Halaman

Tampilkan postingan dengan label Teknik Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Budidaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2020

CARA SEDERHANA DAN DAHSYAT PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

1). Bersihkan terlebih dahulu “piringan” pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang. Sebab, hal ini bermanfaat bagi pohon kelapa sawit dan tandan buah sawit. Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisa berjalan mulus dan meresap maksimal ke dalam pohon kelapa sawitnya.
2). Khusus untuk areal datar, pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar. Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada di areal datar tersebut secara merata.
3).Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk ditaburkan. Artinya jangan menyebarkan pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya, karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
4).Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya.
5).Pupuk dianjurkan untuk disebarkan pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
6).Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarkan haruslah benar-benar berbentuk remah, bukan gumpalan-gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk Urea dan lain sebagainya. Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit, perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebarkan, tetapi jika belum, gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah.
7).Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat buruk.

Tempat Penaburan Pupuk pada Kelapa Sawit
Tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
– Bokoran
– Ujung bokoran
– Ujung pelepah

Cara Pemupukan:
1).Top dressing, disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
2).Furrow application, di dalam rorak-rorak atau di pinggir guludan.
3).Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air.
4).Sub Soil placement, memupuk dengan cara dibenam.
5).Soil injection, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan.
6).Stem injection, dimasukkan ke dalam batang.
7).Nutritional spray, memupuk melalui daun.

Terakhir dan penting sekali diperhatikan. Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasilkan(TBM) dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan(TM).
Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya.

Untuk meningkatkan hasil dan kualitas kelapa sawit anda, sekarang sudah tersedia produk berkualitas karya anak bangsa.
SUPERNASA,POWERNUTRITION,SUPER GRANULE,POC NASA,HORMONIK,GREENSTAR

CARA APLIKASI AWAL PEMUPUKAN KELAPA SAWIT UNTUK LAHAN 1 HA (TM) Dosis lahan normal.

1). Siapkan pupuk sawit diantaranya:
– 3Kg SUPERNASA, 3Kg POWERNUTRITION
– dilarutkan kedalam 200 liter air aduk sampai merata.
2). Lalu rendam selama 1 malam.
Disarankan anda membuat pada sore hari dan paginya diaplikasikan.
Aduk kembali pagi hari sebelum disiram supaya campuran produk tercampur rata.
3). Setiap 1 pohon siram dengan takaran 1 liter perpokok tanaman.
atau bisa dengan ambil larutan induk pupuk tadi dengan takaran 1 liter campur kedalam 10 liter air,lalu siramkan takaran 10 liter tadi dengan jarak sekitar 70 cm – 100 cm dari batang pokok tanaman.
4). Interval pemupukan 4 bulan sekali.

Untuk pemupukan makronya disesuaikan dengan rekomendasi setempat dan diberi jarak 1-2 minggu sebelum pemberian NASA.
Keterangan:
1). Sebelum pemupukan sebaiknya dilakukan penebaran kapur dolomit sebanyak 2 Kg per pokok tanaman kelapa sawit.
2). Pemupukan tanaman kelapa sawit dilakukan secara rutin dengan interval 4 bulan sekali untuk hasil yang lebih optimal.
3). Penyiraman tidak perlu dilakukan apabila kondisi curah hujan cukup.
Catatan: lahan yang normal atau lahan yang tidak memerlukan penanganan khusus seperti lahan gambut, berpasir, dll. Produk ini bisa digunakan untuk lahan tersebut tetapi nanti hasil akan kurang maksimal. Jika lahan anda bermasalah, maka kita sarankan menaikkan dosis paket menjadi 2x lipat dari dosis diatas.

ALTERNATIF CARA PEMUPUKAN KE 2

CARA SEDERHANA PEMUPUKAN UNTUK LAHAN KELAPA SAWIT 1 HEKTAR (TM)

