Halaman

Tampilkan postingan dengan label Udang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Udang. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2018

Budidaya Udang Vannamei Paling cepat besar

Di sini, kami berpanas²an langsung praktek berbudidaya udang vannamei sekaligus belajar dengan segala keunikan sistem budidayanya. Bukan hanya sekedar duduk di rumah dan main game, juga bukan cuma teori hasil baca buku panduan budidaya yang hasil prakteknya masih tanda tanya. Jadi, maaf, disini bukan ajang numpang tenar dan berselfie ria.
#bekerjakerasdanpengalamanbudidayalebihberartidaripadateori

Selasa, 13 Maret 2018

PENYAKIT UDANG DAN CARA MENANGANINYA = SUKSES BUDIDAYA

Macam² Penyakit Udang dan Cara Mengatasinya

Salah satu faktor penyebab kegagalan dalam budidaya udang di tambak adalah karena serangan penyakit. Serangan penyakit yang paling berbahaya dan banyak menimbulkan kerugian bagi petambak adalah karena serangan virus (WSSV, TSV, YHD, IMNV, IHHNV). Serangan penyakit baru pada udang yang banyak menimbulkan kerugian bagi petambak di Indonesia antara lain:
●  Penyakit bakterial (insang merah, kunang-kunang)
●  Serangan virus MBV (Monodon Baculovirus), kunang-kunang
●  Serangan virus WSSV,
●  Serangan virus TSV,
●  Serangan virus IMNV, Mati Pelan-pelan

Sebenarnya jika kita selaku pembudidaya udang jeli dan teliti, Keberhasilan dalam budidaya udang sangat tergantung pada 6 faktor utama, yaitu :
1.  Daya dukung tambak dan lingkungannya
2.  Kualitas benur yang ditebar
3.  Manajemen dasar tambak dan kualitas air
4.  Kualitas pakan dan manajemen pakan
5.  Kualitas nutrisi / suplemen dan Vitamin Organik yang bagus
6.  Manajemen kesehatan udang dan pengendalian hama penyakit

Penyebab kegagalan di tambak secara umum disebabkan oleh:
-  Serangan penyakit
-  Penurunan kualitas lingkungan
-  Kualitas benur
-  Manajemen budidaya yang tidak tepat
-  Serangan lingkungan sekitar tambak

Penyakit didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari suatu kondisi normal karena beberapa penyebab.

Terbagi menjadi 2 kelompok penyebab yaitu :
1.  Penyakit Internal
2.  Penyakit Eksternal.

Penyebab Internal :
● Genetik
●  Sekresi internal
●  Imunodefisiensi
●  Saraf
●  Metabolisme tubuh

Penyebab Eksternal :
●  Non Patogen
●  Patogen

Penyakit Non-patogen
»  Disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya :
-  Suhu, (cuaca), plankton dan kualitas air lainnya (pH air, zat beracun, kelarutan gas)
-  Keracunan oleh biotoxin dari plankton (Bluegreen algae dan atau dinoflagellata).

»  Disebabkan oleh nutrisi
Misalnya :
-  Kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, as lemak tak jenuh, dll)
-  Gejala keracunan pakan.

»  Soft shell syndrome
  Penyebabnya :
-  Kualitas air
Goncangan salinitas tinggi, goncangan pH tinggi, alkalinitas rendah, kandungan fosfat rendah, dasar tambak terlalu kotor dan penuh amonia, polusi.
-  Kualitas pakan (kekurangan nutrisi & vitamin tertentu)

CARA MENGATASINYA :
-  Perbaiki kualitas air (ganti air, probiotik, dolomite, SP-36)
-  Pembersihan dasar dengan sifon, pemberian zeolite dan TON juga TANGGUH Probiotik)
-  Pemberian suplemen organik yang sesuai dan dibutuhkan oleh udang. Jika kami sudah pakai produk organik yang bagus kualitas dan cocok untuk udang.

●  Insang Hitam
(black gill disease)
PENYEBABNYA :
-  Kotoran, lumpur yang melekat pada insang.
-  Dasar tambak kotor, settingan aerator tidak tepat.
-  Kualitas air yang tidak stabil (sering terjadi kematian plankton & pH yang tidak sesuai)

CARA MENGATASINYA :
-  Ganti air secukupnya
Misal : buang air sampai sisa 40% dan tabur TON juga dolomit lalu diamkan selama 1 jam dan masukkan air lagi sampai kira² 80% saja
-  Berikan TON & Probiotik
-  Perbaiki setting kincir
-  Kurangi pakan dan biasakan memberi pakan sesuai dengan kebutuhan udang dan diusahakan tepat waktu

●  Red Disease
CIRI - CIRI : Udang berwarna kemerahan, kaki dan ekor  kemerahan, insang kemerahan.

