Halaman

Tampilkan postingan dengan label Cabai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cabai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2018

WAJIB DITIRU, Teknis Perawatan Cabai Biar Berbuah Lebat

Tata Cara Perawatan Tanaman Cabai Biar Berbuah Lebat dan Sehat [SUDAH TERBUKTI]
Ada 3 faktor penting yang perlu kita perhatikan agar tanaman cabai yang sedang kita budidayakan dapat berbuah lebat dan sehat tanpa terserang hama penyakit.
3 faktor tersebut adalah :
1. Asupan Air dan Nutrisi
Yang kebanyakan masyarakat atau petani pemula ketahui selama ini, kalau tanaman cabai telah tumbuh subur dan telah terlihat bakal buahnya berarti pekerjaan menanam telah selesai. Padahal asumsi itu keliru. Ketika tanaman cabai telah terlihat berbuah, justru kita harus memberikan perhatian ekstra terutama mengenai asupan air dan nutrisinya. Masalah yang sering muncul karena kekurangan asupan air dan nutrisi yaitu rontok bakal buahnya dan cabang akan layu.
Untuk mengatasi penyakit tersebut / kekurangan nutrisi tersebut, maka penanganan yang perlu kita lakukan adalah dengan mengaplikasikan pupuk organik dan bukan pupuk kimia.
Pupuk organik yang sudah banyak di pakai para sahabat petani cabai dan sudah banyak terbukti hasilnya untuk menambah asupan nutrisi pada tanaman cabai, Adalah SUPERNASA, POC NASA, Hormonik dan "khusus" untuk memperbanyak produksi buah cabai adalah dengan memberikan Power Nutrition pada tanaman cabai Anda.
2. Pemberian Pupuk Pada Tanaman Cabai
Ciri tanaman cabai yang subur adalah tinggi tanaman ideal dengan bunga dan buah yang lebat. Oleh karena itu, tanaman cabai selama masa hidupnya penting sekali dilakukan proses pemupukan. Pemupukan pada tanaman cabe bisa menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik / kimia.
» Pemupukan Makro susulan (Urea, ZA dan KCL)
●Usia tanaman 1 - 4 minggu (ATAU minimal 6 helai daun / sudah keluar kayunya)
Dosis yang digunakan :
- Urea =  10 sendok makan
- ZA   = 10 sendok makan
- Kcl  = 10 sendok makan
- Power Nutrition = 8 - 15 sendok makan
Cara aplikasi :
Campur semua pupuk tersebut ke dalam 50 liter air, dan siramkan sebanyak 1 gelas (200cc) per lubang tanaman
Diberikan setiap 1 minggu sekali
● Usia 5 minggu dan seterusnya
Dosis yang digunakan :
- Urea =  10 sendok makan
- ZA   = 20 sendok makan
- Kcl  = 20 sendok makan
- Power Nutrition = 10 - 20 sendok makan
Cara aplikasi :
Campur semua pupuk diatas tadi kedalam 50 liter air, siramkan 2 - 3 gelas per lubang tanaman (400cc - 600cc)
Diberikan setiap 1 minggu sekali
→ Khusus Pemupukan POC NASA, HORMONIK dan Aero-810 mulai usia 2 Minggu dan seterusnya (interval 1 - 3 minggu)
Dosis yang digunakan :
Semprot POC NASA 5 - 7 tutup per tangki + HORMONIK 3 tutup per tangki + Aero-810 1 tutup per tangki
Cara aplikasi :
Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 15 - 17 liter, dibutuhkan 20 - 30 tangki per 1 hektar lahan
3. Perawatan Tanaman Cabe
Perawatan tanaman cabai yang dimaksud adalah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan dan pertumbuhannya tanaman. Kegiatan yang termasuk dalam perawatan tanaman cabe antara lain :
● Memotong cabang-cabang tanaman cabai yang layu dan mati. Dan pemeriksaan rutin daun dan batang juga tanah tempat tanaman cabai tumbuh.
● Memangkas dan membersihkan tanaman cabai dari daun-daun yang sudah kering atau mati yang biasanya ada pada pangkal batang
● Memangkas tunas-tunas susulan. Jangan merasa eman terhadap tunas-tunas susulan yang dipotong. Karena tujuan menanam cabai bukan untuk sekedar melihat rimbunnya daun atau suburnya tanaman tetapi untuk mendapatkan buah yang lebat dan rimbun
● Memberikan penopang atau sangga untuk membantu tanaman cabe tetap berdiri tegak ketika akarnya tidak terlalu kuat atau buahnya sudah terlihat membebani cabang dan batang tanaman cabe
Mengatasi Gulma dan Hama Tanaman Cabai
Ada dua teknik yang biasanya dilakukan untuk memberantas gulma pada tanaman cabai, yaitu menyemprotnya dengan pestisida kimia atau melakukan penyiangan secara manual. Harap di kita ketahui bahwa tidak semua gulma ternyata merugikan tanaman, karena faktanya ada beberapa gulma yang ternyata mempunyai manfaat mengendalikan hama secara hayati pada areal penanaman cabe. Cabut dan bersihkan tanaman-tanaman lain yang tumbuh hanya di sekitar perakaran dan tanaman cabe.
» Hama tanaman cabe rawit :
- Kutu daun persik
Pencegahan semprotkan Natural BVR atau Pestona
- Hama Thrips
Pencegahan semprotkan Natural BVR atau Pestona
- Hama Tungau
Pencegahan semprotkan Pestona atau Natural BVR
- Lalat Buah
Pengendalian dengan METILAT LEM
» Penyakit tanaman cabe rawit :
- Penyakit layu bisa di kurangi dengan penggunaan Natural Glio
Pengobatan bagi tanaman cabai yang sudah kena layu adalah di kocor dengan Natural GLIO dan di semprot dengan Natural Glio. Selain itu bisa gunakan sabun cuci piring yang di kocorkan ke tanah tempat tumbuh dan sesikit di semprotkan ke tanaman yang sudah terkena layu.
- Embun bulu
Dicegah dan diobati dengan Natural Glio
- Penyakit bercak daun
Cara pengendalian gunakan natural glio pada awal pengolahan lahan
- Kelopak virus semprotkan Natural BVR atau Pestona
- Busuk Buah
Pencegahan dengan Natural Glio sejak awal olah tanah.
Khusus untuk busuk buah dan batang, akan sangat mujarab hasilnya apabila di barengi dengan pemberian air sabun cuci piring.
Oleh = Agus Setiawan NASA
Info / Pendampingan / Proyek Demplot / Order Produk NASA :
HP : 0822 2151 6031

Senin, 09 Juli 2018

CARA MUDAH MENANAM CABAI DI LAHAN PASIR

Tanaman cabai yang siap di panen, di budidayakan langsung di atas pasir pantai dan di pinggir pantai. Dengan pupuk organik berkualitas maka cabai pun bisa tumbuh sehat dan di panen meski lahan pasir pantai.
WA : 0822 2151 6031

Lalu bagaimana caranya agar pasir pantai yang jadi lahan kita / lahan pekarangan kita (jika rumah kita di dekat pantai) bisa di sulap menjadi sebuah lahan perkebunan yang subur, produktif dan menghasikan pundi² rupiah bagi kita ??!

Caranya adalah dengan memberikan campuran pupuk kandang matang ke dalam pasir yang akn kita jadikan lahan budidaya. Di sini kami menanam cabai jenis Bara F1 diatas lahan pasir 450 m². Yang telah di campur pupuk kandang mtang sebanyak 12 ton.  Selain itu sistem penyiraman air tawar juga sangat penting bagi pertumbuhan cabai / tanaman budidaya kita. Usahakan buat sumur penampungan di dekat lahan budidaya agar cepat dan mudah kita menyirami tanaman budidaya kita tadi, jika di lahan normal biasanya kita sirami 2x sehari, di lahan pasir ini kita sirami sebanyak 3x sehari.

