Halaman

Tampilkan postingan dengan label Produk NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk NASA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2018

Cara Alami Paling Ampuh Mengobati Jamur, Bakteri Dan Penyakit Yang Biasa Menyerang Ikan Patin

Cara Alami Paling Ampuh Mengobati Jamur, Bakteri Dan Penyakit Yang Biasa Menyerang Ikan Patin

Salam Sukses Budidaya Bersama Duta Agro Prima NASA

Penyakit moncong putih, tubuh patin jamuran / luka, sirip merah dan Bintik Putih pada ternak ikan patin adalah salah satu mimpi buruk bagi setiap sahabat pembudidaya ikan patin, karena angka kematian ikan yang besar dan prosesnya yang singkat.

Selain memberikan pengobatan secara kimia misal pemakaian supertetra atau obat kimia lain belum tentu 100% bisa mengobatinya, malah terkadang akan membuat air semakin keruh dan mengandung bahan kimia yang justru berbahaya nantinya buat ikan patin.

Terkadang pemberian pengobatan menggunakan obat organik, misalkan pakai Produk NASA dan garam krasak, sebenarnya bisa menyembuhkan dan mencegah penyakit ini, namun proses yang lambat terkadang membuat para pembudidaya tidak sabaran dan semakin was-was terhadap ikan budidayanya.

Nah, inilah obat alami dari bahan alami yang ada di sekitar Kita yang sudah terbukti sukses mampu membantu mencegah, mengobati dan menyehatkan ikan patin budidaya Kita dari serangan penyakit yang di sebabkan Bakteri dan Jamur ini, yaitu pakan fermentasi meniran dan bawang putih.

Cara membuat obat dari tepung daun meniran dan bawang putih ini relatif mudah, yaitu Daun meniran dibersihkan lalu dikeringkan tanpa terkena sinar matahari langsung selama 3 - 4 hari. Setelah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender / di tumbuk. Sedangkan untuk membuat tepung bawang putih diawali dengan mengupas bawang putih dan diiris tipis-tipis. Selanjutnya dikeringkan tanpa menggunakan sinar matahari langsung selama 3 - 4 hari dan dimasukkan ke dalam oven selama 1 jam dengan suhu 60˚ C. Apabila di rumah tidak ada oven, bisa memakai panci diatas kompor.
Jika sudah kering kemudian dihaluskan degan cara diblender / di tumbuk.

Adapun cara aplikasinya adalah melalui metode mencampur tepung daun meniran dan tepung bawang putih tersebut dengan pakan (pelet). Perbandingan daun meniran dengan bawang putih yang digunakan adalah 2 : 1.
Hasil dari pengujian langsung di beberapa tempat budidaya ikan patin, penggunaan dosis 2,1% tepung meniran dan bawang putih yang dicampur pada pakan, sangat efektif untuk pencegahan dan pengobatan infeksi Bakteri, Jamur dan Penyakit lain pada ikan patin dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup 25 - 30% pada ikan yang sudah terinfeksi.
Selain itu  juga bermanfaat menyehatkan ikan patin dan menjadi antibody ikan terhadap serangan bakteri juga jamur.

Terima kasih atas kunjungan Anda karena sudah berkenan untuk hadir di blog ini juga di halaman FB ini dan bila Anda semua mempunyai keluhan atau kendala yang lain silahkan Anda kirim komentar via WA di nomor 082221516031 dan semoga ilmu ini bisa bermanfaat untuk Anda semua guna meningkatkan hasil budidaya ikan patin.

Terima kasih dan sukses selalu.

Chanel Youtube : Duta Agro Prima

Info Dan Pemesanan Produk Organik NASA silahkan hubungi :
HP/WA : 082221516031

Jumat, 13 Juli 2018

MEMBUAT BABI SEHAT DAN CEPAT GEMUK

Untuk pemakaian produk NASA pada Babi :

- Berikan Tangguh Probiotik sebanyak 2 tutup botol ke dalam 10 liter air minum dan di berikan ke ternak babi. Selama 5 hari pertama, berikan secara teratur setiap pagi hari.

- Pada saat pakan sudah selesai di rebus, biarkan dingin dulu, setelah dingin dan siap saji, masukkan campuran 2 tutup botol Viterna, POC NASA + HORMONIK per 2 kg pakan.
(CATATAN : Khusus untuk Babi Hamil, JANGAN DI BERIKAN Hormonik. Cukup VITERNA saja pada pakannya / air minum nya)

-> Karena, apabila di berikan hormonik maka babi yang hamil, maka ternak akan susah melahirkan sebab anak ternak cepat besar perkembangannya di dalam perut induknya dan di kuatirkan susah keluar (lahir) secara normal. Sebab itu, kami pribadi melarang keras pemberian Hormonik pada induk ternak yang sedang hamil. Karena berdasarkan pengalaman pribadi kami beternak.

- Bisa juga Campuran NASA di berikan bersama air minum babi, dosis 2 tutup botol VITERNA, POC NASA & HORMONIK bersama 10 liter air

( Saran kami, akan lebih bagus jika di campurkan air minum ternak )

- Untuk anakan babi / anakan ternak, porsi pemberian pakan nya bisa di campurkan 2 tutup botol VITERNA, 1 tutup botol POC NASA dan 3 tutup Botol HORMONIK pada setiap 2 kg pakan.

Agar membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ternak.

- Berikan Probiotik 2 tutup botol ke air minum anakan babi setiap 3 hari sekali (pagi dan sore).
Saran kami, Probiotik pada air minum ini diberikan apabila anakan ternak babi telah lepas susu induk.

# Untuk air rebusan daun sirih, dosis nya adalah setiap 3 kg pakan di campur -/+ 200ml air rebusan siri dan 1,5 botol Yakult (miniman Probiotik)

=> lakukan dan berikan 2x sehari setiap pakan pagi dan sore hari
Untuk 5 hari pertama.
Setelah 5 hari , berikan larutan itu bergantian dengan campuran NASA. Berikan 3 hari sekali (2x pakan pagi & sore)

- Campuran air rebusan daun sirih & Yakult ini juga bisa di berikan bersama air minum ternak.

1 kg Daun sirih di rebus bersama 1 liter air sampai mendidih.  Setelah dingin, air disaring dan simpan di tempat yang dingin (kulkas) agar awet.

Penggunaan daun sirih ini bagus untuk ternak, karena sebagai antibiotik dan antibody alami juga merangsang kesehatan rumansia dalam pencernaan ternak agar ternak bernafsu makan, sehat dan kebal terhadap segala penyakit.

Pemberian Yakult ini sudah melalui proses beternak pribadi dan ternyata bagus untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan ternak, ternak akan semakin sehat, bernafsu makan dan kotoran yang tidak berbau.

Rabu, 14 Maret 2018

BELAJAR BETERNAK AYAM KATE BAGI PEMULA DAN PELUANG BISNISNYA

Ayam kate merupakan salah satu ayam hias bertubuh mungil dan tidak untuk dikonsumsi. Kini mulai banyak orang yang melakukan ternak ayam ini. Walaupun berukuran kecil, ayam ini dapat mencapai harga sekitar Rp. 200 ribu /ekor dan apabila masih anakan yang berumur 1 - 4 bulan harganya dapat mencapai Rp. 30.000 - Rp. 60.000/ekor. Dengan harga yang cukup tinggi, tak heran banyak orang tergiur untuk melakukan ternak atau budidaya ayam kate ini untuk dijadikan sebagai usaha mereka. Selain itu, ayam kate adalah jenis ayam "Klangenan" atau bahasa lainnya ayam hias kebanggaan.

Jika Anda tertarik untuk belajar beternak ayam kate, berikut panduan lengkapnya.

Pemilihan indukan

Memilih indukan sangatlah penting karena akan menentukan hasil ternak. Pilihlah indukan yang sehat dan bebas dari penyakit. Yang lincah bergerak dan memiliki bulu yang halus.

Untuk indukan jantan, pilihlah jantan yang gagah dengan dada tegak dan kepala hampir menyentuh bulu ekor, memiliki tingkah yang aktif, jengger pada kepala berwarna merah cerah, serta bulunya mengkilat dan bersih.

Untuk ayam betina, pilihlah betina yang berusia sekitar 5 - 6 bulan agar masa produksi telur dapat lebih lama. Pilih ayam jantan yang telah berumur sekitar 8 bulan s/d 1 tahun agar sperma yang diberikan lebih bagus dan keturunannya jadi lebih berkualitas. Pilihlah betina yang memiliki postur tubuh bulat gemuk karena berarti ia siap betelur.

Membuat kandang

Kandang untuk ternak ayam kate dapat Anda buat dengan menggunakan kayu, bambu, jaring kawat (strimin) atau yang lainnya. Kandang ternak tersebut dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 1 m agar dapat dibagi 50 × 50 cm dan untuk luas kandang dapat disesuaikan dengan keinginan Anda.

Pemeliharaan dan pemberian pakan

Dalam kandang yang telah disiapkan, beri tempat pakan dan juga tempat minum. Berikan pula wadah/sarang untuk meletakkan telur jika ayam bertelur. Sarang tersebut dapat dibuat dari jerami padi yang dibulatkan. Jika ayam sedang dalam masa bertelur, jangan biarkan kandang lembab karena dapat berakibat ayam menjadi stres dan telur yang dihasilkan tidak jadi anakan alias rusak.

