Halaman

Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2018

CARA PALING AMPUH BERTANI TOMAT DENGAN PRODUK NASA


Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.
A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh
- Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
- Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6
- Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
- Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman
2. Pola Tanam
- Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
- Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu
3. Penyiapan Lahan
- Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
- Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
- Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
- Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
- Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
- Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
- Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
= alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
= alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm
4. Pemilihan Bibit
- Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
- Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
- Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
- Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1)
- Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
- Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
- Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
- Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
- Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki

C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
- Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
- Bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun 5-6
- Penanaman sore hari
- Buka polibag plastik
- Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya
- Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
- Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
- Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
- Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural VITURA
- Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
- Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat

D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
- Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
- Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
- Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
- Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
- Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
- Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
- Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
- Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
- Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
- Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.
E. FASE GENERATIF (30 - 80 HST)
1. Pengelolaan Tanaman
- Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
- Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
- Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
- Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
- Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. - Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.
2. Pengamatan Hama dan Penyakit
- Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
- Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. - - Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
- Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
- Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
- Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.
F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 - 130 HST)
- Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
- Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
- Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
- Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
- Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
- Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.

Jumat, 09 Maret 2018

TEKNIK SUKSES BUDIDAYA UDANG GALAH - GURIHNYA TUH DI KANTONG

Nah, disini yang akan kita melakukan operasi pembedahan sistem budidaya si Udang Galah.

Sebenarnya, teknis budidaya udang galah di kolam terpal ini  tak jauh berbeda dari cara pembudidayaan udang pada kolam tanah, tambak dan lainnya. Untuk sekedar info, budidaya udang galah di air tawar mempunyai potensi ekonomi begitu tinggi, entah itu di pasar lokal maupun internasional.

Nah, bagi Anda para sahabat pembudidaya yang tak memiliki lokasi lahan yang cukup, atau tidak memiliki tambak, atau yang akan memulai usaha budidaya dan bagi Anda para sahabat yang masih bingung mau budidaya apa, Mungkin budidaya udang galah di kolam terpal ini bisa jadi salah satu referensi yang masuk akal dan bisa menjadi sumber penghasilan yang bagus.

Beberapa Langkah Pembudidayaan Udang Galah Di Kolam Terpal

1.  PERSIAPAN KOLAM

Persiapkan kolam terpal untuk budi daya udang galah dengan ketinggian 0 - 7 meter.  Bisa berbentuk persegi maupun berbentuk bulat. Bahkan di tempat Sahabat kami ada yang berbentuk memanjang dengan ukuran 3 x 10 meter.

Sementara debit air dianjurkan sekitar 0,5 sampai 1 liter/detik dengan luasan kolam sebesar 300 - 1000 m3.
Pada sistem budidaya udang galah di kolam terpal ini, Yang paling Utama dan Penting adalah Kita harus memperhatikan kualitas air dengan kualifikasi sebagai berikut :

●  Menerima sinar matahari yang cukup dan sirkulasi udara yang bagus

●  Kedalaman / Ketinggian kolam terpal yang ideal adalah 1 - 2 meter

●  Air kolam wajib memiliki kandungan oksigen yang terlarut berkisar 5 - 7 ppm

●  Memiliki kandungan mineral yang cukup

●  Memiliki temperatur ideal untuk pertumbuhan dan keberlangsungan hidup udang galah, selalu di cek dengan pH meter

●  Mengandung gas CO2 yang cukup (yakni tidak lebih dari 2 ppm).

●  Bebas dari polusi , kotoran dan selalu bersih

●  Buat pagar agar jauh dan bebas dari predator luar lingkungan kolam terpal

Untuk itu, Pastikan Kita selalu rajin membersihkan kolam terpal dan menjaga kualitas PH air dalam kolam terpal.

2.  MANAJEMEN AIR KOLAM TERPAL

Agar udang galah baik pertumbuhannya, maka Kita harus selalu memperhatikan sirkulasi air. Sebaiknya gunakan air kolam yang terus mengalir kedalam kolam. Atau Kita bisa pasang aerator di dalam kolam terpal budidaya udang galah Kita tadi.
Pastikan air dalam kolam terpal memiliki pH normal 6,5 - 8,5 dengan suhu atau temperatur optimal pertumbuhan udang galah pada kolam terpal sekitar 28˚C - 30˚C dengan oksigen terlarut yang berkadar minimal 4 ppm, salinitas 0 - 5 ppt dengan kadar Ca minimal hingga 52 ppm.
*ppm adalah parts permillion/bagian persejuta Oksigen dimanfaatkan seluruh organisme hidup yang ada di dalam suatu kolam budidaya.

"Lalu bagaimana jika air kolam tidak di beri aerator atau tidak mengalir ?"

Disini, dalam budidaya udang galah kolam terpal ini, bisa juga dengan sistem tanpa sirkulasi air mengalir. Meski dengan kolam pemeliharaan yang media airnya tak mengalir, akan mempengaruhi kualitas air yang akan selalu menurun ketika 1 bulan dari masa pemeliharaan berlangsung.
Dengan demikian, Kita harus melakukan proses penggantian air sekitar 30 - 50 % untuk di ganti dengan air baru disetiap 1 bulan sekali.

