Halaman

Tampilkan postingan dengan label Beternak Lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beternak Lele. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

CARA PALING RAHASIA SUKSES BUDIDAYA LELE (PEMULA)

Pertama kali buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah
sedalam 30 cm, tanah galian lalu urug-kan saja ke sekitar pinggir calon kolam.
Terus beli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan (yang lebih mahal juga ada), tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali tadi dengan kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20 - 30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus.
Sebagian terkena cahaya langsung matahari.
Info: Kalau air terlalu dangkal ukuran lele menjadi terlalu pendek karena ikan kurang bebas bergerak.

Jadilah kolam kita yang berbiaya murah, hemat biaya pasir dan semen, serta hemat ongkos tukang bukan ?!

Isi kolam dengan air bebas pencemaran bisa berasal dari air sungai, sumur, atau air PAM yang sudah diendapkan. kolam sebaiknya diberi pupuk kandang, urea, dolomit dan didiamkan minimal 1 minggu agar terbentuk pakan alami berupa plankton, kolam harus dlm kondisi air tidak jalan karena lele rentan terhadap perubahan air yg terus menerus dan lele akan selalu meloncat kearah sumber air mengalir. kedalaman kolam sebaiknya 120 cm dgn ketinggian air 80 cm. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.

Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. (terkadang kalo beli bibit ada minimal order)

Coba isi kolam tadi dengan 300 - 400 ekor benih ikan lele.
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya
didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/M2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak
panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam.

PAKAN
Berikan pakan dua kali dalam sehari. Pakannya adalah pelet dan menu tambahan cacahan jeroan ayam. Menu tambahan ini ikan bisa cepat besar. Menu tambahan ini juga meningkatkan pertumbuhan lele. Kalau biasanya sekilo ada 7 s/d 9 ekor,
Setelah diberi pakan tambahan sekilo cuma enam ekor,

Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah zat makanan.

Atau bisa juga pakan utama menggunakan pakan pabrik dgn kandungan protein >32% dan dapat diberi pakan tambahan berupa limbah peternakan ayam spt bangkai ayam, usus, telur yg gagal tetas yang terlebih dahulu dibakar/direbus. Atau dengan
jeroan ikan, atau ikan-ikan buangan (dipasar banyak koq).

*CATATAN TIDAK WAJIB*
Untuk tambahan Pakannya sediakan seperti dibawah ini;
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS (dihaluskan) lbh bagus di rebus dengan perbandingan 10:5:1 jadi setiap 10 kg ampas tahu +5kg katul + 1kg ikan asin
Bisa aduk jd satu dan berikan sesuai kebutuhan.

Kalau di awal-awal menabur benih, biasanya sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, lalu buang.
1 minggu mungkin sekitar 20-30 ekor.
3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal koq. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukup besar untuk bisa dipanen, dijual dengan harga sekitar 1500 rupiah per ekor. (asumsi sekilo Rp.11.000, biasanya ada 8 - 9 ekor lele)

Bibit lele biasanya dibeli dari pasar atau peternak lele (yang memproduksi benih).
Hati-hati dengan bibit yang kuntet (tidak bisa gede)

Atau kalau kita sendiri punya lahan sangat luas, bisa membeli 3 - 4 pasang induk yang siap bertelur (harga mungkin sekitar 100 ribu per pasang), sekali bertelur jumlahnya bisa ribuan.

Semoga bermanfaat  ...

Rabu, 07 Maret 2018

TANYA JAWAB BUDIDAYA LELE PALING SUKSES

● TANYA, " Berapa kepadatan kolam ikan lele yang ideal per meter perseginya ??"

»  JAWAB," Kepadatan tebar Lele yang ideal sebenarnya bervariasi antara 100 sampai 150 ekor per meter².
Jika terlalu jarang maka akan tercipta ruang gerak yang terlalu lebar, sehingga ikan akan lebih banyak bergerak yang akan banyak menggunakan energi dari pakan, Hal ini tentu akan mengurangi nutrisi pakan untuk pembentukan daging.
Namun Jika terlalu padat, efeknya adalah resiko kanibalisme dan pertumbuhan yang tidak rata/Variasi, dan kematian setiap hari.