Siapkan tong/drum ukuran 200 liter dan isi dengan air bersih. Ukuran tong bisa menyesuaikan dengan jumlah pokok sawit anda.
Masukkan 1 kotak Supernasa 3kg, 1 kotak Greenstar, 500cc POC NASA, 100cc Hormonik, 250gram Supernasa dan 250gram Power Nutrition.
Aduk merata dan diamkan larutan tersebut selama 1 malam.
Disarankan anda membuat pada sore hari dan paginya diaplikasikan.
Aduk kembali pagi hari sebelum disiram supaya campuran produk tercampur rata.
Siramkan masing masing tanaman sawit 1 liter larutan induk tadi per tanaman.
Atau lebih bagus lagi setiap 10 liter air dicampur 1liter larutan induk tadi dan disiramkan merata ke sekitar tanaman.
Lakukan pemupukan NASA setiap 4 bulan sekali.
Untuk pemupukan makronya disesuaikan dengan rekomendasi setempat dan diberi jarak 1-2 minggu sebelum pemberian NASA.
Untuk sisa pupuk Greenstar nya untuk disemprotkan ke daun. Dosis 1/2 – 1 sachet per tangki 17 liter untuk menyemprot 10 tanaman sawit.
catatan: lahan yang normal atau lahan yang tidak memerlukan penanganan khusus seperti lahan gambut, berpasir, dll. Produk ini bisa digunakan untuk lahan tersebut tetapi nanti hasil akan kurang maksimal. Jika lahan anda bermasalah, maka kita sarankan menaikkan dosis paket menjadi 2x lipat dari dosis diatas.

Sabtu, 10 Maret 2018

CARA PALING RAHASIA SUKSES BUDIDAYA LELE (PEMULA)

Pertama kali buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah
sedalam 30 cm, tanah galian lalu urug-kan saja ke sekitar pinggir calon kolam.
Terus beli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan (yang lebih mahal juga ada), tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali tadi dengan kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20 - 30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus.
Sebagian terkena cahaya langsung matahari.
Info: Kalau air terlalu dangkal ukuran lele menjadi terlalu pendek karena ikan kurang bebas bergerak.

Jadilah kolam kita yang berbiaya murah, hemat biaya pasir dan semen, serta hemat ongkos tukang bukan ?!

Isi kolam dengan air bebas pencemaran bisa berasal dari air sungai, sumur, atau air PAM yang sudah diendapkan. kolam sebaiknya diberi pupuk kandang, urea, dolomit dan didiamkan minimal 1 minggu agar terbentuk pakan alami berupa plankton, kolam harus dlm kondisi air tidak jalan karena lele rentan terhadap perubahan air yg terus menerus dan lele akan selalu meloncat kearah sumber air mengalir. kedalaman kolam sebaiknya 120 cm dgn ketinggian air 80 cm. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.

Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. (terkadang kalo beli bibit ada minimal order)

Coba isi kolam tadi dengan 300 - 400 ekor benih ikan lele.
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya
didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/M2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak
panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam.

PAKAN
Berikan pakan dua kali dalam sehari. Pakannya adalah pelet dan menu tambahan cacahan jeroan ayam. Menu tambahan ini ikan bisa cepat besar. Menu tambahan ini juga meningkatkan pertumbuhan lele. Kalau biasanya sekilo ada 7 s/d 9 ekor,
Setelah diberi pakan tambahan sekilo cuma enam ekor,

Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah zat makanan.

Atau bisa juga pakan utama menggunakan pakan pabrik dgn kandungan protein >32% dan dapat diberi pakan tambahan berupa limbah peternakan ayam spt bangkai ayam, usus, telur yg gagal tetas yang terlebih dahulu dibakar/direbus. Atau dengan
jeroan ikan, atau ikan-ikan buangan (dipasar banyak koq).

*CATATAN TIDAK WAJIB*
Untuk tambahan Pakannya sediakan seperti dibawah ini;
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS (dihaluskan) lbh bagus di rebus dengan perbandingan 10:5:1 jadi setiap 10 kg ampas tahu +5kg katul + 1kg ikan asin
Bisa aduk jd satu dan berikan sesuai kebutuhan.

Kalau di awal-awal menabur benih, biasanya sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, lalu buang.
1 minggu mungkin sekitar 20-30 ekor.
3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal koq. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukup besar untuk bisa dipanen, dijual dengan harga sekitar 1500 rupiah per ekor. (asumsi sekilo Rp.11.000, biasanya ada 8 - 9 ekor lele)

Bibit lele biasanya dibeli dari pasar atau peternak lele (yang memproduksi benih).
Hati-hati dengan bibit yang kuntet (tidak bisa gede)

Atau kalau kita sendiri punya lahan sangat luas, bisa membeli 3 - 4 pasang induk yang siap bertelur (harga mungkin sekitar 100 ribu per pasang), sekali bertelur jumlahnya bisa ribuan.