Lalu penyemprotan tanaman dengan pupuk organik kualitas terbaik juga kita berikan agar tanaman cabai kita tumbuh sehat dan cepat berbuah.  Di sini, kami memakai produk NASA untuk cabai.
Pendangiran dan penyiangan gulma di sekitar bedengan juga harus lebih rajin kita lakukan agar tanaman budidaya kita sehat dan jauh dari kekurangan mineral / nutrisi.

Pengocoran dengan anti hama dan pupuk kandang juga di lakukan agar tanah pasir tempat tanaman tumbuh semakin subur dan penuh unsur hara yang di perlukan tanaman.

Akhirnya, kita bisa memberikan dan mendapatkan hasil panen cabai yang sesuai harapan dan kerja keras selama ini.

Info / Order Produk NASA hub :
WA / HP : 0822 2151 6031

Senin, 12 Maret 2018

KESAKSIAN KUALITAS PRODUK NASA PADA BUDIDAYA CABAI

TEKNIS BUDIDAYA CABAI SUKSES DENGAN PUPUK ORGANIK NASA - Kunci Sukses Pemupukan Yang Meningkatkan Hasil Panen Cabai dan Panen Lebih Cepat Dari Masa Normalnya

#Kesaksian Bp. Tu Saban sukses meningkatkan hasil panen cabai nya per pohonnya

Tanaman Cabai dapat ditanam di dataran tinggi juga dataran rendah. Bertanam cabai dihadapkan pada berbagai resiko (masalah), diantaranya adalah :
● Sistem budidaya cabai setiap sahabat pembudidaya cabai
● Tanah kekurangan unsur hara yang di butuhkan cabai
● Segala macam serangan hama - jamur - bakteri - ulat - lalat buah - penyakit lain
● Pemupukan dan Pupuk yang di gunakan
● Percepatan pertumbuhan dan pembesaran buah cabai
● Cuaca dan Pengairan
● Dll

Di sini, kami menerima kesaksian dari salah seorang sahabat budidaya cabai dari Kec. Jailolo Selatan , Halmahera yaitu Bp. Tu Saban.

Beliau menanam bibit cabai jenis lokal yaitu LARIS. Dan di tanam pada lahan seluas 2500 M² (1/4 Ha) dengan jumlah tanaman cabai 2500 pohon.  Saat ini, umur tanaman beliau sudah 3,5 bulan (-/+ 79 hari perawatan) dan esok hari akan di lakukan panen massal bersama dengan Bp. Kepala Dinas Pertanian Kab. Halmahera Barat dan Kepala Daerah setempat karena melihat tanaman cabai nya yang bagus, berbuah lebat dan besar.

Hingga beliau berkata kepada DUTA AGRO PRIMA tentang sistem budidaya cabai nya, cara pemupukan nya dan Pupuk yang di gunakan nya selama berbudidaya cabai.
Dari lahan cabai nya 2500 M² dapat menghasilkan 1,6 - 2 Ton dan kedepannya akan semakin meningkat lagi.
Panjang cabai yang di hasilkan sepanjang 22 cm.
Jarak tanam nya 60 x 70 cm

Pupuk yang beliau gunakan adalah Paket Lengkap Pupuk Khusus Cabai dari NASA yang pesan kepada kami, DUTA AGRO PRIMA yang memang untuk kapasitas 2500 pohon cabai.
Berikut ini adalah penjelasan beliau kepada kami tentang cara budidaya cabai nya.

"Pada saat pengolahan tanah, sebelum di buat bedengan dan dipasang mulsa , tanah di beri dolomit. Kemudian di beri pupuk makro yaitu NPK -/+ 120 Kg untuk lahan seluas 2500 M².

Lalu setelah itu tanah di kocor pupuk Supernasa dan Glio.
Untuk pemberian pupuk organik SUPERNASA beliau mengatakan 3 sdm di campur dengan air 15 liter, di kocorkan ke tanah atau langsung ke bedengan sebelum di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian di tanam bibit cabai yang telah di semak sebelumnya.
GLIO di gunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan sebelum di tutup mulsa tadi, dengan dosis 2 sdm per 15 liter air.

Setelah bibit cabai ditanam, lalu beliau menggunakan 40 cc POC NASA & 10 cc HORMONIK dalam tangki semprot air 15 liter, semprotkan setiap 1 minggu sekali.
Untuk pemupukan setelah fase tanam bibit itu, selain produk organik NASA, beliau juga menggunakan pupuk kimia, yaitu NPK 2 Kg & 40 cc POC NASA diaduk dan di campur dengan air sebanyak 1 ember (-/+ 10 Liter) dan ambil 1 gelas untuk di kocorkan setiap tanaman cabai.
Yang di kocorkan setiap 10 hari sekali.

"Untuk mengatasi serangan penyakit layu yang biasa menyerang cabai di daerah sini, saya menggunakan GLIO.
Saya dosis nya 1 sdm GLIO di campur 15 liter air , kemudian saya kocorkan ke tanaman.
Saya lakukan itu setiap 4 - 6 hari sekali.

Dan untuk mengatasi dan mencegah serangan hama kutu, saya menggunakan PENTANA dan PESTONA dari NASA.
PENTANA saya gunakan 3 tutup Botol dan di campur 1 tangki penyemprotan air (15 liter)  dan saya semprotkan setiap 5 hari sekali.

Lalu PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc di dalam air tangki penyemprotan (15 liter) dan saya semprotkan seminggu sekali.

Lalu Power NUTRITION saya berikan 2 sdm ditambah 15 liter air dan saya kocorkan ke tanaman setiap 4 hari sekali.

Sampai saat panen ini saya telah menggunakan pupuk NASA antara lain : 2 botol POC NASA, 2 botol SUPERNASA , 2 botol POWER NUTRITION, 2 botol HORMONIK, GLIO 1 Pack, PENTANA 1 botol dan PESTONA 1 botol.
Atau 1 paket NASA untuk cabai seperti yang DUTA AGRO PRIMA dulu tawarkan dan sarankan kepada saya."

Beliau juga mengatakan beberapa keuntungan setelah beliau menggunakan pupuk Organik NASA ini, yaitu :
-  Tanah menjadi lebih subur
-  Pertumbuhan tanaman cabai lebih cepat
-  Buah cabai saya lebih banyak, lebih besar dan berisi
-  Buah cabai dapat di tanam sampai ke ujung tanaman
-  Serangan Hama dan penyakit banyak sekali berkurang

Keuntungan lainnya adalah tinggi tanaman lanjut beliau. Tinggi tanaman sebelum menggunakan pupuk NASA hanya 100 - 110 cm (1 meter), tetapi sejak saya menggunakan produk NASA ini tinggi tanaman cabai saya rata rata nya 175 - 180 cm bahkan ada yang tingginya hampir sampai 194 cm.

Setelah menggunakan produk NASA ini warna hijau daun lebih tahan lama, lebih segar dan bukan hanya itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit jadinya (Biaya bisa lebih di tekan lagi).

Di sini saya menghabiskan 120 Kg pupuk NPK saja ( harga pupuk NPK di daerah saya Rp. 3500,- x 120 Kg = Rp. 420.000,-)

Itu sudah mulai dari saat penanaman bibit cabai hingga saat akan kita panen besok ini, kira kira umur 79 hari pemeliharaan dan perawatan tanaman cabai saya.

Untuk lahan 1/4 Ha ini saya sudah panen sebanyak 2 kali, akan dilakukan panen raya dan pembentukan yang ke - 3 dan masih akan terus panen.
Beliau mencoba untuk menghitung lagi, jika sampai petikan terakhir tanaman cabai total akan menghasilkan 1,6 s/d 2 Ton.
Sebagai informasi, tanaman cabai yang menggunakan produk NASA ini tidak dilakukan pemangkasan sama sekali. Tanaman cabai di sengaja ada 8 batang, meskipun begitu hasil cabai nya luar biasa.

Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga 50%.

Pesan saya kepada petani cabai di Indonesia agar menggunakan produk NASA , karena sudah terbukti hasil panen cabainya bagus dan menguntungkan.

Salam saya Tu Saban dan kelompok tani Tata Aleka dari Jailolo Selatan , Halmahera Barat

Minggu, 11 Maret 2018

TEKNIS PEMBIBITAN CABAI DAN MENGATASI PENYAKIT LAYU BUDIDAYA CABAI

● TANYA : "Selamat malam Duta Prima Agro, bagaimana cara memperbanyak dan membesarkan tanaman cabai, karena cabai saya sepertinya pertumbuhannya kurang normal nih, sudah 2 bulan masih saja ukuran segitu terus ? Dari Abdullah di Medan."

√ JAWAB =  Selamat malam juga pak Abdullah di Medan.  Untuk tanaman cabai, dilihat dulu pak apakah ada serangan hama / kutu / jamur apa tidak ?
Jika memang tidak ada tanda² serangan hama apapun, lalu coba lihat bagaimana kondisi tanahnya pak. Kekeringan atau keras atau gembur pak ?
Jika sudah gembur dan rajin disiram ternyata hasilnya masih sama saja, bisa jadi itu karena cabai nya kekurangan hormon dan vitamin pak.
Vitamin dan hormon yang di dapatkan tanaman cabai dari dalam tanah dan tambahan melalui semprotan.
Atau mungkin bisa jadi malah genetiknya cabai memang seperti itu alias bibit cabainya tidak bagus.

Jika hormon dan vitamin bisa memakai produk organik NASA pak.
Ada PWRK, SPRK, Dll yang memang sudah terbukti ampuh memperbesar, mempercepat, memperbanyak hasil buah cabai dan membesarkan tanaman cabai.

Caranya dan pemesanan produk lengkap Nasa tadi bisa langsung melalui kami pak, seperti bapak Abdullah WA kami di nomor 082221516031 ini.

Nanti kami jelaskan dan tunjukkan bagaimana aplikasinya dan pemakaiannya yang baik & benar. Juga ada VCD budidaya cabai sebagai bonus.

● TANYA : "Selamat malam Duta Agro mau tanya gimana caranya supaya bibit cabai itu tidak layu dan sehat karena setiap saya melakukan pembibitan itu pasti selalu ada bibit yang gagal, lumayan banyak juga yang gagal ?  Dan gimana soal penyemaiannya ? Ini Pak Sutardi, di Makassar"

√ JAWAB = Malam juga pak Sutardi, sebenarnya untuk proses pembibitan cabai itu ada beberapa langkah mudah untuk mendapatkan hasil bibit maksimal / bibit yang baik, yaitu :

1. Bersihkan tanah yang akan kita gunakan untuk menyemai benih cabai dari sisa-sisa akar tanaman lain juga sisa akar tanaman cabai.

2. Kukus tanah untuk menyemai benih cabe dengan suhu 100 derajat celcius selama -/+ 25 menit.
Hal ini bertujuan untuk mematikan jamur parasit juga virus yang kemungkinan ada di tanah calon pembibitan tersebut.

3. Setelah selesai tanah di kukus, di angin anginkan dulu -/+ 40 menit sambil di bolak balik.
Lalu semprotkan SPRK + GLIO (dosis 3 sdm SPRK dan 2 sdm GLIO dalam 1 liter  - 1,5 liter air) dengan menggunakan semprotan burung ke tanah pembibitan tadi secara merata dan di bolak balik.
Hal ini gunanya untuk memberi asupan unsur hara dan vitamin dalam tanah juga untuk mencegah jamur / virus tumbuh di tanah.
Lalu tanah calon tempat pembibitan tadi di angin anginkan lagi selama -/+ 30 menit.
Dan tanah pun sudah siap di pakai menanam bibit.

4. Buat rumahan pembibitan cabai dengan plastik transparan agar terhindar dari siraman air hujan, terutama pada musim hujan.

5. Atur jarak semai, jangan terlalu rapat agar sirkulasi udara lancar dan area pembibitan tidak lembab.

6. Lakukan pengecekan bibit setiap sore hari.
Segera cabut dan musnahkan jika terdapat bibit cabe yang terinfeksi jamur atau penyakit, misalnya daun berwarna agak kuning atau ada bintik putih.

Semoga berguna pak ...

●  TANYA : "Bagaimana cara mencegah dan Mengobati penyakit layu batang dan daun pada tanaman cabai ? Karena cabai saya sedang terkena layu menguning dan seperti busuk di batangnya."

√ JAWAB = Karena Kita bekerja di NASA dan memakai produk agro NASA pada pertanian. Maka akan kami coba jawab dengan menggunakan produk NASA juga seperti kami paham kualitas dan buktinya untuk mengatasi penyakit layu fusarium dan layu antraknosa pada cabai.

Jika sudah terkena penyakit layu fusarium / antraknosa / patek, lebih baik tanaman cabai itu langsung di cabut dan di bakar pak. Lalu tanah bekas cabutan tadi di kocor / di semprot GLIO. Juga tanaman² cabai lain di sekitarnya yang masih sehat. Gunanya untuk menjaga tanaman dari serangan penyakit layu tadi. Karena penyakit layu ini cepat menular.

Jika akan mulai tanam lagi, untuk pencegahan dan pengobatan dari serangan penyakit layu fusarium dan layu antraknosa / patek tadi bisa pakai GLIO dan Pupuk NASA pak, yaitu melalui proses :

Olah Tanah

1. Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, sebab ada kemungkinan tanaman dan tanah lahan tersebut sudah terinfeksi fusarium.
Juga bersihkan dari sisa akar tanaman lain (gulma)
atau sisa tanaman cabai hasil tanam sebelumnya.

Ambil 1 kotak GLIO di campur dengan 25 - 30 Kg pupuk kandang matang/kompos. Bisa juga ditambah 1 botol SPRK kedalam campuran tadi. (A)

Setelah tercampur rata, lalu masukan ke dalam kantong, untuk disimpan dulu selama 1 - 2 minggu.

Setelah mengembang biakan spora-spora, campuran tadi siap digunakan sebagai pupuk awal untuk luas lahan 500 - 1000m².
Bersamaan dengan penaburan SUPERNASA (SPRK) saat olah lahan tanam.

2. Sambil menunggu campuran itu jadi matang, ada baiknya tanah lahan bedengan untuk budidaya cabe di rotari/di cangkul alias di balik, kemudian lakukan penjemuran di bawah matahari selama 2 - 3 minggu dulu untuk mematikan spora cendawan fusarium yang kemungkinan ada didalam tanah.

Ambil 1 sendok makan Natural GLIO + 1 sendok makan SUPERNASA + 2 - 3 tutup botol POC NASA boleh ditambahkan Gula pasir sebagai makanannya Natural GLIO, lalu masukan kedalam 10 liter air aduk sampai merata. (B)

Setelah itu siramkan larutan tadi ke atas bedengan secara merata sebelum ditutup mulsa plastik.

Atau dapat dikocorkan ke lubang tanam dengan takaran 200ml air larutan tadi perlubang tanam.

3. Buat bedengan dengan tinggi yang disesuaikan, agar air tidak menggenangi lahan dan tanaman saat musim hujan.

4. Lakukan pengapuran (pemberian dolomit) jika pH tanah dibawah 6,0. pH ideal untuk tanaman cabai adalah 6,5 – 7,0. Jamur Fusarium mudah berkembang biak pada tanah asam (pH dibawah 6,0). Dilakukan pada saat setelah pembalikan tanah lahan tadi atau 7 hari sebelum larutan SPRK dan GLIO tadi (larutan B)

5. Gunakan pupuk kandang/kompos yang sudah benar benar jadi tadi (A)

6. Semprot/siram lahan dengan larutan GLIO dan POC NASA sebelum pemasangan mulsa (dosis baca pada kemasan produk yang digunakan).