Di sini , Kita lakukan teraphy kolam dulu dengan menggunakan produk Organik yang telah Kita pakai selama ini dan ketahui betul bagaimana kualitasnya, yang berguna untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kolam, menumbuhkan plankton, menguraikan zat asam amonia, menjaga kualitas dan kuantitas pH air dalam kolam budidaya sebelum bibit udang galah di tebarkan ke kolam terpal.

# CATATAN : Akan lebih baik jika kita selalu cek pH air setiap hari dengan menggunakan PH meter. Atau yang paling murah jika Kita belum memiliki PH meter adalah dengan kertas lakmus.

3. PEMILIHAN BIBIT UDANG GALAH

Bibit udang galah yang baik tentu akan memberikan hasil yang baik pula. Bibit yang baik tentu juga didapatkan dari indukan yang berkualitas.

Ciri-ciri indukan udang galah yang layak untuk di pijahkan adalah :

-  Ukuran panjang 10 - 20 cm

-  Bobot 50 gram / ekor

-  Memiliki telur berwarna coklat tua

-  Tidak cacat fisik dan juga bila di pegang meronta-ronta

-  Memiliki cangkang kulit punggung yang kuat

Jika Anda pemula akan sangat sulit untuk melakukan pembenihan sendiri karena belum terbiasa. Jalan terbaik adalah dengan membeli larva udang galah di balai pembibitan atau di tempat pembudidayaan khusus pembenihan yang ada di kota atau daerah Anda. Biasanya harga larva udang galah sekitar Rp 50.000 - Rp. 75.000 per kilogram.
Cari dan beli di pembenihan udang galah yang bersertifikat atau yang Anda kenal baik kualitas udangnya.

4. PENEBARAN BIBIT KE KOLAM TERPAL

Waktu penyebaran bibit udang galah yang bagus adalah pada sore hari menjelang malam hari agar bibit tidak stress. Kisaran jam 16.00 wib - 17.30 wib. 
Alasannya adalah pada jam segitu pH air biasanya stabil dan suhu air yang pas.

Sedang jumlah padat tebar udang galah yang ideal adalah 50 ekor per meter².
Diusahakan, Jangan lebih dari itu. Karena udang adalah hewan yang super sensitif, mudah stress dan kanibal.

5.  PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan yang berkualitas ke udang galah kolam terpal ini akan mempengaruhi hasil panen udang galah yang Kita budidayakan, entah itu pakan yang berkualitas baik dan pola kita memberi pakan. Ingat, pakan yang diberikan tentu harus memiliki kandungan nutrisi cukup, seperti lemak, mineral, vitamin dan karbohidrat.
Jika udang galah masih bibit ada baiknya di beri makan Haveli, Kochi dan Plasma. Sampai kira² usia 1 bulan baru di beri pakan pelet, Kochi dan pakan lainnya.

Dengan pemberian pakan yang tepat dan sesuai dengan umur udang galah inilah nantinya udang galah yang dihasilkan pun memiliki kualitas baik yang bisa berdampak pada potensi keuntungan yang didapat.

Disini Kita memberikan pakan yang telah Kita campur dengan pupuk Organik yang sudah Terbukti sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan udang galah di kolam terpal.

Ingat, pemberian pakan pada udang galah harus tepat waktu, karena udang galah termasuk ke dalam hewan yang memiliki tingkat kanibalisme cukup tinggi seperti ikan lele.

Dari pengalaman, dapat dikatakan bahwa ada 5 waktu terbaik untuk pemberian pakan pada udang galah. Diantaranya :

-  Pukul 06.00 pagi

-  Pukul 11.00 siang

-  Pukul 17.00 sore

-  Pukul 19.00 malam

-  Pukul 22.00 malam

Pakan yang diberikan adalah pakan pabrikan yang memiliki nilai protein cukup tinggi. Selain itu bisa ditambahkan pula pakan alami berupa : talas, singkong, jagung, dll.

6.  PENCEGAHAN DAN MENGATASI PENYAKIT UDANG GALAH

Pada proses pembesaran udang galah sendiri memerlukan uji kesehatan untuk mencegah dan menanggulangi segala macam penyakit, yaitu dengan cara :

»  Melalui pengamatan secara nyata untuk pemeriksaan apakah terdapat gejala penyakit serta memperhatikan kesempurnaan morfologi pada udang galah yang dibudidayakan.
Dan dilakukan berkala untuk mendapatkan udang galah yang sehat.

»  Melalui pengambilan sampel agar diuji kesehatan pada udang galah dengan cara acak dengan banyaknya udang berdasarkan kebutuhan pengamatan secara vnyata ataupun secara mikroskopik. Bisa juga di bawa ke lab kenalan kita.

»  Melalui pengamatan secara mikroskopik untuk memeriksa ada atau tidaknya patogen-patogen yang terdapat pada udang galah di laboratorium, seperti terdapatnya virus, bakteri, jamur atau parasit.
Misalnya sample air dan udang , bahkan pernah pula Kita bawa sample kotoran udang galah , Kita bawa ke laboratorium kenalan Kita.