Semoga bermanfaat  ...

Jumat, 09 Maret 2018

CARA BERTANAM PADI DAN PEMUPUKAN PADI YANG HASIL PANEN MELIMPAH

Indonesia adalah negara agraris yang tanahnya sangat subur.

Nah, sebagai warga Indonesia, seharusnya bisa menciptakan produk beras sendiri dari hasil budidaya tanaman padi yang akan dapat tumbuh subur di Indonesia.
Oleh karena itu, peluang ini jangan disia-siakan untuk membudidayakan padi seperti ini sangat menjajikan untuk negara, apalagi dengan pertumbuhan penduduk warga yang ada di Indonesia sangatlah pesat dan dipastikan akan berpengaruh terhadap permintaan beras yang tinggi tentunya.
Apalagi Indonesia dibawah pemerintahan pak Jokowi ini menjalankan program Indonesia Swasembada beras dan bisa eksport

Dibawah ini, bisa dipratekkan gimana metode yang baik dalam budidaya tanaman padi dan pemupukannya:
Metode dalam Mengolah atau Budidaya Tanaman Padi
Di sini ada cara atau metode agar menapatkan hasil maksimal yang bisa dipakai untuk budidaya tanaman padi atau pemupukannya.
Nah, untuk di awal perkembangan kita harus mendapatkan hasil padi yang berkualitas tentunya.
Sebelum bertanam dan pemupukan, sebaiknya mengetahui mengetahui cara budidaya padi yang baik dan menguntungkan.

Untuk pertama kali yang harus dilakukan adalah memiliki kesungguhan dan keyakinan untuk membudidayakan tanaman padi ini, dengan cara mendedikasikan tenaga serta pikiran dengan persentasi 100% untuk membudidayakan tanaman padi. Selain faktor itu tentu saja faktor pupuk yang kualitasnya terkenal bagus dan kualitas benih padi.
Dengan demikian hasil panen yang didapatkan akan melimpah dan memuaskan.

Agar mendapatkan hasil tersebut, dengan padi melimpah. Dibawah ini ada refensi, bagaimana langkah awal untuk melakukannya.

»  AWAL PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI

Langkah awal sebelum bertanam yang dapat kita lakukan adalah membersihkan lahan yang akan ditanami terlebih dulu.
Berikutnya bersihkan beragam tanaman gulma, yakni rerumputan, semak belukar serta hal lain yang nantinya bisa akan mengganggu perkembangan tanaman padi.
Menyiapkan pula media tanam yang baik untuk tanaman, ini akan mendorong pertumbuhan tanaman dengan baik tentunya.
Setelah lahan bersih dan nyaman terhindar dari segala jenis tanaman liar, langkah selanjutnya adalah memberikan aliran air yang cukup pada lahan.
Bisa juga sembari di tabur pupuk organik khusus tanah dan untuk penggemburan / pemberian unsur hara juga zat essensial  tanah yang sebelumnya mati / hilang dan tanah menjadi keras karena terlalu sering di beri pupuk kimia.

Proses seperti ini, tujuannya untuk menggemburkan tanah agar mudah untuk dibajak dengan memakai alat tradisional atau traktor modern sekalipun.

Sudahkah lahan tersebut terlihat gembur?
Nah, jika sudah genangi lahan tersebut dengan air sampai mencapai ketinggian sekitar 5 - 10 cm. Untuk mengatur ketinggian airnya, caranya dengan membuka dan menutup akses keluar masuknya air pada pintu irigasi.

Setelah lahan di genangi air, untuk mendapatkan hasil tanah yang sangat bagus untuk tanaman, bisa kita tebar di dalam genangan air lahan / sawah itu dengan pupuk organik khusus tanah dan suplemen akar.
Untuk mendapatkan hasil tanah yang maksimal, lebih baik lahan didiamkan selama -/+ 2 minggu, tujuannya adalah agar racun pada tanah menjadi netral dan juga kondisi netral dan juga kondisi tanahpun menjadi berlumpur, tanah menjadi subur penuh dengan vitamin juga unsur hara yang di butuhkan tanah juga akar.