7. Gunakan mulsa plastik perak hitam untuk meminimalisir serangan dan penyebaran layu fusarium. Mulsa plastik bermanfaat untuk menjaga agar tanah tidak terlalu lembab pada musim hujan.

8. Kurangi penggunaan pupuk Nitrogen. Pupuk Nitrogen (N) yang berlebihan justru dapat mengasamkan tanah (menurunkan pH) dan menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan penyakit.

9. Untuk meningkatkan daya tahan tanaman agar tidak mudah terinfeksi penyakit, usahakan agar tanaman tidak kekurangan unsur kalium (K).

10. Atur jarak tanam. Jangan menanam terlalu rapat agar sirkulasi udara lancar dan area tanaman tidak terlalu lembab.

Pencegahan Penyebaran Layu Fusarium

1. Setelah pindah tanam, mulai umur 10 HST kocor tanaman dengan GLIO. Lakukan setiap 7 hari sekali.

2. Cabut dan musnahkan jika terdapat tanaman yang terinfeksi. Taburkan dolomit dan kocor dengan GLIO, SUPERNASA + POC NASA pada bekas lubang tanaman tersebut.

3. Bersihkan tangan setelah mencabut tanaman yang terinfeksi fusarium. Dan jangan menyentuh tanaman lain karena spora fusarium oxysporum bisa menyebar melalui tangan yang kontak langsung dengan tanaman terinfeksi.

4. Hindari penyiraman dengan sistem leb atau penggenangan. Spora fusarium ini dapat menyebar dengan cepat melalui genangan air tersebut.

5. Lakukan pengecekan dan penyemprotan GLIO setiap pagi hari sebelum matahari terlalu tinggi, misal jam 5 - 6 pagi dan malam hari jam 11 - 12 malam.
Alasannya, karena jamur fusarium bekerja pada saat udara lembab.

Semoga bermanfaat ...

Sabtu, 10 Maret 2018

TANYA JAWAB KESUKSESAN BUDIDAYA CABE, BANDENG DAN KAMBING

~  TANYA : "Salam kenal mas, ini Feri dari Boyolali mau tanya soal pohon cabe.
Kenapa tanaman cabe saya selalu rontok daun dan buah cabenya ya mas ?
Mohon solusinya mas."

√ JAWAB = Salam budidaya pak Feri ....
Berdasarkan pengalaman kami pribadi dalam berbudidaya cabai, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan pada buah, bunga dan daun cabai itu pak, yaitu :

1. Kerontokan pada bunga dan bunga tanaman cabe banyak disebabkan karena tanaman cabe kekurangan unsur Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Selain itu, unsur Zn, Mg, dan Fe (Zat besi) juga sangat berperan penting dalam pembentukan klorofil di daun, serta membuat organ tanaman menjadi lebih kuat, hingga akan meminimalisir terjadinya abisisi (keguguran pada daun), bunga serta buahnya;
SOLUSINYA =
Sebaiknya berikan tanaman cabe pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung Kalsium, Kalium, Zn, Mg, dan Fe.
Yaitu diKocor dengan SPRK, NASA, HRN dan Kalsium.

2. Faktor internal yaitu tanaman cabe kelebihan hormon asam absisat (ABA). Seperti diketahui bahwa fitohormon asam absisat (ABA) ini sangat berperan penting dalam pengguguran daun, sehingga komposisinya harus dikontrol dengan baik, melalui sistem pemeliharaan tanaman dengan pemberian air dan pupuk dalam jumlah yang sesuai dosis per umur tanaman

3. Faktor eksternal seperti curah hujan tinggi juga dapat menyebabkan tanaman bisa memiliki tingkat kandungan air yang tinggi di dalam akar dan di dalam tanah, sehingga perlu sekali bagi petani untuk mengontrol drainase air agar tetap tercukupi dengan baik. Perhatikan juga bagian saluran irigasi yang menghubungkan antar bedengan satu dengan lainnya, supaya dipastikan agar tidak terdapat air yang melebihi porsi yang cukup untuk tanaman;

4. Tanaman cabe yang kekurangan unsur hara (mengalami defisiensi unsur hara) tertentu juga berpeluang mengalami kerontokan pada daun, bunga, maupun buah. Pastikan tanaman cabe terpenuhi unsur hara makro dan mikro, seperti Calcium (Ca), Kalium (K), Magnesium (Mg), Molibdenum, Zn, maupun zat besi (Fe). Unsur-unsur tersebut sangat penting untuk mencegah supaya tanaman cabe juga tidak mengalami peristiwa nekrosis dan klorosis yang mengindikasikan tanaman cabe mengalami daun menguning kecokelatan, lalu gugur;

5. Tanaman cabe yang terserang hama dan penyakit patogen dalam jumlah yang banyak dan sering, juga bisa menyebabkan daun, bunga, serta organ buah cabe  rontok. Hama seperti ulat grayak dan penyakit antraknosa pada cabe juga bisa memberikan dampak buruk pada permukaan organ daun, sehingga organ daun menjadi bopeng/berlubang. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berefek kepada penyebaran hama dan penyakit dalam jumlah luas dan menginfeksi organ tanaman lainnya, dan pada akhirnya organ tanaman mengalami kerontokan yang menurunkan produktivitas hasil panen. bahwa jenis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) merupakan parasit patogen yang dapat menginfeksi tanaman budidaya dan memberi dampak negatif bagi produktivitas hasil pertanian nortikultura.
Solusinya =
Semprot dengan Pentana dan Glio secara selang seling.

~  TANYA : "Saya Asep dari Karawang mau tanya soal kambing. Sudah beberapa minggu ini kambing saya susah makan dan minum, sudah saya beri semua obat dan semua produk yang diiklankan di FB juga di toko Online, tapi hasilnya sama saja tetap susah makan dan minum. Sudah saya periksakan ke dokter, hasilnya tetap sama saja.
Bagaimana caranya biar kambing saya itu mau makan dan minum lagi atau biar tambah gemuk soalnya mau saya jual di idul adha besok mas ?"

√  JAWAB =  Salam kenal dan salam budidaya pak Asep. Kebetulan saya pribadi dulu pernah mengalami hal yang sama pada ternak kambing saya pak. Dan kebetulan lagi baru sekitar 2 minggu yang lalu saya pendampingan di peternakan kambing pak Yuda di Imogiri yang kendalanya hampir sama pada 4 ekor kambingnya.
Masalah kambing yang susah makan minum itu sebenarnya ada beberapa sebab selain karena sakit dan faktor pencernaan nya yang radang atau kurang bagus, yaitu faktor genetiknya.
Coba pegang rambut didepan dan diatas kepala kambing, jika kering lusuh meski baru saja di mandikan, itu berarti kambing sakit dalam lambung / pencernaannya.

Cara yang kemarin Kami terapkan pada kambing pak Yuda adalah dengan memberi 1 paket ternak NASA ditambah 2 produk NASA yang lain lalu di campurkan pada air minum kambing dan olahan fermentasi hijauan pada kambing yang resepnya berbeda dengan pakan fermentasi biasanya.

Setelah 3 - 4 hari di berikan pada kambing² itu, hasilnya langsung berbeda dan sangat doyan makan minum. Bahkan terakhir hari rabu (16-8-2017) kemarin kami cek di peternakannya pak Yuda untuk melihat bagaimana perkembangan kambingnya, ternyata kambingnya sudah gemuk dan sehat.

~  TANYA : "Mas mau tanya soal budidaya bandeng mas.
Bandeng di tambak saya lambat sekali pertumbuhannya dan kadang jika di beri pakan tidak langsung habis pakannya.
Umur sudah -/+ 5 bulanan tapi masih 12 - 14 cm panjangnya.
Apakah ada solusi nya mas biar cepat besar ?
Rifai dari Gresik.