7.  PANEN UDANG GALAH

Biasanya, udang galah pada air tawar dapat dipanen jika sudah memasuki usia 4 - 6 bulan pada panen perdana sejak kita tebar benur. Dengan demikian, udang dapat dipanen setiap 5 kali dalam 1 tahun.
Selain itu, bagi sahabat pemula pada panen perdana biasanya akan menghasilkan udang yang dipanen hanya berjumlah sedikit. Tetapi untuk panen berikutnya, hasil dari panen yang di peroleh dapat mencapai hingga 2 kali lipatnya. Kemudian udang galah juga bisa dijual ketika sudah mencapai ukuran sebesar 20 sampai 25 gram per ekornya. Biasanya, ukuran udang yang semakin besar, akan dijual dengan harga yang semakin mahal pula.

Informasi budidaya ini Semoga bermanfaat dan berguna bagi Kita semua ....

Aamiin.

CARA BERTANAM PADI DAN PEMUPUKAN PADI YANG HASIL PANEN MELIMPAH

Indonesia adalah negara agraris yang tanahnya sangat subur.

Nah, sebagai warga Indonesia, seharusnya bisa menciptakan produk beras sendiri dari hasil budidaya tanaman padi yang akan dapat tumbuh subur di Indonesia.
Oleh karena itu, peluang ini jangan disia-siakan untuk membudidayakan padi seperti ini sangat menjajikan untuk negara, apalagi dengan pertumbuhan penduduk warga yang ada di Indonesia sangatlah pesat dan dipastikan akan berpengaruh terhadap permintaan beras yang tinggi tentunya.
Apalagi Indonesia dibawah pemerintahan pak Jokowi ini menjalankan program Indonesia Swasembada beras dan bisa eksport

Dibawah ini, bisa dipratekkan gimana metode yang baik dalam budidaya tanaman padi dan pemupukannya:
Metode dalam Mengolah atau Budidaya Tanaman Padi
Di sini ada cara atau metode agar menapatkan hasil maksimal yang bisa dipakai untuk budidaya tanaman padi atau pemupukannya.
Nah, untuk di awal perkembangan kita harus mendapatkan hasil padi yang berkualitas tentunya.
Sebelum bertanam dan pemupukan, sebaiknya mengetahui mengetahui cara budidaya padi yang baik dan menguntungkan.

Untuk pertama kali yang harus dilakukan adalah memiliki kesungguhan dan keyakinan untuk membudidayakan tanaman padi ini, dengan cara mendedikasikan tenaga serta pikiran dengan persentasi 100% untuk membudidayakan tanaman padi. Selain faktor itu tentu saja faktor pupuk yang kualitasnya terkenal bagus dan kualitas benih padi.
Dengan demikian hasil panen yang didapatkan akan melimpah dan memuaskan.

Agar mendapatkan hasil tersebut, dengan padi melimpah. Dibawah ini ada refensi, bagaimana langkah awal untuk melakukannya.

»  AWAL PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI

Langkah awal sebelum bertanam yang dapat kita lakukan adalah membersihkan lahan yang akan ditanami terlebih dulu.
Berikutnya bersihkan beragam tanaman gulma, yakni rerumputan, semak belukar serta hal lain yang nantinya bisa akan mengganggu perkembangan tanaman padi.
Menyiapkan pula media tanam yang baik untuk tanaman, ini akan mendorong pertumbuhan tanaman dengan baik tentunya.
Setelah lahan bersih dan nyaman terhindar dari segala jenis tanaman liar, langkah selanjutnya adalah memberikan aliran air yang cukup pada lahan.
Bisa juga sembari di tabur pupuk organik khusus tanah dan untuk penggemburan / pemberian unsur hara juga zat essensial  tanah yang sebelumnya mati / hilang dan tanah menjadi keras karena terlalu sering di beri pupuk kimia.

Proses seperti ini, tujuannya untuk menggemburkan tanah agar mudah untuk dibajak dengan memakai alat tradisional atau traktor modern sekalipun.

Sudahkah lahan tersebut terlihat gembur?
Nah, jika sudah genangi lahan tersebut dengan air sampai mencapai ketinggian sekitar 5 - 10 cm. Untuk mengatur ketinggian airnya, caranya dengan membuka dan menutup akses keluar masuknya air pada pintu irigasi.

Setelah lahan di genangi air, untuk mendapatkan hasil tanah yang sangat bagus untuk tanaman, bisa kita tebar di dalam genangan air lahan / sawah itu dengan pupuk organik khusus tanah dan suplemen akar.
Untuk mendapatkan hasil tanah yang maksimal, lebih baik lahan didiamkan selama -/+ 2 minggu, tujuannya adalah agar racun pada tanah menjadi netral dan juga kondisi netral dan juga kondisi tanahpun menjadi berlumpur, tanah menjadi subur penuh dengan vitamin juga unsur hara yang di butuhkan tanah juga akar.

»  PILIHLAH BIBIT PADI KUALITAS UNGGUL DAN BAGUS

Agar hasil panen padi jadi melimpah, selain lahan tanaman yang baik diperlukan juga bibit padi yang unggul dan berkualitas.