Pakan yang diberikan untuk ayam kate sama halnya dengan pakan yang diberikan pada ayam bangkok ataupun ayam jawa. Dengan kata lain, pakan biasa seperti beternak ayam pada umumnya.
Pakan yang diberikan dapat berupa bekatul, jagung, konsentrat, dan juga pakan tambahan berupa biji-bijian seperti beras merah atau putih atau juga padi. Pemberian pakan tersebut dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

Jika ingin di beri vitamin nitrisi, maka carilah vitamin nutrisi ayam yang sudah terkenal bagus kualitasnya.

Panen dan Perlombaan Ayam Kate

Ayam kate adalah salah satu usaha budidaya yang bisa dikatakan mahal. Mahal adalah hasil keuntungan yang di peroleh oleh peternaknya. Banyak kontes lomba yang diadakan untuk ayam kate ini, dengan hadiahnya terbilang besar. Ada beberapa peternak ayam kate yang sering ikut perlombaan ayam kate, dalam perlombaan ini yang di nilai adalah bentuk tubuh, keindahan bulu dan jengger, cara berjalannya dan merdu suara berkokoknya.
Tak jarang ayam yang jadi juara akan langsung di jual oleh pemiliknya, karena ayam juara pasti langsung banyak yang menawarnya dengan harga tinggi. Saat itulah peternak kate mendapatkan keuntungan berlipat dari hasil jerih payahnya beternak selama ini.

Semoga bermanfaat ...

Selasa, 13 Maret 2018

TEKNIS DAHSYAT BUDIDAYA AYAM BROILER 3 MINGGU LANGSUNG PANEN ?  BISA !!

Menjadikan ayam broiler agar siap panen memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam perawatannya, terutama pada awal pemeliharaan / fase starter. Diperlukan sistem budidaya yang baik agar tidak terjadi kegagalan dalam pelaksanaannya.

Untuk bisa mencapai sukses memanen broiler hanya dalam 3 minggu atau 21 hari pemeliharaan, diperlukan kiat dan teknik dahsyat sebagai berikut :

» Memastikan Pasaran dan Konsumen Terlebih Dahulu

Dalam hal ini, pemasaran menjadi hal yang sangat vital, karena akhir dari setiap usaha peternakan pasti berujung pada pasar/konsumen. Bagi peternak mandiri, harus mengetahui kondisi pasar terlebih dahulu sebelum usaha dimulai. Artinya, setiap peternak harus mengetahui kapasitas pasar dalam menyerap ayam broiler. Untuk itu, peternak hendaknya melakukan survei pasar lokal ataupun pasar luar daerah. Atau bekerja sama dengan pengepul juga peternak lain. Meski akan ada sedikit persaingan harga, namun setiap peternak harus pintar memanfaatkan setiap peluang yang ada.

» Menggunakan DOC Kualitas Unggul

Setidaknya dikenal tiga tingkatan kualitas DOC, yaitu Platinum, Gold, dan Silver. Kelas tersebut disesuaikan dengan kemampuan setiap DOC dalam mengeluarkan potensi genetiknya seperti ketahanan terhadap segala perubahan iklim, kecepatan tumbuh, efisiensi pakan, dan ketahanan terhadap segala penyakit.

Dalam memilih DOC sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan peternakan dan sistem budidaya peternak.
Kriteria DOC yang baik (sehat) mencakup beberapa hal seperti :
● Berat sekitar 37- 40 gr (4 - 4,5 kg/boks)
● Bulu bersih dan segar
● Mata bersinar
● Gerakan lincah dan aktif
● Dubur dan pusar bersih
● Tidak ada cacat fisik maupun luka.

» Persiapan Kandang dan Lingkungan Yang Tepat

Yang dimaksud dengan persiapan di sini adalah persiapan kandang sebelum mulai memelihara ayam. Apabila kandang telah digunakan dalam periode produksi sebelumnya, maka harus ada masa istirahat kandang. Persiapan harus dilakukan secara optimal yang meliputi pembersihan atau pencucian kandang, pengapuran dan desinfeksi, persiapan induk buatan, dan periode istirahat kandang.
Pencucian kandang bisa dilakukan pada saat siang hari dengan penyemprotan air yang di campur dengan disinfektan. Lalu setelah itu, lakukan penyemprotan desinfektan ke sekeliling kandang termasuk bagian luar kandang.

» Persediaan Pakan dan Minum yang Tidak Terbatas juga Akurat

Pakan dan minum perannya sangat penting dalam usaha budidaya ayamt broiler. Pakan yang baik harus mengandung unsur nutrisi yang lengkap. Minuman juga harus selalu tersedia. Jika kekurangan air minum, maka akan mengakibatkan dehidrasi bahkan kematian. Lebih baik jika nutrisi pakan di campurkan tambahan vitamin nutrisi khusus ayam, berikut juga dengan air minumnya.
Karena selain membantu memacu percepatan pembesaran dan penggemukkan, nutrisi tadi sangat bagus untuk ayam broiler menjaga kondisi tubuhnya terhadap serangan virus dan penyakit yang biasanya menyerang ayam.

» Sesuaikan Pemeliharaan dengan Tujuan Panen

Bibit (DOC) dan pakan memang sangat menentukan keberhasilan usaha ternak broiler. Namun, ada hal yang tidak kalah penting, yaitu manajemen pemeliharaan / sistem budidaya. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kekurangan salah satunya akan menyebabkan potensi genetik ayam kurang optimal.
Setiap peternak pasti punya perhitungan dan sistem tata cara beternaknya sendiri yang sesuai dengan karakter dan pengalaman peternak sendiri.

» Gunakan Tenaga Kerja Andal dan Siaga

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pengalaman beternak setiap peternak ayam broiler yang beternak sendiri langsung, memang kadang harus diakui bahwa tenaga kerja (anak kandang) merupakan tulang punggung dari kesuksesan pemeliharaan ayam broiler. Pelaksanaan manajemen pemeliharaan ayam broiler yang baik tidak mungkin terlaksana jika anak kandang bekerja setengah hati. Anak kandang harus profesional, harus memiliki sifat “mengasuh” dan kasih sayang terhadap ayam secara intensif.

"Lho kok bisa hanya 3 minggu saja langsung panen ?"
Jawabannya : Bisa dan Pasti Bisa ! Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.

Caranya yaitu melakukan pemeliharaan ayam broiler dengan mengatur masa panen pada ukuran kecil dengan rata-rata bobot panen 1 kilogram per ekor (ukuran ayam 0,9 - 1,1 kg per ekor).

Ukuran 1 kilogram per ekor bisa dicapai pada umur broiler 21 hari. Bahkan jika dipelihara dengan manajemen yang baik dan pemberian vitamin nutrisi yang bagus kualitasnya, maka ukuran 1 kilogram per ekor/tahun bisa dicapai pada umur 18 - 20 hari. Nah, dengan demikian, jika panen ayam broiler bisa dilaksanakan umur 18 - 21 hari dan waktu istirahatkan kandang sekitar 7 - 10 hari, maka setiap bulan peternak bisa menikmati hasilnya. Dengan kata lain, setiap 30 hari panen dan setiap bulan dapat pemasukan ke kantong.

Lalu apakah ayam broiler berat 1 kg itu akan laku di pasaran ?!

Jangan khawatir tentang laku atau tidaknya. Sebab, walaupun belum diketahui secara pasti, kebutuhan broiler berukuran rata-rata 1 kilogram semakin meningkat. Buktinya, kini semakin banyak pedagang kaki lima, rumah makan, dan restoran menyajikan hidangan menu daging ayam broiler dengan ukuran kecil. Apalagi kebutuhan akan daging ayam semakin hari semakin meningkat terus.

Hal itu karena daging ayam broiler ukuran kecil dagingnya cukup padat namun tidak terlalu banyak mengandung lemak sehingga membuat rasanya lebih enak dan bumbu lebih cepat meresap.

Itu dia beberapa tips keberhasilan panen budidaya ayam broiler hanya 3 minggu pemeliharaan dari Duta Agro Prima Nasa.
Ingat, hasil yang di peroleh setiap peternak akan berbeda di setiap peternakan ayam broiler, karena tergantung sistem budidaya, iklim, kualitas bibit ayam broiler, kualitas vitamin nutrisi yang di berikan, kebersihan dan kondisi kandang, pakan dan kesehatan ayam, juga faktor lain.


Sabtu, 10 Maret 2018

POWER NUTRITION PUPUK ORGANIK KHUSUS BUAH

POWER NUTRITION dibuat dari bahan alami pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman.

POWER NUTRITION dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll.). Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah-buahan semusim (cabai, tomat, melon, dll.)

POWER NUTRITION meningkatkan produktivitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).

POWER NUTRITION membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, dan warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.

POWER NUTRITION mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga + 75% – 90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

Jumat, 09 Maret 2018

MENGHITUNG PADAT TEBAR LELE DALAM KOLAM

Banyak yang galau dan bertanya pada kami tentang jumlah tebar lele yang ideal, atau yang sekiranya tidak masuk akal untuk per meter kubiknya, atau per meter perseginya dan ada pula yang bingung ketika mendapat data tebar yang berbeda di antar pembudidaya lele atau mungkin baca dari mbah Google. Hehehe....

Namun, dengan semua informasi itu dan semua itu tidak salah karena setiap pembudidaya lele pasti punya trik, teknik dan pengalaman sendiri dalam sistem budidaya juga ukuran ideal penyebarannya.
Kita harus Bijak dalam Menghitung Jumlah Padat Tebar lele yang ideal. Jika kita bijak dan terbuka maka kita akan melihat banyak faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar ideal itu.