√  JAWAB = Semuanya kembali tergantung cara budidaya kita sendiri. Dan apa yang kita berikan pada budidaya kita, pakan yang penuh vitamin dan suplemen yang bagus untuk pertumbuhan dan pembesaran budidaya kita.
Di sini, selama ini dalam budidaya bandeng pribadi belum pernah ada masalah pertumbuhan bandeng karena kami gunakan pupuk khusus tambak yang sudah kami pakai buktikan sendiri kualitas dan hasilnya sejak thn 2009 sampai saat ini.
1 paket tambak berisi 5macam pupuk & Itu sudah untuk 1 ha pak.

Lengkap mulai dari awal tanah , pencegahan penyakit, pembesaran dan suplemen pakan sampai panen.
Juga mencegah perubahan kondisi air kolam

Nanti pakan akan selalu habis dan perilaku bandeng pada saat makan akan membuat kita semakin bangga juga senang memberi pakan karena selalu lapar.

Semoga bermanfaat ...

Jumat, 09 Maret 2018

PENYAKIT LAYU (PATEK) PADA CABAI DAN CARA MENGATASINYA

Seperti beberapa pertanyaan dari sahabat tani cabai yang sering mengeluhkan tanaman cabai nya layu dan mati.
Dan Beberapa pertanyaan tentang apakah ada obat untuk menyembuhkan / menanggulangi masalah layu pada cabe ini, mari bersama sama Kita bahas dan cari sistem penanggulangan , pencegahan dan pengendalian penyakit layu cabe yang sangat merugikan Kita sebagai petani cabe.

Sebelumnya, lebih baik kita lihat dulu Gejalanya, Penyebabnya dan ciri ciri tanaman cabe yang terkena penyakit layu ini.

Berdasarkan pengalaman di lapangan / pendampingan, mungkin Kita bisa menyimpulkan bahwa penyakit layu pada tanaman cabe ada 2 macam yaitu Layu Fusarium & Layu Bakteri / Parasit (Patek)

1. LAYU FUSARIUM

PENYEBABNYA :
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh Fusarium Oxysporum.

Penyakit layu jenis ini ditakuti karena jika tanaman sudah terinfeksi, tanaman tersebut tidak bisa diobati atau disembuhkan alias dijamin mati.
Penyakit layu fusarium bisa menghabisi seluruh tanaman  cabe dan menyebabkan gagal panen.
Layu fusarium ini bisa menyerang kapan saja dan di mana saja, baik di musim kemarau maupun pada musim hujan. Namun serangan Fusarium yang paling mengerikan biasanya terjadi pada musim hujan dengan kelembaban yang tinggi. Karena pada iklim dan kondisi hujan itu cendawan Fusarium sangat mudah berkembang biak dan mudah menular.
Penyebaran cendawan Fusarium ini dibantu oleh air, peralatan pertanian yang sering Kita gunakan dan Kita sendiri selaku petani.
Pertumbuhan spora cendawan Fusarium mempengaruhi pasokan air sehingga tanaman menjadi layu dan mati secara perlahan. Penyakit layu fusarium bisa menyerang mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman yang sudah berproduksi.

GEJALA LAYU FUSARIUM :

Gejala yang terjadi pada pembibitan cabe adalah pucuk daun tanaman yang tiba-tiba layu dan mati.
Gejala serangan layu fusarium pada tanaman muda dan tanaman dewasa adalah jika terdapat tanaman cabe yang layu pada siang hari, entah daun atau batang tanaman cabe dan kemudian tanaman cabe itu kelihatan segar kembali pada sore harinya.
Itu sudah bisa dipastikan 98% terkena penyakit Layu Fusarium ini.
Fenomena seperti itu biasanya  berlangsung kurang lebih selama 6 -7 hari sebelum akhirnya tanaman cabe itu mengering dan mati.

Jika tanaman dicabut terlihat akar berwarna kecoklatan dan membusuk.
Jika pangkal batang dibelah terlihat lingkaran coklat kehitaman. Lingkaran berwarna coklat kehitaman tersebut adalah pembuluh pengangkut yang telah rusak dan membusuk.

PENGENDALIAN :

Beberapa tindakan yang bisa Kita lakukan untuk mengendalikan layu fusarium, yaitu :
A. Pengolahan lahan yang baik
B. Sanitasi yang baik
C. Penggunaan benih yang tahan terhadap fusarium
D. Menggunakan mulsa plastik,
E. Memusnahkan tanaman yang terinfeksi Fusarium
F.  Aplikasi trichoderma.
G. Tidak ada bahan aktif / obat / fungisida / insektisida yang benar-benar ampuh mengatasi layu fusarium. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba fungisida berbahan aktif benomil atau metalaksil.

CARA PENCEGAHAN :

JANGAN TAKUT, karena Kita ada pencegahan penyakit Layu Fusarium ini, yaitu :
A.  Bajak / cangkul lahan calon tanaman Cabe dengan rata dan di taburi dolomit, NPK dan Urea secukupnya.
B.  2 hari setelah proses pengolahan lahan dan pemupukan itu, lalu di berikan pupuk kandang dan di tabur / di kocor Glio, PWRK dan SPRK pada tanah yang akan kita jadikan bedengan.
C.  Setelah bedengan jadi, siram dan di kocor lagi dengan Glio dan PWRK lalu di tutup pakai plastik mulsa.  Dan di buat lobang tanam sekitar 50x90 cm atau 50x70cm.
Diamkan selama 1 hari dulu.
D.  Pilih benih dari genetik yang baik dan kuat terhadapnya Fusarium, jika Kita petani , Kita bisa buat benih dari hasil panen sebelumnya.
E.  Setelah 1 hari, lalu kocor tiap lobang tanam tadi dengan GLIO, SPRK dan PWRK. Setelah itu masukkan bibit cabe ke tiap lobang tanam tadi.
D.  Setelah 6 hari tanam, lakukan penyemprotan pada bibit tanaman cabe dengan menggunakan PST / NPA.
E.  Setelah 10 hari sejak tanam, kocor lagi tiap lobang tanam cabe tadi dengan Glio, PWRK dan SPRK lagi. Lakukan secara kontinyu dengan interval 10 hari sekali.
F.  Bersihkan sampai benar benar bersih setiap alat pertanian yang telah Kita gunakan dengan air dan sabun atau Antibiotik.

2. LAYU BAKTERI

PENYEBAB :
Penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman cabe adalah bakteri Pseudomonas Solanacearum. Bakteri parasit ini menyerang dan menginfeksi area akar tanaman, pangkal batang, tunas, daun dan batang tanaman cabe.

Bakteri Pseudomonas menginfeksi akar dan menyebabkan akar tanaman membusuk dengan ciri ciri ada bintik bintik putih di akar juga sudah sebagian akar busuk.

Penyebaran bakteri ini dibantu oleh air, peralatan pertanian dan manusia. Pada kondisi tanah yang terlalu basah dan lembab, bakteri Pseudomonas solanacearum mudah dan cepat berkembang biak. Bakteri parasit ini menyerang pada semua fase pertumbuhan, mulai dari pembibitan hingga tanaman dewasa.

GEJALA LAYU BAKTERI :

Gejala awalnya serangan bakteri Pseudomonas ini terlihat jika terdapat bagian tanaman yang tiba-tiba layu. Pada awalnya serangan bakteri ini TIDAK menyebabkan tanaman cabai layu secara keseluruhan, melainkan hanya beberapa bagian tanaman saja baik itu pucuk daun, tunas atau daun tua. Kemudian tanaman cabe akan layu secara keseluruhan dan akhirnya mati. Layu bakteri terjadi relatif lebih cepat, hanya butuh waktu sekitar 2 - 3 hari sampai tanaman cabai kering dan mati. Berbeda dengan layu fusarium, tanaman yang terinfeksi Pseudomonas tetap layu pada malam hari maupun siang hari. Gejala yang terjadi pada akar tanaman cabai relatif sama dengan serangan jamur Fusarium oxysporum, yaitu akar membusuk dan berwarna kecoklatan.
Serangan bakteri parasit ini sering terjadi pada musim hujan dengan kondisi tanah yang lembab dan penuh genangan air.