Di bawah ini ada refensi bagaimana cara untuk kita agar kita mengetahui bibit padi yang berkualitas unggul dan bagus ?!

Berikut ulasannya:
1. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dengan media air, dengan durasi -/+ 2 jam.
2. Selanjutnya, letakan benih padi yang sudah direndam tadi di atas kain (sebelumnya kain sudah dibasahi dengan air). Kemudian hitung berapa benih padi yang telah diramdam tadi, hitung ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah.
Bila yang keluar kecambah sampai 90% artinya benih padi tersebut mempunyai kualitas yang baik.

»  MENYEMAI BENIH PADI DI LAHAN

Sesudah mendapati benih padi yang baik, langkah berikutnya adalah dengan menyemai benih tersebut pada lahan tanam.

Untuk menyemai benih padi, lakukan dengan ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Rendam benih padi yang akan disemai selama durasi sehari semalam (akan lebih bagus jika perendaman di campurkan dengan pupuk organik), lalu tiriskan dan biarkan selama 2 hari hingga benih tersebut mengeluarkan kecambah.
> Gunanya Perendaman dengan pupuk organik tadi adalah memberikan vitamin percepatan pertumbuhan dan hormon yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh dan perangsang buah.

2. Berikutnya, siapkanlah lahan mana untuk menyemai benih padi kurang lebih luasnya 500 m² untuk 1 hektar lahan sawah. Kemudian usahakan lahan yang dipakai untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.

3. Selanjutnya, berikan pupuk Urea plus TSP dengan masing-masing takaran 10 gr untuk 1 m² lahan untuk penyemaian.

4. Tahap akhir, tanam bibit padi yang sudah berkecambah tadi di lahan yang sudah dipilih untuk penyemaian / lahan yang sudah kita siapkan tadi sebelumnya.

Cara menanam benih padi adalah dengan cara menyebarkan bibit secara merata pada lahan yang ditujukan untuk penyemaian.

Cara Menanam Padi

Tahap ini adalah menanam bibit yang telah disemai ke dalam lahan persawahan yang telah  kita sediakan. Untuk menanam padi adalah dengan cara memindahkan bibit penyemaian ke dalam lahan persahawan.

Di bawah ini, dapat kita lakukan:
Salah satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam, cirinya memiliki daun dua sampai tiga helai dan sudah berusia -/+ 2 mingguan.
Cara menanam bibit padi tersebut dapat dilakukan dengan cara teknis tunggal maupun ganda. Untuk satu lubangnya, dapat diisi satu atau dua tanaman padi.
Proses penanaman bibit padi ada kala baiknya, dengan membuat lahan tersebut tergenang dengan air sedangkan kedalaman untuk pembibitan sendiri sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam, dan bisa diposisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal seperti ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.

»  PENYIANGAN LAHAN TANAM

Ingin padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna, tentunya diperlukan perawatan yang khusus juga. Membersihkan tanaman lain yang suka mengganggu atau biasa disebut tanaman gulma.
Penyiangan tanaman gulma sendiri dapat dilakukan saat masa di mana tanaman padi telah menginjak umur 3 minggu.
Langkah berikutnya, yang dapat dilakukan dengan penyiangan rutin pada setiap 3 minggu sekali.
Penyiangan ini sendiri tujuannya baik, melakukannya dengan cara manual yakni dengan mencabut tanaman gulma dengan tangan kosong. Dengan cara ini tentu akan mendapatkan tanaman padi yang berkualitas pula.

»  CARA PEMUPUKAN PADI

Memberi pupuk merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Dikarenakan tanpa adanya pupuk yang baik maka tanaman padi akan sulit untuk tumbuh dengan sempurna. Tentunya akan mendapatkan hasil panen yang tidak bisa maksimal pula.

Di bawah ini, ada takaran serta cara yang dapat dilakukan untuk memberikan pupuk baik dalam budidaya tanaman padi, berikut ulasannya :

● Untuk pemupukan pertama dapat dilakukan, ketika padi sudah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Bisa menggunakan jenis pupuk Urea plus TPS yang dicampur dengan takaran dosis sekitar 100:50 Kg/ha atau bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman sendiri.

● Untuk pemberian pupuk pada tahap berikutnya, bisa dilakukan ketika tanaman padi telah berusia 25-30 hari. Gunakan pupuk jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.

● Proses pemupukan tahap akhir, bisa dilakukan ketika tanaman berusia 40-45 hari. Bisa menggunakan pupuk jenis Urea dengan campuran Za skala perbandingannya sendiri perkiraannya 50:50 Kg/ha.

WAKTU & CARA PEMUPUKAN PADI YANG TEPAT SASARAN

Sebagai gambaran saja, untuk tanah normal sendiri pemerintah memberikan rekomendasi pupuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg – 250 kg, SP36 100 kg -150 kg dan KCI 75 kg – 100 kg. Jika memakai NPK dosisinya, 100 kg urea dan 300 kg NPK.
Ada juga mengurangi jumlah pemberian pupuk kimia diatas hingga 60% dan hanya menggunakan pupuk kimia sebanyak 40% saja dimana sisanya menggunakan pupuk Organik Khusus padi.
Dengan metode organik itu justru banyak petani padi yang bersaksi dan membuktikan bahwa hasil panen pastinya jauh lebih banyak, lebih berisi dan bagus daripada memakai 100% pupuk kimia.

Itu hanya dosis yang dianjurkan, untuk menentukan dosis secara tepat maka harus melakukan uji coba pada tanah sendiri. Baik itu antar musim maupun antar lokasi. Berikan pupuk menurut prediksi sendiri dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum.
Jika belum lakukanlah pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi.
Namun, dalam pemberiannya itu jangan terlalu jauh melampui anjuran pemerintah tersebut di atas yang telah direkomendasikan.

Di bawah ini, ada rekomendasi waktu pemberian pupuk tanaman padi dengan variasi yang berbeda. Apalagi dengan iklim dan kondisi tanah yang berbeda antar daerah. Namun, dari refensi beberapa sahabat petani padi di Bantul dan Muntilan ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Jika memakai Urea, SP36 dan KCI (200 – 250 Kg : 100 – 150 Kg : 75 -100 Kg/ha). Dengan satu hari sebelum tanam, anjurannya adalah lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah usia 7 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCI 50%.
-Menanjak usia 20 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 40% dan setelah usia 30 hst lakukan penyebaran Urea 30% dan KCI nya 50%.
-Kalau menggunakan Urea, SP36 dan KCI dengan adanya BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti langkah di atas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi Urea 30% ditambahi KCI 50%), namun setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan menggunakan BWN.
Jika hasil dari pengetesan tersebut saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan mencapai tanaman padi tersebut hingga berumur 40 hst. Untuk pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya, jangan ada yang sisa.

2. Jika menggunakan Urea dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg/ha). Pada umur 7 hst, berikan Urea 30% dan NPK 50%, untuk umur 20 hst berikan Urea 40% dan setelah mencapai umur 30 hst berikan Urea 30% dan NPK Ponska nya berkisar 50% tanpa memakai Urea.
Jika setelah satu minggu lakukan tes dengan BWD, kalau hasil tes tersebut diras perlu penambahan Urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya dan lakukan pengetesan pada setiap minggu sekali dengan BWD. Umur mencapai 30 hst berikan Ponska yang berkisar 50%.

3. Jika memakai Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg /ha). Berikan NPK pelangi 100%, ketika umur padi masih 1 hst. Berikutnya setelah satu minggu berikan Urea 30%. Menanjak usia 20 hst berikan Urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan Urea yang 30%.
Jika menggunakan BWD berikan NPK pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukanlah test dengan BWD, dan jika hasil test dari BWD dirasa memerlukan penambahan coba lakukan penambahan Urea 10% saja.
Demikian seterusnya lakukan pemberian Urea setelah melakukan tes dengan BWD setiap 1 minggu sekali.

Akan sangat baik hasil pastinya jika ditambah dengan pemberian pupuk Organik seperti HRN, PWRK dan SPRK guna memacu pertanyakan bulir padi.

Cara Mengaplikasikan Pupuk pada tanaman Padi :

1. Taburkanlah secara merata pada area sawah, jika memakai sistem tegel.

2. Jika menggunakan sistem tanam jajar legowo, dari sistem ini diperlukan pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebarannya sendiri dapat dilakukan melalui legowo tersebut.

3. Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan atau ditaruh pada perempatan jarak tanman padi. Kesimpulannya pupuk yang diberikan tidak disebarkan secara merata.

4. Ada pula petani yang begitu kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman, kemudian diinjak dengan satu kaki.

4. Semua itu terserah, kalau ada waktu dan tenaga pemberian pupuk sendiri bisa dengan dijimpit dan diinjak. Ini merupakan pemberian pupuk cara yang paling efektif, dikarenakan dapat mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air.

Namun kalau rasanya sangat merepotkan dan tidak ada waktu, ada cara lain dengan sebarkan secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan pada fase gerbang pertanian, semoga cara atau metode di atas tidak menambah bingung bagi pembaca pemula. Semua yang ditulis ini merupakan pengalaman yang kami lihat dan lakukan di lapangan.

FASE PERTUMBUHAN PADI

Melihat 2 kondisi yang sekarang terjadi, akan banyak yang kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Untuk penentuan kapan tanaman padi dipupuk sendiri dapat dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Nah, di sini ada contoh padi dari padi ciherang yang berumur sekitar 115 -125 hari.

Umumnya pembagian fase-fase ini adalah sebagai berikut:
- Persemaian 20 hari.
- Fase vegetatif 35 hst.
- Fase generatif reproduktif pada 36-65 hst.
- Fase generatif pematangan 66-100 hst.
- Pupuk dasar, wakru bibit pindah tanam, bibit itu sendiri perlu waktu berkisar 8-12 hst atau kalau dihitung rata-rata berkisar 10 hst untuk mendapatkan kokohnya perakaran. Nah, saat inilah sebaiknya pemupukan pertama kali dilakukan.

Karena pada saat itu daun dan akar tanaman pdi sudah akan mulai mengembang. Dengan demikian hasil yang didapat akan maksimal menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah yang sebelumnya kita berikan melalui pemberian pupuk organik tadi.

