Halaman

Tampilkan postingan dengan label Cara Mengatasi Penyakit Udang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Mengatasi Penyakit Udang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

TEKNIK SUKSES BUDIDAYA UDANG GALAH - GURIHNYA TUH DI KANTONG

Nah, disini yang akan kita melakukan operasi pembedahan sistem budidaya si Udang Galah.

Sebenarnya, teknis budidaya udang galah di kolam terpal ini  tak jauh berbeda dari cara pembudidayaan udang pada kolam tanah, tambak dan lainnya. Untuk sekedar info, budidaya udang galah di air tawar mempunyai potensi ekonomi begitu tinggi, entah itu di pasar lokal maupun internasional.

Nah, bagi Anda para sahabat pembudidaya yang tak memiliki lokasi lahan yang cukup, atau tidak memiliki tambak, atau yang akan memulai usaha budidaya dan bagi Anda para sahabat yang masih bingung mau budidaya apa, Mungkin budidaya udang galah di kolam terpal ini bisa jadi salah satu referensi yang masuk akal dan bisa menjadi sumber penghasilan yang bagus.

Beberapa Langkah Pembudidayaan Udang Galah Di Kolam Terpal

1.  PERSIAPAN KOLAM

Persiapkan kolam terpal untuk budi daya udang galah dengan ketinggian 0 - 7 meter.  Bisa berbentuk persegi maupun berbentuk bulat. Bahkan di tempat Sahabat kami ada yang berbentuk memanjang dengan ukuran 3 x 10 meter.

Sementara debit air dianjurkan sekitar 0,5 sampai 1 liter/detik dengan luasan kolam sebesar 300 - 1000 m3.
Pada sistem budidaya udang galah di kolam terpal ini, Yang paling Utama dan Penting adalah Kita harus memperhatikan kualitas air dengan kualifikasi sebagai berikut :

●  Menerima sinar matahari yang cukup dan sirkulasi udara yang bagus

●  Kedalaman / Ketinggian kolam terpal yang ideal adalah 1 - 2 meter

●  Air kolam wajib memiliki kandungan oksigen yang terlarut berkisar 5 - 7 ppm

●  Memiliki kandungan mineral yang cukup

●  Memiliki temperatur ideal untuk pertumbuhan dan keberlangsungan hidup udang galah, selalu di cek dengan pH meter

●  Mengandung gas CO2 yang cukup (yakni tidak lebih dari 2 ppm).

●  Bebas dari polusi , kotoran dan selalu bersih

●  Buat pagar agar jauh dan bebas dari predator luar lingkungan kolam terpal

Untuk itu, Pastikan Kita selalu rajin membersihkan kolam terpal dan menjaga kualitas PH air dalam kolam terpal.

2.  MANAJEMEN AIR KOLAM TERPAL

Agar udang galah baik pertumbuhannya, maka Kita harus selalu memperhatikan sirkulasi air. Sebaiknya gunakan air kolam yang terus mengalir kedalam kolam. Atau Kita bisa pasang aerator di dalam kolam terpal budidaya udang galah Kita tadi.
Pastikan air dalam kolam terpal memiliki pH normal 6,5 - 8,5 dengan suhu atau temperatur optimal pertumbuhan udang galah pada kolam terpal sekitar 28˚C - 30˚C dengan oksigen terlarut yang berkadar minimal 4 ppm, salinitas 0 - 5 ppt dengan kadar Ca minimal hingga 52 ppm.
*ppm adalah parts permillion/bagian persejuta Oksigen dimanfaatkan seluruh organisme hidup yang ada di dalam suatu kolam budidaya.

"Lalu bagaimana jika air kolam tidak di beri aerator atau tidak mengalir ?"

Disini, dalam budidaya udang galah kolam terpal ini, bisa juga dengan sistem tanpa sirkulasi air mengalir. Meski dengan kolam pemeliharaan yang media airnya tak mengalir, akan mempengaruhi kualitas air yang akan selalu menurun ketika 1 bulan dari masa pemeliharaan berlangsung.
Dengan demikian, Kita harus melakukan proses penggantian air sekitar 30 - 50 % untuk di ganti dengan air baru disetiap 1 bulan sekali.

