Halaman

Tampilkan postingan dengan label Lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lele. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2018

PAKAN MURAH BERGIZI TINGGI KHUSUS LELE

PAKAN MURAH BERGIZI TINGGI UNTUK LELE

Ditengah mahalnya harga pakan untuk lele saat ini, mungkin Bekicot bisa menjadi salah satu bahan pakan favorit para pembudidaya lele dan ikan air tawar lain karena relatif mudah didapatkan dan harganya pun murah.

Bahan pakan ini bisa diolah dengan berbagai cara. Namun, sebelum melakukan salah satu dari beberapa alternatif cara membuat bekicot sebagai pakan lele, bekicot dikeluarkan dulu dari cangkangnya, kemudian dagingnya dipotong kecil-kecil.

Menurut cara kami pribadi, sebenarnya akan lebih bagus jika sebelumnya bekicot di rebus dahulu karena untuk menghilangkan lendir juga untuk memudahkan mengeluarkan bekicot dari cangkangnya.

Alternatif Pertama

Daging bekicot yang sudah dipotong kecil-kecil langsung dimasukkan begitu saja tanpa diolah lagi dengan campuran lain ke dalam kolam budidaya lele. Hanya saja, ini sekadar memenuhi kebutuhan protein hewani dan mengesampingkan kebutuhan protein nabati dan karbohidrat yang dibutuhkan lele dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Alternatif Kedua

Buat campuran pakan berprotein dan benutrisi tinggi untuk lele :
> Bekicot 50%
> Dedak (bekatul) halus sebanyak 15%
> Menir atau jagung giling sebanyak 15%
> Ampas tahu sebanyak 20%
> Vitamin nutrisi ikan
(Di sini kami pribadi menggunakan produk dari PT. NASA)

Cara membuatnya, campurkan semua bahan tadi menjadi satu dengan di berikan air panas secukupnya saja, angin anginkan dan tebarkan ke kolam lele.

Dalam campuran ini, bekicot sebagai sumber protein (hewani), dedak halus sebagai sumber karbohidrat, sama seperti halnya menir jagung juga sebagai sumber karbohidrat yang baik untuk lele.

Alternatif Ketiga

Campurkan bekicot 30%, tepung kedelai 20%, dedak halus 50%. Sama seperti bekicot, tepung kedelai di sini berfungsi sebagai sumber protein, namun sebagai protein nabati yang baik untuk pertumbuhan lele.

Cara pembuatan yang sama, yaitu semua bahan dicampur menjadi satu, kemudian diberi air panas secukupnya. Setelah itu, aduk hingga merata. Selanjutnya, pakan sebarkan ke kolam dalam keadaan basah.

Alternatif Keempat

> Bekicot 50%
> Dedak (bekatul) halus sebanyak 15%
> Menir atau jagung giling sebanyak 15%
> Ampas tahu sebanyak 20%
> Vitamin nutrisi ikan
> Tepung Kedelai 15%
> Minyak ikan 10%

Cara membuatnya adalah mencampurkan semua bahan di atas menjadi satu, dan di campur air panas secukupnya. Diaduk hingga merata dan diangin anginkan 10 - 15 menit. Lalu tebarkan ke kolam

Sementara untuk mengawetkan pakan tersebut, Anda hanya perlu memberikan garam secukupnya. Namun demikian, garam sebagai pengawet alami ini tidak memberi ketahanan yang cukup lama, sehingga tetap harus secepatnya digunakan. Pengawetan dengan metode ini jelas-jelas tidak berbahaya, baik untuk lele maupun untuk manusia yang nantinya menyantap daging ikan lele tersebut.

Keuntungan Pakan Organik Bekicot

Menurut testimoni dari berbagai pihak, lele yang diberi makanan organik racikan sendiri dagingnya terasa lebih gurih. Selain biaya budidaya lele bisa ditekan daripada saat memakai pelet untuk pakan, kesehatan kita selaku konsumen pun bisa terjamin.

Peternak lele juga harus memerhatikan metode pemberian makan agar jangan sampai terlalu berlebihan, karena lele dikenal rakus dan bahkan bisa mati karena kelebihan makan. Periksa berat lele satu kali dalam sepekan.

Semoga bermanfaat bagi sahabat pembudidaya lele dan ikan air tawar lain.

Agus Setiawan NASA
HP : 082221516031

Sabtu, 10 Maret 2018

CARA PALING RAHASIA SUKSES BUDIDAYA LELE (PEMULA)

Pertama kali buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah
sedalam 30 cm, tanah galian lalu urug-kan saja ke sekitar pinggir calon kolam.
Terus beli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan (yang lebih mahal juga ada), tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali tadi dengan kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20 - 30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus.
Sebagian terkena cahaya langsung matahari.
Info: Kalau air terlalu dangkal ukuran lele menjadi terlalu pendek karena ikan kurang bebas bergerak.

Jadilah kolam kita yang berbiaya murah, hemat biaya pasir dan semen, serta hemat ongkos tukang bukan ?!

Isi kolam dengan air bebas pencemaran bisa berasal dari air sungai, sumur, atau air PAM yang sudah diendapkan. kolam sebaiknya diberi pupuk kandang, urea, dolomit dan didiamkan minimal 1 minggu agar terbentuk pakan alami berupa plankton, kolam harus dlm kondisi air tidak jalan karena lele rentan terhadap perubahan air yg terus menerus dan lele akan selalu meloncat kearah sumber air mengalir. kedalaman kolam sebaiknya 120 cm dgn ketinggian air 80 cm. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.

Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. (terkadang kalo beli bibit ada minimal order)

Coba isi kolam tadi dengan 300 - 400 ekor benih ikan lele.
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya
didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/M2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak
panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam.

PAKAN
Berikan pakan dua kali dalam sehari. Pakannya adalah pelet dan menu tambahan cacahan jeroan ayam. Menu tambahan ini ikan bisa cepat besar. Menu tambahan ini juga meningkatkan pertumbuhan lele. Kalau biasanya sekilo ada 7 s/d 9 ekor,
Setelah diberi pakan tambahan sekilo cuma enam ekor,

Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah zat makanan.

Atau bisa juga pakan utama menggunakan pakan pabrik dgn kandungan protein >32% dan dapat diberi pakan tambahan berupa limbah peternakan ayam spt bangkai ayam, usus, telur yg gagal tetas yang terlebih dahulu dibakar/direbus. Atau dengan
jeroan ikan, atau ikan-ikan buangan (dipasar banyak koq).

*CATATAN TIDAK WAJIB*
Untuk tambahan Pakannya sediakan seperti dibawah ini;
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS (dihaluskan) lbh bagus di rebus dengan perbandingan 10:5:1 jadi setiap 10 kg ampas tahu +5kg katul + 1kg ikan asin
Bisa aduk jd satu dan berikan sesuai kebutuhan.

Kalau di awal-awal menabur benih, biasanya sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, lalu buang.
1 minggu mungkin sekitar 20-30 ekor.
3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal koq. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukup besar untuk bisa dipanen, dijual dengan harga sekitar 1500 rupiah per ekor. (asumsi sekilo Rp.11.000, biasanya ada 8 - 9 ekor lele)

Bibit lele biasanya dibeli dari pasar atau peternak lele (yang memproduksi benih).
Hati-hati dengan bibit yang kuntet (tidak bisa gede)

Atau kalau kita sendiri punya lahan sangat luas, bisa membeli 3 - 4 pasang induk yang siap bertelur (harga mungkin sekitar 100 ribu per pasang), sekali bertelur jumlahnya bisa ribuan.

Semoga bermanfaat  ...

Jumat, 09 Maret 2018

MENGHITUNG PADAT TEBAR LELE DALAM KOLAM

Banyak yang galau dan bertanya pada kami tentang jumlah tebar lele yang ideal, atau yang sekiranya tidak masuk akal untuk per meter kubiknya, atau per meter perseginya dan ada pula yang bingung ketika mendapat data tebar yang berbeda di antar pembudidaya lele atau mungkin baca dari mbah Google. Hehehe....

Namun, dengan semua informasi itu dan semua itu tidak salah karena setiap pembudidaya lele pasti punya trik, teknik dan pengalaman sendiri dalam sistem budidaya juga ukuran ideal penyebarannya.
Kita harus Bijak dalam Menghitung Jumlah Padat Tebar lele yang ideal. Jika kita bijak dan terbuka maka kita akan melihat banyak faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar ideal itu.

Jenis/Bentuk Kolam budidaya
kolam budidaya sangat mempengaruhi jumlah pada tebar ada 4 jenis kolam budidaya yaitu :

- Kolam tanah
- Kolam terpal
- Kolam beton
- Jaring apung

Semua jenis kolam itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing,
sedangkan untuk bentuk kolam sendiri ada 3 bentuk, yaitu :
- Kolam berbentuk persegi
- Kolam bundar
- Kolam oval
Menurut kami, yang ideal untuk padat tebar adalah kolam bundar dan oval selain karena kolam tersebut tidak memiliki sudut mati sehingga ikan bebas bergerak , beda dengan kolam persegi yang memiliki sudut mati.

Kalau menurut saya, faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar lele ini, entah untuk pembibitan dan konsumsi adalah:
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain / Jenis
5. Lokasi
5. Ukuran Lele
6. Pengalaman
7. Sistem Budidaya
Dan masih banyak lagi yang mempengaruhi tebar lele pada suatu kolam.

Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan secara mentah segala informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya lele lain ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan atau di tulis di mbah Google.

Kedalaman Kolam dan tinggi air
di setiap pembudidaya mempunyai standart perhitungan sendiri sesuai dengan lingkungan mereka yang di pengaruhi intensitas cahaya matahari, suhu dan curah hujan, untuk ketinggian air pada kolam budidaya untuk pembesaran minimal adalah 70 - 80 cm dan untuk pembibitan 30 - 35cm.

Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3 , 100/m3 , 120/m3 , 250/m3 , 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Atau bahkan 100/m² , 150/m² , 200/m² , dan hitungan lainnya.
Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, atau 150 ekor per meter²,  maka bukan berarti itu angka adalah angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu Berfikir Global, Terbuka, Selalu inovatif ide baru dan Bertindak secara lokal.

TEKNIK BUDIDAYA

Seperti kita semua ketahui bahwa ukuran tebar ideal kolam salah satunya dipengaruhi oleh teknik budidaya setiap pembudidaya itu sendiri.
Untuk masalah teknik budidaya ini meliputi :
- Cara perawatan media
- Pemberian pakan
- Penanganan dan perawatan sehari hari
Semakin padat ikan lele dalam kolam budidaya kita maka perbaikannya akan lebih extra.

STRAIN LELE / JENIS LELE

Strain lele atau jenis lele dalam budidaya juga sangat mempengarhui ada bemacam macam jenis lele yang ada di indonesia mulai dari dumbo ( sudah punah ) lele sangkuriang, lele massamo, lele burma , lele phyton , lele mutiara, dll.
Nah, untuk padat tebar ideal suatu kolam, lebih baik kami sarankan sahabat pembudidaya atau sahabat pembudidaya pemula menggunakan 2 jenis lele, yaitu lele burma dan lele masamo karena dua jenis lele ini mampu beradaptasi dengan cepat jika ada perubahan terhadap media kolam budidaya, entah pH air, suhu dan cuaca.