PENYEBABNYA :
-  Kualitas air yang kurang baik (DO rendah, NH3, NO2, FE)
-  Kualitas pakan kurang baik (terlalu lama, berjamur)

CARA MENGATASINYA :
-  Berikan pakan berkualitas baik (baru)
-  Perbaiki kualitas air Tambak budidaya

●  Kram (Cramped Tail Disease)
Udang kram saat anco diangkat atau udang dijala, udang mudah stress
PENYEBABNYA :
-  Goncangan suhu air / salinitas tinggi
-  Perbedaan suhu (kualitas suhu air antara dasar tambak dan permukaan tambak tinggi)
-  Kekurangan mineral & suplemen vitamin tertentu yang sangat di butuhkan udang.

CARA MENGATASINYA :
-  Operasikan kincir siang dan malam hari selama 24 jam dan selama 14 hari
-  Berikan vitamin (terutama vit C dan B) dan Probiotik
-  Berikan mineral & suplemen melalui pakan.

●  Emboli (Gas bubble disease)
Karena kelarutan gas dalam air lewat jenuh baik gas Nitrogen atau Oksigen
Bila karena Oksigen tidak menimbulkan kematian, tetapi bila karena kelebihan N2, dapat menyebabkan kematian.

●  Bercak Hitam Pada Kulit
Ada bercak hitam pada permukaan kulit, bekas luka

PENYEBABNYA :
-  Udang sering lompat keluar atau keatas permukaan (tumburan) karena terlalu padat
-  Kualitas air kurang baik
-  Suspensi dan kondisi tanah yang tidak sehat serta telah rusak / penuh dengan bahan / pupuk kimia
-  Infeksi bakteri dan Virus

CARA MENGATASINYA :
–       Perbaiki kualitas air
–       Hidupkan kincir siang-malam
–       Kurangi kepadatan
–       Lapisi tambak dengan plastik/HDPE, atau disemen

●  Toksin
Sumber pencemaran dari lingkungan : Pestisida, Herbisida, Insektisida dan Logam berat

Dari pakan : aflatoksin (dari pakan rusak atau kedaluwarsa)

Biotoxin : dari algae (blue green algae dan dinoflagellata).

●  Udang pucat (putih keruh),
kebiruan
PENYEBABNYA :
-  Suspensi tanah tinggi
-  Kurang oksigen

CARA MENGATASINYA :
-   Lapisi tambak dengan semen atau plastik HDPE atau pasir
-   Kurangi padat penebaran

●  Penyakit patogen
Bersifat parasit dan terdiri atas 4 kelompok :
A.  Penyakit viral
B.  Penyakit bakterial
C.  Penyakit jamur
D.  Penyakit parasitik

Karakteristik penyakit infeksi pada udang/ikan
+  Udang/ikan merupakan hewan air yang selalu bersentuhan dengan lingkungan perairan sehingga mudah terinfeksi patogen melalui air.
+  Pada budidaya udang/ikan, air tidak hanya sebagai tempat hidup ikan tetapi juga sebagai perantara bagi patogen.

Macam macam Penyakit Viral pada Udang
1.  IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus)
2.  TSV     (Taura Syndrome Virus)
3.  WSSV (White Spot Syndrome virus)
4.  YHV    (Yellow Head Virus)
5.  HPV    (Hepatopancreatic Parvovirus)
6.  MBV    (Monodon Baculovirus)
7.  IMNV   (Infectious Myo Necrosis Virus)
8.  PvNV / Nodavirus (Penaeus vannamei Nodavirus)
9.  BMN    (Baculoviral Midgut gland necrosis)
10.  LPV     (Lymphoidal Parvo-like Virus)
11.  LOVV  (Lymphoid Organ Vaccuolization Virus)
12.  LOSV  (Lymphoid Organ Spheroid Virus)
13.  REO    (REO III dan REO IV)
14.  RPS     (Rhabdovirus of Penaid Shrimp)
15.  MoV     (Moyrillyan Virus)
16.  BP       (Baculovirus Penaid)
17.  IRDO     (Shrimp Iridovirus)

1.  IHHNV adalah Virus yang menyebabkan pertumbuhan  terhambat, sehingga terjadi perbedaan ukuran yang nyata dalam satu populasi Serangan bisa mencapai > 30% populasi.

Umumnya jika Udang sudah terkena salah satu penyakit viral ini, TIDAK ADA / BELUM ADA OBATNYA dan Hanya bisa dicegah / diperlakukan dengan cara :
-   Hindari stress,
-  Jangan lakukan ganti air (sirkulasi)
-  Gunakan Probiotik dan teraphy air untuk memperbaiki kualitas air.
-   Kurangi pakan hingga 50%,
-   Berikan mineral, suplemen & dolomite untuk mempercepat pengerasan kulit
-   Berikan vitamin dan imunostimulan.
-   Udang dalam proses penyembuhan akan tampak bercak hitam, dan akan hilang setelah beberapa kali moulting.

2.  WSSV (White Spots Syndrome Virus) / Bercak Putih

Tanda-tanda klinis :
-   Diawali dengan nafsu makan yang tinggi, lalu selanjutnya tidak mau makan.
-   Terdapat udang yang minggir ke pinggiran tambak
-   Ada kematian di dasar dan dalam waktu 3 - 7 hari udang habis
-  Terdapat bintik-bintik putih di carapace / tubuh udang.

