Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pupuk Organik NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Organik NASA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

TEKNIS BUDIDAYA TOMAT DENGAN TEKHNOLOGI ORGANIK MODERN

Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh
» Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
» Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 – 6
» Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
» Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman

2. Pola Tanam
» Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
» Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu

3. Penyiapan Lahan
» Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
» Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
» Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
» Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
» Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
» Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
» Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
» Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
● alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
● alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
» Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
» Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
» Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
» Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm

4. Pemilihan Bibit
» Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
» Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
» Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
» Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 – 30 kg + Natural GLIO (1:1)
» Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
» Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
» Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
» Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
» Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki

C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
» Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
» Bibit siap tanam umur 3 – 4 minggu, berdaun 5-6
» Penanaman sore hari
» Buka polibag plastik
» Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya
» Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
» Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
» Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
» Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural BVR
» Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
» Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat

D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
» Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
» Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
» Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
» Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
» Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
» Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
» Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
» Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
» Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
» Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.

E. FASE GENERATIF (30 – 80 HST)
1. Pengelolaan Tanaman
» Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
– Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
» Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
» Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
» Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. – Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.

2. Pengamatan Hama dan Penyakit

»Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
» Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih.
Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
» Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
» Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
» Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.

F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 – 130 HST)
> Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
> Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
> Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
> Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
> Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
> Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi

Semoga bermanfaat ...

Jumat, 09 Maret 2018

CARA BERTANAM PADI DAN PEMUPUKAN PADI YANG HASIL PANEN MELIMPAH

Indonesia adalah negara agraris yang tanahnya sangat subur.

Nah, sebagai warga Indonesia, seharusnya bisa menciptakan produk beras sendiri dari hasil budidaya tanaman padi yang akan dapat tumbuh subur di Indonesia.
Oleh karena itu, peluang ini jangan disia-siakan untuk membudidayakan padi seperti ini sangat menjajikan untuk negara, apalagi dengan pertumbuhan penduduk warga yang ada di Indonesia sangatlah pesat dan dipastikan akan berpengaruh terhadap permintaan beras yang tinggi tentunya.
Apalagi Indonesia dibawah pemerintahan pak Jokowi ini menjalankan program Indonesia Swasembada beras dan bisa eksport

Dibawah ini, bisa dipratekkan gimana metode yang baik dalam budidaya tanaman padi dan pemupukannya:
Metode dalam Mengolah atau Budidaya Tanaman Padi
Di sini ada cara atau metode agar menapatkan hasil maksimal yang bisa dipakai untuk budidaya tanaman padi atau pemupukannya.
Nah, untuk di awal perkembangan kita harus mendapatkan hasil padi yang berkualitas tentunya.
Sebelum bertanam dan pemupukan, sebaiknya mengetahui mengetahui cara budidaya padi yang baik dan menguntungkan.

Untuk pertama kali yang harus dilakukan adalah memiliki kesungguhan dan keyakinan untuk membudidayakan tanaman padi ini, dengan cara mendedikasikan tenaga serta pikiran dengan persentasi 100% untuk membudidayakan tanaman padi. Selain faktor itu tentu saja faktor pupuk yang kualitasnya terkenal bagus dan kualitas benih padi.
Dengan demikian hasil panen yang didapatkan akan melimpah dan memuaskan.

Agar mendapatkan hasil tersebut, dengan padi melimpah. Dibawah ini ada refensi, bagaimana langkah awal untuk melakukannya.

»  AWAL PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI

Langkah awal sebelum bertanam yang dapat kita lakukan adalah membersihkan lahan yang akan ditanami terlebih dulu.
Berikutnya bersihkan beragam tanaman gulma, yakni rerumputan, semak belukar serta hal lain yang nantinya bisa akan mengganggu perkembangan tanaman padi.
Menyiapkan pula media tanam yang baik untuk tanaman, ini akan mendorong pertumbuhan tanaman dengan baik tentunya.
Setelah lahan bersih dan nyaman terhindar dari segala jenis tanaman liar, langkah selanjutnya adalah memberikan aliran air yang cukup pada lahan.
Bisa juga sembari di tabur pupuk organik khusus tanah dan untuk penggemburan / pemberian unsur hara juga zat essensial  tanah yang sebelumnya mati / hilang dan tanah menjadi keras karena terlalu sering di beri pupuk kimia.

Proses seperti ini, tujuannya untuk menggemburkan tanah agar mudah untuk dibajak dengan memakai alat tradisional atau traktor modern sekalipun.

Sudahkah lahan tersebut terlihat gembur?
Nah, jika sudah genangi lahan tersebut dengan air sampai mencapai ketinggian sekitar 5 - 10 cm. Untuk mengatur ketinggian airnya, caranya dengan membuka dan menutup akses keluar masuknya air pada pintu irigasi.

Setelah lahan di genangi air, untuk mendapatkan hasil tanah yang sangat bagus untuk tanaman, bisa kita tebar di dalam genangan air lahan / sawah itu dengan pupuk organik khusus tanah dan suplemen akar.
Untuk mendapatkan hasil tanah yang maksimal, lebih baik lahan didiamkan selama -/+ 2 minggu, tujuannya adalah agar racun pada tanah menjadi netral dan juga kondisi netral dan juga kondisi tanahpun menjadi berlumpur, tanah menjadi subur penuh dengan vitamin juga unsur hara yang di butuhkan tanah juga akar.

»  PILIHLAH BIBIT PADI KUALITAS UNGGUL DAN BAGUS

Agar hasil panen padi jadi melimpah, selain lahan tanaman yang baik diperlukan juga bibit padi yang unggul dan berkualitas.

Di bawah ini ada refensi bagaimana cara untuk kita agar kita mengetahui bibit padi yang berkualitas unggul dan bagus ?!