Jenis/Bentuk Kolam budidaya
kolam budidaya sangat mempengaruhi jumlah pada tebar ada 4 jenis kolam budidaya yaitu :

- Kolam tanah
- Kolam terpal
- Kolam beton
- Jaring apung

Semua jenis kolam itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing,
sedangkan untuk bentuk kolam sendiri ada 3 bentuk, yaitu :
- Kolam berbentuk persegi
- Kolam bundar
- Kolam oval
Menurut kami, yang ideal untuk padat tebar adalah kolam bundar dan oval selain karena kolam tersebut tidak memiliki sudut mati sehingga ikan bebas bergerak , beda dengan kolam persegi yang memiliki sudut mati.

Kalau menurut saya, faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar lele ini, entah untuk pembibitan dan konsumsi adalah:
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain / Jenis
5. Lokasi
5. Ukuran Lele
6. Pengalaman
7. Sistem Budidaya
Dan masih banyak lagi yang mempengaruhi tebar lele pada suatu kolam.

Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan secara mentah segala informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya lele lain ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan atau di tulis di mbah Google.

Kedalaman Kolam dan tinggi air
di setiap pembudidaya mempunyai standart perhitungan sendiri sesuai dengan lingkungan mereka yang di pengaruhi intensitas cahaya matahari, suhu dan curah hujan, untuk ketinggian air pada kolam budidaya untuk pembesaran minimal adalah 70 - 80 cm dan untuk pembibitan 30 - 35cm.

Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3 , 100/m3 , 120/m3 , 250/m3 , 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Atau bahkan 100/m² , 150/m² , 200/m² , dan hitungan lainnya.
Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, atau 150 ekor per meter²,  maka bukan berarti itu angka adalah angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu Berfikir Global, Terbuka, Selalu inovatif ide baru dan Bertindak secara lokal.

TEKNIK BUDIDAYA

Seperti kita semua ketahui bahwa ukuran tebar ideal kolam salah satunya dipengaruhi oleh teknik budidaya setiap pembudidaya itu sendiri.
Untuk masalah teknik budidaya ini meliputi :
- Cara perawatan media
- Pemberian pakan
- Penanganan dan perawatan sehari hari
Semakin padat ikan lele dalam kolam budidaya kita maka perbaikannya akan lebih extra.

STRAIN LELE / JENIS LELE

Strain lele atau jenis lele dalam budidaya juga sangat mempengarhui ada bemacam macam jenis lele yang ada di indonesia mulai dari dumbo ( sudah punah ) lele sangkuriang, lele massamo, lele burma , lele phyton , lele mutiara, dll.
Nah, untuk padat tebar ideal suatu kolam, lebih baik kami sarankan sahabat pembudidaya atau sahabat pembudidaya pemula menggunakan 2 jenis lele, yaitu lele burma dan lele masamo karena dua jenis lele ini mampu beradaptasi dengan cepat jika ada perubahan terhadap media kolam budidaya, entah pH air, suhu dan cuaca.

LOKASI BUDIDAYA LELE

Untuk lokasi budidaya sendiri juga mempengaruhi ukuran padat budidaya kita, karena suhu tiap daerah berbeda beda.
Maka saran kami, kenalilah terlebih dahulu lingkungan budidaya anda,  mulai dari curah hujan, intensitas cahaya matahari, suhu udara serta sumber air dan kondisi air juga tanah.

UKURAN LELE

Pada padat tebar dalam budidaya berbeda beda sesuai dengan ukuran lele / ukuran benih lele yang kita budidayakan, jika ukuran 3cm bisa untuk 5000/m3 sampai dengan ukuran 6 cm , nah untuk ukuran selanjutnya tidak bisa sepadat itu, misalnya ukuran 7 cm mampu 3000/m3 dan begitu seterusnya.

PENGALAMAN DALAM BUDIDAYA LELE

Dari semua faktor yang kami kelompokkan diatas tadi yang mempengaruhi jumlah padat tebar lele, justru pengalaman inilah faktor yang paling terpenting , karena bisa saya katakan bahwa di balik pengalaman ada uang yang terbuang. Hehehehe ......

Ilmu yang paling berharga adalah sebuah pengalaman, dan pengalaman itu sendiri akan kita dapat setelah kita melakukan sebuah tindakan.
Analisa juga berharga dan sebuah analisa akan mendapat suatu pelajaran dan pengalaman berharga setelah kita praktekkan sendiri.

Maka dari itu, cobalah dalam skala kecil terlebih dulu biar kita bisa menghitung seberapa mampu kita mengaplikasikan sebuah sistem budidaya padat tebar untuk budidaya kita atau teknik budidaya kita sendiri , mau 100 ekor/m3 ; 200ekor/m3 ; 500ekor/m3 ; 1000ekor/m3 atau bahkan 2000ekor/m3. Semua itu tergantung kesanggupan kita sendiri, untuk yang ingin mencoba budidaya padat tebar  dan mengaplikasikan ide tebar baru untuk mendapatkan FCR terendah, Keuntungan 3x lipat atau lainnya, sebaiknya naik bertahap seperti menaiki sebuah anak tangga dan jangan meloncat terlalu jauh.

*PESAN SAYA,
"Jangan takut untuk memiliki ide baru atau inovasi baru atau kemungkinan dalam hitungan dalam berbudi daya, serta lakukan ide gila tersebut. Karena justru dari situlah kita akan mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga , entah berawal dari kegagalan atau kesuksesan dalam ide, selalu bersemangat untuk menjadi seorang pembudidaya yang Modern, Terbuka & Sukses."

SISTEM BUDIDAYA LELE

Semuanya kesuksesan dalam ukuran padat tebar lele adalah tergantung pada teknik pemeliharaan yang kita gunakan, yaitu dengan Sistem Probiotik Organik, Sistem Bioflok, Sistem Tradisional Konvensional, ataupun sistem-sistem lainnya.

Walaupun lele mampu hidup dalam lingkungan yang minim oksigen dan air yang sedikit, kenyataannya untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari usaha pembesaran lele ini, kita harus tahu ukuran kepadatan tebar bibit lele yang mampu memberi dukungan pertumbuhan optimal lele itu sendiri sehingga kendala seperti penyakit, kematian atau kanibalisme tidak banyak terjadi. Dengan kata lain, kita sangat meminimalkan angka kematian lele.
Jika kita bisa menekan angka kematian lele menjadi 0,1% dari 1000 lele yang kita budidayakan , tentu hal itu akan menjadi suatu kebanggaan dan keuntungan tersendiri bagi kita dan Anda terutama.  Akan menjadi sebuah rekor dunia baru seperti yang mereka katakan belum lama ini.
Kembali semua itu bisa terjadi karena tergantung pada diri kita sendiri, kemampuan budidaya kita, ide / kemauan diri kita sendiri , cuaca / iklim dan teknik budidaya kita sendiri.

Dengan teknik dan pemilihan jumlah padat tebar yang tepat, Lele yang dibudidaya akan cepat dipanen. Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam minimal 45 hari sudah bisa dipanen.

Berikut coba kami berikan padat tebar ideal untuk budidaya lele dengan teknik Probiotik Organik dengan 2 sistem kolam yaitu kolam sirkulasi dan kolam tanpa sirkulasi seperti yang pernah kami uji coba dan lakukan pada budidaya kami selama ini. Jangan takut untuk Selalu ide baru dan inovasi baru dalam berbudidaya.

Kolam lele dengan sistem Sirkulasi

-  Untuk kolam ketinggian air 0,75 m, padat tebar yang ideal adalah 200 ekor/m².
-  Untuk kolam ketinggian air 1,25 m, padat tebar yang ideal adalah 300 ekor/m².

CATATAN : Tidak terpengaruh oleh luas kolam budidaya.

Kolam lele tanpa Sistem Sirkulasi
-  Untuk kolam ketinggian air 0,75 m, padat tebar yang idealnya adalah 75 ekor/m².
-  Untuk kolam ketinggian air 1,25 m, padat tebar yang idealnya adalah 150 ekor/m².

CATATAN: Jika baru terjun atau baru memulai budidaya ikan lele, silahkan gunakan teknik Probiotik Organik dengan padat tebar sebanyak 100/m².

Nanti jika Anda sudah terbisa dan cukup berhasil, silahkan gunakan teknik diatas. Silahkan muncul kan dan praktekkan ide baru Anda.
Kegagalan adalah awal kesuksesan. Jangan patah semangat.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

TANYA JAWAB BUDIDAYA AYAM DAN BEBEK YANG MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI AYAM / BEBEK

»  TANYA : "Selamat siang mas bro, pada peternakan ayam broiler saya kena penyakit ngorok dan lumpuh dengan lutut bengkak, penyakit apakah itu dan apakah VITERNA bisa mengatasi penyakit tersebut ?
Mohon bagi ilmunya."

√  JAWAB : Penyakit pada ayam broiler dengan ciri tersebut adalah penyakit CRD ( Chonic Respiratory Desease )
atau penyakit saluran pernapasan akut. Disebabkan bakteri Mycoplasma gallisepticum yang dapat menyerang ayam pada semua umur tetapi lebih banyak menyerang ayam muda dan bersifat menular. Penyakit ini sebenarnya tidak begitu berbahaya tetapi jika disertai dengan komplikasi penyakit lain akan sangat merugikan.
Cara mencegahnya adalah dengan meningkatkan sanitasi kandang, menjaga aliran udara agar tetap lancar, meningkatkan metabolisme ayam dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
Sebenarnya peran VITERNA adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah terserang penyakit ini walaupun sudah terinfeksi bakteri tersebut.
Semoga bermanfaat ...

