Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kelapa Sawit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelapa Sawit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2020

CARA SEDERHANA DAN DAHSYAT PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

1). Bersihkan terlebih dahulu “piringan” pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang. Sebab, hal ini bermanfaat bagi pohon kelapa sawit dan tandan buah sawit. Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisa berjalan mulus dan meresap maksimal ke dalam pohon kelapa sawitnya.
2). Khusus untuk areal datar, pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar. Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada di areal datar tersebut secara merata.
3).Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk ditaburkan. Artinya jangan menyebarkan pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya, karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
4).Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya.
5).Pupuk dianjurkan untuk disebarkan pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
6).Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarkan haruslah benar-benar berbentuk remah, bukan gumpalan-gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk Urea dan lain sebagainya. Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit, perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebarkan, tetapi jika belum, gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah.
7).Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat buruk.

Tempat Penaburan Pupuk pada Kelapa Sawit
Tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
– Bokoran
– Ujung bokoran
– Ujung pelepah

Cara Pemupukan:
1).Top dressing, disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
2).Furrow application, di dalam rorak-rorak atau di pinggir guludan.
3).Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air.
4).Sub Soil placement, memupuk dengan cara dibenam.
5).Soil injection, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan.
6).Stem injection, dimasukkan ke dalam batang.
7).Nutritional spray, memupuk melalui daun.

Terakhir dan penting sekali diperhatikan. Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasilkan(TBM) dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan(TM).
Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya.

Untuk meningkatkan hasil dan kualitas kelapa sawit anda, sekarang sudah tersedia produk berkualitas karya anak bangsa.
SUPERNASA,POWERNUTRITION,SUPER GRANULE,POC NASA,HORMONIK,GREENSTAR

CARA APLIKASI AWAL PEMUPUKAN KELAPA SAWIT UNTUK LAHAN 1 HA (TM) Dosis lahan normal.

1). Siapkan pupuk sawit diantaranya:
– 3Kg SUPERNASA, 3Kg POWERNUTRITION
– dilarutkan kedalam 200 liter air aduk sampai merata.
2). Lalu rendam selama 1 malam.
Disarankan anda membuat pada sore hari dan paginya diaplikasikan.
Aduk kembali pagi hari sebelum disiram supaya campuran produk tercampur rata.
3). Setiap 1 pohon siram dengan takaran 1 liter perpokok tanaman.
atau bisa dengan ambil larutan induk pupuk tadi dengan takaran 1 liter campur kedalam 10 liter air,lalu siramkan takaran 10 liter tadi dengan jarak sekitar 70 cm – 100 cm dari batang pokok tanaman.
4). Interval pemupukan 4 bulan sekali.

Untuk pemupukan makronya disesuaikan dengan rekomendasi setempat dan diberi jarak 1-2 minggu sebelum pemberian NASA.
Keterangan:
1). Sebelum pemupukan sebaiknya dilakukan penebaran kapur dolomit sebanyak 2 Kg per pokok tanaman kelapa sawit.
2). Pemupukan tanaman kelapa sawit dilakukan secara rutin dengan interval 4 bulan sekali untuk hasil yang lebih optimal.
3). Penyiraman tidak perlu dilakukan apabila kondisi curah hujan cukup.
Catatan: lahan yang normal atau lahan yang tidak memerlukan penanganan khusus seperti lahan gambut, berpasir, dll. Produk ini bisa digunakan untuk lahan tersebut tetapi nanti hasil akan kurang maksimal. Jika lahan anda bermasalah, maka kita sarankan menaikkan dosis paket menjadi 2x lipat dari dosis diatas.

ALTERNATIF CARA PEMUPUKAN KE 2

CARA SEDERHANA PEMUPUKAN UNTUK LAHAN KELAPA SAWIT 1 HEKTAR (TM)

Siapkan tong/drum ukuran 200 liter dan isi dengan air bersih. Ukuran tong bisa menyesuaikan dengan jumlah pokok sawit anda.
Masukkan 1 kotak Supernasa 3kg, 1 kotak Greenstar, 500cc POC NASA, 100cc Hormonik, 250gram Supernasa dan 250gram Power Nutrition.
Aduk merata dan diamkan larutan tersebut selama 1 malam.
Disarankan anda membuat pada sore hari dan paginya diaplikasikan.
Aduk kembali pagi hari sebelum disiram supaya campuran produk tercampur rata.
Siramkan masing masing tanaman sawit 1 liter larutan induk tadi per tanaman.
Atau lebih bagus lagi setiap 10 liter air dicampur 1liter larutan induk tadi dan disiramkan merata ke sekitar tanaman.
Lakukan pemupukan NASA setiap 4 bulan sekali.
Untuk pemupukan makronya disesuaikan dengan rekomendasi setempat dan diberi jarak 1-2 minggu sebelum pemberian NASA.
Untuk sisa pupuk Greenstar nya untuk disemprotkan ke daun. Dosis 1/2 – 1 sachet per tangki 17 liter untuk menyemprot 10 tanaman sawit.
catatan: lahan yang normal atau lahan yang tidak memerlukan penanganan khusus seperti lahan gambut, berpasir, dll. Produk ini bisa digunakan untuk lahan tersebut tetapi nanti hasil akan kurang maksimal. Jika lahan anda bermasalah, maka kita sarankan menaikkan dosis paket menjadi 2x lipat dari dosis diatas.