Berikut ulasannya:
1. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dengan media air, dengan durasi -/+ 2 jam.
2. Selanjutnya, letakan benih padi yang sudah direndam tadi di atas kain (sebelumnya kain sudah dibasahi dengan air). Kemudian hitung berapa benih padi yang telah diramdam tadi, hitung ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah.
Bila yang keluar kecambah sampai 90% artinya benih padi tersebut mempunyai kualitas yang baik.

»  MENYEMAI BENIH PADI DI LAHAN

Sesudah mendapati benih padi yang baik, langkah berikutnya adalah dengan menyemai benih tersebut pada lahan tanam.

Untuk menyemai benih padi, lakukan dengan ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Rendam benih padi yang akan disemai selama durasi sehari semalam (akan lebih bagus jika perendaman di campurkan dengan pupuk organik), lalu tiriskan dan biarkan selama 2 hari hingga benih tersebut mengeluarkan kecambah.
> Gunanya Perendaman dengan pupuk organik tadi adalah memberikan vitamin percepatan pertumbuhan dan hormon yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh dan perangsang buah.

2. Berikutnya, siapkanlah lahan mana untuk menyemai benih padi kurang lebih luasnya 500 m² untuk 1 hektar lahan sawah. Kemudian usahakan lahan yang dipakai untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.

3. Selanjutnya, berikan pupuk Urea plus TSP dengan masing-masing takaran 10 gr untuk 1 m² lahan untuk penyemaian.

4. Tahap akhir, tanam bibit padi yang sudah berkecambah tadi di lahan yang sudah dipilih untuk penyemaian / lahan yang sudah kita siapkan tadi sebelumnya.

Cara menanam benih padi adalah dengan cara menyebarkan bibit secara merata pada lahan yang ditujukan untuk penyemaian.

Cara Menanam Padi

Tahap ini adalah menanam bibit yang telah disemai ke dalam lahan persawahan yang telah  kita sediakan. Untuk menanam padi adalah dengan cara memindahkan bibit penyemaian ke dalam lahan persahawan.

Di bawah ini, dapat kita lakukan:
Salah satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam, cirinya memiliki daun dua sampai tiga helai dan sudah berusia -/+ 2 mingguan.
Cara menanam bibit padi tersebut dapat dilakukan dengan cara teknis tunggal maupun ganda. Untuk satu lubangnya, dapat diisi satu atau dua tanaman padi.
Proses penanaman bibit padi ada kala baiknya, dengan membuat lahan tersebut tergenang dengan air sedangkan kedalaman untuk pembibitan sendiri sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam, dan bisa diposisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal seperti ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.

»  PENYIANGAN LAHAN TANAM

Ingin padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna, tentunya diperlukan perawatan yang khusus juga. Membersihkan tanaman lain yang suka mengganggu atau biasa disebut tanaman gulma.
Penyiangan tanaman gulma sendiri dapat dilakukan saat masa di mana tanaman padi telah menginjak umur 3 minggu.
Langkah berikutnya, yang dapat dilakukan dengan penyiangan rutin pada setiap 3 minggu sekali.
Penyiangan ini sendiri tujuannya baik, melakukannya dengan cara manual yakni dengan mencabut tanaman gulma dengan tangan kosong. Dengan cara ini tentu akan mendapatkan tanaman padi yang berkualitas pula.

»  CARA PEMUPUKAN PADI

Memberi pupuk merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Dikarenakan tanpa adanya pupuk yang baik maka tanaman padi akan sulit untuk tumbuh dengan sempurna. Tentunya akan mendapatkan hasil panen yang tidak bisa maksimal pula.

Di bawah ini, ada takaran serta cara yang dapat dilakukan untuk memberikan pupuk baik dalam budidaya tanaman padi, berikut ulasannya :

● Untuk pemupukan pertama dapat dilakukan, ketika padi sudah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Bisa menggunakan jenis pupuk Urea plus TPS yang dicampur dengan takaran dosis sekitar 100:50 Kg/ha atau bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman sendiri.

● Untuk pemberian pupuk pada tahap berikutnya, bisa dilakukan ketika tanaman padi telah berusia 25-30 hari. Gunakan pupuk jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.

● Proses pemupukan tahap akhir, bisa dilakukan ketika tanaman berusia 40-45 hari. Bisa menggunakan pupuk jenis Urea dengan campuran Za skala perbandingannya sendiri perkiraannya 50:50 Kg/ha.

WAKTU & CARA PEMUPUKAN PADI YANG TEPAT SASARAN

Sebagai gambaran saja, untuk tanah normal sendiri pemerintah memberikan rekomendasi pupuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg – 250 kg, SP36 100 kg -150 kg dan KCI 75 kg – 100 kg. Jika memakai NPK dosisinya, 100 kg urea dan 300 kg NPK.
Ada juga mengurangi jumlah pemberian pupuk kimia diatas hingga 60% dan hanya menggunakan pupuk kimia sebanyak 40% saja dimana sisanya menggunakan pupuk Organik Khusus padi.
Dengan metode organik itu justru banyak petani padi yang bersaksi dan membuktikan bahwa hasil panen pastinya jauh lebih banyak, lebih berisi dan bagus daripada memakai 100% pupuk kimia.

Itu hanya dosis yang dianjurkan, untuk menentukan dosis secara tepat maka harus melakukan uji coba pada tanah sendiri. Baik itu antar musim maupun antar lokasi. Berikan pupuk menurut prediksi sendiri dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum.
Jika belum lakukanlah pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi.
Namun, dalam pemberiannya itu jangan terlalu jauh melampui anjuran pemerintah tersebut di atas yang telah direkomendasikan.

Di bawah ini, ada rekomendasi waktu pemberian pupuk tanaman padi dengan variasi yang berbeda. Apalagi dengan iklim dan kondisi tanah yang berbeda antar daerah. Namun, dari refensi beberapa sahabat petani padi di Bantul dan Muntilan ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Jika memakai Urea, SP36 dan KCI (200 – 250 Kg : 100 – 150 Kg : 75 -100 Kg/ha). Dengan satu hari sebelum tanam, anjurannya adalah lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah usia 7 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCI 50%.
-Menanjak usia 20 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 40% dan setelah usia 30 hst lakukan penyebaran Urea 30% dan KCI nya 50%.
-Kalau menggunakan Urea, SP36 dan KCI dengan adanya BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti langkah di atas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi Urea 30% ditambahi KCI 50%), namun setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan menggunakan BWN.
Jika hasil dari pengetesan tersebut saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan mencapai tanaman padi tersebut hingga berumur 40 hst. Untuk pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya, jangan ada yang sisa.

2. Jika menggunakan Urea dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg/ha). Pada umur 7 hst, berikan Urea 30% dan NPK 50%, untuk umur 20 hst berikan Urea 40% dan setelah mencapai umur 30 hst berikan Urea 30% dan NPK Ponska nya berkisar 50% tanpa memakai Urea.
Jika setelah satu minggu lakukan tes dengan BWD, kalau hasil tes tersebut diras perlu penambahan Urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya dan lakukan pengetesan pada setiap minggu sekali dengan BWD. Umur mencapai 30 hst berikan Ponska yang berkisar 50%.

3. Jika memakai Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg /ha). Berikan NPK pelangi 100%, ketika umur padi masih 1 hst. Berikutnya setelah satu minggu berikan Urea 30%. Menanjak usia 20 hst berikan Urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan Urea yang 30%.
Jika menggunakan BWD berikan NPK pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukanlah test dengan BWD, dan jika hasil test dari BWD dirasa memerlukan penambahan coba lakukan penambahan Urea 10% saja.
Demikian seterusnya lakukan pemberian Urea setelah melakukan tes dengan BWD setiap 1 minggu sekali.

Akan sangat baik hasil pastinya jika ditambah dengan pemberian pupuk Organik seperti HRN, PWRK dan SPRK guna memacu pertanyakan bulir padi.

Cara Mengaplikasikan Pupuk pada tanaman Padi :

1. Taburkanlah secara merata pada area sawah, jika memakai sistem tegel.

2. Jika menggunakan sistem tanam jajar legowo, dari sistem ini diperlukan pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebarannya sendiri dapat dilakukan melalui legowo tersebut.

3. Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan atau ditaruh pada perempatan jarak tanman padi. Kesimpulannya pupuk yang diberikan tidak disebarkan secara merata.

4. Ada pula petani yang begitu kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman, kemudian diinjak dengan satu kaki.

4. Semua itu terserah, kalau ada waktu dan tenaga pemberian pupuk sendiri bisa dengan dijimpit dan diinjak. Ini merupakan pemberian pupuk cara yang paling efektif, dikarenakan dapat mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air.

Namun kalau rasanya sangat merepotkan dan tidak ada waktu, ada cara lain dengan sebarkan secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan pada fase gerbang pertanian, semoga cara atau metode di atas tidak menambah bingung bagi pembaca pemula. Semua yang ditulis ini merupakan pengalaman yang kami lihat dan lakukan di lapangan.

FASE PERTUMBUHAN PADI

Melihat 2 kondisi yang sekarang terjadi, akan banyak yang kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Untuk penentuan kapan tanaman padi dipupuk sendiri dapat dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Nah, di sini ada contoh padi dari padi ciherang yang berumur sekitar 115 -125 hari.

Umumnya pembagian fase-fase ini adalah sebagai berikut:
- Persemaian 20 hari.
- Fase vegetatif 35 hst.
- Fase generatif reproduktif pada 36-65 hst.
- Fase generatif pematangan 66-100 hst.
- Pupuk dasar, wakru bibit pindah tanam, bibit itu sendiri perlu waktu berkisar 8-12 hst atau kalau dihitung rata-rata berkisar 10 hst untuk mendapatkan kokohnya perakaran. Nah, saat inilah sebaiknya pemupukan pertama kali dilakukan.

Karena pada saat itu daun dan akar tanaman pdi sudah akan mulai mengembang. Dengan demikian hasil yang didapat akan maksimal menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah yang sebelumnya kita berikan melalui pemberian pupuk organik tadi.

- Jangan diberikan pada waktu usia 0 – 5 hst. Sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam kondisi yang amat stress.
Maksudnya adalah akar belum siap menerima pemupukan yang diberikan. Bila diberikan akan sia-sia saja kalau diberikan pupuk Urea dengan dosis yang tinggi.
Sebab pupuk Urea akan mudah menguap dan sifatnya higroskopis.
Pada saat itulah baiknya penebaran pupuk lebih baik bukan pupuk kimia (urea) namun pupuk organik yang langsung bisa di serap oleh tanah dan tanaman padi.

Pada waktu pemberian, disarankan sebaiknya memperhatikan kondisi pada air. Anjurannya sewaktu pemberian pupuk, ketika kondisi air tersebut lagi memancak.

- Pupuk Susulan ke-1. Ini diberikan sekitar pekan yang ke 3 (sekitar 21-25 hst) biasanya ditandai setelah mereka (para petani) melakukan pengoyosan, saat itulah pemupukan dilakukan.
Nah, sewaktu pengoyosan, saat inilah pemupukan harus dilakukan. Pemupukan organik bisa di tebarkan merata ke sawah atau bisa juga melalui penyemprotan.
Ketika pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Tujuannya tanaman padi tersebut akan membentuk anakan baru.
Pada kondisi ini, tanaman akan dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal untuk kedepannya.

- Pupuk Susulan ke-2.
Ini diberikan sekitar umur tanaman padi mencapai pekan ke 5 (30-40 hst). Masa ini adalah peralihan dari sebuah fase vegetatif ke generatif. Untuk kondisi tanaman sediri juga sangat membutuhkan yang namanya nutrisi tinggi.
Saatnya penyemprotan dengan menggunakan NASA dan HORMONIK.

Hal ini ditandi dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera juga akan keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang didapati sangat optimal.
Jadi bila ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang disebutkan seperti di atas. Saat itu kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan.

MELINDUNGI TANAMAN PADI DARI SERANGAN HAMA

Pentingnya melindungi tanaman dari serangan hama, setiap tanaman budidaya sendiri juga tidak lepas dengan yang namanya gangguan hama yang suka merusak. Maka dari itu setiap tanaman harus dilindungi dengan mencegah hama tersebut. Ada pestisida organik yang bersahabat dengan lingkungan juga tanah namun ampuh dalam membasmi hama padi.

Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu tanaman padi diantaranya, yakni tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng sampai walang sangit pun ada.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimala pengendalian hama sebaiknya harus segera dilakukan, dengan cara alami yakni memilahara hewan pemangsa yang tujuannya dapat menghambat perkembangan hama tersebut.

Nah, oleh karena itu jangan membasmi ular yang ada di sekeliling lahan sawah. Karena hewan seperti itulah yang bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi.
Ada keuntungannya sendiri, yakni jika pengendalian hama secara alami diperlakukan dengan baik, maka terjaganya lingkungan dan cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam.
Namun, jika adanya penyakit atau hama tidak atau belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka dapat menggunakan pestisida dengan tujuan mengendalikan hama tersebut.

PANEN TANAMAN PADI

Inilah saat di mana yang dipaling di tunggu para petani, yakni masa panen tanaman padi sudah tiba.
Tanda tanaman padi sudah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai menguning, ranting buahnya mulai menunduk, karena terisi beras.
Proses ini dapat dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara menggunakan sabit, jika menggunakan cara modern memakai mesin otomatis.

Sekian cara bertani dan berbudidaya padi dengan cara organik yang telah berhasil meningkatkan jumlah bulir padi dan kepadatan padi.

MENGGAPAI PUNDI RUPIAH DARI KESUKSESAN BERTANI CABAI

Cabe adalah salah satu bumbu masak yang paling sering digunakan oleh masyarakat Kita. Makan tanpa ada cabe seperti ada sesuatu yang sangat kurang greget.
Ada banyak sekali jenis cabe yang bisa tumbuh di negara Kita, namun cabe yang sering kita gunakan dan sering Kita budidayakan diantaranya adalah cabe rawit, cabe hijau, cabe merah keriting, dan cabe hijau keriting.

Membudidayakan cabe dengan baik dan benar yang menghasilkan banyak buah cabe sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Salah satu kelebihan tanaman cabe ini adalah saat musim hujan, tanaman ini tidak perlu disiram, hanya mengandalkan air hujan saja.

Tanaman Cabe rawit sangat cocok hidup di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi (seperti daerah-daerah perbukitan maupun pegunungan), di daerah ladang, atau perkebunan yang luas.

Memperoleh hasil panen cabe rawit yang melimpah dan berbuah banyak pasti sangat diinginkan oleh para petani yang hendak membudidaya tanaman ini. Untuk memperoleh hasil panen cabe yang melimpah, ayo Kita bedah sampai ke akar akarnya teknis bercocok tanam cabai yang bisa menghasilkan panen berlipat ganda. GARANSI !

Sebelum Kita mulai, ada beberapa hal penting yang perlu dipelajari dalam budidaya cabe, yaitu :

A.  Memilih dan memahami bibit yang baik dan proses pembibitan
B.  Memahami jenis-jenis pupuk, fungsi pupuk dan teknik pemupukan,
C.  Memahami gejala serangan hama dan penyakit,
D.  Mengenali dan memahami jenis-jenis hama dan penyakit,
E.  Memahami jenis dan fungsi bahan aktif pestisida,
F.  Mempelajari tentang perawatan dan pemeliharaan  yang baik.
G.  Memahami proses panen dan pasca panen yang baik

Beberapa hal diatas penting untuk dipelajari, demi efektifitas penggunaan pupuk, tenaga dan pestisida. Sehingga Kita bisa menekan biaya pengeluaran serendah-rendahnya, namun tanaman tumbuh dengan optimal dan panen yang melimpah.

Hal pertama yang Kita harus lakukan untuk budidaya tanaman cabe ini, Kita harus memilih varietas apa yang cocok di daerah Anda.
Kami sarankan anda menggunakan varietas :

●  Bara
●  Pelita F1
●  Taruna
●  Dewata F1
●  Juwita F1

Kenapa dengan varietas itu dan apakah harus varietas itu ?

Tidak harus dan bukan suatu keharusan memakai varietas² itu, karena varietas itu adalah varietas unggul, proses  beradaptasi cepat, bandel dan cepat berbuah banyak.

Lalu hal yang utama adalah bibit atau benih cabai yang berkualitas bagus dan baik secara genetik.

Lalu bagaimana cara Kita mendapatkan benih cabe yang bagus itu ?

Kita para petani cabe pasti selalu ada sisa cabe hasil panen cabe sebelumnya. Jika sebelumnya Kita pernah menanam cabe, maka Kita bisa mendapatkan benihnya dari hasil panen sebelumnya. Cara ini akan lebih murah dan murah jika dibanding Kita harus membeli benihnya. Untuk membuat benih, maka hasil panen yang ke-4 hingga ke-6 adalah benih yang paling bagus, karena pada periode panen ini bijinya lebih optimal jika dibanding dengan hasil panen sebelumnya atau sesudahnya. Karena hasil panen pada periode sebelum masa tersebut biasanya memiliki biji yang masih sedikit. Sedangkan periode sesudahnya memiliki ukuran biji yang kecil meskipun banyak, dan cara menanam cabe rawit dengan benih yang kecil akan sedikit menyulitkan Anda.

Lalu mari kita berlanjut ke langkah tanam cabe yang kedua yaitu pemupukan.

Jenis pupuk Organik yang Kita gunakan disini dan telah Kita gunakan selama 8 tahun dalam berbudidaya cabe ini adalah :

●  SUPERNASA
●  POC NASA
●  POWER NUTRITION
●  AERO
●  GLIO
●  PENTANA & PESTONA
●  HORMONIK

Setiap pupuk memang memiliki kelebihannya masing², dan Kita harus paham kegunaannya juga berapa dosis nya.
Penggunaan Pupuk Organik ini bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia sebanyak 50% - 60% dan tetap menjaga kesuburan tanah juga kegembiraan tanah meski Kita telah beberapa kali proses tanam / panen.

1. MANAJEMEN LAHAN / TANAH

Pengelolaan tanah / lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah calon lahan tanam cabe menggunakan mesin traktor atau dapat dilakukan dengan mencangkul sedalam 25 - 30 cm hingga tanah menjadi gembur.
Lalu taburi pupuk dengan cara di kocorkan ke tanah atau di tebarkan saja ke seluruh lahan. Selanjutnya biarkan tanah tersebut hingga 7-14 hari agar memperoleh sinar matahari yang cukup.
Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar bedeng 100cm - 120cm, tinggi berlengan kisaran  20cm - 30cm, dan jarak antar bedeng yang satu dengan lainnya yakni 30cm - 45cm.
Akan sangat baik jika Arah bedengan memanjang dari arah utara ke selatan agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
Selanjutnya siapkan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan syarat tidak berbau, kering, dan tidak panas. Atau bisa juga dengan di tabur / di kocor pupuk Organik.

Disini kami dan sahabat petani cabai di Keparakan, Temanggung memakai SUPER NASA, POWER NUTRITION & GLIO yang di kocorkan ke tanah / lahan calon tanam cabai sebagai awal dasar pemupukan sebelum benih di tanamkan.

Jarak tanam antara satu tanaman cabe rawit yang baik yaitu 50x90cm atau 50x70cm atau 50x100cm dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah selanjutnya yaitu membuat jarak tanaman dengan cara :
(1)  Pasang tali kenca/pelurus sejajar dengan panjang bedeng (kira-kira 10cm dari tepi bedeng),
(2)  Ukur jarak tanam yang diinginkan sesuai panjang tali kenca itu.

(3)  Membuat lobang tanam sesuai dengan jarak tanam yang ditentukan. Kemudian berilah masing-masing lubang tanam dengan pupuk kandang terlebih dahulu. Dan lobang yang telah di beri campuran pupuk organik tadi (cukup 100ml per lobang)

Saran, Sebaiknya di awal tanam gunakan saja pupuk kandang dan pupuk Organik tadi saja karena memiliki komposisi unsur hara yang ramah dan di butuhkan akar tanaman muda.

2.  PENYEMAIAN BIBIT CABE RAWIT YANG BAIK DAN BENAR

Penyemaikan bibit dilakukan untuk memperoleh tumbuhan muda (anakan) yang akan didewasakan sehingga menghasilkan buah yang diinginkan.

Adapun tahapan penyemaian bibit yang benar adalah :

(1)  Membuat bedeng atau tempat persemaian bibit dengan ukuran bedeng yakni lebar bedeng 1 - 1,2 meter, panjang bedeng 3 - 5 meter, dan tinggi bedeng 15 - 20 Centimeter.
(2) penyemaian bibit, yakni dengan melibatkan kebutuhan benih 300 - 500 butir untuk tiap hektarnya. Sebelum benih ditabur, sebaiknya tempat persemaian / bedeng disiram air yang sudah di campur oleh pupuk Organik secara merata, setelah itu barulah benih disemai dengan beberapa alternatif cara yaitu :
- Semai bebas atau ditabur merata
- Semai dalam baris
- Semai kelompok
Lakukanlah penyemaian sesuai dengan kebiasaan dan karakter Kita sebagai seorang petani cabe.

4. CARA PEMELIHARAAN / PERAWATAN TANAMAN CABE

Pemeliharaan tanaman cabai rawit melibatkan beberapa metode seperti :

(1)  Penyiraman
Dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari atau disesuaikan dengan keadaan tanah serta curah hujan yang ada di wilayah setempat.

(2)  Penyiangan
Dilakukan semata-mata untuk menghambat pertumbuhan tanaman liar pengganggu (gulma).
Rumput/gulma yang ada di sekitar tanaman sebaiknya dicabut dengan disiang menggunakan sabit.
Tujuan pencabutan gulma/rumput liar agar tidak mengambil nutrisi yang ada pada tanah sekitar akar tanaman cabe rawit tersebut.

(3)  Pemupukan
Yaitu dengan melibatkan sejumlah pupuk kimia , yang biasanya untuk per 1 hektarnya seperti pupuk Urea = 100kg, TSP= 100kg, dan pupuk KCL sebanyak 75 kg.

Dan selain itu Kita juga menggunakan pupuk Organik untuk per 1 sekitarnya bisa mengurangi 50% - 60% dari jumlah pemakaian pupuk kimia di atas karena penggunaan pupuk kimia bisa merusak unsur hara dalam tanah lahan cabe.

(4)  Hama dan penyakit pada tanaman
Seperti diketahui bahwa banyak sekali jenis hama yang menyerang tanaman cabe rawit seperti hama wereng yang merusak struktur daun muda, tungau merah, kutu daun berwarna kuning yang sering menyebabkan daun menjadi keriting dan terlihat pucat, serta jenis kutu gurem atau biasa disebut thrips.
Belum lagi masih ada penyakit atau jamur yang membunuh tanaman cabe dimulai dari akar, virus dan penyakit cabe keriting.