»  TANYA : "Mengapa pada saat masuk kuthuk ( anak ayam = DOC ) perlu diberi air gula ? Apakah pada saat itu juga dapat diberi VITERNA ?"

√  JAWAB : DOC yang baru tiba mengalami kelelahan dan kehilangan sejumlah energi karena stress selama transportasi. Oleh karena itu perlu dikembalikan kondisi kebugaran dengan pemberian air gula yang mengandung glukosa siap pakai sebagai sumber energi. VITERNA juga harus diberikan mulai saat itu juga untuk sesegera mungkin memberikan nutrisi tinggi pertumbuhan disamping berperan mengembalikan vitamin dan daya tahan tubuh DOC.

»  TANYA : "Mas Agus, Bagaimana pemberian produk NASA dan berapa jumlah produk NASA  juga berapa dosis produk NASA untuk usaha ayam potong per 1000 ekor ?"

√  JAWAB : Untuk 1000 ekor menghabiskan sekitar 5 botol VITERNA + 5 botol POC NASA + 5 botol HORMONIK selama 35 hari. Waktu 23 hari ayam ras bisa mencapai rata-rata berat 1,2 - 1,4 kg. Angka kematian 3-5% dengan FCR rata-rata sebesar 1,3-1,5. Pemberian produk NASA setiap hari
Lakukanlah pencampuran VITERNA, POC NASA, dan HORMONIK masing - masing satu botol menjadi satu larutan dulu, dengan dosis 1 tutup per 10 liter air minum ayam setiap hari.

»  TANYA : "Sebenarnya berapa sih jumlah kepadatan kandang untuk ayam broiler ?"

√  JAWAB : Jumlah kepadatan ideal kandang untuk ayam broiler adalah 8 - 10 ekor per meter².

»  TANYA : Bagaimana mengatasi penyakit gumboro pada ayam ?

√  JAWAB : Ayam yang terkena gumboro disebabkan virus Gumboro. Biasanya virus ini menyerang anak ayam yang berumur kurang dari 12 minggu. Penyebarannya sangat cepat melalui makanan, minuman, kotoran ayam, alat peternakan, dan orang yang tercemar virus gumboro sel B bursa fabricii yang bertanggung jawab dalam pembentukan antibodi pembentuk kekebalan.

Ciri-ciri anak ayam yang terkena gumboro, yaitu :
~ Anak ayam tampak lesu dan ngantuk
~ Bulu mengerut sekitar dubur kotor
~ Kotoran encer berlendir dan biasanya berwarna keputihan
~ Tubuh ayam menjadi kering karena kehilangan cairan tubuh
~ Ayam terus menerus mematuki duburnya sendiri
~ Bila tidur paruhnya diletakkan di lantai
Angka kematian karena penyakit gumboro ini mencapai 31% dan ayam yang telah mati bangkainya akan cepat membusuk.

Obat dari penyakit Gumboro ini belum diketemukan, sehingga langkah yang tepat adalah dengan melakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi gumboro dengan teratur.

»  TANYA : "Mas, sebenarnya apa sih keunggulan dan manfaat produk NASA pada pembesaran ayam pedaging ?"

√  JAWAB : Sebenarnya dari pengalaman para peternak yang telah memakai produk NASA ini ternyata banyak sekali manfaat dan kegunaannya pada budidaya nya.

Keunggulan produk NASA pada Ayam pedaging :
1. Berasal dari bahan alami / organik bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
2. Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia / sintetik
3. Meningkatkan nafsu makan
4. Mengurangi kesetresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan
5. Mempercepat waktu panen, rata-rata pada umur 34-35 hari sudah mencapai 1,9 - 2 kg per ekor
6. FCR rata-rata 1,5 - 1,6
7. Angka kematian 3-5%
8. Meningkatkan kesehatan ayam

»  TANYA : "Berapa jumlah pakan pabrik yang ideal untuk ayam broiler selama 1 periode pemeliharaan ?"

√  JAWAB : Pakan ideal untuk ayam broiler adalah
minggu pertama = 17 gr/ekor/hari,
minggu ke-2 = 43 gr/ekor/hari,
minggu ke-3 = 66 gr/ekor/hari,
minggu ke-4 = 91 gr/ekor/hari

»  TANYA : "Bagaimana contoh komposisi pakan untuk bebek petelur ?"

√  JAWAB : Contoh pakan bebek petelur dalam 100 kg, yaitu :
katul 33 kg, nasi aking 44,5 kg, lisin 0,6 kg, metionin 0,2 kg, pakan pabrik 2,7 kg, mineral 0,5 kg, kapur 3 kg, tepung ikan 15,5 kg.
Mineral dan vitamin dapat diberikan dengan menggunakan produk NASA yaitu VITERNA, POC NASA & HORMONIK

»  TANYA : "Bagaimana membedakan telur tetas yang benar ?"

√  JAWAB : Telur dapat dibedakan setelah 3 hari telur dimasukkan kedalam mesin tetas. Untuk melihatnya, gunakan teropong telur. Telur yang dapat menetas, tampak adanya pembuluh darah yang menyebar seperti jala, sedangkan telur yang tidak dapat menetas pembuluh darah berbentuk garis bahkan ada yang tanpa pembuluh darah.

»  TANYA : "Mas, kira kira bagaimana mengatasi penyakit bebek yang didalam kerongkongan bebek ada seperti lintah berwarna merah kemudian menyebabkan gangguan pernapasan dan kemudian bebek mati ?"

√  JAWAB : Jika bebek seperti itu berarti bEbek itu kena penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing.
Cara pengobatan :
1. Berikan obat cacing pada bebek
2. Upayakan kandang dalam kondisi bersih, lantai kandang tidak terlalu becek atau basah, upayakan sinar matahari dapat menembus lantai kandang dan pekarangan kandang tempat aktivitas bebek
3. Bahan baku pakan diupayakan diletakkan pada tempat yang kering, tidak gampang dihinggapi serangga-serangga, seperti lalat sebagai pembawa penyakit

»  TANYA : "Kapan molting pada bebek petelur ?"

√  JAWAB : Molting adalah masa gugur bulu. Bulu lama lepas kemudian ganti dengan bulu baru. Cepat lambatnya datangnya molting, banyak dipengaruhi oleh tata cara pemeliharaan, terutama dalam pemberian pakan. Itik yang dipelihara dengan pakan baik dan stabil kualitas dan kuantitasnya, masa produksinya bisa bertahan sampai 10 - 11 bulan. Tetapi bila pemberian kurang baik, molting bisa datang pada bulan 4-5 masa produksi.
Masa molting, dimana produksi telur itik sangat rendah sekitar 1-2 bulan. Selama itu peternak harus selalu memberikan makanan tetapi produksi telur hanya sedikit. Dibeberapa daerah yang pernah kami datangi dan kami lakukan pendampingan langsung, biasanya bebek yang molting langsung diafkir oleh peternak, tetapi ada juga yang tetap dipelihara sampai molting selesai.
Produksi telur pada periode ke- pasca molting relatif lebih rendah dari periode sebelum molting, tetapi ukuran telur lebih besar dan rata.

»  TANYA : "Bagaimana cara seleksi itik selama pemeliharaan ?"

√  JAWAB : Kualitas itik sangat bervariasi karena faktor genetik. Langkah yang harus dilakukan peternak adalah secepatnya mengeluarkan itik yang produksinya rendah. Itik yang tidak pernah bertelur dapat dilihat dari lubang kloaka (anus)nya yang sempit, sedangkan yang pernah bertelur pasti terlihat melebar. Jika itik yang lain sudah bertelur sampai satu bulan, maka itik yang tidak produktif tersebut harus segera dikeluarkan.
Itik yang tidak bertelur secara fisik umumnya terlihat lebih gemuk dan kondisi bulunya masih bagus dan mengkiap.
Itik tersebut merugikan, karena makannya banyak tetapi tidak bertelur. Untuk memudahkan proses seleksi, itik sebaiknya dikelompokkan pada kandang yang bersekat, dan setiap sekat paling banyak 50 ekor. Selain itu, itik dapat diperiksa bertelur atau tidak pada saat sore hari menjelang itik tidur. Itik bertelur menjelang pagi hari. Pada sore hari telur itik sudah berbentuk didalam saluran reproduksi diperutnya. Telur yang sudah terbentuk dapat diraba dari luar.

»  TANYA : Bagaimana tanda-tanda itik yang baik ?

√  JAWAB : Tanda-tanda itik yang baik :
- Proporsi tubuh sedang, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.
- Bentuk seperti botol, bagian tubuh belakang lebih besar dengan leher kecil
- Mata lebih besar, bulat, tampak bersinar dan sehat
- Bulu kering, lembut dan tidak kasar
- Tubuh tampak kompak dan padat
- Paruh relatif panjang, lebih cembung, dan menutup dengan sempurna
- Untuk itik yang belum bertelur, masih terlihat bulu-bulu halus.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

Kamis, 08 Maret 2018

KUNCI SUKSES BUDIDAYA UDANG VANNAMEI DI AIR TAWAR

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 - 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Udang vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 - 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik.

Sebelum kita memanen dan menggali kolam lebih dalam tentang udang vanname air tawar ini, Harus dipahami bahwa yang dimaksud dengan air tawar disini adalah air tawar yang masih mengandung sedikit garam.
Jadi, bukan air tawar murni seperti budidaya air tawar pada umumnya.

Kenapa harus Udang Vanname ?