Di sini , Kita lakukan teraphy kolam dulu dengan menggunakan produk Organik yang telah Kita pakai selama ini dan ketahui betul bagaimana kualitasnya, yang berguna untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kolam, menumbuhkan plankton, menguraikan zat asam amonia, menjaga kualitas dan kuantitas pH air dalam kolam budidaya sebelum bibit udang galah di tebarkan ke kolam terpal.

# CATATAN : Akan lebih baik jika kita selalu cek pH air setiap hari dengan menggunakan PH meter. Atau yang paling murah jika Kita belum memiliki PH meter adalah dengan kertas lakmus.

3. PEMILIHAN BIBIT UDANG GALAH

Bibit udang galah yang baik tentu akan memberikan hasil yang baik pula. Bibit yang baik tentu juga didapatkan dari indukan yang berkualitas.

Ciri-ciri indukan udang galah yang layak untuk di pijahkan adalah :

-  Ukuran panjang 10 - 20 cm

-  Bobot 50 gram / ekor

-  Memiliki telur berwarna coklat tua

-  Tidak cacat fisik dan juga bila di pegang meronta-ronta

-  Memiliki cangkang kulit punggung yang kuat

Jika Anda pemula akan sangat sulit untuk melakukan pembenihan sendiri karena belum terbiasa. Jalan terbaik adalah dengan membeli larva udang galah di balai pembibitan atau di tempat pembudidayaan khusus pembenihan yang ada di kota atau daerah Anda. Biasanya harga larva udang galah sekitar Rp 50.000 - Rp. 75.000 per kilogram.
Cari dan beli di pembenihan udang galah yang bersertifikat atau yang Anda kenal baik kualitas udangnya.

4. PENEBARAN BIBIT KE KOLAM TERPAL

Waktu penyebaran bibit udang galah yang bagus adalah pada sore hari menjelang malam hari agar bibit tidak stress. Kisaran jam 16.00 wib - 17.30 wib. 
Alasannya adalah pada jam segitu pH air biasanya stabil dan suhu air yang pas.

Sedang jumlah padat tebar udang galah yang ideal adalah 50 ekor per meter².
Diusahakan, Jangan lebih dari itu. Karena udang adalah hewan yang super sensitif, mudah stress dan kanibal.

5.  PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan yang berkualitas ke udang galah kolam terpal ini akan mempengaruhi hasil panen udang galah yang Kita budidayakan, entah itu pakan yang berkualitas baik dan pola kita memberi pakan. Ingat, pakan yang diberikan tentu harus memiliki kandungan nutrisi cukup, seperti lemak, mineral, vitamin dan karbohidrat.
Jika udang galah masih bibit ada baiknya di beri makan Haveli, Kochi dan Plasma. Sampai kira² usia 1 bulan baru di beri pakan pelet, Kochi dan pakan lainnya.

Dengan pemberian pakan yang tepat dan sesuai dengan umur udang galah inilah nantinya udang galah yang dihasilkan pun memiliki kualitas baik yang bisa berdampak pada potensi keuntungan yang didapat.

Disini Kita memberikan pakan yang telah Kita campur dengan pupuk Organik yang sudah Terbukti sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan udang galah di kolam terpal.

Ingat, pemberian pakan pada udang galah harus tepat waktu, karena udang galah termasuk ke dalam hewan yang memiliki tingkat kanibalisme cukup tinggi seperti ikan lele.

Dari pengalaman, dapat dikatakan bahwa ada 5 waktu terbaik untuk pemberian pakan pada udang galah. Diantaranya :

-  Pukul 06.00 pagi

-  Pukul 11.00 siang

-  Pukul 17.00 sore

-  Pukul 19.00 malam

-  Pukul 22.00 malam

Pakan yang diberikan adalah pakan pabrikan yang memiliki nilai protein cukup tinggi. Selain itu bisa ditambahkan pula pakan alami berupa : talas, singkong, jagung, dll.

6.  PENCEGAHAN DAN MENGATASI PENYAKIT UDANG GALAH

Pada proses pembesaran udang galah sendiri memerlukan uji kesehatan untuk mencegah dan menanggulangi segala macam penyakit, yaitu dengan cara :

»  Melalui pengamatan secara nyata untuk pemeriksaan apakah terdapat gejala penyakit serta memperhatikan kesempurnaan morfologi pada udang galah yang dibudidayakan.
Dan dilakukan berkala untuk mendapatkan udang galah yang sehat.

»  Melalui pengambilan sampel agar diuji kesehatan pada udang galah dengan cara acak dengan banyaknya udang berdasarkan kebutuhan pengamatan secara vnyata ataupun secara mikroskopik. Bisa juga di bawa ke lab kenalan kita.

»  Melalui pengamatan secara mikroskopik untuk memeriksa ada atau tidaknya patogen-patogen yang terdapat pada udang galah di laboratorium, seperti terdapatnya virus, bakteri, jamur atau parasit.
Misalnya sample air dan udang , bahkan pernah pula Kita bawa sample kotoran udang galah , Kita bawa ke laboratorium kenalan Kita.

7.  PANEN UDANG GALAH

Biasanya, udang galah pada air tawar dapat dipanen jika sudah memasuki usia 4 - 6 bulan pada panen perdana sejak kita tebar benur. Dengan demikian, udang dapat dipanen setiap 5 kali dalam 1 tahun.
Selain itu, bagi sahabat pemula pada panen perdana biasanya akan menghasilkan udang yang dipanen hanya berjumlah sedikit. Tetapi untuk panen berikutnya, hasil dari panen yang di peroleh dapat mencapai hingga 2 kali lipatnya. Kemudian udang galah juga bisa dijual ketika sudah mencapai ukuran sebesar 20 sampai 25 gram per ekornya. Biasanya, ukuran udang yang semakin besar, akan dijual dengan harga yang semakin mahal pula.

Informasi budidaya ini Semoga bermanfaat dan berguna bagi Kita semua ....

Aamiin.

Kamis, 08 Maret 2018

KUNCI SUKSES BUDIDAYA UDANG VANNAMEI DI AIR TAWAR

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 - 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Udang vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 - 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik.

Sebelum kita memanen dan menggali kolam lebih dalam tentang udang vanname air tawar ini, Harus dipahami bahwa yang dimaksud dengan air tawar disini adalah air tawar yang masih mengandung sedikit garam.
Jadi, bukan air tawar murni seperti budidaya air tawar pada umumnya.

Kenapa harus Udang Vanname ?

Karena bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki keunggulan yaitu :
●  Responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 - 30%  (lebih rendah dari udang windu)
●  Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah,
●  Adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi) namun bisa juga hidup di salinitas rendah misal 2 ppt
●  Laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II
angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi.
●  Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja.
serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Kondisi udang yang dapat hidup dengan salinitas yang sangat lebar ini kemudian menjadikan beberapa sahabat pembudidaya mencoba melakukan budidaya udang vaname di air tawar melalui proses aklimatisasi dan dalam prosesnya berhasil dilakukan budidaya udang vaname pada salinitas rendah yakni pada salinitas 2 ppt.

Selain itu Antara lain, masa panen lebih cepat, yaitu 50 hari sampai 60 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan budidaya ikan seperti bandeng, nila, lele, dll baru bisa panen 4 bulan sampai 6 bulan. Otomatis, Anda akan mendapatkan penghasilan berlipat-lipat.

Selain itu, harga udang vaname terbilang sangat mahal. Ketika dijual di pasar tradisional, harganya berkisar di angka Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan udang untuk ekspor ke Asia seperti Jepang dan China/Tiongkok, harganya bisa tembus Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu per kg.

Tak perlu susah payah menjual, biasanya sudah ada tengkulak yang akan datang ke tambak bila Anda sudah menjalin kerja sama dengan mereka.
Hanya dengan butuh pengetahuan tentang budi daya udang vaname, Anda bisa menjadi jutawan bahkan milyarder, petani sukses, sekaligus pengusaha yang kaya raya!

Budidaya udang vaname di air tawar memiliki beberapa keunggulan Mengurangi risiko udang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang banyak menginfeksi udang di perairan air payau

Lalu bagaimana caranya memulai budidaya udang vanname air tawar ini ?

Ini adalah langkah pembedahan yang harus kita lakukan jika kita ingin berbudidaya udang vanname air tawar, yaitu :

1. Persiapkan lahan yang bagus, dikeringkan, pisahkan logam berat atau toksik dalam tanah supaya tidak membahayakan udang paname
Lalu pikirkan mau pakai terpal atau langsung tanah asli.

Jika sudah ada kolam, masukkan air tawar ke dalam kolam kira kira 30% dulu. Lalu masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam Kolam, Diamkan selama 3 hari, setelah itu masukkan air ke dalam kolam sampai 3/4 dan masukkan lagi TON dan TANGGUH Probiotik.

2. Perhatikan kualitas air, seperti salinitas, kadar garam antara 1,5 sampai 30 persen, tetapi lebih baik berkisar 10% sampai 20%. Harus ada tempat pengisian air, untuk buang air dan memasukkan air baru.
PH air yang ideal untuk udang adalah 7,5. Lakukan pemeriksaan pH air dan tanah secara berkala bila kurang dari 7,5 maka perlu dilakukan proses pengapuran tambahan. Sebelum udang berumur 40 - 60 hari perlu juga diperiksa tinggi air dan dilakukan pengisian air dengan salinitas yang disebutkan diatas bila air kurang karena proses penguapan.
Dengan kata lain, sirkulasi air lancar masuk dan lancar buang.
Jika ingin pH air stabil dan bagus, bisa di masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam tambak yang sangat berguna sekali untuk menjaga lingkungan budidaya udang vanname tersebut.

3. Pakan udang vaname ketika masih kecil / benur dan yang sudah besar ada sendiri-sendiri dan harus diperhatikan dengan cermat.
Jika masih bentuk benur, sangat baik jika kita beri pakan Haveli atau Plasma.
Jika sudah mulai agak besar usia 24 hari, boleh di berikan pakan pelet halus.
* Masih ada resep untuk pemberian pakan yang sehat dan bagus untuk perkembangan Udang vanname biar cepat panen 45 hari - 50 hari.

4. Lakukan pengamatan, penjagaan secara rutin untuk pengembangan. Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak.
Apakah ada faktor luar yang bisa membuat udang sakit ?!

5. Perhatikan cuaca. Kalau cuaca dingin gunakan kapur alam secukupnya, kalau panas ditambah air biar suhu panasnya berkurang atau bisa menggunakan kapur dolomite.

6. Beri nutrisi atau vitamin dalam air.
Beri Pupuk, Antibiotik dan Probiotik yang bagus ke dalam kolam untuk menjaga kualitas air dan pakan alami dalam kolam budidaya.
Disini kami punya formula yang sangat pas dan bagus banget untuk teraphy tambak dan pemberian nutrisi juga pakan alami ke udang vanname.

7. Ikuti dan bergabung dalam Paguyuban, Kelompok, atau Komunitas pembudidaya ikan atau udang sehingga Anda memiliki jaringan penjualan, termasuk berbagi pengalaman tentang tips, cara, kiat dan rahasia budidaya nya.

Peluang dan Resiko

Meski terlihat mudah, budidaya udang vaname ternyata memiliki risiko yang tinggi karena udang vanname adalah sangat sensitive. Kalau terjadi kematian salah satu udang, cepat menjalar dan biasa membuat seluruh udang mati dalam waktu yang cepat.

Hal itu biasanya karena terkena virus. Karena itu, kalau tidak segera ditangani, semua udang vanname yang Anda budidayakan akan mati semua. Maka, butuh pengamatan, penjagaan yang rutin dalam mengembangkan udang vanname ini.

Pemanenan

Proses pemanenan dilakukan setelah udang vaname berumur 120 hari dan mencapai berat yaitu 50 ekor/kg. Bila udang sudah mencapai berat tersebut sebelum 120 hari maka pemanenan bisa dilakukan. Pemanenan dilakukan pada waktu malam hari untuk mempertahankan kualitas udang 2-4 hari. Sebelum pemanenan tambak diberi kapur dolomite 80 kg/ha dan mempertahankan ketinggian air untuk mencegah proses molting, tapi itu tidak harus selalu dilakukan.

Bila Anda melakukan teknik budidaya udang vaname dengan benar dan rajin maka hasil yang Anda dapatkan akan sangat memuaskan.

Semoga tulisan pengalaman pribadi juga bersama sahabat tani udang vanname air tawar ini bisa Berguna dan bermanfaat ....

Semoga sukses dan semangat pagiiiii ....