»  PILIHLAH BIBIT PADI KUALITAS UNGGUL DAN BAGUS

Agar hasil panen padi jadi melimpah, selain lahan tanaman yang baik diperlukan juga bibit padi yang unggul dan berkualitas.

Di bawah ini ada refensi bagaimana cara untuk kita agar kita mengetahui bibit padi yang berkualitas unggul dan bagus ?!

Berikut ulasannya:
1. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dengan media air, dengan durasi -/+ 2 jam.
2. Selanjutnya, letakan benih padi yang sudah direndam tadi di atas kain (sebelumnya kain sudah dibasahi dengan air). Kemudian hitung berapa benih padi yang telah diramdam tadi, hitung ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah.
Bila yang keluar kecambah sampai 90% artinya benih padi tersebut mempunyai kualitas yang baik.

»  MENYEMAI BENIH PADI DI LAHAN

Sesudah mendapati benih padi yang baik, langkah berikutnya adalah dengan menyemai benih tersebut pada lahan tanam.

Untuk menyemai benih padi, lakukan dengan ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Rendam benih padi yang akan disemai selama durasi sehari semalam (akan lebih bagus jika perendaman di campurkan dengan pupuk organik), lalu tiriskan dan biarkan selama 2 hari hingga benih tersebut mengeluarkan kecambah.
> Gunanya Perendaman dengan pupuk organik tadi adalah memberikan vitamin percepatan pertumbuhan dan hormon yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh dan perangsang buah.

2. Berikutnya, siapkanlah lahan mana untuk menyemai benih padi kurang lebih luasnya 500 m² untuk 1 hektar lahan sawah. Kemudian usahakan lahan yang dipakai untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.

3. Selanjutnya, berikan pupuk Urea plus TSP dengan masing-masing takaran 10 gr untuk 1 m² lahan untuk penyemaian.

4. Tahap akhir, tanam bibit padi yang sudah berkecambah tadi di lahan yang sudah dipilih untuk penyemaian / lahan yang sudah kita siapkan tadi sebelumnya.

Cara menanam benih padi adalah dengan cara menyebarkan bibit secara merata pada lahan yang ditujukan untuk penyemaian.

Cara Menanam Padi

Tahap ini adalah menanam bibit yang telah disemai ke dalam lahan persawahan yang telah  kita sediakan. Untuk menanam padi adalah dengan cara memindahkan bibit penyemaian ke dalam lahan persahawan.

Di bawah ini, dapat kita lakukan:
Salah satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam, cirinya memiliki daun dua sampai tiga helai dan sudah berusia -/+ 2 mingguan.
Cara menanam bibit padi tersebut dapat dilakukan dengan cara teknis tunggal maupun ganda. Untuk satu lubangnya, dapat diisi satu atau dua tanaman padi.
Proses penanaman bibit padi ada kala baiknya, dengan membuat lahan tersebut tergenang dengan air sedangkan kedalaman untuk pembibitan sendiri sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam, dan bisa diposisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal seperti ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.

»  PENYIANGAN LAHAN TANAM

Ingin padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna, tentunya diperlukan perawatan yang khusus juga. Membersihkan tanaman lain yang suka mengganggu atau biasa disebut tanaman gulma.
Penyiangan tanaman gulma sendiri dapat dilakukan saat masa di mana tanaman padi telah menginjak umur 3 minggu.
Langkah berikutnya, yang dapat dilakukan dengan penyiangan rutin pada setiap 3 minggu sekali.
Penyiangan ini sendiri tujuannya baik, melakukannya dengan cara manual yakni dengan mencabut tanaman gulma dengan tangan kosong. Dengan cara ini tentu akan mendapatkan tanaman padi yang berkualitas pula.

»  CARA PEMUPUKAN PADI

Memberi pupuk merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Dikarenakan tanpa adanya pupuk yang baik maka tanaman padi akan sulit untuk tumbuh dengan sempurna. Tentunya akan mendapatkan hasil panen yang tidak bisa maksimal pula.

Di bawah ini, ada takaran serta cara yang dapat dilakukan untuk memberikan pupuk baik dalam budidaya tanaman padi, berikut ulasannya :

● Untuk pemupukan pertama dapat dilakukan, ketika padi sudah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Bisa menggunakan jenis pupuk Urea plus TPS yang dicampur dengan takaran dosis sekitar 100:50 Kg/ha atau bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman sendiri.

