 1.5 meter dan dalam keadaan sehat

Sanitasi Bibit Pisang:

● Pertama, bersihkan tanah yang ada pada akar bibit
● Simpan bibit di tempat yang sejuk, setidaknya satu sampai dua hari
● Buang daun-daun yang lebar

Pengolahan Pada Media Tanam Pisang:

● Bersihkan gulma, semak-semak, dan rumput yang mengganggu. Jangan sampai tersisa karena akan mengganggu pertumbuhan pisang.
● Gemburkan tanah dengan cara dipacul. Pastikan semua lahan telah gembur
● Buat sengkedan / bedengan dan saluran air agar tanaman pisang tidak kekeringan

Teknik Menanam Bibit Pisang:

● Pertama, buat lubang pada tanah dengan ukuran kuranglebih 30 x 30 x 30 sentimeter jika tanahnya gembur dan 50 x 50 x 50 sentimeter jika tanahnya berat
● Untuk jarak tanam pisang yang tepat adalah 3 x 3 meter. Bila lahanmu agak sempit bisa 2,5 x 2,5 meter.
● Usahakan jangan terlalu berdempet agar pertumbuhannya maksimal
● Supaya tanaman tumbuh dengan baik, waktu penanaman sebaiknya dilakukan di bulan September hingga Oktober yang merupakan musim penghujan.
● Semakin banyak kandungan air yang masuk maka akan semakin baik bagi pertumbuhan tanaman.
● Jangan lupa untuk melakukan pemupukan satu kali dalam seminggu dengan menggunakan pupuk yang tepat.

Teknik Perawatan Tanaman Pisang:

● Pastikan tanah pisang selalu lembab dan tidak kering.
● Usahakan membuat pengairan agar tanah pisang selalu lembab.
● Jika anda tidak memiliki pengairan otomatis, anda bisa menyiramnya sekali sehari. Tapi itu akan cukup merepotkan Anda
● Berikan pupuk secara rutin agar tanaman pisang anda bisa tumbuh maksimal, sekali seminggu cukup.
Akan lebih maksimal hasil pisangnya jika di berikan pupuk NASA.
● Pastikan disekitar tanaman pisang anda selalu bersih dari tanaman pengganggu dan gulma
● Selalu cek hama dan penyakit yang bisa saja menyerang tanaman pisang anda, terutama jika usianya masih muda

Tambahan Tips Menanam Pisang
Tanaman pisang ini dapat hidup dengan baik di lahan yang subur, misalnya di kebun belakang rumah. Tanaman pisang banyak ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia dan Brazil.

Jika lahan Anda sudah subur akan semakin mudah bagi Anda untuk mengembangbiakkannya. Pastikan tanah yang akan anda gunakan cukup nutrisi, Jika tidak, anda bisa melakukan rekayasa untuk membuatnya subur.

Sebaiknya Anda memperhatikan pemilihan bibit sebelum menanamnya karena bibit yang bagus akan mempermudah pekerjaan Anda untuk menumbuhkan tanaman tersebut.

Tanaman pisang ini biasanya juga tumbuh dengan sendirinya dari tunas-tunas yang tumbuh disekeliling tanaman induk.

Bahkan, jika tanaman sudah mulai besar Anda sudah tidak perlu melakukan pemupukan atau penyiraman lagi karena pohon pisang akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada saat dia sudah mulai besar, kecuali penyemprotan hama jika memang ada hama.

Semoga Bermanfaat

HAMA DAN PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TERNAK AYAM PETELUR

Penyakit karena Bakteri

●  Berak putih (Pullorum)
Menyerang ayam kampung dengan angka kematian yang tinggi.
» Penyebab: Salmonella pullorum.
» Pengendalian: diobati dengan antibiotik

● Foel Typhoid
Sasaran yang diserang adalah ayam muda/remaja dan dewasa.
» Penyebab: Salmonella gallinarum.
» Gejala: Ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan dan encer.
» Pengendalian: Dengan antibiotik/preparat sulfa.