Tanda-tanda tanaman terserang penyakit yakni tanaman berwarna seperti perak, daun menjadi layu, daun mengering bahkan keriting dan adanya bercak-bercak kuning-kecokelatan, tanaman tampak pucat, dan kadang-kadang akar tanaman juga diserang oleh jenis jamur parasit sehingga dapat membuat tumbuhan cabe langsung mati seketika.

Biasanya hama pengganggu tanaman dapat dibasmi dengan menggunakan beberapa obat dari pestisida cair, atau dengan menggunakan predator biologi yang lebih aman.

CATATAN KHUSUS dari Agus Setiawan untuk Kita semua :
"Untuk pestisida nya, Kami sarankan dan anjurkan agar pakai yang Organik saja karena telah terbukti lebih ampuh dan lebih lengkap kegunaannya, tidak hanya membunuh dan melindungi tanaman cabai dari segala serangan hama penyakit, tetapi juga menyehatkan juga memberi kekebalan pada tanaman cabe untuk lebih kebal lagi terhadap hama / penyakit.
Dan yang terpenting adalah faktor kesehatan. Karena pupuk Organik bebas dari bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan petani yang menggunakannya untuk tanaman cabe juga untuk setiap orang yang nantinya akan memakan cabe tersebut.)

Nah, untuk itulah gunanya kita menggunakan GLIO tadi. Karena dengan GLIO tanaman akan terbebas dari segala penyakit dan jamur yang bisa menyerang tanaman cabai.

Untuk membasmi thrips, kutu, penyakit, dll adalah PESTONA , PENTANA dan AERO.
1 paket lengkap dan disemprotkan ke tanaman cabai, maka DIJAMIN tanaman cabe akan bebas dan kebal terhadap segala jenis serangan hama, penyakit, trips dan jamur.

→ Caranya : Akan Kami berikan pada Anda selanjutnya.

5.  KEGIATAN PANEN, PASCA PANEN, dan PEMASARAN CABE RAWIT

Kegiatan panen cabai rawit adalah hal yang paling di tunggu tunggu oleh para petani setelah mengalami jerih payah selama proses pembibitan, penanaman, perawatan, serta pengendalian hama pengganggu tanaman cabe.
Untuk proses panen cabe rawit hampir sama dengan cabai besar, hanya saja usia cabai rawit lebih lama yaitu 1 - 2 tahun, sehingga cost produksi cabai rawit lebih tinggi daripada cabai besar. Cabe rawit dapat dipanen ketika buahnya sedang berwarna hijau tua, merah muda atau sudah matang.
Jika cabai rawit dipanen hijau, cabe kelihatan bernas dan berisi. Cabe rawit dipanen dengan cara dipetik.

Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 - 7 hari sekali dalam satu minggunya.
Hal ini dilakukan untuk memberi keseragaman cabai rawit agar matang secara bersama, sehingga pemanenan dilakukan secara serentak dan pemanenan juga tergantung pada situasi harga di pasaran.
Di pasaran harga cabai rawit hijau dan cabai rawit merah biasanya sangat tinggi, dan cenderung stabil.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

Rabu, 07 Maret 2018

TEKNIS JITU BUDIDAYA ANGGUR BERBUAH LEBAT DENGAN TEKHNOLOGI ORGANIK NASA

SYARAT TUMBUH
Ketinggian 25-300 m dpl, suhu 25-310˚C, kelembaban udara 75-80 %, intensitas penyinaran 50% – 80%, 3 - 4 bulan kering, curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7.
Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

PERSIAPAN LAHAN
1. Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.

2. Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.

3. Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi

4. Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.

5. Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.

PENYIAPAN BIBIT
Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5 - 10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua. Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha. Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan

PENANAMAN
Waktu tanam di akhir musim hujan (April-Juni). Siram bibit dng POC NASA (1-2 ttp/10 lt air) + 1 minggu sebelum tanam. Beri naungan sementara. Semprot POC NASA 1-2 ttp/tangki/10 hari hingga usia + 3 bulan setelah tanam.

PENGAIRAN
Pengairan tanaman muda 1-2 kali sehari dan dewasa 3 hari sekali. Tiga minggu sebelum dipangkas, pengairan dihentikan dan 2-3 hari setelah pemangkasan air diberikan kembali. Pengairan setelah pemupukan dan dihentikan menjelang pemetikan buah.

PENYIANGAN DAN PENDANGIRAN
Lahan dijaga kebersihannya dari gulma dan penggemburan tanah (Pendangiran) dilakukan sebulan sekali agar bidang oleh tetap bersih dan gembur.

PEMUPUKAN
Pemupukan disebar dan dicampur merata tanah secara melingkar sejauh 25 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk
Pemupukan berdasarkan umur tanaman, yaitu :
a. Tanaman Muda sampai umur 6 bulan (per pohon)

No
Umur Tanaman
Jenis dan Dosis Pupuk
Per pohon

1
10 hari – 3 bulan, interval 10 hari sekali
Urea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap kali pemupukan

2
> 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekali
Urea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan

3
Tiap 1 bulan sekali
SUPER NASA 1-2 sendok makan (s.m.)/ 10 liter air

b. Tanaman Umur 6 bulan sampai 1 tahun (per pohon)

No
Umur Tanaman
Jenis dan Dosis Pupuk
Per Pohon

1
> 6 bulan
Pukan 30 kg  atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 22,5 gr atau ZA 30 gr

2
9 bulan
SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 33,75 gr atau
ZA 45 gr

3
12 bulan
Pukan 60 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 50 gr atau ZA 60 gr
Catatan:
– Pemberian SUPERNASA dikocorkan.
– Akan lebih optimal penyemprotan POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 tutup) per tangki .