LOKASI BUDIDAYA LELE

Untuk lokasi budidaya sendiri juga mempengaruhi ukuran padat budidaya kita, karena suhu tiap daerah berbeda beda.
Maka saran kami, kenalilah terlebih dahulu lingkungan budidaya anda,  mulai dari curah hujan, intensitas cahaya matahari, suhu udara serta sumber air dan kondisi air juga tanah.

UKURAN LELE

Pada padat tebar dalam budidaya berbeda beda sesuai dengan ukuran lele / ukuran benih lele yang kita budidayakan, jika ukuran 3cm bisa untuk 5000/m3 sampai dengan ukuran 6 cm , nah untuk ukuran selanjutnya tidak bisa sepadat itu, misalnya ukuran 7 cm mampu 3000/m3 dan begitu seterusnya.

PENGALAMAN DALAM BUDIDAYA LELE

Dari semua faktor yang kami kelompokkan diatas tadi yang mempengaruhi jumlah padat tebar lele, justru pengalaman inilah faktor yang paling terpenting , karena bisa saya katakan bahwa di balik pengalaman ada uang yang terbuang. Hehehehe ......

Ilmu yang paling berharga adalah sebuah pengalaman, dan pengalaman itu sendiri akan kita dapat setelah kita melakukan sebuah tindakan.
Analisa juga berharga dan sebuah analisa akan mendapat suatu pelajaran dan pengalaman berharga setelah kita praktekkan sendiri.

Maka dari itu, cobalah dalam skala kecil terlebih dulu biar kita bisa menghitung seberapa mampu kita mengaplikasikan sebuah sistem budidaya padat tebar untuk budidaya kita atau teknik budidaya kita sendiri , mau 100 ekor/m3 ; 200ekor/m3 ; 500ekor/m3 ; 1000ekor/m3 atau bahkan 2000ekor/m3. Semua itu tergantung kesanggupan kita sendiri, untuk yang ingin mencoba budidaya padat tebar  dan mengaplikasikan ide tebar baru untuk mendapatkan FCR terendah, Keuntungan 3x lipat atau lainnya, sebaiknya naik bertahap seperti menaiki sebuah anak tangga dan jangan meloncat terlalu jauh.

*PESAN SAYA,
"Jangan takut untuk memiliki ide baru atau inovasi baru atau kemungkinan dalam hitungan dalam berbudi daya, serta lakukan ide gila tersebut. Karena justru dari situlah kita akan mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga , entah berawal dari kegagalan atau kesuksesan dalam ide, selalu bersemangat untuk menjadi seorang pembudidaya yang Modern, Terbuka & Sukses."

SISTEM BUDIDAYA LELE

Semuanya kesuksesan dalam ukuran padat tebar lele adalah tergantung pada teknik pemeliharaan yang kita gunakan, yaitu dengan Sistem Probiotik Organik, Sistem Bioflok, Sistem Tradisional Konvensional, ataupun sistem-sistem lainnya.

Walaupun lele mampu hidup dalam lingkungan yang minim oksigen dan air yang sedikit, kenyataannya untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari usaha pembesaran lele ini, kita harus tahu ukuran kepadatan tebar bibit lele yang mampu memberi dukungan pertumbuhan optimal lele itu sendiri sehingga kendala seperti penyakit, kematian atau kanibalisme tidak banyak terjadi. Dengan kata lain, kita sangat meminimalkan angka kematian lele.
Jika kita bisa menekan angka kematian lele menjadi 0,1% dari 1000 lele yang kita budidayakan , tentu hal itu akan menjadi suatu kebanggaan dan keuntungan tersendiri bagi kita dan Anda terutama.  Akan menjadi sebuah rekor dunia baru seperti yang mereka katakan belum lama ini.
Kembali semua itu bisa terjadi karena tergantung pada diri kita sendiri, kemampuan budidaya kita, ide / kemauan diri kita sendiri , cuaca / iklim dan teknik budidaya kita sendiri.

Dengan teknik dan pemilihan jumlah padat tebar yang tepat, Lele yang dibudidaya akan cepat dipanen. Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam minimal 45 hari sudah bisa dipanen.

Berikut coba kami berikan padat tebar ideal untuk budidaya lele dengan teknik Probiotik Organik dengan 2 sistem kolam yaitu kolam sirkulasi dan kolam tanpa sirkulasi seperti yang pernah kami uji coba dan lakukan pada budidaya kami selama ini. Jangan takut untuk Selalu ide baru dan inovasi baru dalam berbudidaya.

Kolam lele dengan sistem Sirkulasi

-  Untuk kolam ketinggian air 0,75 m, padat tebar yang ideal adalah 200 ekor/m².
-  Untuk kolam ketinggian air 1,25 m, padat tebar yang ideal adalah 300 ekor/m².

CATATAN : Tidak terpengaruh oleh luas kolam budidaya.

Kolam lele tanpa Sistem Sirkulasi
-  Untuk kolam ketinggian air 0,75 m, padat tebar yang idealnya adalah 75 ekor/m².
-  Untuk kolam ketinggian air 1,25 m, padat tebar yang idealnya adalah 150 ekor/m².

CATATAN: Jika baru terjun atau baru memulai budidaya ikan lele, silahkan gunakan teknik Probiotik Organik dengan padat tebar sebanyak 100/m².

Nanti jika Anda sudah terbisa dan cukup berhasil, silahkan gunakan teknik diatas. Silahkan muncul kan dan praktekkan ide baru Anda.
Kegagalan adalah awal kesuksesan. Jangan patah semangat.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

Kamis, 08 Maret 2018

BEGINI CARA BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL

●  TANYA, " Bagaimana cara berbudidaya lele di kolam terpal ?"

→  JAWAB, "Persiapan Lahan.

Pada tipe kolam berupa terpal, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
»  Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.

»  Jika kolam terpal masih baru, baiknya di cuci dulu pakai sabun cuci untuk menghilangkan unsur kimia dalam terpal, menghilangkan bau terpal, dll

»  Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit, jamur dan virus mati. Normalnya dan bagusnya di diamkan selama 1 - 3 hari dulu.

»   Jika mulai baru, bagus nya masukkan air 20 % / 20cm atau seperempat tinggi kolam.
Campurkan 2-3 sdm ke dalam kolam dan di campur 3 tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK atau 1 sdm TON yang sudah dilarutkan terlebih dulu ke dalam 0,5 liter air, baru di masukkan ke kolam.
Tunggu sampai 3 - 4 hari dulu baru masukkan bibit ikan.
GUNANYA adalah agar air sehat , terbebas dari virus-hama-penyakit dan banyak tumbuh plankton yang bisa menjadi sumber makanan alami ikan.

»  Pemasukan air bisa juga langsung penuh dan segera diberi TON (Tambak Organik Nusantara) untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2.
Biarkan selama 3 - 4 hari setelah perlakuan TON untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

Pemindahan Bibit

Siapkan bibit sebanyak 2000 ekor ukuran 3 - 5 cm. Untuk ukuran kolam 3 m x 4 m x 1 m.
Atau idealnya 100 - 130 ekor ukuran 2 - 3 cm untuk luas 1m².
Pemakaian bibit saya sarankan sebaiknya ukuran yang telah memakan pellet butiran (F 999). Hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberian makan, agar tidak terjadi banyak kematian lele.
Dan lele masih bisa bergerak agar tidak ada rebutan pakan / pertumbuhan tidak merata.
Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukkan kedalam kolam, Bibit yang ada dalam bungkusan plastik bisa langsung di agungkan dulu bersama plastiknya atau Lele bisa dimasukkan ke dalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam.

Perawatan Lele di Dalam Kolam Terpal

Perawatan ikan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya.
Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut :

1. Penambahan air dan Pergantian air

Bila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga tinggi air kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 - 20 cm).

2. Pergantian Air
dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung atau mengambang atau mulai sering muncul ke permukaan kolam). Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat).
Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hampir kering). Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar).

3. Pemberian TON (Tambak Organik Nusantara) & TANGGUH Probiotik
Aplikasikan TON dan Probiotik setiap habis dilakukan penggantian air pada kolam dengan dosis yang sama seperti pada persiapan lahan, hal ini bertujuan untuk mencegah lele stress pada waktu penambahan air.
Ciri perlakuan TON :
● Air akan berwarna hijau cerah, menandakan banyak terdapat plankton.
● Suhu air lebih stabil
● Efek asam amino dari kotoran lele bisa ditekan

Ciri Perlakuan pemberian Probiotik :
● Air kolam akan tampak segar
● Dasar kolam akan tetap netral kadar amonia nya karena pengurai asam amonia bekas sisa pakan dan kotoran ternak ikan dan ini memacu kesehatan ikan
● Ikan tampak sehat bugar karena pencernaan ikan terbantu dengan adanya bakteri baik dalam probiotik
● Membantu menyetarakan kadar aasam dan PH air
● dan beberapa ciri lainnya

4. Pemberian Pakan
Pemberian pakan lele harus disesuaikan dengan besar mulut ikan dan bobot ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah f 999 sampai umur ikan 2 minggu, kemudian 781-2 sampai umur ikan 2 bulan dan 781 sampai umur ikan siap panen yaitu 3 bulan. Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konfersi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konfersi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan.

Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan samapai 3 bulan.
Pemberian bangkai ayam atau usus ayam haruslah yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan ikan. Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan."

"Kenapa 3 bulan baru panen ?"

" Itu jika kita hanya berbudidaya konvensional tradisional yang tidak memberikan tambahan apapun pada budidaya lele nya.

Namun metode budidaya yang sekarang sedang naik daun dan  juga mulai digunakan oleh para pembudidaya adalah metode Probiotik Organik yang sehat, kualitas daging bagus dan juga mempercepat proses panen lele, hanya 45 hari saja, tidak perlu 3 bulan seperti pembudidaya yang lain.
Tetapi itu tergantung ukuran dan jenis bibit yang kita tebar, misal ukuran 7 - 9, dari jenis sangkuriang atau massamo, kemungkinan panen 45 hari di ukuran 25 - 30 masih bisa di kejar / di usahakan terjadi.

Dan tekhnologi probiotik organik NASA untuk ikan lele / ikqn air tawar ini hanya "MEMBANTU" pembudidaya mempercepat panen. Tetapi, semua kembali pada jenis lele, ukuran lele, pakan, perlakuan / sistem pemeliharaan, dan kolam masing² pembudidaya lele.

Caranya :
Campurkan 1 tutup Botol campuran VITERNA, POC NASA & HORMONIK kedalam pelet atau pakan yang akan kita tebarkan ke kolam.

Komposisi :
20% -25% per bobot total lele dalam luas kolam dan di beri 1 - 2 tutup Botol campuran VITERNA, POC NASA & HORMONIK tadi, diaduk sampai rata lalu diangin anginkan sebentar, baru di tebarkan di kolam.
Hasilnya sudah sangat terbukti mampu mempercepat masa panen ikan lele atau ikan air tawar.

Atau dengan cara lain yang lebih mudah, yaitu :

1. Larutkan 1 Tutup Viterna + 1 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK pada 1 liter air dalam hand sprayer.

2. tiriskan pakan yang akan di berikan dalam wadah

3. semprotkan tipis cairan VITERNA +POC NASA + Hormonik ke arah pakan secara merata

4. Angin-anginkan pakan sampai tidak terasa lembab
5. Pakan siap diberikan

PANEN

Panen ikan lele dikolam terpal dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua).
Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 sampai 10 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pasar, kemudian ukuran yang kecil dipelihara kembali.
Panen sekaligus biasanya dengan menambah umur ikan agar ikan dapat dipanen semua dengan ukuran yang sesuai keinginan pasar.

CATATAN :
Ciri lele hasil budidaya dengan Tekhnologi Probiotik Organik NASA :
1. Lele lincah dan gesit
2. Dagingnya kenyal
3. Tidak terjadi penurunan berat badan saat panen akibat lele mengalami stress
4. Ketika di goreng daging tidak menyusut di karenakan kandungan lemak yang meleleh akibat panas
5. Ukuran badan sama dengan ukuran kepala (menandakan lele benar-benar gemuk)."

Dengan perlakuan dan teraphy Probiotik organik NASA ini, insya Allah pertmbuhan dan perkembangan ternak ikan lele dan ikan air tawar menjadi lebih bagus, sehat, cepat panen dan menguntungkan.

Rabu, 07 Maret 2018

TANYA JAWAB BUDIDAYA LELE PALING SUKSES

● TANYA, " Berapa kepadatan kolam ikan lele yang ideal per meter perseginya ??"

»  JAWAB," Kepadatan tebar Lele yang ideal sebenarnya bervariasi antara 100 sampai 150 ekor per meter².
Jika terlalu jarang maka akan tercipta ruang gerak yang terlalu lebar, sehingga ikan akan lebih banyak bergerak yang akan banyak menggunakan energi dari pakan, Hal ini tentu akan mengurangi nutrisi pakan untuk pembentukan daging.
Namun Jika terlalu padat, efeknya adalah resiko kanibalisme dan pertumbuhan yang tidak rata/Variasi, dan kematian setiap hari.

●  TANYA, "Jika kolam tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi masalah tersebut ?"

»  JAWAB, "Jika tidak bisa dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam dan semakin banyak hama, jamur dan bakteri penyakit.
Hal itu tentu akan sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara.
Cara mengatasinya adalah dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan dengan keasamannya. Semakin berbuih dan semakin pekat air kolam, maka semakin banyak dolomit yang kita tabur ke kolam. Pemberian TON & TANGGUH secara kontinyu dapat mengurangi kadar keasaman tersebut dan dapat membunuh segala hama, jamur dan bakteri penyakit. Lalu menumbuhkan plankton yang menjadi sumber pakan alami ikan / udang.
Namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur dolomit seperti di atas juga pemberian garam kasar pada kolam.

●  TANYA, "Bagaimana mengatasi penyakit karena jamur pada ikan air tawar ?"
●  TANYA, "Bagaimana mengobati lele sakit moncong putih dan Bintik putih ke lele ?"

»  JAWAB, "Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, cendawan, Jamur, bakteri, atau hama dapat ditanggulangi dengan menggunakan disinfektan dan insektisida.
Bahkan dengan bahan yang ada di dalam dapur kita, yaitu garam.
Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya (with drawal time).
Penyakit Lele moncong putih, borok, Perut kembung dan Bintik putih bahkan kumis keriting di sebabkan oleh bakteri penyakit, Jamur dan Hama yang ada di dalam kolam budidaya.

Cara mengatasinya adalah :
~ Membersihkan kolam dan menguras kolam budidaya.
Bisa sampai kering (jika ada kolam lain untuk memindah lele untuk sementara). Dan biarkan kering kira kira 1 - 2 hari.
Setelah itu, masukkan air ke dalam kolam tadi sebanyak 20%- 25% saja dulu, lalu di campurkan garam kasar secukupnya (2% dari luas kolam), masukkan 3 tutup Botol TON yang telah dicampur 2 liter air dan 3 tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK ke dalam kolam tersebut.
Diamkan selama 1 hari.

Ambil dan sortir lele yang sakit dari yang sehat, lalu pindahkan ke kolam / aquarium / ember tersendiri yang sebelumnya sudah kita tetesi 2 tetes iodium, garam kasar secukupnya. Dan 2 tutup Botol TANGGUH.
Ada baiknya di masukkan bonggol pisang ke dalam kolam lele yang sakit itu, gunanya adalah untuk menghilangkan jamur yang menempel pada tubuh lele.
Khusus lele kembung, bisa beri 3 - 5 tetesan jahe yang sudah kita gepruk terlebih dulu.

●  TANYA, "Kenapa Harus TON ?"
»  JAWAB, "Karena Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam, Menumbuhkan Plankton, Menjaga PH air, membantu mengurai segala jenis racun kimia dan sisa pakan di dasar kolam.

●  TANYA, "Kenapa kok air kolam cepat bau padahal baru saja di kuras ?"
●  TANYA, "Kenapa ikan sering muncul di permukaan atau air kolam berbuih ?"

»  JAWAB, "Bau menyengat pada kolam lele tersebut biasanya disebabkan karena beberapa hal , yaitu :

●  Perawatan air kolam yang kurang memadai / jarang menguras dan membersihkan kolam.
●  Pemberian pakan yang berlebihan, sehingga menimbulkan sisa pakan. Sisa pakan menyebabkan keluarnya amonia di dalam air.
●  Ikan mati yang membusuk di kolam.
●  Pemberian pakan mentah dalam volume banyak.
●  Penumpukan kotoran dan amoniak hasil metabolisme ikan
●  PH air yang tidak bagus dan air yang tercampur bakteri, jamur dan virus.
●  Kondisi lingkungan kolam budidaya yang kurang sehat
●  Faktor cuaca dan suhu
●  Beberapa faktor mikro lainnya

Cara mengatasinya dan dijamin tidak akan pernah timbul lagi air kolam budidaya yang cepat bau, Yaitu dengan metode terbaru :

1.  Beri pakan secukupnya saja
Berilah pakan pada ikan budidaya kita dengan secukupnya saja, jangan berlebihan.
20% - 30% jumlah bobot ikan dalam kolam budidaya.
Saya menganjurkan agar membuat perkiraan pakan yang dapat membuat seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang.
3x sehari (pagi, siang dan sore)

2.  Buang ikan yang mati

Dalam budidaya ikan air tawar biasanya terdapat beberapa ikan mati tiba tiba, makanya begitu kita tahu, harus segera cepat kita ambil dan buang.

3.  Merebus pakan mentah

Jika kita ingin memberikan pakan mentah tambahan misal dari sisa makanan dapur atau jeroan ayam / sapi sebagai pakan tambahan sebaiknya calon pakan itu direbus terlebih dahulu terutama jika pemberian volume banyak.
Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan di dalam kolam.

4.  Penggantian air secara berkala / Minimal 3 - 4 hari sekali.

Ikan memang tetap dapat tumbuh meski tanpa penggantian air, namun penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Penggantian air secara berkala dapat mengurangi bau pada kolam. Sebab beberapa racun dan bakteri ikut berkurang bersama terbuangnya air.

5.  Pensifonan

Pensifonan adalah membuang kotoran atau endapan dari dasar kolam. Pensifonan dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan atau menyedot menggunakan selang. Pensifonan penting dilakukan karena kita membuang kotoran dan amoniak yang menyebabkan bau menyengat di kolam. Pensifonan sebaiknya dilakukan sore hari agar ikan tidak stress.

6.  Filter air

Penerapan metode filter air memang jarang dilakukan. Penggunaan filter air pada kolam mirip seperti instalasi filter air pada aquarium. Air kolam dipompa menggunakan instalasi filter air kemudian dialirkan kembali ke kolam. Penggunaan filter air akan membuat air lebih bersih, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam kolam. Penggunaan filter air biasanya pada kolam padat tebar.

7.  Membuat kucuran air

Kucuran air akan melepaskan kandungan amoniak ke udara sehingga dapat mengurangi bau pada kolam. Kita dapat membuat kucuran air menggunakan pompa air atau pompa akuarium.

8.  Menggunakan bakteri probiotik / metode Probiotik Organik

Penggunaan metode masih jarang dilakukan oleh para sahabat pembudidaya ikan.
Karena belum banyak yang mengetahuinya. Namun metode ini terbukti sangat ampuh dalam mengurangi dan menghilangkan tingkat bau lebih tinggi dibanding metode lain. Juga membersihkan air kolam secara alamiah.

Dalam Metode Organik ini, sejak dulu saya hanya pakai TON dan TANGGUH PROBIOTIK.
Dan terbukti hasilnya pada kolam saya, dan kolam kita akan menjadi kolam budidaya yang sehat yaitu kolam budidaya Probiotik Organik.

Metode ini menggunakan berbagai macam bakteri yang sudah terkandung dalam paket TON & TANGGUH PROBIOTIK yang mempunyai fungsi :

1. Mempercepat proses pembusukan kotoran di dalam kolam.

2. Menetralkan zat-zat yang berbahaya seperti amoniak yang dihasilkan oleh sisa pakan dll.

3. Mengendalikan kuman dan penghasil antibiotik yang dapat membunuh bakteri jahat.

4. Menghilangkan bau hasil pembusukan.

5. Membantu menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak termakan.

6. Membantu Mengurangi produksi senyawa beracun / amoniak

7. Menetralkan racun H2S dan nitrit

8. Menekan bakteri yang merugikan di kolam dengan
cara kompetisi

9.  Meningkatkan gizi dan menambah cita rasa hasil ternak, ikan, dan udang.

10. Dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas).

11. Untuk meningkatkan kesehatan ikan dan proteksi diri ikan

12. Menambah kesuburan perairan ikan.
13. Mempercepat pertumbuhan ternak dan ikan.

14.  Membersihkan kolam dan membunuh hama, jamur dan bakteri penyakit dari lingkungan kolam budidaya

15.  Memicu pertumbuhan plankton yang menjadi sumber makanan alami ikan

Tanya," Bagaimana perlakuan terhadap air kolam yang baru saja kena hujan deras dalam waktu yang lama??

Jawab," Sifat air hujan yang kurang baik bagi kehidupan ikan adalah keasaman yang agak tinggi yang bisa meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit lainnya, Untuk mengatasinya adalah dengan cara pembuangan air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10-20cm, agar keasamannya netral, beri kapur dolomite atau zeolit dengan dosis 500kg/HA.

●  TANYA, "Jika kita pakai VITERNA, HORMONIK dan POC NASA dicampur dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis?"

»  JAWAB, "Ketiga produk tersebut adalah bahan organik murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip kerja Paket perikanan tersebut seperti pakan biasa. Banyak pengguna / Sahabat Tani Ikan yang juga memakai dosis tersebut tidak terjadi masalah pada ikannya. Justru ikannya malah tambah cepat besar dan cepat tambah bobotnya.

●  TANYA, " Bagaimana tips agar ikan Nila cepat besar dan bisa dipanen?"

●  JAWAB, "Tips agar hasil panen optimal bobot ikan 1kg per ekor.
Caranya: VITERNA, POC NASA, HORMONIK Dicampur dalam 1 wadah kemudian ambil 10cc / 1 tutup Botol VITERNA dan kemudian campurkan dengan 2,5kg pakan apa saja, cukup diberikan 1x sehari.

Selain pakan yang kita campur 3 bahan organik tadi, kita juga harus melakukan. Terapi Kolam.

Terapi kolam:
Gunakan TON sebagai pupuk kolam, ambil 1 sendok makan TON campurkan ke dalam 10 liter air, siramkan secukupnya setiap 2 minggu sekali.

BUDIDAYA LELE SISTEM PROBIOTIK ORGANIK

Budi daya perikanan, termasuk budidaya lele memiliki tiga faktor penting yang memengaruhi keberhasilannya, yaitu :

1. Bibit
2.  Pakan
3.  Manajemen pemeliharaan.

Selain itu, faktor lainnya adalah kualitas air. Faktor ini sering dilupakan oleh pembudidaya lele. Manajemen usaha pembudidayaan harus dilakukan secara benar agar budi daya yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu tantangan pada budi daya lele adalah harga pakan yang terus meningkat. Misal nya harga pelet yang hampir setiap bulan selalu meningkat.

Kenyataan di lapangan saat ini, pembudidaya lele memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pakan pabrikan. Kondisi ini dipicu oleh tidak adanya pakan alternatif yang dapat menggantikan pakan pabrikan.
IRONISNYA lagi, Dalam penggunaan dalam pakan pabrikan yang juga harganya juga sangat tinggi dan juga seringkali tidak menjamin keberhasilan budi daya lele. Misalnya, banyak lele yang sakit dan tingkat kematiannya tinggi.

Selain itu, output hasil budi daya pun sering dihargai “rendah” dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pembudidaya.

Lalu Apa Itu Probiotik Organik ?

Probiotik merupakan kumpulan mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan semua makhluk hidup. Sementara itu, organik berarti pencapaian kumpulan mikroorganisme tersebut dihasilkan dari bahan dasar alami, karena tanpa melibatkan unsur kimia.

Kenapa harus berganti ke pola budidaya Probiotik Organik ?

Paradigma masyarakat terhadap perbaikan kehidupan dalam segala aspek telah menjadi pilihan gaya hidup. Penggunaan bahan organik merupakan satu langkah positif bagi masyarakat. Kesadaran untuk memelihara kesehatan dibandingkan dengan mengobati mulai muncul di masyarakat.

PT. NASA juga saya sendiri dan bersama beberapa petani lele telah memulai budidaya lele dengan cara Probiotik Organik ini sejak beberapa waktu lalu, dan hasilnya sungguh sangat menguntungkan.
Yaitu :
●  Penghematan biaya pakan pelet
●  Bibit lele dan Lele budidaya sangat minim yang mati
●  Masa panen yang sangat cepat, 40 hari sudah panen
●  Lele lebih sehat dan dagingnya lebih padat dan enak
●  Air bekas kolam bisa digunakan lagi
●  Panen lebih banyak karena kolam bisa lebih banyak menampung lele
●  Keuntungan pemasukan naik hampir 200%
●  Dan lain lain

Kami tambahkan dan menggunakan TANGGUH PROBIOTIK & TON pada kolam lele yang kami gunakan untuk budidaya lele Probiotik Organik ini.

Keunggulan bududaya Ikan Lele Dengan Probiotik Organik

A. Pakan Alami, Berkualitas dan Murah

Biaya pakan pada budi daya lele juga dapat mencapai 60%—70% dari keseluruhan total semua biaya produksi. Karena itu, pada setiap terjadi kenaikan suatu harga pakan memang akan mempengaruhi pembudidaya lele. Lebih parahnya, meskipun telah menggunakan pakan pabrikan (pelet), terkadang hasil panen ternyata kurang sesuai harapan yang diinginkan oleh para sahabat tani lele.

Cara Kerja Probiotik Organik

Probiotik bekerja dengan cara mengontrol semua perkembangan serta populasi mikroorganisme “jahat” dan sehingga menghasilkan lingkungan tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme “baik” Hingga akhirnya, mikroorganisme “baik” akan mendominasi dan membuat habitat menjadi nyaman bagi pertumbuhan makhluk hidup pada lingkungan tersebut.

Melalui teknis budi daya probiotik organik, pembudidaya tidak lagi tergantung pada pakan buatan pabrik. Berdasarkan pengalaman pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem probiotik organik, penghematan biaya dapat mencapai 50%— 60% dibandingkan dengan penggunaan pakan pelet (pakan pabrikan).

B. Kepadatan Kolam Lebih Tinggi

Kepadatan kolam pada budi daya lele yang masih menggunakan sistem konvensional hanya 100 - 150 ekor/m3. Namun, jika melakukan budi daya dengan sistem probiotik organik, kepadatan kolam lele dapat mencapai 200 ekor/m3.
Khusus untuk pemula, kepadatan kolam sebaiknya hanya 50 - 100 ekor/m3. Setelah berhasil, tingkatkan kepadatan kolamnya hingga 150 - 200 ekor

Pada Umumnya, semakin tinggi kepadatan kolam, semakin lambat laju pertumbuhannya. Namun, dengan adanya teknologi probiotik organik ini, asupan pakan alami probiotik organik, microphylla dan fitoplankton akan membuat laju pertumbuhannya tetap tinggi dan kondisinya sehat. Pasalnya, bahan kandungan di TANGGUH PROBIOTIK & TON juga pakan tersebut memiliki kandungan asam amino esensial yang sangat tinggi yang menjaga nafsu makan lele dan memperbanyak pakan alami lele dalam kolam budidaya.