Karena bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki keunggulan yaitu :
●  Responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 - 30%  (lebih rendah dari udang windu)
●  Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah,
●  Adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi) namun bisa juga hidup di salinitas rendah misal 2 ppt
●  Laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II
angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi.
●  Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja.
serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Kondisi udang yang dapat hidup dengan salinitas yang sangat lebar ini kemudian menjadikan beberapa sahabat pembudidaya mencoba melakukan budidaya udang vaname di air tawar melalui proses aklimatisasi dan dalam prosesnya berhasil dilakukan budidaya udang vaname pada salinitas rendah yakni pada salinitas 2 ppt.

Selain itu Antara lain, masa panen lebih cepat, yaitu 50 hari sampai 60 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan budidaya ikan seperti bandeng, nila, lele, dll baru bisa panen 4 bulan sampai 6 bulan. Otomatis, Anda akan mendapatkan penghasilan berlipat-lipat.

Selain itu, harga udang vaname terbilang sangat mahal. Ketika dijual di pasar tradisional, harganya berkisar di angka Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan udang untuk ekspor ke Asia seperti Jepang dan China/Tiongkok, harganya bisa tembus Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu per kg.

Tak perlu susah payah menjual, biasanya sudah ada tengkulak yang akan datang ke tambak bila Anda sudah menjalin kerja sama dengan mereka.
Hanya dengan butuh pengetahuan tentang budi daya udang vaname, Anda bisa menjadi jutawan bahkan milyarder, petani sukses, sekaligus pengusaha yang kaya raya!

Budidaya udang vaname di air tawar memiliki beberapa keunggulan Mengurangi risiko udang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang banyak menginfeksi udang di perairan air payau

Lalu bagaimana caranya memulai budidaya udang vanname air tawar ini ?

Ini adalah langkah pembedahan yang harus kita lakukan jika kita ingin berbudidaya udang vanname air tawar, yaitu :

1. Persiapkan lahan yang bagus, dikeringkan, pisahkan logam berat atau toksik dalam tanah supaya tidak membahayakan udang paname
Lalu pikirkan mau pakai terpal atau langsung tanah asli.

Jika sudah ada kolam, masukkan air tawar ke dalam kolam kira kira 30% dulu. Lalu masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam Kolam, Diamkan selama 3 hari, setelah itu masukkan air ke dalam kolam sampai 3/4 dan masukkan lagi TON dan TANGGUH Probiotik.

2. Perhatikan kualitas air, seperti salinitas, kadar garam antara 1,5 sampai 30 persen, tetapi lebih baik berkisar 10% sampai 20%. Harus ada tempat pengisian air, untuk buang air dan memasukkan air baru.
PH air yang ideal untuk udang adalah 7,5. Lakukan pemeriksaan pH air dan tanah secara berkala bila kurang dari 7,5 maka perlu dilakukan proses pengapuran tambahan. Sebelum udang berumur 40 - 60 hari perlu juga diperiksa tinggi air dan dilakukan pengisian air dengan salinitas yang disebutkan diatas bila air kurang karena proses penguapan.
Dengan kata lain, sirkulasi air lancar masuk dan lancar buang.
Jika ingin pH air stabil dan bagus, bisa di masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam tambak yang sangat berguna sekali untuk menjaga lingkungan budidaya udang vanname tersebut.

3. Pakan udang vaname ketika masih kecil / benur dan yang sudah besar ada sendiri-sendiri dan harus diperhatikan dengan cermat.
Jika masih bentuk benur, sangat baik jika kita beri pakan Haveli atau Plasma.
Jika sudah mulai agak besar usia 24 hari, boleh di berikan pakan pelet halus.
* Masih ada resep untuk pemberian pakan yang sehat dan bagus untuk perkembangan Udang vanname biar cepat panen 45 hari - 50 hari.

4. Lakukan pengamatan, penjagaan secara rutin untuk pengembangan. Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak.
Apakah ada faktor luar yang bisa membuat udang sakit ?!

5. Perhatikan cuaca. Kalau cuaca dingin gunakan kapur alam secukupnya, kalau panas ditambah air biar suhu panasnya berkurang atau bisa menggunakan kapur dolomite.

6. Beri nutrisi atau vitamin dalam air.
Beri Pupuk, Antibiotik dan Probiotik yang bagus ke dalam kolam untuk menjaga kualitas air dan pakan alami dalam kolam budidaya.
Disini kami punya formula yang sangat pas dan bagus banget untuk teraphy tambak dan pemberian nutrisi juga pakan alami ke udang vanname.

7. Ikuti dan bergabung dalam Paguyuban, Kelompok, atau Komunitas pembudidaya ikan atau udang sehingga Anda memiliki jaringan penjualan, termasuk berbagi pengalaman tentang tips, cara, kiat dan rahasia budidaya nya.

Peluang dan Resiko

Meski terlihat mudah, budidaya udang vaname ternyata memiliki risiko yang tinggi karena udang vanname adalah sangat sensitive. Kalau terjadi kematian salah satu udang, cepat menjalar dan biasa membuat seluruh udang mati dalam waktu yang cepat.

Hal itu biasanya karena terkena virus. Karena itu, kalau tidak segera ditangani, semua udang vanname yang Anda budidayakan akan mati semua. Maka, butuh pengamatan, penjagaan yang rutin dalam mengembangkan udang vanname ini.

Pemanenan

Proses pemanenan dilakukan setelah udang vaname berumur 120 hari dan mencapai berat yaitu 50 ekor/kg. Bila udang sudah mencapai berat tersebut sebelum 120 hari maka pemanenan bisa dilakukan. Pemanenan dilakukan pada waktu malam hari untuk mempertahankan kualitas udang 2-4 hari. Sebelum pemanenan tambak diberi kapur dolomite 80 kg/ha dan mempertahankan ketinggian air untuk mencegah proses molting, tapi itu tidak harus selalu dilakukan.

Bila Anda melakukan teknik budidaya udang vaname dengan benar dan rajin maka hasil yang Anda dapatkan akan sangat memuaskan.

Semoga tulisan pengalaman pribadi juga bersama sahabat tani udang vanname air tawar ini bisa Berguna dan bermanfaat ....

Semoga sukses dan semangat pagiiiii ....

BEGINI CARA MENGATASI PENYAKIT KUNING TANAMAN LADA

Penyakit ini bila menyerang akan terlihat pada pertumbuhan tanaman yang terhambat, menyerang akar tanaman lada, kemudian ditandai dengan menguningnya daun lada.
Akibat serangan yang ditimbulkan akar akan rambut mati membusuk dan berwarna hitam, daun yang berwarna kuning tadi kemudian akan rapuh menekuk kearah batang dan secara berangsur-angsur daun akan gugur sehingga tanaman menjadi gundul pada tingkat serangan yang sangat berat.

Cara Pengendalian
Untuk pengendalian penyakit kuning dapat dilakukan dengan menaburkan NATURAL GLIO, atau dengan cara dikocorkan.
Campurkan dahulu NATURAL GLIO dengan air, baru kemudian dikocorkan pada sekeliling pangkal tanaman lada, lakukan juga pengapuran serta pemupukan yang tepat dan seimbang.

Produk Rekomendasi:
Natural GLIO merupakan produk pengendali hama dan penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara (NASA).

MENGAPA HARUS NATURAL GLIO ?!
Karena Natural Glio ini berkemampuan :
● Menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman
● Mengatasi dan Mencegah jamur parasit tanaman
● Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO
● Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit
● Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan
● Selaras dengan keseimbangan alam
● Mudah dan murah.

Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

SASARAN
Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, Padi, Jagung, Ketela, Kentang, dll.

BEBERAPA HAMA PENYAKIT CABAI YANG MENYEBABKAN GAGAL PANEN DAN CARA DAHSYAT MENGATASINYA

> Penyakit Busuk Buah Antraknosa ( PATEK ) :
Penyakit ini karena kondisi iklim yang mendukung perkembangan jamur.
⚘ CARA MENGATASI nya :
● GLIO =
ditanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit / pokok dan kurangi bahan kimia.
Sebaik nya sebelum tanam campurkan GLIO dgn pupuk kandang 25 kg dan diperam 1 minggu sebelum ditebarkan ke lahan atau dicampurkan dgn SUPERNASA

> Daun Keriting atau ( MOSAIK ) :
Penyakit ini disebabkan karena cuaca ekstrim dan juga karena kutu kutuan yang menghisap cairan daun daun pada pucuk yang berpotensi membawa virus.
⚘ CARA MENGATASI :
● menyemprotkan PENTANA 4 – 5 tutup pertangki 2 kali atau gunakan BVR seminggu + sepertiga AERO / tangki

> Penyakit Layu :
Penyakit ini sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang yang disebabkan oleh cendawang dan bakteri.
Penyakit layu ini ada dua macam :
~ layu fusarium
~ layu bakteri
Tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dg GLIO.
Siramkan GLIO dipokok pohon dan pencegaha nya dgn menyebarkan campuran GLIO dan pupuk kandang.

> Penyakit Bercak Daun :
Penyakit ini disebabkan oleh iklim dan biasa nya menyerang pada saat musim hujan yang ditandain dgn bercak bercak bundar berwarna abu abu dgn pinggiran coklat dan akan mengguning dan akhir nya berguguran.
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan dgn menggunakan GLIO

> Penyakit Virus Kuning atau Bule ( BULAI ) :
Penyakit ini sesaui nama nya daun dan batang tanaman akan berwana kuning yang disebakan oleh virus gemini
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan menyemprotkan PESTONA atau BVR

> Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah :
Penyakit ini disebakan cendawan dan virus karena :
~ drainase kurang baik
~ penggunaan N urea terlalu banyak
~ pupuk kandang yang kurang matang
~ jumlah nematoda terlalu banyak dan sebelum nya lahan di tanamani cabe atau mentimun.
⚘ CARA MENGATASI :
Pengendalian nya dg mengurangi penyebab nya dan penggunaan GLIO saat pengolahan lahan.