PENGENDALIAN :
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit layu bakteri, yaitu :
A.  Pengolahan lahan yang baik
B.  Sanitasi yang baik
C.  Penggunaan benih yang tahan terhadap bakteri Pseudomonas
D.  Pergiliran tanaman
E.  Menggunakan mulsa plastik, terutama pada musim hujan
F.  Memusnahkan tanaman cabe yang terinfeksi
G.  Pengocoran dan penyemprotan bakterisida.

CARA PENCEGAHAN :

JANGAN TAKUT, karena Kita ada pencegahan penyakit Layu Bakteri ini, yaitu :
A.  Bajak / cangkul lahan calon tanaman Cabe dengan rata dan di taburi dolomit, NPK dan Urea secukupnya.
B.  2 hari setelah proses pengolahan lahan dan pemupukan itu, lalu di berikan pupuk kandang dan di tabur / di kocor Glio, PWRK dan SPRK pada tanah yang akan kita jadikan bedengan.
C.  Setelah bedengan jadi, siram dan di kocor lagi dengan Glio dan PWRK lalu di tutup pakai plastik mulsa.  Dan di buat lobang tanam sekitar 50x90 cm atau 50x70cm.
Diamkan selama 1 hari dulu.
D.  Pilih benih dari genetik yang baik dan kuat terhadapnya Fusarium, jika Kita petani , Kita bisa buat benih dari hasil panen sebelumnya.
E.  Setelah 1 hari, lalu kocor tiap lobang tanam tadi dengan GLIO, SPRK dan PWRK. Setelah itu masukkan bibit cabe ke tiap lobang tanam tadi.
D.  Setelah 6 hari tanam, lakukan penyemprotan pada bibit tanaman cabe dengan menggunakan PST / NPA.
E.  Setelah 10 hari sejak tanam, kocor lagi tiap lobang tanam cabe tadi dengan Glio, PWRK dan SPRK lagi. Lakukan secara kontinyu dengan interval 10 hari sekali.
F.  Bersihkan sampai benar benar bersih setiap alat pertanian yang telah Kita gunakan dengan air dan sabun atau Antibiotik.

Bagaimana cara membedakan layu bakteri dengan layu fusarium ?

Gejala yang ditimbulkan oleh kedua organisme pengganggu tanaman cabe ini sangat mirip dan hampir sulit dibedakan.

Perhatikan tanaman cabe yang layu tersebut, apakah tanaman tiba-tiba layu secara keseluruhan atau tidak.
Jika tanaman tiba-tiba layu secara keseluruhan itu berarti layu fusarium.
Tetapi jika pada awalnya layu hanya terjadi pada beberapa bagian tanaman saja berarti layu akibat bakteri.

Cara lain untuk mengidentifikasi dengan mudah adalah dengan memotong bagian tanaman yang terserang, kemudian dicelupkan kedalam air bersih. Jika dari potongan tanaman tersebut keluar seperti asap putih, berarti tanaman tersebut terserang bakteri Pseudomonas / layu bakteri.
Jika tidak keluar asap putih berarti tanaman terserang layu Fusarium.

Nah, dengan mengetahui jenis penyakit layu dan cara pencegahannya , Kita bisa semakin berhati hati dan melakukan pencegahan sebaik baiknya agar tanaman cabe Kita panen dengan melimpah.

Semoga Bermanfaat ...

MENGGAPAI PUNDI RUPIAH DARI KESUKSESAN BERTANI CABAI

Cabe adalah salah satu bumbu masak yang paling sering digunakan oleh masyarakat Kita. Makan tanpa ada cabe seperti ada sesuatu yang sangat kurang greget.
Ada banyak sekali jenis cabe yang bisa tumbuh di negara Kita, namun cabe yang sering kita gunakan dan sering Kita budidayakan diantaranya adalah cabe rawit, cabe hijau, cabe merah keriting, dan cabe hijau keriting.

Membudidayakan cabe dengan baik dan benar yang menghasilkan banyak buah cabe sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Salah satu kelebihan tanaman cabe ini adalah saat musim hujan, tanaman ini tidak perlu disiram, hanya mengandalkan air hujan saja.

Tanaman Cabe rawit sangat cocok hidup di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi (seperti daerah-daerah perbukitan maupun pegunungan), di daerah ladang, atau perkebunan yang luas.

Memperoleh hasil panen cabe rawit yang melimpah dan berbuah banyak pasti sangat diinginkan oleh para petani yang hendak membudidaya tanaman ini. Untuk memperoleh hasil panen cabe yang melimpah, ayo Kita bedah sampai ke akar akarnya teknis bercocok tanam cabai yang bisa menghasilkan panen berlipat ganda. GARANSI !

Sebelum Kita mulai, ada beberapa hal penting yang perlu dipelajari dalam budidaya cabe, yaitu :

A.  Memilih dan memahami bibit yang baik dan proses pembibitan
B.  Memahami jenis-jenis pupuk, fungsi pupuk dan teknik pemupukan,
C.  Memahami gejala serangan hama dan penyakit,
D.  Mengenali dan memahami jenis-jenis hama dan penyakit,
E.  Memahami jenis dan fungsi bahan aktif pestisida,
F.  Mempelajari tentang perawatan dan pemeliharaan  yang baik.
G.  Memahami proses panen dan pasca panen yang baik

Beberapa hal diatas penting untuk dipelajari, demi efektifitas penggunaan pupuk, tenaga dan pestisida. Sehingga Kita bisa menekan biaya pengeluaran serendah-rendahnya, namun tanaman tumbuh dengan optimal dan panen yang melimpah.

Hal pertama yang Kita harus lakukan untuk budidaya tanaman cabe ini, Kita harus memilih varietas apa yang cocok di daerah Anda.
Kami sarankan anda menggunakan varietas :

●  Bara
●  Pelita F1
●  Taruna
●  Dewata F1
●  Juwita F1

Kenapa dengan varietas itu dan apakah harus varietas itu ?

Tidak harus dan bukan suatu keharusan memakai varietas² itu, karena varietas itu adalah varietas unggul, proses  beradaptasi cepat, bandel dan cepat berbuah banyak.

Lalu hal yang utama adalah bibit atau benih cabai yang berkualitas bagus dan baik secara genetik.

Lalu bagaimana cara Kita mendapatkan benih cabe yang bagus itu ?

Kita para petani cabe pasti selalu ada sisa cabe hasil panen cabe sebelumnya. Jika sebelumnya Kita pernah menanam cabe, maka Kita bisa mendapatkan benihnya dari hasil panen sebelumnya. Cara ini akan lebih murah dan murah jika dibanding Kita harus membeli benihnya. Untuk membuat benih, maka hasil panen yang ke-4 hingga ke-6 adalah benih yang paling bagus, karena pada periode panen ini bijinya lebih optimal jika dibanding dengan hasil panen sebelumnya atau sesudahnya. Karena hasil panen pada periode sebelum masa tersebut biasanya memiliki biji yang masih sedikit. Sedangkan periode sesudahnya memiliki ukuran biji yang kecil meskipun banyak, dan cara menanam cabe rawit dengan benih yang kecil akan sedikit menyulitkan Anda.

Lalu mari kita berlanjut ke langkah tanam cabe yang kedua yaitu pemupukan.