●  TANYA, "Jika kolam tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi masalah tersebut ?"

»  JAWAB, "Jika tidak bisa dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam dan semakin banyak hama, jamur dan bakteri penyakit.
Hal itu tentu akan sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara.
Cara mengatasinya adalah dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan dengan keasamannya. Semakin berbuih dan semakin pekat air kolam, maka semakin banyak dolomit yang kita tabur ke kolam. Pemberian TON & TANGGUH secara kontinyu dapat mengurangi kadar keasaman tersebut dan dapat membunuh segala hama, jamur dan bakteri penyakit. Lalu menumbuhkan plankton yang menjadi sumber pakan alami ikan / udang.
Namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur dolomit seperti di atas juga pemberian garam kasar pada kolam.

●  TANYA, "Bagaimana mengatasi penyakit karena jamur pada ikan air tawar ?"
●  TANYA, "Bagaimana mengobati lele sakit moncong putih dan Bintik putih ke lele ?"

»  JAWAB, "Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, cendawan, Jamur, bakteri, atau hama dapat ditanggulangi dengan menggunakan disinfektan dan insektisida.
Bahkan dengan bahan yang ada di dalam dapur kita, yaitu garam.
Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya (with drawal time).
Penyakit Lele moncong putih, borok, Perut kembung dan Bintik putih bahkan kumis keriting di sebabkan oleh bakteri penyakit, Jamur dan Hama yang ada di dalam kolam budidaya.

Cara mengatasinya adalah :
~ Membersihkan kolam dan menguras kolam budidaya.
Bisa sampai kering (jika ada kolam lain untuk memindah lele untuk sementara). Dan biarkan kering kira kira 1 - 2 hari.
Setelah itu, masukkan air ke dalam kolam tadi sebanyak 20%- 25% saja dulu, lalu di campurkan garam kasar secukupnya (2% dari luas kolam), masukkan 3 tutup Botol TON yang telah dicampur 2 liter air dan 3 tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK ke dalam kolam tersebut.
Diamkan selama 1 hari.

Ambil dan sortir lele yang sakit dari yang sehat, lalu pindahkan ke kolam / aquarium / ember tersendiri yang sebelumnya sudah kita tetesi 2 tetes iodium, garam kasar secukupnya. Dan 2 tutup Botol TANGGUH.
Ada baiknya di masukkan bonggol pisang ke dalam kolam lele yang sakit itu, gunanya adalah untuk menghilangkan jamur yang menempel pada tubuh lele.
Khusus lele kembung, bisa beri 3 - 5 tetesan jahe yang sudah kita gepruk terlebih dulu.

●  TANYA, "Kenapa Harus TON ?"
»  JAWAB, "Karena Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam, Menumbuhkan Plankton, Menjaga PH air, membantu mengurai segala jenis racun kimia dan sisa pakan di dasar kolam.

●  TANYA, "Kenapa kok air kolam cepat bau padahal baru saja di kuras ?"
●  TANYA, "Kenapa ikan sering muncul di permukaan atau air kolam berbuih ?"

»  JAWAB, "Bau menyengat pada kolam lele tersebut biasanya disebabkan karena beberapa hal , yaitu :

●  Perawatan air kolam yang kurang memadai / jarang menguras dan membersihkan kolam.
●  Pemberian pakan yang berlebihan, sehingga menimbulkan sisa pakan. Sisa pakan menyebabkan keluarnya amonia di dalam air.
●  Ikan mati yang membusuk di kolam.
●  Pemberian pakan mentah dalam volume banyak.
●  Penumpukan kotoran dan amoniak hasil metabolisme ikan
●  PH air yang tidak bagus dan air yang tercampur bakteri, jamur dan virus.
●  Kondisi lingkungan kolam budidaya yang kurang sehat
●  Faktor cuaca dan suhu
●  Beberapa faktor mikro lainnya

Cara mengatasinya dan dijamin tidak akan pernah timbul lagi air kolam budidaya yang cepat bau, Yaitu dengan metode terbaru :

1.  Beri pakan secukupnya saja
Berilah pakan pada ikan budidaya kita dengan secukupnya saja, jangan berlebihan.
20% - 30% jumlah bobot ikan dalam kolam budidaya.
Saya menganjurkan agar membuat perkiraan pakan yang dapat membuat seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang.
3x sehari (pagi, siang dan sore)

2.  Buang ikan yang mati

Dalam budidaya ikan air tawar biasanya terdapat beberapa ikan mati tiba tiba, makanya begitu kita tahu, harus segera cepat kita ambil dan buang.

3.  Merebus pakan mentah

Jika kita ingin memberikan pakan mentah tambahan misal dari sisa makanan dapur atau jeroan ayam / sapi sebagai pakan tambahan sebaiknya calon pakan itu direbus terlebih dahulu terutama jika pemberian volume banyak.
Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan di dalam kolam.

4.  Penggantian air secara berkala / Minimal 3 - 4 hari sekali.

Ikan memang tetap dapat tumbuh meski tanpa penggantian air, namun penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Penggantian air secara berkala dapat mengurangi bau pada kolam. Sebab beberapa racun dan bakteri ikut berkurang bersama terbuangnya air.

5.  Pensifonan

Pensifonan adalah membuang kotoran atau endapan dari dasar kolam. Pensifonan dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan atau menyedot menggunakan selang. Pensifonan penting dilakukan karena kita membuang kotoran dan amoniak yang menyebabkan bau menyengat di kolam. Pensifonan sebaiknya dilakukan sore hari agar ikan tidak stress.

6.  Filter air

Penerapan metode filter air memang jarang dilakukan. Penggunaan filter air pada kolam mirip seperti instalasi filter air pada aquarium. Air kolam dipompa menggunakan instalasi filter air kemudian dialirkan kembali ke kolam. Penggunaan filter air akan membuat air lebih bersih, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam kolam. Penggunaan filter air biasanya pada kolam padat tebar.

7.  Membuat kucuran air

Kucuran air akan melepaskan kandungan amoniak ke udara sehingga dapat mengurangi bau pada kolam. Kita dapat membuat kucuran air menggunakan pompa air atau pompa akuarium.

8.  Menggunakan bakteri probiotik / metode Probiotik Organik

Penggunaan metode masih jarang dilakukan oleh para sahabat pembudidaya ikan.
Karena belum banyak yang mengetahuinya. Namun metode ini terbukti sangat ampuh dalam mengurangi dan menghilangkan tingkat bau lebih tinggi dibanding metode lain. Juga membersihkan air kolam secara alamiah.

Dalam Metode Organik ini, sejak dulu saya hanya pakai TON dan TANGGUH PROBIOTIK.
Dan terbukti hasilnya pada kolam saya, dan kolam kita akan menjadi kolam budidaya yang sehat yaitu kolam budidaya Probiotik Organik.

Metode ini menggunakan berbagai macam bakteri yang sudah terkandung dalam paket TON & TANGGUH PROBIOTIK yang mempunyai fungsi :

1. Mempercepat proses pembusukan kotoran di dalam kolam.

2. Menetralkan zat-zat yang berbahaya seperti amoniak yang dihasilkan oleh sisa pakan dll.

3. Mengendalikan kuman dan penghasil antibiotik yang dapat membunuh bakteri jahat.

4. Menghilangkan bau hasil pembusukan.

5. Membantu menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak termakan.

6. Membantu Mengurangi produksi senyawa beracun / amoniak

7. Menetralkan racun H2S dan nitrit

8. Menekan bakteri yang merugikan di kolam dengan
cara kompetisi

9.  Meningkatkan gizi dan menambah cita rasa hasil ternak, ikan, dan udang.

10. Dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas).

11. Untuk meningkatkan kesehatan ikan dan proteksi diri ikan

12. Menambah kesuburan perairan ikan.
13. Mempercepat pertumbuhan ternak dan ikan.

14.  Membersihkan kolam dan membunuh hama, jamur dan bakteri penyakit dari lingkungan kolam budidaya

15.  Memicu pertumbuhan plankton yang menjadi sumber makanan alami ikan

Tanya," Bagaimana perlakuan terhadap air kolam yang baru saja kena hujan deras dalam waktu yang lama??

Jawab," Sifat air hujan yang kurang baik bagi kehidupan ikan adalah keasaman yang agak tinggi yang bisa meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit lainnya, Untuk mengatasinya adalah dengan cara pembuangan air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10-20cm, agar keasamannya netral, beri kapur dolomite atau zeolit dengan dosis 500kg/HA.

●  TANYA, "Jika kita pakai VITERNA, HORMONIK dan POC NASA dicampur dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis?"

»  JAWAB, "Ketiga produk tersebut adalah bahan organik murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip kerja Paket perikanan tersebut seperti pakan biasa. Banyak pengguna / Sahabat Tani Ikan yang juga memakai dosis tersebut tidak terjadi masalah pada ikannya. Justru ikannya malah tambah cepat besar dan cepat tambah bobotnya.

●  TANYA, " Bagaimana tips agar ikan Nila cepat besar dan bisa dipanen?"

●  JAWAB, "Tips agar hasil panen optimal bobot ikan 1kg per ekor.
Caranya: VITERNA, POC NASA, HORMONIK Dicampur dalam 1 wadah kemudian ambil 10cc / 1 tutup Botol VITERNA dan kemudian campurkan dengan 2,5kg pakan apa saja, cukup diberikan 1x sehari.

Selain pakan yang kita campur 3 bahan organik tadi, kita juga harus melakukan. Terapi Kolam.

Terapi kolam:
Gunakan TON sebagai pupuk kolam, ambil 1 sendok makan TON campurkan ke dalam 10 liter air, siramkan secukupnya setiap 2 minggu sekali.

BUDIDAYA LELE SISTEM PROBIOTIK ORGANIK

Budi daya perikanan, termasuk budidaya lele memiliki tiga faktor penting yang memengaruhi keberhasilannya, yaitu :

1. Bibit
2.  Pakan
3.  Manajemen pemeliharaan.

Selain itu, faktor lainnya adalah kualitas air. Faktor ini sering dilupakan oleh pembudidaya lele. Manajemen usaha pembudidayaan harus dilakukan secara benar agar budi daya yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu tantangan pada budi daya lele adalah harga pakan yang terus meningkat. Misal nya harga pelet yang hampir setiap bulan selalu meningkat.

Kenyataan di lapangan saat ini, pembudidaya lele memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pakan pabrikan. Kondisi ini dipicu oleh tidak adanya pakan alternatif yang dapat menggantikan pakan pabrikan.
IRONISNYA lagi, Dalam penggunaan dalam pakan pabrikan yang juga harganya juga sangat tinggi dan juga seringkali tidak menjamin keberhasilan budi daya lele. Misalnya, banyak lele yang sakit dan tingkat kematiannya tinggi.

Selain itu, output hasil budi daya pun sering dihargai “rendah” dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pembudidaya.

Lalu Apa Itu Probiotik Organik ?

Probiotik merupakan kumpulan mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan semua makhluk hidup. Sementara itu, organik berarti pencapaian kumpulan mikroorganisme tersebut dihasilkan dari bahan dasar alami, karena tanpa melibatkan unsur kimia.

Kenapa harus berganti ke pola budidaya Probiotik Organik ?

Paradigma masyarakat terhadap perbaikan kehidupan dalam segala aspek telah menjadi pilihan gaya hidup. Penggunaan bahan organik merupakan satu langkah positif bagi masyarakat. Kesadaran untuk memelihara kesehatan dibandingkan dengan mengobati mulai muncul di masyarakat.

PT. NASA juga saya sendiri dan bersama beberapa petani lele telah memulai budidaya lele dengan cara Probiotik Organik ini sejak beberapa waktu lalu, dan hasilnya sungguh sangat menguntungkan.
Yaitu :
●  Penghematan biaya pakan pelet
●  Bibit lele dan Lele budidaya sangat minim yang mati
●  Masa panen yang sangat cepat, 40 hari sudah panen
●  Lele lebih sehat dan dagingnya lebih padat dan enak
●  Air bekas kolam bisa digunakan lagi
●  Panen lebih banyak karena kolam bisa lebih banyak menampung lele
●  Keuntungan pemasukan naik hampir 200%
●  Dan lain lain

Kami tambahkan dan menggunakan TANGGUH PROBIOTIK & TON pada kolam lele yang kami gunakan untuk budidaya lele Probiotik Organik ini.

Keunggulan bududaya Ikan Lele Dengan Probiotik Organik

A. Pakan Alami, Berkualitas dan Murah

Biaya pakan pada budi daya lele juga dapat mencapai 60%—70% dari keseluruhan total semua biaya produksi. Karena itu, pada setiap terjadi kenaikan suatu harga pakan memang akan mempengaruhi pembudidaya lele. Lebih parahnya, meskipun telah menggunakan pakan pabrikan (pelet), terkadang hasil panen ternyata kurang sesuai harapan yang diinginkan oleh para sahabat tani lele.

Cara Kerja Probiotik Organik

Probiotik bekerja dengan cara mengontrol semua perkembangan serta populasi mikroorganisme “jahat” dan sehingga menghasilkan lingkungan tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme “baik” Hingga akhirnya, mikroorganisme “baik” akan mendominasi dan membuat habitat menjadi nyaman bagi pertumbuhan makhluk hidup pada lingkungan tersebut.

Melalui teknis budi daya probiotik organik, pembudidaya tidak lagi tergantung pada pakan buatan pabrik. Berdasarkan pengalaman pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem probiotik organik, penghematan biaya dapat mencapai 50%— 60% dibandingkan dengan penggunaan pakan pelet (pakan pabrikan).

B. Kepadatan Kolam Lebih Tinggi

Kepadatan kolam pada budi daya lele yang masih menggunakan sistem konvensional hanya 100 - 150 ekor/m3. Namun, jika melakukan budi daya dengan sistem probiotik organik, kepadatan kolam lele dapat mencapai 200 ekor/m3.
Khusus untuk pemula, kepadatan kolam sebaiknya hanya 50 - 100 ekor/m3. Setelah berhasil, tingkatkan kepadatan kolamnya hingga 150 - 200 ekor

Pada Umumnya, semakin tinggi kepadatan kolam, semakin lambat laju pertumbuhannya. Namun, dengan adanya teknologi probiotik organik ini, asupan pakan alami probiotik organik, microphylla dan fitoplankton akan membuat laju pertumbuhannya tetap tinggi dan kondisinya sehat. Pasalnya, bahan kandungan di TANGGUH PROBIOTIK & TON juga pakan tersebut memiliki kandungan asam amino esensial yang sangat tinggi yang menjaga nafsu makan lele dan memperbanyak pakan alami lele dalam kolam budidaya.

Tingkat kepadatan ikan yang tinggi tidak terlepas dari berbagai masalah. Semakin padat ikan di dalam kolam, kebutuhan oksigen menjadi lebih banyak. Karena itu, sirkulasi air probiotik harus sangat diperhatikan.
Selama ini, kolam budidaya lele kami memakai sistem saringan dan oksigen konvensional biasa.

C. Kualitas Air Tetap Baik

Kualitas air memiliki pengaruh terhadap kondisi lele. Ada beberapa pembudidaya lele yang hanya memerhatikan kondisi bibit, pakan, dan manajemen budi daya, tetapi melupakan kualitas air yang digunakan.
Pencemaran air di dalam kolam budidaya dapat disebabkan oleh sisa pakan atau kotoran lele yang terakumulasi di dasar kolam, khususnya untuk kolam yang memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi dan jarang di kuras.

Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas air dan berkurangnya kandungan oksigen terlarut dalam kolam budidaya.
Akibatnya, lele mudah stres, rawan terserang penyakit, dan nafsu makan berkurang. Hingga akhirnya, pertumbuhan lele menjadi tidak optimal dan menyebabkan kematian.