Tanaman Produktif Berbuah (lebih dari 4 tahun)
Pemupukan 3 kali setahun (April, Agustus,Desember). Dosis tiap kali pemupukan 600 gr Urea + 300 gr TSP + 375 gr KCl + SUPER NASA 1-2 sdm/10 lt/ pohon

PEMBUATAN RAMBATAN
Perlu pembuatan rambatan dengan model :
1. Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 – 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm.

2. Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar. Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm.

3. Model perdu, berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.

Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk.

PEMANGKASAN DAN PEMBENTUKAN POHON
1. Waktu pemangkasan yang tepat berumur 1 tahun.

2. Usahakan tiap pohon punya batang pokok, cabang primer , sekunder dan tersier.

3. Potong batang tanaman setinggi para-para, sehingga tumbuh tunas baru (cabang primer).

4. Dua minggu cabang yang tumbuh memanjang lebih kurang 1 meter segera dipangkas pada bagian ujungnya agar tumbuh tunas baru (cabang sekunder).

5. Cabang sekunder yang panjang 1 meter dipangkas titik tumbuhnya agar tumbun tunas baru (cabang tersier).

6. Cabang tersier inilah yang menghasilkan buah.

7. Ciri cabang siap dipangkas, ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas meneteskan air, cabang berwarna coklat.

8. Perhatikan ciri visual mata tunas yang dipangkas, mata tunas vegetatif bentuknya runcing dan generatif tumpul.

9. Cara pemangkasan anggur yaitu :
● Pangkas pendek, sisakan 1-2 mata
● Pangkas sedang, sisakan 3-6 mata
● Pangkas panjang, sisakan 7 atau lebih mata

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH
» Pangkas pembuahan dilakukan 2 tahap setahun yaitu bulan Maret – April dan Juli – Agustus dan dilakukan pada cabang-cabang tersier yang telah berumur 1 tahun
» Cabang-cabang yang tumbuh subur dipangkas dan sisakan 4-10 mata tunas, sedang cabang yang kurang subur sisakan 1-3 mata tunas
» Cabang/ranting sisa pemangkasan dibentangkan dan diatur merata di seluruh permukaan para-para, lalu diikat ke kanan dan kiri dengan tali.
» Semprot dengan HORMONIK dosis 1-2 tutup per tangki setelah dipangkas setiap 7-10 hari sekali
» Pelihara 3 malai bunga tiap tunas dan potong tunas baru yang tumbuh di atas bunga sampai terbentuk bakal buah
» Jarangkan buah pada dompolan 50% – 60 %, yaitu waktu ukuran buah sebesar biji asam dengan mengambil butir-butir buah yang letaknya berhimpitan, bertangkai panjang, abnormal, rusak dengan gunting kecil yang steril.
» Jika musim hujan, pasang atap plastik putih pada para-para dan bungkus buah dengan kantong plastik atau kertas semen

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

A. Hama
– Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun.
Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit.
Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA

– Tungau Merah (Tetranychus sp.), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang.
Pengendalian; semprot Natural BVR atau PESTONA

– Ulat kantong (Mahasena corbetti), memakan bagian atas permukaan daun, terjadi lubang-lubang kecil pada daun.
Pengendalian ; Pangkas dan potong tanaman terserang berat dan dibakar lalu semprot dengan PESTONA + POC NASA

– Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun.
Pengendalian : pasang lampu perangkap dan musnahkan, semprot PESTONA

– Ulat grayak (Spodoptera sp.), menyerang daun hingga rusak dan berlubang.
Pengendalian; Semprot dengan Natural VITURA

– Ngengat buah anggur (Paralobesia viteana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal.
Pengendalian; Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambat 14 hari sebelum panen

Hama lain seperti rayap, tikus, burung, tupai dan kelelawar. Pengendalian : sanitasi kebun, bungkus buah, menghalau hama dan pasang perangkap

B. Penyakit
– Tepung Palsu (Downy mildew), jamur Plasmopora viticola, menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah.
Pengendalian; kurangi kelembaban kebun (dipangkas), potong dan musnahkan tanaman terserang, pasang naungan, Natural GLIO+gula pasir.

– Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium pertumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat.
Pengendalian : semprot Natural GLIO+ gula pasir.

– Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok.
Pengendalian; Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO

– Karat Daun, jamur Physopella ampelopsidis, terdapat tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun dan pada sisi atas daun ada bercak-bercak hijau kekuningan dan seluruh permukaan tertutupi lapisan tepung sehingga daun kering dan rontok.
Pengendalian : Pangkas daun sakit dan semprot dengan Natural GLIO + gula pasir

– Busuk Hitam (Black Rot), jamur Guignardia bidwelli, bercak-bercak kecil berwarna putih pada buah hampir matang dengan warna tepi coklat, kemudian busuk buah mengendap dan mengeriput hitam seperti “mummi”.
Pengendalian : Pangkas bagian sakit, kurangi kelembaban, bungkus buah, Natural GLIO + gula pasir

– Kudis (Scab), Jamur Elsinoe ampelina, menyerang semua bagian tanaman. Bercak kelabu dengan tepi coklat kemerahan, kemudian daging buah mengeras dan berkudis.
Pengendalian : Pangkas bagian yang sakit, sanitasi kebun, semprot Natural GLIO + gula pasir

– Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot), jamur Botrytis cinerea, berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Buah berwarna cokelat tua, keriput dan busuk.
Pengendalian : Penanganan panen dan pasca panen yang baik, semprot Natural GLIO+gula pasir.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (1/2 tutup) per tangki

PANEN
Panen setelah umur 1 tahun, dan buah berikutnya kontinyu 1-2 kali setahun tergantung pangkas buah.

TEKNIK BUDIDAYA DURIAN PALING SUKSES 2

Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman 
Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya.

Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

Penyiangan
Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (kurang lebih diameter 1 m dari pohon durian).

Pemangkasan/Perempelan
A. Akar durian
Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang. 