Jenis pupuk Organik yang Kita gunakan disini dan telah Kita gunakan selama 8 tahun dalam berbudidaya cabe ini adalah :

●  SUPERNASA
●  POC NASA
●  POWER NUTRITION
●  AERO
●  GLIO
●  PENTANA & PESTONA
●  HORMONIK

Setiap pupuk memang memiliki kelebihannya masing², dan Kita harus paham kegunaannya juga berapa dosis nya.
Penggunaan Pupuk Organik ini bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia sebanyak 50% - 60% dan tetap menjaga kesuburan tanah juga kegembiraan tanah meski Kita telah beberapa kali proses tanam / panen.

1. MANAJEMEN LAHAN / TANAH

Pengelolaan tanah / lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah calon lahan tanam cabe menggunakan mesin traktor atau dapat dilakukan dengan mencangkul sedalam 25 - 30 cm hingga tanah menjadi gembur.
Lalu taburi pupuk dengan cara di kocorkan ke tanah atau di tebarkan saja ke seluruh lahan. Selanjutnya biarkan tanah tersebut hingga 7-14 hari agar memperoleh sinar matahari yang cukup.
Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar bedeng 100cm - 120cm, tinggi berlengan kisaran  20cm - 30cm, dan jarak antar bedeng yang satu dengan lainnya yakni 30cm - 45cm.
Akan sangat baik jika Arah bedengan memanjang dari arah utara ke selatan agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
Selanjutnya siapkan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan syarat tidak berbau, kering, dan tidak panas. Atau bisa juga dengan di tabur / di kocor pupuk Organik.

Disini kami dan sahabat petani cabai di Keparakan, Temanggung memakai SUPER NASA, POWER NUTRITION & GLIO yang di kocorkan ke tanah / lahan calon tanam cabai sebagai awal dasar pemupukan sebelum benih di tanamkan.

Jarak tanam antara satu tanaman cabe rawit yang baik yaitu 50x90cm atau 50x70cm atau 50x100cm dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah selanjutnya yaitu membuat jarak tanaman dengan cara :
(1)  Pasang tali kenca/pelurus sejajar dengan panjang bedeng (kira-kira 10cm dari tepi bedeng),
(2)  Ukur jarak tanam yang diinginkan sesuai panjang tali kenca itu.

(3)  Membuat lobang tanam sesuai dengan jarak tanam yang ditentukan. Kemudian berilah masing-masing lubang tanam dengan pupuk kandang terlebih dahulu. Dan lobang yang telah di beri campuran pupuk organik tadi (cukup 100ml per lobang)

Saran, Sebaiknya di awal tanam gunakan saja pupuk kandang dan pupuk Organik tadi saja karena memiliki komposisi unsur hara yang ramah dan di butuhkan akar tanaman muda.

2.  PENYEMAIAN BIBIT CABE RAWIT YANG BAIK DAN BENAR

Penyemaikan bibit dilakukan untuk memperoleh tumbuhan muda (anakan) yang akan didewasakan sehingga menghasilkan buah yang diinginkan.

Adapun tahapan penyemaian bibit yang benar adalah :

(1)  Membuat bedeng atau tempat persemaian bibit dengan ukuran bedeng yakni lebar bedeng 1 - 1,2 meter, panjang bedeng 3 - 5 meter, dan tinggi bedeng 15 - 20 Centimeter.
(2) penyemaian bibit, yakni dengan melibatkan kebutuhan benih 300 - 500 butir untuk tiap hektarnya. Sebelum benih ditabur, sebaiknya tempat persemaian / bedeng disiram air yang sudah di campur oleh pupuk Organik secara merata, setelah itu barulah benih disemai dengan beberapa alternatif cara yaitu :
- Semai bebas atau ditabur merata
- Semai dalam baris
- Semai kelompok
Lakukanlah penyemaian sesuai dengan kebiasaan dan karakter Kita sebagai seorang petani cabe.

4. CARA PEMELIHARAAN / PERAWATAN TANAMAN CABE

Pemeliharaan tanaman cabai rawit melibatkan beberapa metode seperti :

(1)  Penyiraman
Dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari atau disesuaikan dengan keadaan tanah serta curah hujan yang ada di wilayah setempat.

(2)  Penyiangan
Dilakukan semata-mata untuk menghambat pertumbuhan tanaman liar pengganggu (gulma).
Rumput/gulma yang ada di sekitar tanaman sebaiknya dicabut dengan disiang menggunakan sabit.
Tujuan pencabutan gulma/rumput liar agar tidak mengambil nutrisi yang ada pada tanah sekitar akar tanaman cabe rawit tersebut.

(3)  Pemupukan
Yaitu dengan melibatkan sejumlah pupuk kimia , yang biasanya untuk per 1 hektarnya seperti pupuk Urea = 100kg, TSP= 100kg, dan pupuk KCL sebanyak 75 kg.

Dan selain itu Kita juga menggunakan pupuk Organik untuk per 1 sekitarnya bisa mengurangi 50% - 60% dari jumlah pemakaian pupuk kimia di atas karena penggunaan pupuk kimia bisa merusak unsur hara dalam tanah lahan cabe.

(4)  Hama dan penyakit pada tanaman
Seperti diketahui bahwa banyak sekali jenis hama yang menyerang tanaman cabe rawit seperti hama wereng yang merusak struktur daun muda, tungau merah, kutu daun berwarna kuning yang sering menyebabkan daun menjadi keriting dan terlihat pucat, serta jenis kutu gurem atau biasa disebut thrips.
Belum lagi masih ada penyakit atau jamur yang membunuh tanaman cabe dimulai dari akar, virus dan penyakit cabe keriting.

Tanda-tanda tanaman terserang penyakit yakni tanaman berwarna seperti perak, daun menjadi layu, daun mengering bahkan keriting dan adanya bercak-bercak kuning-kecokelatan, tanaman tampak pucat, dan kadang-kadang akar tanaman juga diserang oleh jenis jamur parasit sehingga dapat membuat tumbuhan cabe langsung mati seketika.

Biasanya hama pengganggu tanaman dapat dibasmi dengan menggunakan beberapa obat dari pestisida cair, atau dengan menggunakan predator biologi yang lebih aman.

CATATAN KHUSUS dari Agus Setiawan untuk Kita semua :
"Untuk pestisida nya, Kami sarankan dan anjurkan agar pakai yang Organik saja karena telah terbukti lebih ampuh dan lebih lengkap kegunaannya, tidak hanya membunuh dan melindungi tanaman cabai dari segala serangan hama penyakit, tetapi juga menyehatkan juga memberi kekebalan pada tanaman cabe untuk lebih kebal lagi terhadap hama / penyakit.
Dan yang terpenting adalah faktor kesehatan. Karena pupuk Organik bebas dari bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan petani yang menggunakannya untuk tanaman cabe juga untuk setiap orang yang nantinya akan memakan cabe tersebut.)

Nah, untuk itulah gunanya kita menggunakan GLIO tadi. Karena dengan GLIO tanaman akan terbebas dari segala penyakit dan jamur yang bisa menyerang tanaman cabai.

Untuk membasmi thrips, kutu, penyakit, dll adalah PESTONA , PENTANA dan AERO.
1 paket lengkap dan disemprotkan ke tanaman cabai, maka DIJAMIN tanaman cabe akan bebas dan kebal terhadap segala jenis serangan hama, penyakit, trips dan jamur.

→ Caranya : Akan Kami berikan pada Anda selanjutnya.

5.  KEGIATAN PANEN, PASCA PANEN, dan PEMASARAN CABE RAWIT

Kegiatan panen cabai rawit adalah hal yang paling di tunggu tunggu oleh para petani setelah mengalami jerih payah selama proses pembibitan, penanaman, perawatan, serta pengendalian hama pengganggu tanaman cabe.
Untuk proses panen cabe rawit hampir sama dengan cabai besar, hanya saja usia cabai rawit lebih lama yaitu 1 - 2 tahun, sehingga cost produksi cabai rawit lebih tinggi daripada cabai besar. Cabe rawit dapat dipanen ketika buahnya sedang berwarna hijau tua, merah muda atau sudah matang.
Jika cabai rawit dipanen hijau, cabe kelihatan bernas dan berisi. Cabe rawit dipanen dengan cara dipetik.

Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 - 7 hari sekali dalam satu minggunya.
Hal ini dilakukan untuk memberi keseragaman cabai rawit agar matang secara bersama, sehingga pemanenan dilakukan secara serentak dan pemanenan juga tergantung pada situasi harga di pasaran.
Di pasaran harga cabai rawit hijau dan cabai rawit merah biasanya sangat tinggi, dan cenderung stabil.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

Kamis, 08 Maret 2018

BEBERAPA HAMA PENYAKIT CABAI YANG MENYEBABKAN GAGAL PANEN DAN CARA DAHSYAT MENGATASINYA

> Penyakit Busuk Buah Antraknosa ( PATEK ) :
Penyakit ini karena kondisi iklim yang mendukung perkembangan jamur.
⚘ CARA MENGATASI nya :
● GLIO =
ditanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit / pokok dan kurangi bahan kimia.
Sebaik nya sebelum tanam campurkan GLIO dgn pupuk kandang 25 kg dan diperam 1 minggu sebelum ditebarkan ke lahan atau dicampurkan dgn SUPERNASA

> Daun Keriting atau ( MOSAIK ) :
Penyakit ini disebabkan karena cuaca ekstrim dan juga karena kutu kutuan yang menghisap cairan daun daun pada pucuk yang berpotensi membawa virus.
⚘ CARA MENGATASI :
● menyemprotkan PENTANA 4 – 5 tutup pertangki 2 kali atau gunakan BVR seminggu + sepertiga AERO / tangki

> Penyakit Layu :
Penyakit ini sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang yang disebabkan oleh cendawang dan bakteri.
Penyakit layu ini ada dua macam :
~ layu fusarium
~ layu bakteri
Tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dg GLIO.
Siramkan GLIO dipokok pohon dan pencegaha nya dgn menyebarkan campuran GLIO dan pupuk kandang.

> Penyakit Bercak Daun :
Penyakit ini disebabkan oleh iklim dan biasa nya menyerang pada saat musim hujan yang ditandain dgn bercak bercak bundar berwarna abu abu dgn pinggiran coklat dan akan mengguning dan akhir nya berguguran.
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan dgn menggunakan GLIO

> Penyakit Virus Kuning atau Bule ( BULAI ) :
Penyakit ini sesaui nama nya daun dan batang tanaman akan berwana kuning yang disebakan oleh virus gemini
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan menyemprotkan PESTONA atau BVR

> Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah :
Penyakit ini disebakan cendawan dan virus karena :
~ drainase kurang baik
~ penggunaan N urea terlalu banyak
~ pupuk kandang yang kurang matang
~ jumlah nematoda terlalu banyak dan sebelum nya lahan di tanamani cabe atau mentimun.
⚘ CARA MENGATASI :
Pengendalian nya dg mengurangi penyebab nya dan penggunaan GLIO saat pengolahan lahan.

Sebagai langkah pencegahan sebaiknya lakukan hal berikut ini :
● saat pengolahan campurkan
~ 25 pupuk kandang dgn 1 kotak GLIO
atau
~ 1 kotak GLIO dg SUPERNASA 250 gr dan air 200 liter
● penyemprotan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR yang di beri 1/2 tutup AERO pertangki setiap 5 -7 hari sekali

HAMA PADA CABE :

● Hama Ulat :
Ulat ini akan bersembunyi di siang hari dan menghindari sinar matahari.
Ulat ini akan muncul pada pagi hari sampai jam 07.00 dan akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe.
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA dan 1/2 tutup AERO pada jam 06.00 – 07.00 dan jam 16.00 – 18.00

● Hama Kutu Daun :
Kutu daun yang sering menghisap daun cabe adalah jenis Aphids dan myzus persicae mereka akan menghisap cairan daun sehingga daun jadi kering dan kriting
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau 25 – 45 cc PENTANA dan 1/2 Aero pertangki seminggu sekali seminggu setelah tanam pada pagi atau sore hari

● Hama Thrips :
Ciri tanaman cabe yang terserang trips pada daun akan terlihat warna perak hingga kecoklatan yang akhir ny akan menguning dan pertumbuhan nya akan kerdil.
Biasa nya akan menyerang di musim kemarau untuk
# Pengendalian nya :
semprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10 cc Aero

● Hama Tungau :
Serangan hama ini akan mengakibatkan daun keriting dan melinting ke bawah seperti sendok terbalik pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan lambat laun daun berwarna coklat menguning dan mati
# Pengendalian nya :
supaya disemprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10cc Aero seminggu sekali

● Hama Lalat Buah :
Hama adalah lalat yang beraktifitas pada siang hari yang akan menyerang buah sehingga mengakibatkan gagal panen, untuk itu jika ada tanaman yang sudah terserang sebaik nya dicabut dan buah yang sudah terserang bisa di musnahkan
# Pengendalian nya :
dengan menggunakan METILAT LEM

Rabu, 07 Maret 2018

CARA BUDIDAYA TANAMAN CABAI

TEKNIS BUDIDAYA CABE ORGANIK NASA

Paket Pupuk Yang Terbukti Bagus Meningkatkan Hasil Panen Cabai :
- SUPERNASA = Pupuk penyubur tanah,
- POWER NUTRITION = pupuk perangsang buah.
- POC NASA = pupuk daun / nutrisi organik
- HORMON ORGANIK = zat perangsang tumbuh
- AERO = perekat, perata, pembasah bisa berfungsi perusak telur hama
- NATURAL GLIO = pemberantas penyakit
- NATURAL BVR & CORRIN = pestisida biologi pengendali hama.

A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.
PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

B. FASE PRATANAM
1. Pengolahan Lahan
» Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
» Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
» Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
» Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
» Siramkan SUPERNASA (1 bt) / NASA(1-2 bt)
Super Nasa : 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk.
Atau 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.

NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 – 10 meter.
Campurkan GLIO 100 – 200 gr ( 1 – 2 bungkus ) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, sebarkan ke bedengan. Kemudian diamkan selama 1 minggu.
» Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 – 2 minggu ).

2. Benih
Kebutuhan per 1000 m² 1 – 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30.
Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 – 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.

C. FASE PERSEMAIAN ( 0 - 30 HARI)
1. Persiapan Persemaian
Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama -/+ 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.

2. Penyemaian
Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring.
Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10 s/d 17 HSS.
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban

3. Pengamatan Hama & Penyakit
A. Penyakit
- Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian:
Tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.

Embun bulu
Ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica.
Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.

Kelompok Virus
Gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu HST.
Cara mengatasinya :
Bibit yang telah terserang dicabut dan dibakar, semprot tanaman yang masih sehat dan tanaman sekitar lahan cabai dengan BVR atau PESTONA.

b. H a m a
Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan
pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.

Hama Thrip parvispinus
Gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.

Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip

D. FASE TANAM
1. Pemilihan Bibit
Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 – 30 hari)
2. Cara Tanam
Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik lebih baik ditunda.
Plastik polibag dilepas
Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.

3. Pengamatan Hama
● Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon )
Aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI

● Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua )
Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.

● Bekicot/siput.
Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.

E. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 – 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang. Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 :
Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 – 30 hr.

Pengamatan Hama dan Penyakit

● Penyakit Layu
Disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO

● Penyakit Bercak Daun
Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.

● Lalat Buah (Dacus dorsalis)
Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha

● Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides)
Gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.

F. FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1. Pemanenan
Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya.

Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph

2. Cara panen :
Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
Penyortiran dilakukan sejak di lahan
Simpan ditempat yang teduh

3. Pengamatan Hama & Penyakit
Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak.