Halaman

Tampilkan postingan dengan label Cara Mengatasi Penyakit Cabai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Mengatasi Penyakit Cabai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

PENYAKIT LAYU (PATEK) PADA CABAI DAN CARA MENGATASINYA

Seperti beberapa pertanyaan dari sahabat tani cabai yang sering mengeluhkan tanaman cabai nya layu dan mati.
Dan Beberapa pertanyaan tentang apakah ada obat untuk menyembuhkan / menanggulangi masalah layu pada cabe ini, mari bersama sama Kita bahas dan cari sistem penanggulangan , pencegahan dan pengendalian penyakit layu cabe yang sangat merugikan Kita sebagai petani cabe.

Sebelumnya, lebih baik kita lihat dulu Gejalanya, Penyebabnya dan ciri ciri tanaman cabe yang terkena penyakit layu ini.

Berdasarkan pengalaman di lapangan / pendampingan, mungkin Kita bisa menyimpulkan bahwa penyakit layu pada tanaman cabe ada 2 macam yaitu Layu Fusarium & Layu Bakteri / Parasit (Patek)

1. LAYU FUSARIUM

PENYEBABNYA :
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh Fusarium Oxysporum.

Penyakit layu jenis ini ditakuti karena jika tanaman sudah terinfeksi, tanaman tersebut tidak bisa diobati atau disembuhkan alias dijamin mati.
Penyakit layu fusarium bisa menghabisi seluruh tanaman  cabe dan menyebabkan gagal panen.
Layu fusarium ini bisa menyerang kapan saja dan di mana saja, baik di musim kemarau maupun pada musim hujan. Namun serangan Fusarium yang paling mengerikan biasanya terjadi pada musim hujan dengan kelembaban yang tinggi. Karena pada iklim dan kondisi hujan itu cendawan Fusarium sangat mudah berkembang biak dan mudah menular.
Penyebaran cendawan Fusarium ini dibantu oleh air, peralatan pertanian yang sering Kita gunakan dan Kita sendiri selaku petani.
Pertumbuhan spora cendawan Fusarium mempengaruhi pasokan air sehingga tanaman menjadi layu dan mati secara perlahan. Penyakit layu fusarium bisa menyerang mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman yang sudah berproduksi.

GEJALA LAYU FUSARIUM :

Gejala yang terjadi pada pembibitan cabe adalah pucuk daun tanaman yang tiba-tiba layu dan mati.
Gejala serangan layu fusarium pada tanaman muda dan tanaman dewasa adalah jika terdapat tanaman cabe yang layu pada siang hari, entah daun atau batang tanaman cabe dan kemudian tanaman cabe itu kelihatan segar kembali pada sore harinya.
Itu sudah bisa dipastikan 98% terkena penyakit Layu Fusarium ini.
Fenomena seperti itu biasanya  berlangsung kurang lebih selama 6 -7 hari sebelum akhirnya tanaman cabe itu mengering dan mati.

Jika tanaman dicabut terlihat akar berwarna kecoklatan dan membusuk.
Jika pangkal batang dibelah terlihat lingkaran coklat kehitaman. Lingkaran berwarna coklat kehitaman tersebut adalah pembuluh pengangkut yang telah rusak dan membusuk.

PENGENDALIAN :

Beberapa tindakan yang bisa Kita lakukan untuk mengendalikan layu fusarium, yaitu :
A. Pengolahan lahan yang baik
B. Sanitasi yang baik
C. Penggunaan benih yang tahan terhadap fusarium
D. Menggunakan mulsa plastik,
E. Memusnahkan tanaman yang terinfeksi Fusarium
F.  Aplikasi trichoderma.
G. Tidak ada bahan aktif / obat / fungisida / insektisida yang benar-benar ampuh mengatasi layu fusarium. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba fungisida berbahan aktif benomil atau metalaksil.

CARA PENCEGAHAN :

JANGAN TAKUT, karena Kita ada pencegahan penyakit Layu Fusarium ini, yaitu :
A.  Bajak / cangkul lahan calon tanaman Cabe dengan rata dan di taburi dolomit, NPK dan Urea secukupnya.
B.  2 hari setelah proses pengolahan lahan dan pemupukan itu, lalu di berikan pupuk kandang dan di tabur / di kocor Glio, PWRK dan SPRK pada tanah yang akan kita jadikan bedengan.
C.  Setelah bedengan jadi, siram dan di kocor lagi dengan Glio dan PWRK lalu di tutup pakai plastik mulsa.  Dan di buat lobang tanam sekitar 50x90 cm atau 50x70cm.
Diamkan selama 1 hari dulu.
D.  Pilih benih dari genetik yang baik dan kuat terhadapnya Fusarium, jika Kita petani , Kita bisa buat benih dari hasil panen sebelumnya.
E.  Setelah 1 hari, lalu kocor tiap lobang tanam tadi dengan GLIO, SPRK dan PWRK. Setelah itu masukkan bibit cabe ke tiap lobang tanam tadi.
D.  Setelah 6 hari tanam, lakukan penyemprotan pada bibit tanaman cabe dengan menggunakan PST / NPA.
E.  Setelah 10 hari sejak tanam, kocor lagi tiap lobang tanam cabe tadi dengan Glio, PWRK dan SPRK lagi. Lakukan secara kontinyu dengan interval 10 hari sekali.
F.  Bersihkan sampai benar benar bersih setiap alat pertanian yang telah Kita gunakan dengan air dan sabun atau Antibiotik.