Beberapa jenis penyakit-penyakit udang yang dijumpai akhir-akhir ini adalah :
A.  WHITE SPOT (Bintik Putih)

Penyakit inilah yang menjadi biang kerok banyaknya kegagalan panen petambak-petambak kita. Serangannya sangat cepat, dalam jangka waktu cepat atau beberapa jam saja udang bisa habis / mati.

Dalam bahasa ilmiahnya disebut SEMBV (systemic ectodermal mesodermal baculo virus) penyebab penyakit white spot adalah Virus.
Sedang inangnya adalah kepiting dan udang udang liar.

GEJALA penyakit white spot adalah :
* Jika udangnya masih hidup biasanya renangnya tidak teratur dipermukaan dan jika menabrak tanggul udang akan mati.
* Dipermukaan bagian carapace (cangkang)-nya dijumpai bintik bintik putih seperti panu, dan jika digores dengan kuku tidak dapat hilang.
* Udang sangat peka terhadap perubahan lingkungan, misalnya kalau turun hujan atau panas terik mereka langsung naik dan seperti udang stress dengan ciri-ciri seperti diatas.
karena penyebabnya virus maka tidak ada obatnya

Cara Mengatasinya adalah dengan cara meminimalkan populasi kepiting dan udang udang liar agar tidak masuk ke tambak kita, sehingga yang harus diperhatikan adalah saat memasukkan air, hendaknya benar-benar hati-hati, dan sebisanya harus memakai filter air 0,5 ml rangkap 2-3.

B.  KOTORAN PUTIH / BERAK PUTIH / UDANG MENCRET

Biasanya tanda-tandanya bisa diketahui jika kita berjalan ke pojok tambak dan melihat arah angin yaitu di tempat kotoran-kotoran kumpul. Atau dalam bahasa ilmiahnya adalah WFD (White Feaces Disease) Tandanya adalah kotoran udang berwarna putih mengapung diatas permukaan air dan jika dipegang lembek seperti pasta gigi, kalau dilihat sepintas seperti benang yang putus-putus. Kondisi ini biasanya menandakan kalau dasar tambak dan perairan sudah sangat kotor dan pembentukan gas amoniak sangat tinggi.

Cara Pencegahannya adalah dengan mengganti air sebanyak-banyaknya  (tetapi usahakan secara perlahan-lahan) dan melakukan siphon / pengangkutan kotoran dasar tambak.

Cara Mengobatinya adalah dengan memberikan produk Probiotik Organik ke dalam tambak. Dan memberikan suplemen yang bagus ke air tambak.

C.  INSANG MERAH

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya warna merah pucat pada permukaan bawah udang atau sekitar insang. Kematian udang juga tidak secepat White Spot, tetapi juga bisa menghabiskan udang dalam tambak.
Biasanya penyakit ini timbul karena pengolahan lahan tambak dan tanah tambak yang jelek. Juga karena di dasar tambak terdapat banyak sekali kandungan kimia hingga menyebabkan tanah dasar tambak rusak. Sehingga keasaman tanah sangat tinggi.

Cara Pencegahanya tentunya dengan melakukan pengolahan lahan tambak dengan baik dan benar.
Melalui pengolahan tanah dasar tambak dari nol lagi.

D.  NEKROSIS

Penyebab : Virus YHV (Yellow Head Baculo Virus)

Gejala Klinis : Warna tubuh udang pucat, insang dan hepatopankreas berwarna kekuningan.
Gejala klinis tersebut pada umumnya mulai tampak antara 50-70 hari setelah penebaran udang di tambak. Nafsu makan udang mula-mula meningkat dalam beberapa hari kemudian berhenti sama sekali.

Cara Mengatasinya :
Lihat upaya penanggulangan terhadap penyakit bercak putih dan caranya sama dengan cara kita mengatasi penyakit Bintik Putih.

Manajemen Kesehatan Udang
Upaya penanggulangan penyakit udang di tambak dapat dilakukan melalui :

1.  Penggunaan Benur Yang Prima

Benur sebaiknya berasal dari peneluran induk yang pertama atau kedua, dan berukuran seragam.
Jangan sampai Anda memilih benur hasil peneluran yang ketiga dan seterusnya.

Perhatikan Baik Baik pada saat Anda memilih benur :
-  Bagian tubuh seperti rostrum, kaki jalan, dan ekor bentuknya normal; tanpa erosi ataupun kehitaman (melanisasi).
-  Bagian perut bersih, usus penuh pakan, ketebalan bagian perut.
-  Benur yang sehat berenang dengan posisi dengan posisi tubuh lurus, sangat responsif terhadap stimulir dari luar, dan berenang menentang arus ketika air diputar.
-  Bebas dari organisme penempel, relatif bebas dari infeksi Monodon Baculo Virus (MBV) – dapat dideteksi melalui keberadaan “occlusion bodies” secara mikroskopis yang menggambarkan ringan-beratnya infeksi.
-  Bebas dari infeksi bercak putih SEMBV yang dapat dideteksi secara dini melalui teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).
Cara lain juga dapat dilakukan melalui metoda skrining PL, yaitu benur ditreatment dengan formalin ± 200 ppm selama 1-2 jam. Melalui proses skrining ini, benur yang terinfeksi berat akan mati; sedangkan benur yang sehat akan tetap hidup dan siap ditebar ke dalam tambak.