Sebagai langkah pencegahan sebaiknya lakukan hal berikut ini :
● saat pengolahan campurkan
~ 25 pupuk kandang dgn 1 kotak GLIO
atau
~ 1 kotak GLIO dg SUPERNASA 250 gr dan air 200 liter
● penyemprotan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR yang di beri 1/2 tutup AERO pertangki setiap 5 -7 hari sekali

HAMA PADA CABE :

● Hama Ulat :
Ulat ini akan bersembunyi di siang hari dan menghindari sinar matahari.
Ulat ini akan muncul pada pagi hari sampai jam 07.00 dan akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe.
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA dan 1/2 tutup AERO pada jam 06.00 – 07.00 dan jam 16.00 – 18.00

● Hama Kutu Daun :
Kutu daun yang sering menghisap daun cabe adalah jenis Aphids dan myzus persicae mereka akan menghisap cairan daun sehingga daun jadi kering dan kriting
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau 25 – 45 cc PENTANA dan 1/2 Aero pertangki seminggu sekali seminggu setelah tanam pada pagi atau sore hari

● Hama Thrips :
Ciri tanaman cabe yang terserang trips pada daun akan terlihat warna perak hingga kecoklatan yang akhir ny akan menguning dan pertumbuhan nya akan kerdil.
Biasa nya akan menyerang di musim kemarau untuk
# Pengendalian nya :
semprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10 cc Aero

● Hama Tungau :
Serangan hama ini akan mengakibatkan daun keriting dan melinting ke bawah seperti sendok terbalik pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan lambat laun daun berwarna coklat menguning dan mati
# Pengendalian nya :
supaya disemprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10cc Aero seminggu sekali

● Hama Lalat Buah :
Hama adalah lalat yang beraktifitas pada siang hari yang akan menyerang buah sehingga mengakibatkan gagal panen, untuk itu jika ada tanaman yang sudah terserang sebaik nya dicabut dan buah yang sudah terserang bisa di musnahkan
# Pengendalian nya :
dengan menggunakan METILAT LEM

BERBAGAI PENYAKIT GURAME DAN BEGINI CARA MENGATASINYA

Budidaya Ikan Gurame adalah salah satu jenis usaha rumahan yang menjanjikan jika di tekuni dan di lengkapi dengan pengetahuan dalam bidang bisnis ini, Ikan gurame merupakan Salah satu ikan yang tinggi nilai ekonomisnya, Banyak pemburu ikan ini karena ikan ini terkenal dengan rasa dan tekstur dagingnya yang lembut dan gurih untuk di olah menjadi berbagi jenis menu masakan.

Faktor pendukung keberhasilan dalam budidaya ikan gurane ini adalah dengan mengetahui cara pengendalian hama dan penyakit untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Karena ikan gurame adalah ikan yang sensitive dan banyak musuhnya.

Ciri-ciri ikan gurame yang terkena penyakit parasit adalah sebagai berikut :

●  Penyakit Pada Kulit
Cirinya : Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.

●  Penyakit Pada Insang
Cirinya : Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.

●  Penyakit Pada Organ Dalam
Cirinya : Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.

Selain serangan parasit di dalam lingkungan kolam budidaya gurame, ada juga serangan lain dari sekitar kolam budidaya.

1.  Serangan Hama

Serangan hama biasanya tidak separah serangan penyakit, hanya biasanya berukuran lebih besar daripada ikan dan bersifat pemangsa. Apalagi kolam budidaya kita di luar rumah dan jarang di jaga pada malam hari.

A. Serangan Ular
Ular sangat senang menyerang benih dan ikan kecil. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
~ Lakukan penangkapan,
~ Pemagaran kolam.
~ Dan Pasang Jebakan.

B. Serangan Burung Pemangsa Ikan
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.

Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :

~ Beri penghalang bambu agar BURUNG supaya sulit menerkam;
~ Diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

C. Serangan Biawak
Biawak juga merupakan hama dalam budidaya ikan untuk menanggulangi hama ini kita dapat lakukan :
~ Penangkapan Pada Malam Hari
~ Pasang Jerat (ranjau)
~ Memberi Pagar setinggi 50 Cm menggunakan Jaring sekeliling bibir kolam.

2.  Serangan Penyakit

A. Penyakit Dactrolyus atau Penyakit cacingan

Penyakit tersebut adalah jenis cacing parasit yang tumbuh karena kualitas air yang buruk, pakan ikan kurang atau kepadatan kolam terlalu penuh.

Gejala :

Penurunan nafsu makan dan ikan gurame sering terlihat berbaring dengan posisi terbuka insang, menjadi jenis serangan di bagian sirip ikan gurame.

Cara Pengendalian :

●  Memperbaiki kualitas air yang berada di kolam dengan menggantinya dengan air yang baru
●  Menambahkan garam sebanyak kira² 40 gram/m² dan memasukkan 3 sendok makan TON / m² juga 5 tutup Botol TANGGUH Probiotik /m².

Jika penyakit sudah sangat parah Anda bisa merendam ikan hanya dalam larutan garam saja selama 1 malam.
Setelah itu, masukkan ikan ke dalam campuran TANGGUH Probiotik & POC NASA.

B. Penyakit Bintik Putih

Penyakit ini disebabkan oleh jamur / protozoa yang memiliki bulu getar, yaitu Ichthyophthirius multifillis. Parasit ini biasanya berada di bawah lapisan epidermis kulit.

Gejala :

●  Warna tubuh gurami menjadi pucat akibat dari adanya bintik putih di seluruh badan ikan.

●  Gurami terlihat sering menggosok-gosokkan badannya ke bagian dasar atau dinding kolam dan gurame terlihat megap-megap,

●  Sering berkumpul di tempat pemasukan air karena kekurangan oksigen.

INGAT, Penyakit ini dapat menular melalui penggunaan peralatan yang tidak bersih. Penularan juga dapat terjadi akibat suhu air yang rendah (kurang dai 22˚ C), kurang makan, atau tertular penyakit dari ikan lain.

Cara Pengendaliannya :

●  Merendam gurame dalam larutan formalin 25 ml/m3 air.
Kalau dulu rendam ikan gurame kedalam larutan formalin dengan garam kira² 25 gram/m3 selama 1 hari.

Lalu setelah itu, masukkan ikan gurame ke dalam ember / kolam khusus yang sudah diberi 2 sendok makan TON/m² dan 3 Tutup tutup Botol TANGGUH Probiotik.

Selain itu, pengendalian juga dapat dilakukan dengan cara menaikkan temperatur air kolam hingga mencapai 28˚ C.

C. Penyakit Mata Belo
Gejala :

●  Ikan menjadi kurang aktif,
●  Malas,
●  Nafsu makan berkurang dan ikan sering ke atas permukaan air.
●  Disusul dengan bola mata yang membengkak dan akhirnya ikan ini menjadi buta dan mati.

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing.

Cara pengobatannya :

●  Menghentikan pasokan air ke kolam budidaya selama 24 jam,

●  Lalu masukkan garam sebanyak 1kg/m², dan 7 - 9 tutup Botol TANGGUH Probiotik /m²

Keesokan harinya air dikuras dan diganti dengan air yang baru.

D.  Penyakit Jamur

Gejala :

~  Pada tubuh ikan gurami yang terinfeksi jamur akan muncul benang – benang berwarna krem seperti kapas,

~  Biasanya pada kulit tubuh yang terluka.

Jenis jamur yang menyerang ikan gurami adalah Saprolegnia dan Achyla.

Jamur ini akan menyebabkan ikan menjadi lemah karena kurang makan, Sehingga bisa memicu penyakit lain muncul.

Cara Pengendalian :

●  Dengan memberikan garam ke dalam kolam dengan jumlah 400g/m² selama 24 jam untuk kemudian diganti besok harinya,

Selain garam bisa juga dipakai Setengah botol TANGGUH Probiotik dan diamkan selama 12 jam.

Bisa juga menggunakan larutan formalin 200 ppm selama 2 jam.

E.  Penyakit Bakteri

Jenis bakteri yang menyerang ikan gurami adalah bakteri Aeromonas sp, dan Pseudomonas sp.

Gejala :

~ Terdapat luka berdarah tubuh,

~ Perut membesar,

~ Lendir mencair,

~ Sisik mengelupas dan muncul borok ditubuhnya.

~ Dalam jangka waktu dekat ikan akan melemah,

~ Mengambang di permukaan air dan akhirnya mati.

Cara Pengobatan :

●  Merendam ikan dalam larutan oxytetracycline 2 – 5 mg/l selama 24 jam,

●  Dilakukan berulang 3 kali.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan yang terinfeksi bateri dengan larutan matachite green oxalat 0,5mg/l selama satu jam ,

Selang 1 jam kemudian deberi umpan makanan yang lebih dahulu diberi kandungan oxcytetracycline 60mg/kg pakan dan 5 tutup Botol poc NASA

Kegiatan ini dilakukan berulang ulang selama 7 hari berturut – turut.

F. Penyakit Bercak Merah

Penyakit bercak merah disebabkan oleh bakteri Aeromonas punctata dan Aeromonas hydrophylla.