2. LAYU BAKTERI

PENYEBAB :
Penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman cabe adalah bakteri Pseudomonas Solanacearum. Bakteri parasit ini menyerang dan menginfeksi area akar tanaman, pangkal batang, tunas, daun dan batang tanaman cabe.

Bakteri Pseudomonas menginfeksi akar dan menyebabkan akar tanaman membusuk dengan ciri ciri ada bintik bintik putih di akar juga sudah sebagian akar busuk.

Penyebaran bakteri ini dibantu oleh air, peralatan pertanian dan manusia. Pada kondisi tanah yang terlalu basah dan lembab, bakteri Pseudomonas solanacearum mudah dan cepat berkembang biak. Bakteri parasit ini menyerang pada semua fase pertumbuhan, mulai dari pembibitan hingga tanaman dewasa.

GEJALA LAYU BAKTERI :

Gejala awalnya serangan bakteri Pseudomonas ini terlihat jika terdapat bagian tanaman yang tiba-tiba layu. Pada awalnya serangan bakteri ini TIDAK menyebabkan tanaman cabai layu secara keseluruhan, melainkan hanya beberapa bagian tanaman saja baik itu pucuk daun, tunas atau daun tua. Kemudian tanaman cabe akan layu secara keseluruhan dan akhirnya mati. Layu bakteri terjadi relatif lebih cepat, hanya butuh waktu sekitar 2 - 3 hari sampai tanaman cabai kering dan mati. Berbeda dengan layu fusarium, tanaman yang terinfeksi Pseudomonas tetap layu pada malam hari maupun siang hari. Gejala yang terjadi pada akar tanaman cabai relatif sama dengan serangan jamur Fusarium oxysporum, yaitu akar membusuk dan berwarna kecoklatan.
Serangan bakteri parasit ini sering terjadi pada musim hujan dengan kondisi tanah yang lembab dan penuh genangan air.

PENGENDALIAN :
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit layu bakteri, yaitu :
A.  Pengolahan lahan yang baik
B.  Sanitasi yang baik
C.  Penggunaan benih yang tahan terhadap bakteri Pseudomonas
D.  Pergiliran tanaman
E.  Menggunakan mulsa plastik, terutama pada musim hujan
F.  Memusnahkan tanaman cabe yang terinfeksi
G.  Pengocoran dan penyemprotan bakterisida.

CARA PENCEGAHAN :

JANGAN TAKUT, karena Kita ada pencegahan penyakit Layu Bakteri ini, yaitu :
A.  Bajak / cangkul lahan calon tanaman Cabe dengan rata dan di taburi dolomit, NPK dan Urea secukupnya.
B.  2 hari setelah proses pengolahan lahan dan pemupukan itu, lalu di berikan pupuk kandang dan di tabur / di kocor Glio, PWRK dan SPRK pada tanah yang akan kita jadikan bedengan.
C.  Setelah bedengan jadi, siram dan di kocor lagi dengan Glio dan PWRK lalu di tutup pakai plastik mulsa.  Dan di buat lobang tanam sekitar 50x90 cm atau 50x70cm.
Diamkan selama 1 hari dulu.
D.  Pilih benih dari genetik yang baik dan kuat terhadapnya Fusarium, jika Kita petani , Kita bisa buat benih dari hasil panen sebelumnya.
E.  Setelah 1 hari, lalu kocor tiap lobang tanam tadi dengan GLIO, SPRK dan PWRK. Setelah itu masukkan bibit cabe ke tiap lobang tanam tadi.
D.  Setelah 6 hari tanam, lakukan penyemprotan pada bibit tanaman cabe dengan menggunakan PST / NPA.
E.  Setelah 10 hari sejak tanam, kocor lagi tiap lobang tanam cabe tadi dengan Glio, PWRK dan SPRK lagi. Lakukan secara kontinyu dengan interval 10 hari sekali.
F.  Bersihkan sampai benar benar bersih setiap alat pertanian yang telah Kita gunakan dengan air dan sabun atau Antibiotik.

Bagaimana cara membedakan layu bakteri dengan layu fusarium ?

Gejala yang ditimbulkan oleh kedua organisme pengganggu tanaman cabe ini sangat mirip dan hampir sulit dibedakan.

Perhatikan tanaman cabe yang layu tersebut, apakah tanaman tiba-tiba layu secara keseluruhan atau tidak.
Jika tanaman tiba-tiba layu secara keseluruhan itu berarti layu fusarium.
Tetapi jika pada awalnya layu hanya terjadi pada beberapa bagian tanaman saja berarti layu akibat bakteri.