2.  Peningkatan Kesehatan Udang

Suplemen vitamin C, Suplemen Organik dan Astaxanthin dalam pakan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap serangan penyakit.
Imunisasi pada udang baik dengan pemberian vaksin maupun imunostimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh udang sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan akhirnya dapat meningkatkan kelangsungan hidup udang.
Penggunaan bakteri Probiotuk antara lain : Lactobacillus sp. strain nonpatogen, Bacillus S11.
Yang terdapat dalam Produk kami.

3.  Peningkatan Kualitas Budidaya Udang

Perbaikan kualitas air / Therapy Kolam dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip bioremediasi yaitu sejenis penguraian limbah dengan menggunakan mikroba seperti Nitrosomonas, Nitrobacter dan Spirulina.
Dan semua kandungan Bakteri baik itu terdapat dalam Produk Kami.

Pencegahan Terjadinya Infeksi dan Kontaminasi Tambak Penyebab Penyakit Udang

Pencucian dasar tambak sebaiknya dilakukan 2 kali yaitu dengan cara mengisi tambak sampai ketinggian 30 cm, kemudian dibiarkan sehari semalam setelah itu dibuang sampai habis.
Pencucian / Pengurusan kedua dimaksudkan untuk membuang sisa-sisa penggelontoran pertama yang belum terbuang.

                                                                                                                                                                                                                         sistem tertutup (closed system), semi tertutup (semi-closed system) dan resirkulasi untuk mencegah pemasukan agen penyakit dari luar.
Penggunaan peralatan tambak seperti alat sampling udang, tempat pakan, dsb, sebaiknya dipisahkan untuk masing-masing petak tambak.
Karena udang adalah mahkluk yg sangat sensitif dan rentan terhadap penyakit
Menggunakan filter biologis dan tandon baik untuk air laut maupun tawar.
Mencegah kemasukan hewan liar (udang liar, ikan, dll) yang dapat bertindak sebagai carrier.
Air bekas tambak (limbah) terutama dari tambak yang terserang wabah harus didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar.

WAJIB TAHU DAN WAJIB BACA FAKTOR PENYEBAB GAGAL PANEN UDANG.

Jumat, 09 Maret 2018

TEKNIK SUKSES BUDIDAYA UDANG GALAH - GURIHNYA TUH DI KANTONG

Nah, disini yang akan kita melakukan operasi pembedahan sistem budidaya si Udang Galah.

Sebenarnya, teknis budidaya udang galah di kolam terpal ini  tak jauh berbeda dari cara pembudidayaan udang pada kolam tanah, tambak dan lainnya. Untuk sekedar info, budidaya udang galah di air tawar mempunyai potensi ekonomi begitu tinggi, entah itu di pasar lokal maupun internasional.

Nah, bagi Anda para sahabat pembudidaya yang tak memiliki lokasi lahan yang cukup, atau tidak memiliki tambak, atau yang akan memulai usaha budidaya dan bagi Anda para sahabat yang masih bingung mau budidaya apa, Mungkin budidaya udang galah di kolam terpal ini bisa jadi salah satu referensi yang masuk akal dan bisa menjadi sumber penghasilan yang bagus.

Beberapa Langkah Pembudidayaan Udang Galah Di Kolam Terpal

1.  PERSIAPAN KOLAM

Persiapkan kolam terpal untuk budi daya udang galah dengan ketinggian 0 - 7 meter.  Bisa berbentuk persegi maupun berbentuk bulat. Bahkan di tempat Sahabat kami ada yang berbentuk memanjang dengan ukuran 3 x 10 meter.

Sementara debit air dianjurkan sekitar 0,5 sampai 1 liter/detik dengan luasan kolam sebesar 300 - 1000 m3.
Pada sistem budidaya udang galah di kolam terpal ini, Yang paling Utama dan Penting adalah Kita harus memperhatikan kualitas air dengan kualifikasi sebagai berikut :

●  Menerima sinar matahari yang cukup dan sirkulasi udara yang bagus

●  Kedalaman / Ketinggian kolam terpal yang ideal adalah 1 - 2 meter

●  Air kolam wajib memiliki kandungan oksigen yang terlarut berkisar 5 - 7 ppm

●  Memiliki kandungan mineral yang cukup

●  Memiliki temperatur ideal untuk pertumbuhan dan keberlangsungan hidup udang galah, selalu di cek dengan pH meter

●  Mengandung gas CO2 yang cukup (yakni tidak lebih dari 2 ppm).

●  Bebas dari polusi , kotoran dan selalu bersih

●  Buat pagar agar jauh dan bebas dari predator luar lingkungan kolam terpal

Untuk itu, Pastikan Kita selalu rajin membersihkan kolam terpal dan menjaga kualitas PH air dalam kolam terpal.

2.  MANAJEMEN AIR KOLAM TERPAL

Agar udang galah baik pertumbuhannya, maka Kita harus selalu memperhatikan sirkulasi air. Sebaiknya gunakan air kolam yang terus mengalir kedalam kolam. Atau Kita bisa pasang aerator di dalam kolam terpal budidaya udang galah Kita tadi.
Pastikan air dalam kolam terpal memiliki pH normal 6,5 - 8,5 dengan suhu atau temperatur optimal pertumbuhan udang galah pada kolam terpal sekitar 28˚C - 30˚C dengan oksigen terlarut yang berkadar minimal 4 ppm, salinitas 0 - 5 ppt dengan kadar Ca minimal hingga 52 ppm.
*ppm adalah parts permillion/bagian persejuta Oksigen dimanfaatkan seluruh organisme hidup yang ada di dalam suatu kolam budidaya.

"Lalu bagaimana jika air kolam tidak di beri aerator atau tidak mengalir ?"

Disini, dalam budidaya udang galah kolam terpal ini, bisa juga dengan sistem tanpa sirkulasi air mengalir. Meski dengan kolam pemeliharaan yang media airnya tak mengalir, akan mempengaruhi kualitas air yang akan selalu menurun ketika 1 bulan dari masa pemeliharaan berlangsung.
Dengan demikian, Kita harus melakukan proses penggantian air sekitar 30 - 50 % untuk di ganti dengan air baru disetiap 1 bulan sekali.

Di sini , Kita lakukan teraphy kolam dulu dengan menggunakan produk Organik yang telah Kita pakai selama ini dan ketahui betul bagaimana kualitasnya, yang berguna untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kolam, menumbuhkan plankton, menguraikan zat asam amonia, menjaga kualitas dan kuantitas pH air dalam kolam budidaya sebelum bibit udang galah di tebarkan ke kolam terpal.

# CATATAN : Akan lebih baik jika kita selalu cek pH air setiap hari dengan menggunakan PH meter. Atau yang paling murah jika Kita belum memiliki PH meter adalah dengan kertas lakmus.

3. PEMILIHAN BIBIT UDANG GALAH

Bibit udang galah yang baik tentu akan memberikan hasil yang baik pula. Bibit yang baik tentu juga didapatkan dari indukan yang berkualitas.

Ciri-ciri indukan udang galah yang layak untuk di pijahkan adalah :

-  Ukuran panjang 10 - 20 cm

-  Bobot 50 gram / ekor

-  Memiliki telur berwarna coklat tua

-  Tidak cacat fisik dan juga bila di pegang meronta-ronta

-  Memiliki cangkang kulit punggung yang kuat

Jika Anda pemula akan sangat sulit untuk melakukan pembenihan sendiri karena belum terbiasa. Jalan terbaik adalah dengan membeli larva udang galah di balai pembibitan atau di tempat pembudidayaan khusus pembenihan yang ada di kota atau daerah Anda. Biasanya harga larva udang galah sekitar Rp 50.000 - Rp. 75.000 per kilogram.
Cari dan beli di pembenihan udang galah yang bersertifikat atau yang Anda kenal baik kualitas udangnya.

4. PENEBARAN BIBIT KE KOLAM TERPAL

Waktu penyebaran bibit udang galah yang bagus adalah pada sore hari menjelang malam hari agar bibit tidak stress. Kisaran jam 16.00 wib - 17.30 wib. 
Alasannya adalah pada jam segitu pH air biasanya stabil dan suhu air yang pas.

Sedang jumlah padat tebar udang galah yang ideal adalah 50 ekor per meter².
Diusahakan, Jangan lebih dari itu. Karena udang adalah hewan yang super sensitif, mudah stress dan kanibal.

5.  PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan yang berkualitas ke udang galah kolam terpal ini akan mempengaruhi hasil panen udang galah yang Kita budidayakan, entah itu pakan yang berkualitas baik dan pola kita memberi pakan. Ingat, pakan yang diberikan tentu harus memiliki kandungan nutrisi cukup, seperti lemak, mineral, vitamin dan karbohidrat.
Jika udang galah masih bibit ada baiknya di beri makan Haveli, Kochi dan Plasma. Sampai kira² usia 1 bulan baru di beri pakan pelet, Kochi dan pakan lainnya.

Dengan pemberian pakan yang tepat dan sesuai dengan umur udang galah inilah nantinya udang galah yang dihasilkan pun memiliki kualitas baik yang bisa berdampak pada potensi keuntungan yang didapat.

Disini Kita memberikan pakan yang telah Kita campur dengan pupuk Organik yang sudah Terbukti sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan udang galah di kolam terpal.

Ingat, pemberian pakan pada udang galah harus tepat waktu, karena udang galah termasuk ke dalam hewan yang memiliki tingkat kanibalisme cukup tinggi seperti ikan lele.

Dari pengalaman, dapat dikatakan bahwa ada 5 waktu terbaik untuk pemberian pakan pada udang galah. Diantaranya :

-  Pukul 06.00 pagi

-  Pukul 11.00 siang

-  Pukul 17.00 sore

-  Pukul 19.00 malam

-  Pukul 22.00 malam

Pakan yang diberikan adalah pakan pabrikan yang memiliki nilai protein cukup tinggi. Selain itu bisa ditambahkan pula pakan alami berupa : talas, singkong, jagung, dll.

6.  PENCEGAHAN DAN MENGATASI PENYAKIT UDANG GALAH

Pada proses pembesaran udang galah sendiri memerlukan uji kesehatan untuk mencegah dan menanggulangi segala macam penyakit, yaitu dengan cara :

»  Melalui pengamatan secara nyata untuk pemeriksaan apakah terdapat gejala penyakit serta memperhatikan kesempurnaan morfologi pada udang galah yang dibudidayakan.
Dan dilakukan berkala untuk mendapatkan udang galah yang sehat.

»  Melalui pengambilan sampel agar diuji kesehatan pada udang galah dengan cara acak dengan banyaknya udang berdasarkan kebutuhan pengamatan secara vnyata ataupun secara mikroskopik. Bisa juga di bawa ke lab kenalan kita.

»  Melalui pengamatan secara mikroskopik untuk memeriksa ada atau tidaknya patogen-patogen yang terdapat pada udang galah di laboratorium, seperti terdapatnya virus, bakteri, jamur atau parasit.
Misalnya sample air dan udang , bahkan pernah pula Kita bawa sample kotoran udang galah , Kita bawa ke laboratorium kenalan Kita.

7.  PANEN UDANG GALAH

Biasanya, udang galah pada air tawar dapat dipanen jika sudah memasuki usia 4 - 6 bulan pada panen perdana sejak kita tebar benur. Dengan demikian, udang dapat dipanen setiap 5 kali dalam 1 tahun.
Selain itu, bagi sahabat pemula pada panen perdana biasanya akan menghasilkan udang yang dipanen hanya berjumlah sedikit. Tetapi untuk panen berikutnya, hasil dari panen yang di peroleh dapat mencapai hingga 2 kali lipatnya. Kemudian udang galah juga bisa dijual ketika sudah mencapai ukuran sebesar 20 sampai 25 gram per ekornya. Biasanya, ukuran udang yang semakin besar, akan dijual dengan harga yang semakin mahal pula.

Informasi budidaya ini Semoga bermanfaat dan berguna bagi Kita semua ....

Aamiin.

Kamis, 08 Maret 2018

11 ISTILAH PENTING DALAM BUDIDAYA UDANG YANG PERLU DI KETAHUI

Jika Anda baru ingin memulai budidaya udang, pastilah banyak istilah yang terdengar asing di telinga Anda. Penting sekali untuk mengetahui istilah-istilah penting dalam budidaya udang, sebab ke depannya Anda akan banyak mendengar istilah-istilah tersebut selama proses budidaya. Agar anda tidak kesulitan memahami istilah-istilah dalam budidaya udang, kami mencoba meringkas 11 istilah-istilah penting dalam budidaya udang sebagai berikut.

1. DOC.
DOC atau Day Of Culture adalah jumlah hari budidaya pada udang. Misalnya DOC 40 hari. Kata ini juga hampir sama dengan ternak ayam.

2. FCR.
FCR atau Feed Conversion Ratio merupakan perbandingan antara jumlah pakan total yang telah diberikan dengan biomassa atau berat udang yang dipanen.

Contoh:

Pada kolam budidaya udang vaname dihasilkan panen udang dengan total berat/biomassa sebesar 10 ton, sementara jumlah pakan yang telah diberikan adalah 15 ton. Maka untuk menentukan FCR-nya adalah
15 ton (pakan) dibagi 10 ton (biomassa udang) = FCR 1,5. Semakin rendah nilai FCR dalam budidaya maka semakin bagus karena dapat mengefisienkan penggunaan pakan.

3. ABW.
ABW atau Average Body Weight menunjukkan berat rata-rata udang dalam satu petakan tambak pada satu periode tertentu. Data ABW dapat diperoleh dengan melakukan pengambilan data biomassa secara berkala.

4. SR.
SR atau Survival Rate mengindikasikan tingkat kehidupan udang pada satu periode tertentu (persen). Jadi data SR dapat diperoleh dengan melihat perbandingan antara udang yang dipanen dibandingkan dengan jumlah udang yang di tebar di awal budidaya.

Misalnya jumlah udang yang di tebar adalah 100.000 ekor udang kemudian setelah panen diperoleh 90.000 ekor maka SR nya adalah 90.000/100.000 x 100% = 90%. SR-nya adalah 90%

5. PL.
PL adalah Post Larva
PL menunjukkan umur udang yang umumnya dalam satuan hari. Variabel ini penting untuk diketahui untuk mengukur kebutuhan pakan karena pertambahan umur akan berbarengan dengan pertambahan kebutuhan pakan. Pada umumnya PL udang yang di tebar di tambak berkisaran antara PL 8 sampai PL 12.

6. Tonase
Tonase merupakan jumlah berat udang total berdasarkan hasil panen dalam satuan kg atau ton. Pada umumnya panen dilakukan satu kali namun ada juga yang dilakukan beberapa kali. Panen yang dilakukan namun tidak semua udang diambil dari kolam budidaya disebut panen parsial. Tujuan dari panen parsial adalah untuk mengurangi pupulasi sehingga udang yang tersisa dapat tumbuh dengan cepat sehingga akan diperoleh udang yang berukuran besar. Tonase total adalah jumlah dari seluruh udang yang dipanen baik dari panen parsial maupun dari panen total.

7. MBW
MBW atau Mean Body Weight merupakan berat rata-rata udang per ekor, satuannya adalah gram. Data MBW didapat dengan cara sampling dengan sejumlah udang dengan cara random menggunakan jala dibeberapa tempat namun tetap petakan yang sama. Udang yang berhasil diambil lalu ditimbang, setelah hasil dari timbang diketahui, udang tersebut dihitung berapa jumlahnya. MBW didapat dari hasil bagi berat timbangan udang dengan jumlah udangnya.

Jika mengukur data MBW dari hasil panen, bisa diperoleh dengan sampling sejumlah udang secara random dari hasil panen. Langkah sama seperti di atas, ditimbang dan dihitung berapa jumlahnya. MBW panen diperoleh dengan cara yang sama.

MBW = berat udang/jumlah udang yang ditimbang.

Contoh: Berat udang 1 kg (1000 gram) setelah dihitung jumlahnya 40 ekor, maka MBW 25 gram.

8. Size
Size adalah jumlah udang per kg, diperoleh dengan rumus sebagai berikut;

Size = 1000 / MBW

Contoh : Size = 1000/25 gram = 40. Jadi size-nya adalah 40 atau biasa juga disebut size kepala 4.

9. Populasi
Populasi yaitu jumlah udang yang hidup. Data dapat diperoleh dengan rumus; Populasi = Tonase panen / MBW. Contoh tonase semua udang 1 ton (1.000.000 gram), MBW 25 gram, maka populasinya 40.000 ekor.

10. ADG
ADG atau Average Daily Gain adalah pertambahan berat hari dalam satu periode tertentu. ADG dihitung dengan cara melihat selisih antara pengambilan data MBW pertama dengan MBW pengambilan data kedua kemudian dibagikan dengan jumlah hari antara periode pengambilan data pertama dengan kedua (hari).

ADG = [MBW II (gram) – MBW I (gram) / T (hari)]

Contoh : Pengambilan data I = 15 gram, Pengambilan data  II = 20 gram dengan selisih hari = 10 hari. ADG = [20 – 15 (gram) / 10 (hari)] = 0,5 gram/hari. Semakin tinggi ADG mengindikasikan semakin bagusnya pertumbuhan udang.

10. Crumble dan Pellet
Keduanya adalah ukuran pakan udang. Crumble merupakan istilah yang menunjukkan jenis pakan buatan yang berukuran serbuk/butiran halus, sedangkan Pellet merupakan jenis pakan buatan yang berukuran butiran dengan ukuran kecil, sedang dan besar.

11. Probiotik
Probiotik adalah jenis bakteri yang baik yang telah di seleksi yang mempunyai kemampuan untuk mencegah terbentuknya gas beracun seperti Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dan juga sebagai pengedali penyakit udang.

Ulasan mengenai istilah penting dalam budidaya udang semoga bisa menjadi referensi Anda dan lebih memahami dunia budidaya udang.

Terima kasih & Semoga Bermanfaat ....

KUNCI SUKSES BUDIDAYA UDANG VANNAMEI DI AIR TAWAR

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 - 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Udang vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 - 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik.

Sebelum kita memanen dan menggali kolam lebih dalam tentang udang vanname air tawar ini, Harus dipahami bahwa yang dimaksud dengan air tawar disini adalah air tawar yang masih mengandung sedikit garam.
Jadi, bukan air tawar murni seperti budidaya air tawar pada umumnya.

Kenapa harus Udang Vanname ?

Karena bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki keunggulan yaitu :
●  Responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 - 30%  (lebih rendah dari udang windu)
●  Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah,
●  Adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi) namun bisa juga hidup di salinitas rendah misal 2 ppt
●  Laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II
angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi.
●  Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja.
serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Kondisi udang yang dapat hidup dengan salinitas yang sangat lebar ini kemudian menjadikan beberapa sahabat pembudidaya mencoba melakukan budidaya udang vaname di air tawar melalui proses aklimatisasi dan dalam prosesnya berhasil dilakukan budidaya udang vaname pada salinitas rendah yakni pada salinitas 2 ppt.

Selain itu Antara lain, masa panen lebih cepat, yaitu 50 hari sampai 60 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan budidaya ikan seperti bandeng, nila, lele, dll baru bisa panen 4 bulan sampai 6 bulan. Otomatis, Anda akan mendapatkan penghasilan berlipat-lipat.

Selain itu, harga udang vaname terbilang sangat mahal. Ketika dijual di pasar tradisional, harganya berkisar di angka Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan udang untuk ekspor ke Asia seperti Jepang dan China/Tiongkok, harganya bisa tembus Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu per kg.