● Parathyphoid
Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
» Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.
» Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.

● Kolera
Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun dan burung merpati.
» Penyebab: Pasteurella multocida.
» Gejala: pada serangan yang serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
» Pengendalian: dengan antibiotik (Tetrasiklin/Streptomisin).

● Pilek Ayam (Coryza)
Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam.
● Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus.
» Gejala: ayam yang terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.
» Pengendalian: dapat disembuhkan dengan antibiotik/preparat sulfa.

● CRD
CRD adalah penyakit pada ayam yang populer di Indonesia. Menyerang anak ayam dan ayam remaja.
» Pengendalian: dilakukan dengan antibiotik (Spiramisin dan Tilosin).

● Infeksi Synovitis
Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler dan kalkun.
» Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
» Pengendalian: dengan antibiotika.

Semoga bermanfaat bagi sahabat² Peternak ayam petelur ...

Ingat, untuk menambah vitamin nutrisi yang di butuhkan ayam dan untuk menjaga kesehatan ayam bisa menggunakan paket ternak ayam dari NASA.

REFRENSI PAKAN TERNAK AYAM DAN NUTRISI AYAM TERBAIK

PUNYA USAHA BETERNAK AYAM ?!
INI 9 PAKAN AYAM ALAMI DAN 1 PAKET VITAMIN NUTRISI TERNAK AYAM BERKUALITAS BAGUS / SUDAH BANYAK TERUJI + TERJAMIN !

Anda memiliki usaha peternakan ayam? Atau mungkin baru mulai akan membuka usaha peternakan ayam? Terpenting adalah menyiapkan pakan terbaik untuk ayam Anda. Ingat, jangan sampai ayam Anda akhirnya mati atau susah berkembang biak hanya karena pakannya yang kurang baik.

Pakan Ayam Sebagai Faktor Berhasilnya Ternak Ayam

Ternak ayam, adalah salah satu usaha peternakan yang dipilih banyak orang. Bibitnya cenderung mudah ditemukan, mudah dirawat dan pakannya pun mudah dijumpai dengan banyak variasi.

Namun, kemudahan-kemudahan ini tak berarti Anda mengabaikan faktor-faktor pendukung kesuksesan usaha peternakan. Anda harus tetap memperhatikan beberapa hal seperti kondisi kandang, kesehatan ternak dengan memberi vaksin, vitamin dan tentu saja mencermati pakan yang diberikan.

Pakan untuk ayam memang cenderung sederhana tapi bukan berarti sembarang kualitas yang diberikan. Ayam yang gemuk dan sehat mendapat nutrisi dari pakan yang baik dan mengandung zat-zat yang dibutuhkan.

Seperti manusia, ayam juga membutuhkan protein, lemak, serat kasar, vitamin dan asam amino agar bisa bertumbuh kembang dengan baik. Tak cukup hanya sekadar kenyang, nutrisi pada ayam juga menentukan kualitas ayam itu sendiri. Tentunya, para pelanggan akan mencari ayam sehat yang baik untuk dikonsumsi jadi pertimbangkanlah faktor pakan dengan memilih yang terbaik.

Bahan Pakan Membuat Ayam Cepat Bertelur

Telur adalah hal lain dari ayam yang menjadi pilihan bahan pangan bagi banyak orang. Kebutuhan industri makanan dan rumah tangga akan telur seperti tak ada habisnya dan tentu saja bagi peternak, ini hal yang menggembirakan.

Hanya saja, kualitas telur yang baik juga jadi permintaan begitu pula dengan kuantitas. Pakan yang baik akan membantu ayam kampung yang ada di peternakan Anda lebih cepat bertelur sehingga Anda bisa memenuhi permintaan konsumen.