Tingkat kepadatan ikan yang tinggi tidak terlepas dari berbagai masalah. Semakin padat ikan di dalam kolam, kebutuhan oksigen menjadi lebih banyak. Karena itu, sirkulasi air probiotik harus sangat diperhatikan.
Selama ini, kolam budidaya lele kami memakai sistem saringan dan oksigen konvensional biasa.

C. Kualitas Air Tetap Baik

Kualitas air memiliki pengaruh terhadap kondisi lele. Ada beberapa pembudidaya lele yang hanya memerhatikan kondisi bibit, pakan, dan manajemen budi daya, tetapi melupakan kualitas air yang digunakan.
Pencemaran air di dalam kolam budidaya dapat disebabkan oleh sisa pakan atau kotoran lele yang terakumulasi di dasar kolam, khususnya untuk kolam yang memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi dan jarang di kuras.

Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas air dan berkurangnya kandungan oksigen terlarut dalam kolam budidaya.
Akibatnya, lele mudah stres, rawan terserang penyakit, dan nafsu makan berkurang. Hingga akhirnya, pertumbuhan lele menjadi tidak optimal dan menyebabkan kematian.

Jika memakai sistem Probiotik Organik, air kolam akan tampak agak hijau muda karena sirkulasi oksigen yang sehat dan penuh dengan fitoplankton hidup untuk jadi makanan alami lele.

D. Serangan Penyakit Menurun dan Kematian Bibit Rendah

Cara Pemberian pakan berupa kombinasi pakan probiotik organik, Azolla microphylla, dan juga beberapa nutrisi yang terdapat dalam air juga dapat menjaga ikan tetap sehat serta dapat menurunkan tingkat kematian menjadi sangat rendah (2 - 3%, bahkan ada diantara sahabat tani lele Probiotik Organik yang bisa di bawah 1%).

Air kolam lele yang menggunakan sistem Probiotik organik perlu disiapkan enam hari sebelum bibit lele ditebar.

Jika bibit lele berasal dari lokasi yang berjarak 3,5 - 4 jam perjalanan, waktu adaptasinya kurang dari 1 jam. Setelah adaptasi, bibit lele umumnya langsung dapat memakan pakan Probiotik Organik dengan tingkat mortalitas 0 (nol). Selain itu, bibit juga tidak bergerombol dan langsung berenang aktif.

Sementara itu, bibit yang masuk dalam kolam konvensional (TANPA perlakuan probiotik organik) memerlukan waktu adaptasi lebih dari 12 jam. Setelah melewati waktu adaptasi, bibit lele mulai aktif memakan pakan setelah 24 jam dengan tingkat kematian sekitar 10 - 20%.
Selain itu, bibit lele umumnya bergerombol dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mulai berenang aktif dibandingkan dengan lele yang menggunakan sistem Probiotik Organik.

Bagi para pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem Probiotik Organik merasa sangat diuntungkan. Pasalnya, lele dapat bertahan dari serangan penyakit jamur, bakteri dan cacar dengan tingkat kurang dari 1%.

E.  Pertumbuhan Optimal

Tingkat pertumbuhan sangat tergantung pada bibit lele yang akan kita dibudidayakan.
Proses budidaya lele menggunakan sistem Probiotik Organik tidak menekankan pada cepatnya proses pertumbuhan, tetapi berdasarkan mutu dan kesehatan ikan.
Selain faktor lele, pertumbuhan lele juga tergantung pada susunan sistem manajemen perlakuan Probiotik Organik. Misalnya, penjagaan dan perawatan kolam serta sikap dalam menangani gangguan eksternal yang dapat memengaruhi kolam.
Rasio pemberian pakan yang mengikuti laju pertumbuhan merupakan salah satu faktor penting di dalam budi daya lele sistem Probiotik Organik. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, bibit 2 - 3 cm dapat menghasilkan 8 - 9 ekor per kilogram dalam waktu sekitar 40 hari.

F.  Lele yang Dihasilkan Berkualitas

Berdasarkan pengalaman penulis dan pembudidaya, lele yang dlbudidayakan dengan sistem Probiotik Organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan lele sistem konvensional.

Beberapa keunggulannya adalah bobot lele lebih padat, kesat, kenyal, dan tidak ada penyusutan bobot. Selain itu, kulit lele lebih mulus, teksturnya licin, serta rasa dagingnya lebih gurih dan tidak hancur saat digoreng.

Pertumbuhan lele berlangsung dengan baik karena sistem Probiotik Organik dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh lele. Keaktifan pergerakan lele saat berada dalam kolam membuktikan bahwa lele sangat senang dengan perlakuan, kolam serta pakan Probiotik Organik karena akan menambah bibit unggul.

G.  Melestarikan dan Menstabilkan Lingkungan

Sistem probiotik organik dapat meminimalkan kerusakan kualitas air. Air bekas kurasan kolam lele probiotik bisa kita gunakan lagi untuk menyiram tanaman.

Jadi, secara garis besar dan pengalaman yang sudah berbudidaya lele menggunakan Probiotik organik ini sangat banyak keuntungannya dan sangat minim kerugian.

Semoga berguna ...