Tak perlu susah payah menjual, biasanya sudah ada tengkulak yang akan datang ke tambak bila Anda sudah menjalin kerja sama dengan mereka.
Hanya dengan butuh pengetahuan tentang budi daya udang vaname, Anda bisa menjadi jutawan bahkan milyarder, petani sukses, sekaligus pengusaha yang kaya raya!

Budidaya udang vaname di air tawar memiliki beberapa keunggulan Mengurangi risiko udang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang banyak menginfeksi udang di perairan air payau

Lalu bagaimana caranya memulai budidaya udang vanname air tawar ini ?

Ini adalah langkah pembedahan yang harus kita lakukan jika kita ingin berbudidaya udang vanname air tawar, yaitu :

1. Persiapkan lahan yang bagus, dikeringkan, pisahkan logam berat atau toksik dalam tanah supaya tidak membahayakan udang paname
Lalu pikirkan mau pakai terpal atau langsung tanah asli.

Jika sudah ada kolam, masukkan air tawar ke dalam kolam kira kira 30% dulu. Lalu masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam Kolam, Diamkan selama 3 hari, setelah itu masukkan air ke dalam kolam sampai 3/4 dan masukkan lagi TON dan TANGGUH Probiotik.

2. Perhatikan kualitas air, seperti salinitas, kadar garam antara 1,5 sampai 30 persen, tetapi lebih baik berkisar 10% sampai 20%. Harus ada tempat pengisian air, untuk buang air dan memasukkan air baru.
PH air yang ideal untuk udang adalah 7,5. Lakukan pemeriksaan pH air dan tanah secara berkala bila kurang dari 7,5 maka perlu dilakukan proses pengapuran tambahan. Sebelum udang berumur 40 - 60 hari perlu juga diperiksa tinggi air dan dilakukan pengisian air dengan salinitas yang disebutkan diatas bila air kurang karena proses penguapan.
Dengan kata lain, sirkulasi air lancar masuk dan lancar buang.
Jika ingin pH air stabil dan bagus, bisa di masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam tambak yang sangat berguna sekali untuk menjaga lingkungan budidaya udang vanname tersebut.

3. Pakan udang vaname ketika masih kecil / benur dan yang sudah besar ada sendiri-sendiri dan harus diperhatikan dengan cermat.
Jika masih bentuk benur, sangat baik jika kita beri pakan Haveli atau Plasma.
Jika sudah mulai agak besar usia 24 hari, boleh di berikan pakan pelet halus.
* Masih ada resep untuk pemberian pakan yang sehat dan bagus untuk perkembangan Udang vanname biar cepat panen 45 hari - 50 hari.

4. Lakukan pengamatan, penjagaan secara rutin untuk pengembangan. Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak.
Apakah ada faktor luar yang bisa membuat udang sakit ?!

5. Perhatikan cuaca. Kalau cuaca dingin gunakan kapur alam secukupnya, kalau panas ditambah air biar suhu panasnya berkurang atau bisa menggunakan kapur dolomite.

6. Beri nutrisi atau vitamin dalam air.
Beri Pupuk, Antibiotik dan Probiotik yang bagus ke dalam kolam untuk menjaga kualitas air dan pakan alami dalam kolam budidaya.
Disini kami punya formula yang sangat pas dan bagus banget untuk teraphy tambak dan pemberian nutrisi juga pakan alami ke udang vanname.

7. Ikuti dan bergabung dalam Paguyuban, Kelompok, atau Komunitas pembudidaya ikan atau udang sehingga Anda memiliki jaringan penjualan, termasuk berbagi pengalaman tentang tips, cara, kiat dan rahasia budidaya nya.

Peluang dan Resiko

Meski terlihat mudah, budidaya udang vaname ternyata memiliki risiko yang tinggi karena udang vanname adalah sangat sensitive. Kalau terjadi kematian salah satu udang, cepat menjalar dan biasa membuat seluruh udang mati dalam waktu yang cepat.

Hal itu biasanya karena terkena virus. Karena itu, kalau tidak segera ditangani, semua udang vanname yang Anda budidayakan akan mati semua. Maka, butuh pengamatan, penjagaan yang rutin dalam mengembangkan udang vanname ini.

Pemanenan

Proses pemanenan dilakukan setelah udang vaname berumur 120 hari dan mencapai berat yaitu 50 ekor/kg. Bila udang sudah mencapai berat tersebut sebelum 120 hari maka pemanenan bisa dilakukan. Pemanenan dilakukan pada waktu malam hari untuk mempertahankan kualitas udang 2-4 hari. Sebelum pemanenan tambak diberi kapur dolomite 80 kg/ha dan mempertahankan ketinggian air untuk mencegah proses molting, tapi itu tidak harus selalu dilakukan.

Bila Anda melakukan teknik budidaya udang vaname dengan benar dan rajin maka hasil yang Anda dapatkan akan sangat memuaskan.

Semoga tulisan pengalaman pribadi juga bersama sahabat tani udang vanname air tawar ini bisa Berguna dan bermanfaat ....

Semoga sukses dan semangat pagiiiii ....