Inilah 9 Rekomendasi Makanan Ternak untuk Ayam

Jagung Giling

Salah satu jenis makanan yang bisa Anda berikan untuk ayam-ayam di peternakan adalah jagung yang digiling. Tak cuma lezat untuk dikonsumsi manusia, kandungan gizi dan nutrisi pada jagung juga baik bagi ayam Anda.

Jagung setidaknya mengandung serat, vitamin C, asam lemak omega-6, vitamin B, kalium, fosfor, lemak tak jenuh, magnesium danzat besi. Jagung giling juga baik diberikan sebagai pakan anak ayam sebab masih tergolong mudah dicerna dan membuat kenyang. 

Kebaikan jagung ini juga menyumbang lebih dari separuh energi bagi ayam sehingga menunjang kesehatan juga keaktifan ayam ternak Anda.

Pelet

Pelet, alias bahan pakan yang digiling kemudian dipadatkan sebagai makanan hewan ini banyak dipilih karena cenderung lebih hemat. Umum ditemui sebagai pakan ikan atau ayam dan lebih efisien karena mengurangi terbuangnya pakan dalam bentuk non-pelet.

Jika Anda ingin membuat pelet sendiri, Anda bisa mempersiapkan beberapa bahan seperti.

● Sayuran. Kangkung, bayam, atau sayuran lain. Kebutuhan sekitar 1%. Haluskan.
● Kunyit parut. Kebutuhan sekitar 1%.
● Dedak, bisa diperoleh melalui pabrik penggilingan padi dan pilih yang memiliki tekstur halus. Kebutuhan sekitar 5%.
● Vitamin dan Nutrisi Ayam. Bisa dipesan langsung dari kami, Produk NASA berbentuk Paket Vitamin Ternak Ayam, 1 paket berisi 4 produk alami. Kebutuhan sekitar 2%. Dosis paling bagus 4 tutup botol.
● Tepung ikan seperti yang terbuat dari teri. Jemur teri hingga kering lalu haluskan. Kebutuhan sekitar 24%.
● Kedelai. Kebutuhan sekitar 11%.
● Jagung, haluskan. Kebutuhan sekitar 30%.
● Bekatul, bisa berasal dari sisa nasi yang dijemur kering. Kebutuhan sekitar 26%.
● Air bersih secukupnya.

Cara Membuatnya :

● Campur semua bahan hingga rata.
● Tambahkan air, aduk kembali hingga mendapat konsistensi yang diinginkan.
● Kukus adonan hingga matang agar tidak cepat basi.
● Setelah matang, bentuk adonan sesuai selera.
● Untuk bentuk pelet, giling adonan hingga berbentuk memanjang.

Potong lalu jemur hingga kering.

Dedak (Bekatul)

Jenis yang satu ini sudah lama digunakan oleh para peternak ayam. Dikenal juga dengan nama katul separator dan berasal dari limbah penggilingan beras berwarna putih, bekatul memiliki warna cenderung putih dengan beberapa kandungan nutrisi seperti protein, natrium, dan lemak.

Harganya cenderung sangat murah sehingga banyak dipakai sebagai pakan untuk ayam. Jika Anda memilih dedak sebagai pakan ayam di peternakan, jangan lupa untuk menyelingi dengan pakan jenis lain yang dapat melengkapi nilai gizi dan nutrisi dari dedak halus alias bekatul ini.

Limbah Gandum

Jenis pakan ini memiliki nama lain yang disebut dengan “pollard” dan berasal dari limbah penggilingan gandum yang diolah menjadi terigu. Pakan ini pun cukup tenar di kalangan peternak meski penggunaannya harus dibatasi.

Pollard mengandung serat kasar dan energi metabolism yang rendah dan kualitasnya lebih baik daripada jagung. Pemberian pollard umumnya berbarengan dengan pakan butiran yang kaya protein karena nilai protein pada pollard lebih rendah dari kedelai, ikan dan susu.