B. Peremajaan
Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin parafin.

Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapat diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah kurang lebih 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah. 

C. Pembentukan tanaman yang terlanjur tua
Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dengan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Dengan demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal. 

Pemupukan
Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsur hara yang terkandung dalam tanah.
A. Cara Memupuk
Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk NPK di campur SUPERNASA disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman. 

B. Jenis dan Dosis Pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, organik serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Dan kocorkan SUPERNASA + GLIO di sekitar tanaman. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK di campur SUPERNASA + GLIO itu dilakukan rutin, DAN selang setiap 5 hari pengocoran tersebut, kocorkan POWER NUTRITION dengan dosis 5 sdm / 20 liter air ke setiap tanaman durian. Fungsinya adalah melebatkan buah, memperbesar buah dan merangsang pembuahan terus menerus. Selang 3 hari setelah pengocoran POWER NUTRITION tadi, semprotkan POC NASA & HORMONIK ke daun / suluruh daun dan batang tanaman. Setelah 5 hari penyemprotan, Kocorkan SUPERNASA + POWER NUTRITION dengan dosis @5sdm / 20 liter air. Lakukan semua itu berselang seling secara rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun.

Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Juga berikan POWER NUTRITION. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman.

Tanaman durian yang telah berumur 3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 10-15% pupuk NPK dari dosis normal dan akan terus berkurang prosentase pemakaian NPK nya karena sudah pakai pupuk NASA, POWER NUTRITION dan SUPERNASA yang sangat bagua untuk tanah dan buah.

Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 400 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 200 - 250 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Atau lebih hematnya, NPK 200gr, SUPERNASA, GLIO dan POWER NUTRITION. Karena 1 kg pupuk SUPERNASA = 1 Ton Pupuk Landang matang. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga). 

Pengairan dan Penyiraman
Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu.

Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

Waktu Penyemprotan Pestisida
Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh NASA + Hormonik  dengan dosis 3 tutup botol / 17 liter air tangki semprot Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna.

Jenis insektisida yang digunakan adalah Pestona / Pentana yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga.

Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Tetapi paling bagus adalah di kocorkan GLIO dan SUPERNASA di sekitar batang tanaman. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, tanah tempat penanaman tanaman tersebut di beri kocorqn SUPERNASA + GLIO. Dengan dosis awal 10 sdm SUPERNASA + 1 KOTAK GLIO / 20 liter air.

Pemeliharan Lain
Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.

Hama dan Penyakit
Hama
A. Penggerek buah (Jawa : Gala-gala)
- Ciri:
Telur diletakkan pada kulit buah dan dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.
- Penyebaran:
Serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau.
- Pengendalian:
Dilakukan dengan insektisida, seperti PESTONA. Dengan dosis 4 tutup botol per 17 liter air penyemprotan. Atau PESTONA 2 tutup botol.

B. Lebah mini
- Ciri: hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.
- Pengendalian:
Menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%), PENTANA dosis 4 tutup botol / 17 liter air. 

C. Ulat Penggerek Bunga (Prays citry)
Ulat ini menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.
- Ciri:
Ulat ini warna tubuhnya hijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.
- Gejala:
Kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut.
- Pengendalian:
Dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).Pakai Organik yaitu PESTONA.

D. Kutu Loncat Durian
- Ciri:
Serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.
- Gejala:
Kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
- Pengendalian:
Daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan.
- Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air. Secara organik disemprotkan PESTONA dan CORRIN.

Penyakit
A. Phytopthora parasitica dan Pythium complectens
- Penyebab : Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan. - Penularan :
Penyakit ini menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air.
- Gejala:
Daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
- Pengendalian:
(1) Upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan;
(2) Pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar;
(3) Pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk. 
(4) Seprotkan dan Kocorkan GLIO dan BVR ke tanaman dan tanah batang tanaman tumbuh.

B. Kanker Bercak
- Penyebab : Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C.
- Gejala:
Kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
- Pengendalian:
(1) Perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit;
(2) dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya GLIO

C. Jamur upas
- Gejala: Pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
- Pengendalian:
(1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang degan fungisida, yaitu GLIO;
(2) jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur;
(3) dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi. 

Panen
Ciri dan Umur Panen
Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni-September sehingga bulan Oktober-Februari buah sudah dewasa dan siap dipetik. Panen durian diusahakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dapat merusak kualitas buah.
Warna durian yang hampir masak agak berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Buah yang sudah masak umumnya ditandai dengan bau harum yang menyengat. Pada durian yang sudah masak bila diketuk duri atau buahnya akan terdengar dentang udara antara isi dan kulitnya.

Cara Panen
Buah durian yang sudah matang akan jatuh sendiri. Untuk menjaga agar buah tidak langsung jatuh, kira-kira sebulan sebelum matang buah dapat diikat dengan tali plastik. Tujuan pengikatan tersebut agar tangkai buah yang terlepas dari batang atau ranting pohon tetap menggantung pada tali sehingga buah durian tersebut dapat diambil dalam keadaan utuh.

Buah durian dari pohon rendah dapat dipetik dengan menggunakan pisau tajam. Tangkai buah dipotong mulai dari bagian paling atas, kurang lebih 1,5 cm dari dahan. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena di tempat ini terdapat bahan tunas yang akan berbunga pada musim berikutnya.

Buah durian yang terletak pada bagian pohon yang tinggi sebaiknya dipetik dengan menggunakan alat bantu yang sesuai agar tidak jatuh ke tanah. Durian yang jatuh ke tanah biasanya retak, daging buahnya menjadi asam/pahit karena terjadi fermentasi pembentukan alkohol dan asam.

Prakiraan Produksi
Jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon adalah 70-80 butir perpohon pertahun dengan bobot rata-rata 3 - 4 kg. Dan dengan pupuk NASA maka jumlah itu masih bisa lebih ditingkatkan lagi.