Gejala :

Badan gurami yang terserang penyakit ini akan berwarna gelap dan kulitnya menjadi kasar akibat kekurangan lendir.

Selain itu, gurami sering muncul ke permukaan air akibat kekurangan oksigen.

Cara Pengendalian :

~ Merendam gurami di dalam larutan Oxytetracyclin 205 ppm.
* PPM itu perbandingan zat terlarut dan pelarutnya. Biasanya 1 ppm itu dilarutkan dalam 100ml air.

~ Perendaman dilakukan tiga kali berturut-turut, masing-masing selama 24 jam.

~ Mengobati bekas luka dapat dilakukan dengan mengoleskan obat merah yang diencerkan.

~ Satu mililiter obat merah dilarutkan ke dalam 10 ml air.

~ Lalu dioleskan ke bagian badan gurami yang luka tadi.

G. Penyakit Columnaris

Penyakit columnaris disebabkan oleh parasit Flexybacter columnaris yang menyerang bagian sirip dan insang. Penyakit ini menyerang gurami dengan berbagai umur.

Gejala :

~ Ikan menjadi lemas,

~ Nafsu makan berkurang,

~ Sirip rontok,

~ Insang terkelupas.

Cara Pengendalian :

●  Pelaksanakan sanitasi yang baik

● Masukkan TON dan TANGGUH Probiotik kedalam kolam budidaya

●  Mendesinfeksi peralatan, dan mengurangi kandungan bahan organik terlarut di dalam kolam.

●  Gurami yang telah terserang penyakit ini, dapat diobati dengan cara direndam di dalam larutan Baytril 8-10 ppm selama 24 jam.

Semoga berguna dan bermanfaat ...

BEGINI CARA BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL

●  TANYA, " Bagaimana cara berbudidaya lele di kolam terpal ?"

→  JAWAB, "Persiapan Lahan.

Pada tipe kolam berupa terpal, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
»  Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.

»  Jika kolam terpal masih baru, baiknya di cuci dulu pakai sabun cuci untuk menghilangkan unsur kimia dalam terpal, menghilangkan bau terpal, dll

»  Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit, jamur dan virus mati. Normalnya dan bagusnya di diamkan selama 1 - 3 hari dulu.

»   Jika mulai baru, bagus nya masukkan air 20 % / 20cm atau seperempat tinggi kolam.
Campurkan 2-3 sdm ke dalam kolam dan di campur 3 tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK atau 1 sdm TON yang sudah dilarutkan terlebih dulu ke dalam 0,5 liter air, baru di masukkan ke kolam.
Tunggu sampai 3 - 4 hari dulu baru masukkan bibit ikan.
GUNANYA adalah agar air sehat , terbebas dari virus-hama-penyakit dan banyak tumbuh plankton yang bisa menjadi sumber makanan alami ikan.

»  Pemasukan air bisa juga langsung penuh dan segera diberi TON (Tambak Organik Nusantara) untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2.
Biarkan selama 3 - 4 hari setelah perlakuan TON untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

Pemindahan Bibit

Siapkan bibit sebanyak 2000 ekor ukuran 3 - 5 cm. Untuk ukuran kolam 3 m x 4 m x 1 m.
Atau idealnya 100 - 130 ekor ukuran 2 - 3 cm untuk luas 1m².
Pemakaian bibit saya sarankan sebaiknya ukuran yang telah memakan pellet butiran (F 999). Hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberian makan, agar tidak terjadi banyak kematian lele.
Dan lele masih bisa bergerak agar tidak ada rebutan pakan / pertumbuhan tidak merata.
Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukkan kedalam kolam, Bibit yang ada dalam bungkusan plastik bisa langsung di agungkan dulu bersama plastiknya atau Lele bisa dimasukkan ke dalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam.

Perawatan Lele di Dalam Kolam Terpal

Perawatan ikan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya.
Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut :

1. Penambahan air dan Pergantian air

Bila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga tinggi air kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 - 20 cm).

2. Pergantian Air
dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung atau mengambang atau mulai sering muncul ke permukaan kolam). Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat).
Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hampir kering). Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar).

3. Pemberian TON (Tambak Organik Nusantara) & TANGGUH Probiotik
Aplikasikan TON dan Probiotik setiap habis dilakukan penggantian air pada kolam dengan dosis yang sama seperti pada persiapan lahan, hal ini bertujuan untuk mencegah lele stress pada waktu penambahan air.
Ciri perlakuan TON :
● Air akan berwarna hijau cerah, menandakan banyak terdapat plankton.
● Suhu air lebih stabil
● Efek asam amino dari kotoran lele bisa ditekan

Ciri Perlakuan pemberian Probiotik :
● Air kolam akan tampak segar
● Dasar kolam akan tetap netral kadar amonia nya karena pengurai asam amonia bekas sisa pakan dan kotoran ternak ikan dan ini memacu kesehatan ikan
● Ikan tampak sehat bugar karena pencernaan ikan terbantu dengan adanya bakteri baik dalam probiotik
● Membantu menyetarakan kadar aasam dan PH air
● dan beberapa ciri lainnya

4. Pemberian Pakan
Pemberian pakan lele harus disesuaikan dengan besar mulut ikan dan bobot ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah f 999 sampai umur ikan 2 minggu, kemudian 781-2 sampai umur ikan 2 bulan dan 781 sampai umur ikan siap panen yaitu 3 bulan. Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konfersi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konfersi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan.

Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan samapai 3 bulan.
Pemberian bangkai ayam atau usus ayam haruslah yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan ikan. Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan."

"Kenapa 3 bulan baru panen ?"

" Itu jika kita hanya berbudidaya konvensional tradisional yang tidak memberikan tambahan apapun pada budidaya lele nya.

Namun metode budidaya yang sekarang sedang naik daun dan  juga mulai digunakan oleh para pembudidaya adalah metode Probiotik Organik yang sehat, kualitas daging bagus dan juga mempercepat proses panen lele, hanya 45 hari saja, tidak perlu 3 bulan seperti pembudidaya yang lain.
Tetapi itu tergantung ukuran dan jenis bibit yang kita tebar, misal ukuran 7 - 9, dari jenis sangkuriang atau massamo, kemungkinan panen 45 hari di ukuran 25 - 30 masih bisa di kejar / di usahakan terjadi.

Dan tekhnologi probiotik organik NASA untuk ikan lele / ikqn air tawar ini hanya "MEMBANTU" pembudidaya mempercepat panen. Tetapi, semua kembali pada jenis lele, ukuran lele, pakan, perlakuan / sistem pemeliharaan, dan kolam masing² pembudidaya lele.

Caranya :
Campurkan 1 tutup Botol campuran VITERNA, POC NASA & HORMONIK kedalam pelet atau pakan yang akan kita tebarkan ke kolam.

Komposisi :
20% -25% per bobot total lele dalam luas kolam dan di beri 1 - 2 tutup Botol campuran VITERNA, POC NASA & HORMONIK tadi, diaduk sampai rata lalu diangin anginkan sebentar, baru di tebarkan di kolam.
Hasilnya sudah sangat terbukti mampu mempercepat masa panen ikan lele atau ikan air tawar.

Atau dengan cara lain yang lebih mudah, yaitu :

1. Larutkan 1 Tutup Viterna + 1 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK pada 1 liter air dalam hand sprayer.

2. tiriskan pakan yang akan di berikan dalam wadah

3. semprotkan tipis cairan VITERNA +POC NASA + Hormonik ke arah pakan secara merata

4. Angin-anginkan pakan sampai tidak terasa lembab
5. Pakan siap diberikan

PANEN

Panen ikan lele dikolam terpal dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua).
Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 sampai 10 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pasar, kemudian ukuran yang kecil dipelihara kembali.
Panen sekaligus biasanya dengan menambah umur ikan agar ikan dapat dipanen semua dengan ukuran yang sesuai keinginan pasar.

CATATAN :
Ciri lele hasil budidaya dengan Tekhnologi Probiotik Organik NASA :
1. Lele lincah dan gesit
2. Dagingnya kenyal
3. Tidak terjadi penurunan berat badan saat panen akibat lele mengalami stress
4. Ketika di goreng daging tidak menyusut di karenakan kandungan lemak yang meleleh akibat panas
5. Ukuran badan sama dengan ukuran kepala (menandakan lele benar-benar gemuk)."

Dengan perlakuan dan teraphy Probiotik organik NASA ini, insya Allah pertmbuhan dan perkembangan ternak ikan lele dan ikan air tawar menjadi lebih bagus, sehat, cepat panen dan menguntungkan.

Rabu, 07 Maret 2018

TANYA JAWAB BUDIDAYA LELE PALING SUKSES

● TANYA, " Berapa kepadatan kolam ikan lele yang ideal per meter perseginya ??"

»  JAWAB," Kepadatan tebar Lele yang ideal sebenarnya bervariasi antara 100 sampai 150 ekor per meter².
Jika terlalu jarang maka akan tercipta ruang gerak yang terlalu lebar, sehingga ikan akan lebih banyak bergerak yang akan banyak menggunakan energi dari pakan, Hal ini tentu akan mengurangi nutrisi pakan untuk pembentukan daging.
Namun Jika terlalu padat, efeknya adalah resiko kanibalisme dan pertumbuhan yang tidak rata/Variasi, dan kematian setiap hari.

●  TANYA, "Jika kolam tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi masalah tersebut ?"