Ubi yang Telah Dicincang

Tak cuma disukai manusia dan kaya manfaat, ubi ternyata bisa jadi pakan yang baik bagi ayam Anda. Daun ubi sendiri memiliki kandungan protein sekitar 29 persen dan serat yang terkandung di dalam tepung daun ini cukup tinggi.

Namun, Anda perlu berhati-hati saat memberikan pakan ubi atau daun ubi karena daun ubi mengandung asam prusid dan sianida yang bersifat racun. Selain ubi, Anda juga bisa memberikan singkong yang memiliki kandungan protein rendah sekitar 2-3 persen. Batasi pemberiannya dan olah menjadi potongan atau cincangan kecil sebelum diberikan pada ternak.

Tepung Tulang

Pakan ini berasal dari sisa-sisa peternakan yang sudah tidak diperlukan lagi. Umumnya terbuat dari tulang ikan dan ayam. Walau terlihat terbuat dari bahan sederhana, tepung tulang memiliki nilai nutrisi yang cukup besar karena mengandung fosfor, kalium, natrium, mangan, kalsium dan magnesium.

Untuk tepung tulang yang terbuat dari ikan, ada baiknya Anda memilih yang terbuat dari tulang ikan tuna karena ikan tuna sendiri mengandung kalsium yang baik bagi pembentukan tulang ayam ternak Anda. Kandungan ini dapat mencegah ayam dari pengeroposan tulang.

Sorgum

Memiliki nama lain di beberapa daerah seperti cantel, batar tojeng, dan cantrik, sorgum memiliki kandungan protein lebih tinggi dari jagung sekaligus xantofil. Pemberian sorgum sebaiknya dibatasi karena mengandung tanin yang menyulitkan penyerapan protein serta menurunkan pertumbuhan bahkan dapat mengakibatkan kelainan pada kaki ayam ternak Anda. 

Jika Anda akan memberikan sorgum bagi ayam ternak, ada baiknya dikombinasikan dengan bungkil kedelai. Campuran ini bisa menghasilkan suplemen metionin dan lisin dengan baik. Anda juga bisa menurunkan kandungan tanin dengan mengolah kembali sorgum seperti mengupas kulit bagian luar, merendam atau melakukan fermentasi terlebih dahulu sebelum dijadikan pakan ternak.

Bungkil Kacang Kedelai

Bungkil kedelai alias soybean meal dapat menjadi pilihan pakan ternak Anda berikutnya. Mengandung sekitar 44 hingga 51 persen protein serta asam amino yang cukup tinggi, bungkil kacang kedelai sebaiknya digunakan terbatas pada 40 persen. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih bungkil kacang kedelai. Salah satunya adalah, nilai biologis yang kurang bagi ternak ruminansia. Hal ini dikarenakan, sebagian besar protein kasar telah terfermentasi dalam rumen sehingga kandungan yang ada di dalamnya kurang bisa dimanfaatkan. Diperlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak Anda.

Tepung Keong Mas/Siput

Jenis yang ini tidak menggunakan daging keong atau siput melainkan cangkang. Ya, siapa sangka jika cangkang keong ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak Anda ?

Cangkang keong yang sudah dibersihkan lalu diolah menjadi tepung ini memiliki kandungan protein dan menurut penelitian bisa menunjang produksi telur serta meningkatkan bobot dari ternak. Penggunaan tepung keong yang tepat juga dapat memenuhi kebutuhan mineral yang dibutuhkan oleh ayam ternak ayam Anda. 

Untuk vitamin nutrisi yang terbaik, berikan Paket Vitamin Nutrisi Ternak dari NASA yang sudah banyak teruji, terbukti dan terjamin juga banyak dipakai oleh peternak ayam dimanapun berada.

Hanya Berikan Pakan Ayam Terbaik agar Mendapat Hasil Terbaik

Untuk mendapatkan hasil terbaik, seperti ayam cepat bertelur dan menetas dengan baik, tentunya Anda musti memberikan pakan ternak terbaik dan vitamin terbaik.