- Jangan diberikan pada waktu usia 0 – 5 hst. Sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam kondisi yang amat stress.
Maksudnya adalah akar belum siap menerima pemupukan yang diberikan. Bila diberikan akan sia-sia saja kalau diberikan pupuk Urea dengan dosis yang tinggi.
Sebab pupuk Urea akan mudah menguap dan sifatnya higroskopis.
Pada saat itulah baiknya penebaran pupuk lebih baik bukan pupuk kimia (urea) namun pupuk organik yang langsung bisa di serap oleh tanah dan tanaman padi.

Pada waktu pemberian, disarankan sebaiknya memperhatikan kondisi pada air. Anjurannya sewaktu pemberian pupuk, ketika kondisi air tersebut lagi memancak.

- Pupuk Susulan ke-1. Ini diberikan sekitar pekan yang ke 3 (sekitar 21-25 hst) biasanya ditandai setelah mereka (para petani) melakukan pengoyosan, saat itulah pemupukan dilakukan.
Nah, sewaktu pengoyosan, saat inilah pemupukan harus dilakukan. Pemupukan organik bisa di tebarkan merata ke sawah atau bisa juga melalui penyemprotan.
Ketika pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Tujuannya tanaman padi tersebut akan membentuk anakan baru.
Pada kondisi ini, tanaman akan dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal untuk kedepannya.

- Pupuk Susulan ke-2.
Ini diberikan sekitar umur tanaman padi mencapai pekan ke 5 (30-40 hst). Masa ini adalah peralihan dari sebuah fase vegetatif ke generatif. Untuk kondisi tanaman sediri juga sangat membutuhkan yang namanya nutrisi tinggi.
Saatnya penyemprotan dengan menggunakan NASA dan HORMONIK.

Hal ini ditandi dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera juga akan keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang didapati sangat optimal.
Jadi bila ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang disebutkan seperti di atas. Saat itu kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan.

MELINDUNGI TANAMAN PADI DARI SERANGAN HAMA

Pentingnya melindungi tanaman dari serangan hama, setiap tanaman budidaya sendiri juga tidak lepas dengan yang namanya gangguan hama yang suka merusak. Maka dari itu setiap tanaman harus dilindungi dengan mencegah hama tersebut. Ada pestisida organik yang bersahabat dengan lingkungan juga tanah namun ampuh dalam membasmi hama padi.

Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu tanaman padi diantaranya, yakni tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng sampai walang sangit pun ada.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimala pengendalian hama sebaiknya harus segera dilakukan, dengan cara alami yakni memilahara hewan pemangsa yang tujuannya dapat menghambat perkembangan hama tersebut.

Nah, oleh karena itu jangan membasmi ular yang ada di sekeliling lahan sawah. Karena hewan seperti itulah yang bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi.
Ada keuntungannya sendiri, yakni jika pengendalian hama secara alami diperlakukan dengan baik, maka terjaganya lingkungan dan cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam.
Namun, jika adanya penyakit atau hama tidak atau belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka dapat menggunakan pestisida dengan tujuan mengendalikan hama tersebut.

PANEN TANAMAN PADI

Inilah saat di mana yang dipaling di tunggu para petani, yakni masa panen tanaman padi sudah tiba.
Tanda tanaman padi sudah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai menguning, ranting buahnya mulai menunduk, karena terisi beras.
Proses ini dapat dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara menggunakan sabit, jika menggunakan cara modern memakai mesin otomatis.

Sekian cara bertani dan berbudidaya padi dengan cara organik yang telah berhasil meningkatkan jumlah bulir padi dan kepadatan padi.

Rabu, 07 Maret 2018

TEKNIS JITU BUDIDAYA ANGGUR BERBUAH LEBAT DENGAN TEKHNOLOGI ORGANIK NASA

SYARAT TUMBUH
Ketinggian 25-300 m dpl, suhu 25-310˚C, kelembaban udara 75-80 %, intensitas penyinaran 50% – 80%, 3 - 4 bulan kering, curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7.
Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

PERSIAPAN LAHAN
1. Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.

2. Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.

3. Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi

4. Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.

5. Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.

PENYIAPAN BIBIT
Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5 - 10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua. Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha. Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan

PENANAMAN
Waktu tanam di akhir musim hujan (April-Juni). Siram bibit dng POC NASA (1-2 ttp/10 lt air) + 1 minggu sebelum tanam. Beri naungan sementara. Semprot POC NASA 1-2 ttp/tangki/10 hari hingga usia + 3 bulan setelah tanam.

PENGAIRAN
Pengairan tanaman muda 1-2 kali sehari dan dewasa 3 hari sekali. Tiga minggu sebelum dipangkas, pengairan dihentikan dan 2-3 hari setelah pemangkasan air diberikan kembali. Pengairan setelah pemupukan dan dihentikan menjelang pemetikan buah.

PENYIANGAN DAN PENDANGIRAN
Lahan dijaga kebersihannya dari gulma dan penggemburan tanah (Pendangiran) dilakukan sebulan sekali agar bidang oleh tetap bersih dan gembur.