»  JAWAB, "Jika tidak bisa dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam dan semakin banyak hama, jamur dan bakteri penyakit.
Hal itu tentu akan sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara.
Cara mengatasinya adalah dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan dengan keasamannya. Semakin berbuih dan semakin pekat air kolam, maka semakin banyak dolomit yang kita tabur ke kolam. Pemberian TON & TANGGUH secara kontinyu dapat mengurangi kadar keasaman tersebut dan dapat membunuh segala hama, jamur dan bakteri penyakit. Lalu menumbuhkan plankton yang menjadi sumber pakan alami ikan / udang.
Namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur dolomit seperti di atas juga pemberian garam kasar pada kolam.

●  TANYA, "Bagaimana mengatasi penyakit karena jamur pada ikan air tawar ?"
●  TANYA, "Bagaimana mengobati lele sakit moncong putih dan Bintik putih ke lele ?"

»  JAWAB, "Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, cendawan, Jamur, bakteri, atau hama dapat ditanggulangi dengan menggunakan disinfektan dan insektisida.
Bahkan dengan bahan yang ada di dalam dapur kita, yaitu garam.
Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya (with drawal time).
Penyakit Lele moncong putih, borok, Perut kembung dan Bintik putih bahkan kumis keriting di sebabkan oleh bakteri penyakit, Jamur dan Hama yang ada di dalam kolam budidaya.

Cara mengatasinya adalah :
~ Membersihkan kolam dan menguras kolam budidaya.
Bisa sampai kering (jika ada kolam lain untuk memindah lele untuk sementara). Dan biarkan kering kira kira 1 - 2 hari.
Setelah itu, masukkan air ke dalam kolam tadi sebanyak 20%- 25% saja dulu, lalu di campurkan garam kasar secukupnya (2% dari luas kolam), masukkan 3 tutup Botol TON yang telah dicampur 2 liter air dan 3 tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK ke dalam kolam tersebut.
Diamkan selama 1 hari.

Ambil dan sortir lele yang sakit dari yang sehat, lalu pindahkan ke kolam / aquarium / ember tersendiri yang sebelumnya sudah kita tetesi 2 tetes iodium, garam kasar secukupnya. Dan 2 tutup Botol TANGGUH.
Ada baiknya di masukkan bonggol pisang ke dalam kolam lele yang sakit itu, gunanya adalah untuk menghilangkan jamur yang menempel pada tubuh lele.
Khusus lele kembung, bisa beri 3 - 5 tetesan jahe yang sudah kita gepruk terlebih dulu.

●  TANYA, "Kenapa Harus TON ?"
»  JAWAB, "Karena Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam, Menumbuhkan Plankton, Menjaga PH air, membantu mengurai segala jenis racun kimia dan sisa pakan di dasar kolam.

●  TANYA, "Kenapa kok air kolam cepat bau padahal baru saja di kuras ?"
●  TANYA, "Kenapa ikan sering muncul di permukaan atau air kolam berbuih ?"

»  JAWAB, "Bau menyengat pada kolam lele tersebut biasanya disebabkan karena beberapa hal , yaitu :

●  Perawatan air kolam yang kurang memadai / jarang menguras dan membersihkan kolam.
●  Pemberian pakan yang berlebihan, sehingga menimbulkan sisa pakan. Sisa pakan menyebabkan keluarnya amonia di dalam air.
●  Ikan mati yang membusuk di kolam.
●  Pemberian pakan mentah dalam volume banyak.
●  Penumpukan kotoran dan amoniak hasil metabolisme ikan
●  PH air yang tidak bagus dan air yang tercampur bakteri, jamur dan virus.
●  Kondisi lingkungan kolam budidaya yang kurang sehat
●  Faktor cuaca dan suhu
●  Beberapa faktor mikro lainnya

Cara mengatasinya dan dijamin tidak akan pernah timbul lagi air kolam budidaya yang cepat bau, Yaitu dengan metode terbaru :

1.  Beri pakan secukupnya saja
Berilah pakan pada ikan budidaya kita dengan secukupnya saja, jangan berlebihan.
20% - 30% jumlah bobot ikan dalam kolam budidaya.
Saya menganjurkan agar membuat perkiraan pakan yang dapat membuat seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang.
3x sehari (pagi, siang dan sore)

2.  Buang ikan yang mati

Dalam budidaya ikan air tawar biasanya terdapat beberapa ikan mati tiba tiba, makanya begitu kita tahu, harus segera cepat kita ambil dan buang.

3.  Merebus pakan mentah

Jika kita ingin memberikan pakan mentah tambahan misal dari sisa makanan dapur atau jeroan ayam / sapi sebagai pakan tambahan sebaiknya calon pakan itu direbus terlebih dahulu terutama jika pemberian volume banyak.
Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan di dalam kolam.

4.  Penggantian air secara berkala / Minimal 3 - 4 hari sekali.

Ikan memang tetap dapat tumbuh meski tanpa penggantian air, namun penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Penggantian air secara berkala dapat mengurangi bau pada kolam. Sebab beberapa racun dan bakteri ikut berkurang bersama terbuangnya air.

5.  Pensifonan

Pensifonan adalah membuang kotoran atau endapan dari dasar kolam. Pensifonan dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan atau menyedot menggunakan selang. Pensifonan penting dilakukan karena kita membuang kotoran dan amoniak yang menyebabkan bau menyengat di kolam. Pensifonan sebaiknya dilakukan sore hari agar ikan tidak stress.

6.  Filter air

Penerapan metode filter air memang jarang dilakukan. Penggunaan filter air pada kolam mirip seperti instalasi filter air pada aquarium. Air kolam dipompa menggunakan instalasi filter air kemudian dialirkan kembali ke kolam. Penggunaan filter air akan membuat air lebih bersih, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam kolam. Penggunaan filter air biasanya pada kolam padat tebar.

7.  Membuat kucuran air

Kucuran air akan melepaskan kandungan amoniak ke udara sehingga dapat mengurangi bau pada kolam. Kita dapat membuat kucuran air menggunakan pompa air atau pompa akuarium.

8.  Menggunakan bakteri probiotik / metode Probiotik Organik

Penggunaan metode masih jarang dilakukan oleh para sahabat pembudidaya ikan.
Karena belum banyak yang mengetahuinya. Namun metode ini terbukti sangat ampuh dalam mengurangi dan menghilangkan tingkat bau lebih tinggi dibanding metode lain. Juga membersihkan air kolam secara alamiah.

Dalam Metode Organik ini, sejak dulu saya hanya pakai TON dan TANGGUH PROBIOTIK.
Dan terbukti hasilnya pada kolam saya, dan kolam kita akan menjadi kolam budidaya yang sehat yaitu kolam budidaya Probiotik Organik.

Metode ini menggunakan berbagai macam bakteri yang sudah terkandung dalam paket TON & TANGGUH PROBIOTIK yang mempunyai fungsi :

1. Mempercepat proses pembusukan kotoran di dalam kolam.

2. Menetralkan zat-zat yang berbahaya seperti amoniak yang dihasilkan oleh sisa pakan dll.

3. Mengendalikan kuman dan penghasil antibiotik yang dapat membunuh bakteri jahat.

4. Menghilangkan bau hasil pembusukan.

5. Membantu menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak termakan.

6. Membantu Mengurangi produksi senyawa beracun / amoniak

7. Menetralkan racun H2S dan nitrit

8. Menekan bakteri yang merugikan di kolam dengan
cara kompetisi

9.  Meningkatkan gizi dan menambah cita rasa hasil ternak, ikan, dan udang.

10. Dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas).

11. Untuk meningkatkan kesehatan ikan dan proteksi diri ikan

12. Menambah kesuburan perairan ikan.
13. Mempercepat pertumbuhan ternak dan ikan.

14.  Membersihkan kolam dan membunuh hama, jamur dan bakteri penyakit dari lingkungan kolam budidaya

15.  Memicu pertumbuhan plankton yang menjadi sumber makanan alami ikan

Tanya," Bagaimana perlakuan terhadap air kolam yang baru saja kena hujan deras dalam waktu yang lama??

Jawab," Sifat air hujan yang kurang baik bagi kehidupan ikan adalah keasaman yang agak tinggi yang bisa meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit lainnya, Untuk mengatasinya adalah dengan cara pembuangan air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10-20cm, agar keasamannya netral, beri kapur dolomite atau zeolit dengan dosis 500kg/HA.

●  TANYA, "Jika kita pakai VITERNA, HORMONIK dan POC NASA dicampur dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis?"

»  JAWAB, "Ketiga produk tersebut adalah bahan organik murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip kerja Paket perikanan tersebut seperti pakan biasa. Banyak pengguna / Sahabat Tani Ikan yang juga memakai dosis tersebut tidak terjadi masalah pada ikannya. Justru ikannya malah tambah cepat besar dan cepat tambah bobotnya.

●  TANYA, " Bagaimana tips agar ikan Nila cepat besar dan bisa dipanen?"

●  JAWAB, "Tips agar hasil panen optimal bobot ikan 1kg per ekor.
Caranya: VITERNA, POC NASA, HORMONIK Dicampur dalam 1 wadah kemudian ambil 10cc / 1 tutup Botol VITERNA dan kemudian campurkan dengan 2,5kg pakan apa saja, cukup diberikan 1x sehari.

Selain pakan yang kita campur 3 bahan organik tadi, kita juga harus melakukan. Terapi Kolam.

Terapi kolam:
Gunakan TON sebagai pupuk kolam, ambil 1 sendok makan TON campurkan ke dalam 10 liter air, siramkan secukupnya setiap 2 minggu sekali.