Jika memakai sistem Probiotik Organik, air kolam akan tampak agak hijau muda karena sirkulasi oksigen yang sehat dan penuh dengan fitoplankton hidup untuk jadi makanan alami lele.

D. Serangan Penyakit Menurun dan Kematian Bibit Rendah

Cara Pemberian pakan berupa kombinasi pakan probiotik organik, Azolla microphylla, dan juga beberapa nutrisi yang terdapat dalam air juga dapat menjaga ikan tetap sehat serta dapat menurunkan tingkat kematian menjadi sangat rendah (2 - 3%, bahkan ada diantara sahabat tani lele Probiotik Organik yang bisa di bawah 1%).

Air kolam lele yang menggunakan sistem Probiotik organik perlu disiapkan enam hari sebelum bibit lele ditebar.

Jika bibit lele berasal dari lokasi yang berjarak 3,5 - 4 jam perjalanan, waktu adaptasinya kurang dari 1 jam. Setelah adaptasi, bibit lele umumnya langsung dapat memakan pakan Probiotik Organik dengan tingkat mortalitas 0 (nol). Selain itu, bibit juga tidak bergerombol dan langsung berenang aktif.

Sementara itu, bibit yang masuk dalam kolam konvensional (TANPA perlakuan probiotik organik) memerlukan waktu adaptasi lebih dari 12 jam. Setelah melewati waktu adaptasi, bibit lele mulai aktif memakan pakan setelah 24 jam dengan tingkat kematian sekitar 10 - 20%.
Selain itu, bibit lele umumnya bergerombol dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mulai berenang aktif dibandingkan dengan lele yang menggunakan sistem Probiotik Organik.

Bagi para pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem Probiotik Organik merasa sangat diuntungkan. Pasalnya, lele dapat bertahan dari serangan penyakit jamur, bakteri dan cacar dengan tingkat kurang dari 1%.

E.  Pertumbuhan Optimal

Tingkat pertumbuhan sangat tergantung pada bibit lele yang akan kita dibudidayakan.
Proses budidaya lele menggunakan sistem Probiotik Organik tidak menekankan pada cepatnya proses pertumbuhan, tetapi berdasarkan mutu dan kesehatan ikan.
Selain faktor lele, pertumbuhan lele juga tergantung pada susunan sistem manajemen perlakuan Probiotik Organik. Misalnya, penjagaan dan perawatan kolam serta sikap dalam menangani gangguan eksternal yang dapat memengaruhi kolam.
Rasio pemberian pakan yang mengikuti laju pertumbuhan merupakan salah satu faktor penting di dalam budi daya lele sistem Probiotik Organik. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, bibit 2 - 3 cm dapat menghasilkan 8 - 9 ekor per kilogram dalam waktu sekitar 40 hari.

F.  Lele yang Dihasilkan Berkualitas

Berdasarkan pengalaman penulis dan pembudidaya, lele yang dlbudidayakan dengan sistem Probiotik Organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan lele sistem konvensional.

Beberapa keunggulannya adalah bobot lele lebih padat, kesat, kenyal, dan tidak ada penyusutan bobot. Selain itu, kulit lele lebih mulus, teksturnya licin, serta rasa dagingnya lebih gurih dan tidak hancur saat digoreng.

Pertumbuhan lele berlangsung dengan baik karena sistem Probiotik Organik dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh lele. Keaktifan pergerakan lele saat berada dalam kolam membuktikan bahwa lele sangat senang dengan perlakuan, kolam serta pakan Probiotik Organik karena akan menambah bibit unggul.

G.  Melestarikan dan Menstabilkan Lingkungan

Sistem probiotik organik dapat meminimalkan kerusakan kualitas air. Air bekas kurasan kolam lele probiotik bisa kita gunakan lagi untuk menyiram tanaman.

Jadi, secara garis besar dan pengalaman yang sudah berbudidaya lele menggunakan Probiotik organik ini sangat banyak keuntungannya dan sangat minim kerugian.

Semoga berguna ...