PEMUPUKAN
Pemupukan disebar dan dicampur merata tanah secara melingkar sejauh 25 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk
Pemupukan berdasarkan umur tanaman, yaitu :
a. Tanaman Muda sampai umur 6 bulan (per pohon)

No
Umur Tanaman
Jenis dan Dosis Pupuk
Per pohon

1
10 hari – 3 bulan, interval 10 hari sekali
Urea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap kali pemupukan

2
> 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekali
Urea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan

3
Tiap 1 bulan sekali
SUPER NASA 1-2 sendok makan (s.m.)/ 10 liter air

b. Tanaman Umur 6 bulan sampai 1 tahun (per pohon)

No
Umur Tanaman
Jenis dan Dosis Pupuk
Per Pohon

1
> 6 bulan
Pukan 30 kg  atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 22,5 gr atau ZA 30 gr

2
9 bulan
SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 33,75 gr atau
ZA 45 gr

3
12 bulan
Pukan 60 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 50 gr atau ZA 60 gr
Catatan:
– Pemberian SUPERNASA dikocorkan.
– Akan lebih optimal penyemprotan POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 tutup) per tangki .

Tanaman Produktif Berbuah (lebih dari 4 tahun)
Pemupukan 3 kali setahun (April, Agustus,Desember). Dosis tiap kali pemupukan 600 gr Urea + 300 gr TSP + 375 gr KCl + SUPER NASA 1-2 sdm/10 lt/ pohon

PEMBUATAN RAMBATAN
Perlu pembuatan rambatan dengan model :
1. Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 – 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm.

2. Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar. Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm.

3. Model perdu, berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.

Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk.

PEMANGKASAN DAN PEMBENTUKAN POHON
1. Waktu pemangkasan yang tepat berumur 1 tahun.

2. Usahakan tiap pohon punya batang pokok, cabang primer , sekunder dan tersier.

3. Potong batang tanaman setinggi para-para, sehingga tumbuh tunas baru (cabang primer).

4. Dua minggu cabang yang tumbuh memanjang lebih kurang 1 meter segera dipangkas pada bagian ujungnya agar tumbuh tunas baru (cabang sekunder).

5. Cabang sekunder yang panjang 1 meter dipangkas titik tumbuhnya agar tumbun tunas baru (cabang tersier).

6. Cabang tersier inilah yang menghasilkan buah.

7. Ciri cabang siap dipangkas, ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas meneteskan air, cabang berwarna coklat.

8. Perhatikan ciri visual mata tunas yang dipangkas, mata tunas vegetatif bentuknya runcing dan generatif tumpul.

9. Cara pemangkasan anggur yaitu :
● Pangkas pendek, sisakan 1-2 mata
● Pangkas sedang, sisakan 3-6 mata
● Pangkas panjang, sisakan 7 atau lebih mata

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH
» Pangkas pembuahan dilakukan 2 tahap setahun yaitu bulan Maret – April dan Juli – Agustus dan dilakukan pada cabang-cabang tersier yang telah berumur 1 tahun
» Cabang-cabang yang tumbuh subur dipangkas dan sisakan 4-10 mata tunas, sedang cabang yang kurang subur sisakan 1-3 mata tunas
» Cabang/ranting sisa pemangkasan dibentangkan dan diatur merata di seluruh permukaan para-para, lalu diikat ke kanan dan kiri dengan tali.
» Semprot dengan HORMONIK dosis 1-2 tutup per tangki setelah dipangkas setiap 7-10 hari sekali
» Pelihara 3 malai bunga tiap tunas dan potong tunas baru yang tumbuh di atas bunga sampai terbentuk bakal buah
» Jarangkan buah pada dompolan 50% – 60 %, yaitu waktu ukuran buah sebesar biji asam dengan mengambil butir-butir buah yang letaknya berhimpitan, bertangkai panjang, abnormal, rusak dengan gunting kecil yang steril.
» Jika musim hujan, pasang atap plastik putih pada para-para dan bungkus buah dengan kantong plastik atau kertas semen

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

A. Hama
– Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun.
Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit.
Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA

– Tungau Merah (Tetranychus sp.), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang.
Pengendalian; semprot Natural BVR atau PESTONA

– Ulat kantong (Mahasena corbetti), memakan bagian atas permukaan daun, terjadi lubang-lubang kecil pada daun.
Pengendalian ; Pangkas dan potong tanaman terserang berat dan dibakar lalu semprot dengan PESTONA + POC NASA

– Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun.
Pengendalian : pasang lampu perangkap dan musnahkan, semprot PESTONA

– Ulat grayak (Spodoptera sp.), menyerang daun hingga rusak dan berlubang.
Pengendalian; Semprot dengan Natural VITURA

– Ngengat buah anggur (Paralobesia viteana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal.
Pengendalian; Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambat 14 hari sebelum panen

Hama lain seperti rayap, tikus, burung, tupai dan kelelawar. Pengendalian : sanitasi kebun, bungkus buah, menghalau hama dan pasang perangkap

B. Penyakit
– Tepung Palsu (Downy mildew), jamur Plasmopora viticola, menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah.
Pengendalian; kurangi kelembaban kebun (dipangkas), potong dan musnahkan tanaman terserang, pasang naungan, Natural GLIO+gula pasir.

– Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium pertumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat.
Pengendalian : semprot Natural GLIO+ gula pasir.

– Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok.
Pengendalian; Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO

– Karat Daun, jamur Physopella ampelopsidis, terdapat tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun dan pada sisi atas daun ada bercak-bercak hijau kekuningan dan seluruh permukaan tertutupi lapisan tepung sehingga daun kering dan rontok.
Pengendalian : Pangkas daun sakit dan semprot dengan Natural GLIO + gula pasir

– Busuk Hitam (Black Rot), jamur Guignardia bidwelli, bercak-bercak kecil berwarna putih pada buah hampir matang dengan warna tepi coklat, kemudian busuk buah mengendap dan mengeriput hitam seperti “mummi”.
Pengendalian : Pangkas bagian sakit, kurangi kelembaban, bungkus buah, Natural GLIO + gula pasir

– Kudis (Scab), Jamur Elsinoe ampelina, menyerang semua bagian tanaman. Bercak kelabu dengan tepi coklat kemerahan, kemudian daging buah mengeras dan berkudis.
Pengendalian : Pangkas bagian yang sakit, sanitasi kebun, semprot Natural GLIO + gula pasir

– Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot), jamur Botrytis cinerea, berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Buah berwarna cokelat tua, keriput dan busuk.
Pengendalian : Penanganan panen dan pasca panen yang baik, semprot Natural GLIO+gula pasir.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (1/2 tutup) per tangki

PANEN
Panen setelah umur 1 tahun, dan buah berikutnya kontinyu 1-2 kali setahun tergantung pangkas buah.

MANFAAT LAIN DARI GEDEBOG PISANG YANG SANGAT AMPUH

STOP ! Jangan sisa siakan limbah gedebog pisang. Karena banyak manfaatnya.

Berdasarkan beberapa hasil riset tentang gedebog ( batang pisang ) dan bonggol pisang telah menunjukkan bahwa ekstrak gedebog pisang diketahui mempunyai kandungan kimiawi antar lain : Tannin , Saponin dan flavonoid.

Pemanfaatan Gedebog Pisang Sebagai Pengganti Urea
Pemanfaatan gedebog pisang biasanya dicampur dengan tumbuhan lain merupakan alternatif pengganti pupuk urea, tanaman yang paling sesuai di jadikan campuran adalah rebung bambu. Berdasarkan penelitian dan uji coba pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) telah di ketahui REBUNG mempunyai kandungan zat pertumbuhan yang bagus. rebung bambu memiliki kecepatan pertumbuhan 30 cm hingga 120 cm dalam 24 jam. Ini merupakan bahan pupuk organik yang sangat fantastis bukan ?!

Bahan-Bahan Pembuatan Pupuk Cair Organik Batang Pisang
» 1 kg btg pisang, pilih yang bagian dalamnya yang berwarna putih, yang sudah tidak ada lapisan pelepahnya lagi.
» 200 gr gula pasir, (bisa diganti dengan gula aren)
» 3 liter air tanah
» Tong atau ember yang mempunyai tutup
» Karung bekas

Cara Membuat:
1. Cincang bagian dalam batang pisang menjadi potongan kecil-kecil-kecil. Masukkan dalam wadah karung bekas. Cacahan bagian dalam batang pisang

2. Campur air dengan gula dalam ember atau tong sampai gula larut. Masukkan karung berisi cacahan batang pisang ke dalamnya, sampai karung tenggelam. Tutup rapat tong/ember terbut. Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Tong berisi campuran air dan gula

3. Biarkan sekitar seminggu-10 hari. Jangan lupa untuk membuka tongnya sekali sehari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari campuran bahan-bahan pupuk tersebut, dengan cara mengaduknya. Setelahnya tutup kembali dengan rapat.

4. Dalam waktu 7-10 hari, pupuk cair sudah akan siap digunakan. Tanda-tanda pupuk cair organik berhasil adalah adanya bau seperti aroma tape. Bila bau busuk yang tercium (seperti bau got), berarti proses pembuatan pupuk cair organik gagal, dan cairan tersebut harus dibuang.

5. Angkat karung yang berisi cacahan batang pisang. Bekas cacahan batang pisang bisa digunakan sebagai kompos. Sedangkan air yang dalam ember/tong itulah yang menjadi pupuk organik cair organik.

» Pemakaian larutan pupuk cair organik batang pisang ini adalah dengan mencampurnya dengan air tanah/sumur. Perbandingannya 1:15, artinya satu bagian pupuk cair organik dilarutkan dengan 15 bagian air tanah.
» Gunakan pupuk cair organik batang pisang ini dua kali dalam seminggu. Siramkan di tanah sekitar tanaman.
» Catatan:
Untuk menghemat waktu, saya memakai takaran gula sebayak 1 kg, sehingga komponen bahan lainnya pun dikalikan 5, yakni, 5 kg batang pisang dan 15 liter air tanah.

Selamat mencoba.