Kamis, 08 Maret 2018

MEMELIHARA KELAPA SAWIT AGAR SEHAT, BERBUAH LEBAT, BESAR DAN BERBUAH TERUS MENERUS

Untuk mendapatkan hasil panen buah kelapa sawit yang besar, tanaman yang sehat dan tidak terpengaruh trek diperlukan sistem pemeliharaan kelapa sawit yang bagus dan sistematik, seperti :

1. Penyesuaian Metode dengan Lingkungan
Metode pemeliharaan kelapa sawit harus disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Mungkin saja bentuk perawatan pohon sawit di suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya. Sebagai contoh, tanaman yang dipelihara di lahan gambut membutuhkan unsur hara mikro seperti Cu dan Fe dalam jumlah yang melimpah. 

2. Penggunaan Alat Berteknologi Tinggi
Seiring berjalannya waktu, dunia terus mengalami perkembangan. Tak terkecuali dengan alat-alat pertanian. Saat ini sudah banyak alat pertanian yang ditanami dengan teknologi bersistem mekanis. Walaupun biaya pengadaannya lumayan mahal, namun jika dihitung dengan membandingkannya terhadap alat manual, peralatan mekanis mampu memberikan hasil yang lebih maksimal. 

3. Pengendalian Gulma secara Intensif
Gulma adalah tanaman pengganggu yang tumbuh di area lahan kelapa sawit. Adanya gulma akan mengurangi unsur hara yang tersimpan di dalam tanah yang notabene sangat dibutuhkan oleh pohon sawit dalam mendukung pertumbuhannya. Gulma yang paling berbahaya bagi pohon sawit yakni gulma di kelas A seperti bambu, pisang, ilalang, senduduk, dan sebagainya. Pengendalian gulma dapat dilakukan baik secara mekanis maupun kimiawi. Bahkan banyak petani sawit yang mengatasi masalah gulma sawit ini dengan produk organik agar lebih ramah dan tidak merusak tanah lahan sawit.

4. Pemberantasan 
Hama dan Penyakit
Terdapat cukup banyak hama dan penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman kelapa sawit. Hama dan penyakit tersebut dapat menyerang sekujur pohon kelapa sawit mulai dari akar, batang, pelepah, daun, bunga, hingga buah. Pemberantasan yang tepat terhadap hama dan penyakit ini sejak dini mampu mempertahankan produktifitas pohon sawit yang Anda pelihara.
Akhir akhir ini banyak petani dan pemilik perkebunan sawit yang menggunakan produk organik untuk mengatasi hama penyakit sawit ini, seperti penggunaan Glio dan Pestona dari NASA.

5. Pemupukan dengan Jadwal dan Dosis yang Tepat
Pemupukan kelapa sawit tidak boleh dilakukan sembarangan. Pemupukan ini harus dikerjakan menurut jadwal yang telah disusun sebelumnya dan menggunakan dosis yang tepat. Beberapa pupuk yang sering dipakai untuk pohon sawit antara lain urea, ZA, KCI, dolomit, TSP, dan borate. Tak ketinggalan beberapa petani kerap pula memberikan pupuk organik berupa Supernasa granule sawit dan power nutrition dari Nasa untuk memacu dan membesarkan kualitas buah sawit.

6. Penunasan yang Diatur
Tujuan penunasan adalah untuk mempertahankan struktur pohon kelapa sawit, membersihkan tanaman, dan meningkatkan produktifitasnya. Pengerjaan penunasan wajib disesuaikan terhadap umur dari tanaman tersebut. 

Contohnya tanaman yang berumur kurang dari 9 tahun maka tunasannya harus songgo 3, sedangkan pada tanaman yang berumur sekitar 9 - 15 tahun perlu ditunas dengan songgo 2. Sementara itu, tanaman yang sudah berusia lebih dari 15 tahun membutuhkan tunasan songgo 1.

7. Prosedur Pemanenan yang Benar
Proses pemanenan buah kelapa sawit harus dilaksanakan dengan teknik yang benar. Jika salah, maka besar kemungkinan hal tersebut dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. Akibatnya pun dapat ditebak yaitu pohon sawit enggan mengeluarkan bunga lagi sebagai calon bakal buah.

Semoga bermanfaat dan hubungi kami untuk produk pupuk organik Nasa.

BEGINI CARA APLIKASI PUPUK NASA PADA KELAPA SAWIT YANG MEMBUAT BUAH SAWIT TAMBAH BESAR

APLIKASI PUPUK NASA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT METODE KOCOR ( Dosis untuk 1 Hektar ) - Langsung pendampingan pengaplikasian pupuk nasa khusus sawit di Berau, Kaltim oleh Agus Duta Prima Nasa & Pak Adi Nasa.

A. PUPUK NASA :
1. Power Nutrition 3 kg
2. SuperNASA Granule 50 kg
3. POC NASA 2 Botol

B. PUPUK KIMIA :
1. NPK 40 kg
2. Urea/TSP 40 kg
3. Kcl 40 kg
4. Atau 50% dari pupuk kimia yang biasa digunakan

CARA PEMAKAIANNYA :
Ambil sekitar 3 kg Supernasa Granule Sawit, campurkan bersama semua produk nasa yang lain, dan di larutkan kedalam 10 liter air (= menjadi larutan induk) aduk sampai
rata, kemudian siapkan air 130 liter (sesuai jumlah pohon / hektar), lalu masukkan pupuk
kimia tadi kedalam air 130 liter tsb, aduk sampai rata.
Setelah terlarut lalu masukkan larutan induk pupuk nasa tadi kedalamnya, aduk lagi sampai merata.
Lalu siramkan 1 liter/1 gayung per pohon dengan jarak 1 meter dari batang. Bagusnya melingkar di sekitar batang.
Lakukan pemupukan dengan interval 4 Bulan sekali

CATATAN :
Hasil panen yang di dapat ber aneka ragam tergantung Kualitas BIBIT yang ditanam, iklim (curah hujan) serta Struktur Tanah lahan sawit