Cara lain untuk mengidentifikasi dengan mudah adalah dengan memotong bagian tanaman yang terserang, kemudian dicelupkan kedalam air bersih. Jika dari potongan tanaman tersebut keluar seperti asap putih, berarti tanaman tersebut terserang bakteri Pseudomonas / layu bakteri.
Jika tidak keluar asap putih berarti tanaman terserang layu Fusarium.

Nah, dengan mengetahui jenis penyakit layu dan cara pencegahannya , Kita bisa semakin berhati hati dan melakukan pencegahan sebaik baiknya agar tanaman cabe Kita panen dengan melimpah.

Semoga Bermanfaat ...

Kamis, 08 Maret 2018

BEBERAPA HAMA PENYAKIT CABAI YANG MENYEBABKAN GAGAL PANEN DAN CARA DAHSYAT MENGATASINYA

> Penyakit Busuk Buah Antraknosa ( PATEK ) :
Penyakit ini karena kondisi iklim yang mendukung perkembangan jamur.
⚘ CARA MENGATASI nya :
● GLIO =
ditanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit / pokok dan kurangi bahan kimia.
Sebaik nya sebelum tanam campurkan GLIO dgn pupuk kandang 25 kg dan diperam 1 minggu sebelum ditebarkan ke lahan atau dicampurkan dgn SUPERNASA

> Daun Keriting atau ( MOSAIK ) :
Penyakit ini disebabkan karena cuaca ekstrim dan juga karena kutu kutuan yang menghisap cairan daun daun pada pucuk yang berpotensi membawa virus.
⚘ CARA MENGATASI :
● menyemprotkan PENTANA 4 – 5 tutup pertangki 2 kali atau gunakan BVR seminggu + sepertiga AERO / tangki

> Penyakit Layu :
Penyakit ini sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang yang disebabkan oleh cendawang dan bakteri.
Penyakit layu ini ada dua macam :
~ layu fusarium
~ layu bakteri
Tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dg GLIO.
Siramkan GLIO dipokok pohon dan pencegaha nya dgn menyebarkan campuran GLIO dan pupuk kandang.

> Penyakit Bercak Daun :
Penyakit ini disebabkan oleh iklim dan biasa nya menyerang pada saat musim hujan yang ditandain dgn bercak bercak bundar berwarna abu abu dgn pinggiran coklat dan akan mengguning dan akhir nya berguguran.
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan dgn menggunakan GLIO

> Penyakit Virus Kuning atau Bule ( BULAI ) :
Penyakit ini sesaui nama nya daun dan batang tanaman akan berwana kuning yang disebakan oleh virus gemini
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan menyemprotkan PESTONA atau BVR

> Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah :
Penyakit ini disebakan cendawan dan virus karena :
~ drainase kurang baik
~ penggunaan N urea terlalu banyak
~ pupuk kandang yang kurang matang
~ jumlah nematoda terlalu banyak dan sebelum nya lahan di tanamani cabe atau mentimun.
⚘ CARA MENGATASI :
Pengendalian nya dg mengurangi penyebab nya dan penggunaan GLIO saat pengolahan lahan.

Sebagai langkah pencegahan sebaiknya lakukan hal berikut ini :
● saat pengolahan campurkan
~ 25 pupuk kandang dgn 1 kotak GLIO
atau
~ 1 kotak GLIO dg SUPERNASA 250 gr dan air 200 liter
● penyemprotan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR yang di beri 1/2 tutup AERO pertangki setiap 5 -7 hari sekali

HAMA PADA CABE :

● Hama Ulat :
Ulat ini akan bersembunyi di siang hari dan menghindari sinar matahari.
Ulat ini akan muncul pada pagi hari sampai jam 07.00 dan akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe.
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA dan 1/2 tutup AERO pada jam 06.00 – 07.00 dan jam 16.00 – 18.00

● Hama Kutu Daun :
Kutu daun yang sering menghisap daun cabe adalah jenis Aphids dan myzus persicae mereka akan menghisap cairan daun sehingga daun jadi kering dan kriting
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau 25 – 45 cc PENTANA dan 1/2 Aero pertangki seminggu sekali seminggu setelah tanam pada pagi atau sore hari

● Hama Thrips :
Ciri tanaman cabe yang terserang trips pada daun akan terlihat warna perak hingga kecoklatan yang akhir ny akan menguning dan pertumbuhan nya akan kerdil.
Biasa nya akan menyerang di musim kemarau untuk
# Pengendalian nya :
semprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10 cc Aero

● Hama Tungau :
Serangan hama ini akan mengakibatkan daun keriting dan melinting ke bawah seperti sendok terbalik pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan lambat laun daun berwarna coklat menguning dan mati
# Pengendalian nya :
supaya disemprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10cc Aero seminggu sekali

● Hama Lalat Buah :
Hama adalah lalat yang beraktifitas pada siang hari yang akan menyerang buah sehingga mengakibatkan gagal panen, untuk itu jika ada tanaman yang sudah terserang sebaik nya dicabut dan buah yang sudah terserang bisa di musnahkan
# Pengendalian nya :
dengan menggunakan METILAT LEM