● Untuk pemberian pupuk pada tahap berikutnya, bisa dilakukan ketika tanaman padi telah berusia 25-30 hari. Gunakan pupuk jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.

● Proses pemupukan tahap akhir, bisa dilakukan ketika tanaman berusia 40-45 hari. Bisa menggunakan pupuk jenis Urea dengan campuran Za skala perbandingannya sendiri perkiraannya 50:50 Kg/ha.

WAKTU & CARA PEMUPUKAN PADI YANG TEPAT SASARAN

Sebagai gambaran saja, untuk tanah normal sendiri pemerintah memberikan rekomendasi pupuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg – 250 kg, SP36 100 kg -150 kg dan KCI 75 kg – 100 kg. Jika memakai NPK dosisinya, 100 kg urea dan 300 kg NPK.
Ada juga mengurangi jumlah pemberian pupuk kimia diatas hingga 60% dan hanya menggunakan pupuk kimia sebanyak 40% saja dimana sisanya menggunakan pupuk Organik Khusus padi.
Dengan metode organik itu justru banyak petani padi yang bersaksi dan membuktikan bahwa hasil panen pastinya jauh lebih banyak, lebih berisi dan bagus daripada memakai 100% pupuk kimia.

Itu hanya dosis yang dianjurkan, untuk menentukan dosis secara tepat maka harus melakukan uji coba pada tanah sendiri. Baik itu antar musim maupun antar lokasi. Berikan pupuk menurut prediksi sendiri dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum.
Jika belum lakukanlah pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi.
Namun, dalam pemberiannya itu jangan terlalu jauh melampui anjuran pemerintah tersebut di atas yang telah direkomendasikan.

Di bawah ini, ada rekomendasi waktu pemberian pupuk tanaman padi dengan variasi yang berbeda. Apalagi dengan iklim dan kondisi tanah yang berbeda antar daerah. Namun, dari refensi beberapa sahabat petani padi di Bantul dan Muntilan ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Jika memakai Urea, SP36 dan KCI (200 – 250 Kg : 100 – 150 Kg : 75 -100 Kg/ha). Dengan satu hari sebelum tanam, anjurannya adalah lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah usia 7 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCI 50%.
-Menanjak usia 20 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 40% dan setelah usia 30 hst lakukan penyebaran Urea 30% dan KCI nya 50%.
-Kalau menggunakan Urea, SP36 dan KCI dengan adanya BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti langkah di atas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi Urea 30% ditambahi KCI 50%), namun setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan menggunakan BWN.
Jika hasil dari pengetesan tersebut saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan mencapai tanaman padi tersebut hingga berumur 40 hst. Untuk pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya, jangan ada yang sisa.

2. Jika menggunakan Urea dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg/ha). Pada umur 7 hst, berikan Urea 30% dan NPK 50%, untuk umur 20 hst berikan Urea 40% dan setelah mencapai umur 30 hst berikan Urea 30% dan NPK Ponska nya berkisar 50% tanpa memakai Urea.
Jika setelah satu minggu lakukan tes dengan BWD, kalau hasil tes tersebut diras perlu penambahan Urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya dan lakukan pengetesan pada setiap minggu sekali dengan BWD. Umur mencapai 30 hst berikan Ponska yang berkisar 50%.

3. Jika memakai Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg /ha). Berikan NPK pelangi 100%, ketika umur padi masih 1 hst. Berikutnya setelah satu minggu berikan Urea 30%. Menanjak usia 20 hst berikan Urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan Urea yang 30%.
Jika menggunakan BWD berikan NPK pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukanlah test dengan BWD, dan jika hasil test dari BWD dirasa memerlukan penambahan coba lakukan penambahan Urea 10% saja.
Demikian seterusnya lakukan pemberian Urea setelah melakukan tes dengan BWD setiap 1 minggu sekali.

Akan sangat baik hasil pastinya jika ditambah dengan pemberian pupuk Organik seperti HRN, PWRK dan SPRK guna memacu pertanyakan bulir padi.

Cara Mengaplikasikan Pupuk pada tanaman Padi :

1. Taburkanlah secara merata pada area sawah, jika memakai sistem tegel.

2. Jika menggunakan sistem tanam jajar legowo, dari sistem ini diperlukan pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebarannya sendiri dapat dilakukan melalui legowo tersebut.

3. Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan atau ditaruh pada perempatan jarak tanman padi. Kesimpulannya pupuk yang diberikan tidak disebarkan secara merata.

4. Ada pula petani yang begitu kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman, kemudian diinjak dengan satu kaki.

4. Semua itu terserah, kalau ada waktu dan tenaga pemberian pupuk sendiri bisa dengan dijimpit dan diinjak. Ini merupakan pemberian pupuk cara yang paling efektif, dikarenakan dapat mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air.

Namun kalau rasanya sangat merepotkan dan tidak ada waktu, ada cara lain dengan sebarkan secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan pada fase gerbang pertanian, semoga cara atau metode di atas tidak menambah bingung bagi pembaca pemula. Semua yang ditulis ini merupakan pengalaman yang kami lihat dan lakukan di lapangan.

FASE PERTUMBUHAN PADI

Melihat 2 kondisi yang sekarang terjadi, akan banyak yang kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Untuk penentuan kapan tanaman padi dipupuk sendiri dapat dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Nah, di sini ada contoh padi dari padi ciherang yang berumur sekitar 115 -125 hari.

Umumnya pembagian fase-fase ini adalah sebagai berikut:
- Persemaian 20 hari.
- Fase vegetatif 35 hst.
- Fase generatif reproduktif pada 36-65 hst.
- Fase generatif pematangan 66-100 hst.
- Pupuk dasar, wakru bibit pindah tanam, bibit itu sendiri perlu waktu berkisar 8-12 hst atau kalau dihitung rata-rata berkisar 10 hst untuk mendapatkan kokohnya perakaran. Nah, saat inilah sebaiknya pemupukan pertama kali dilakukan.

Karena pada saat itu daun dan akar tanaman pdi sudah akan mulai mengembang. Dengan demikian hasil yang didapat akan maksimal menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah yang sebelumnya kita berikan melalui pemberian pupuk organik tadi.

- Jangan diberikan pada waktu usia 0 – 5 hst. Sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam kondisi yang amat stress.
Maksudnya adalah akar belum siap menerima pemupukan yang diberikan. Bila diberikan akan sia-sia saja kalau diberikan pupuk Urea dengan dosis yang tinggi.
Sebab pupuk Urea akan mudah menguap dan sifatnya higroskopis.
Pada saat itulah baiknya penebaran pupuk lebih baik bukan pupuk kimia (urea) namun pupuk organik yang langsung bisa di serap oleh tanah dan tanaman padi.

Pada waktu pemberian, disarankan sebaiknya memperhatikan kondisi pada air. Anjurannya sewaktu pemberian pupuk, ketika kondisi air tersebut lagi memancak.

- Pupuk Susulan ke-1. Ini diberikan sekitar pekan yang ke 3 (sekitar 21-25 hst) biasanya ditandai setelah mereka (para petani) melakukan pengoyosan, saat itulah pemupukan dilakukan.
Nah, sewaktu pengoyosan, saat inilah pemupukan harus dilakukan. Pemupukan organik bisa di tebarkan merata ke sawah atau bisa juga melalui penyemprotan.
Ketika pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Tujuannya tanaman padi tersebut akan membentuk anakan baru.
Pada kondisi ini, tanaman akan dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal untuk kedepannya.

- Pupuk Susulan ke-2.
Ini diberikan sekitar umur tanaman padi mencapai pekan ke 5 (30-40 hst). Masa ini adalah peralihan dari sebuah fase vegetatif ke generatif. Untuk kondisi tanaman sediri juga sangat membutuhkan yang namanya nutrisi tinggi.
Saatnya penyemprotan dengan menggunakan NASA dan HORMONIK.

Hal ini ditandi dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera juga akan keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang didapati sangat optimal.
Jadi bila ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang disebutkan seperti di atas. Saat itu kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan.

MELINDUNGI TANAMAN PADI DARI SERANGAN HAMA

Pentingnya melindungi tanaman dari serangan hama, setiap tanaman budidaya sendiri juga tidak lepas dengan yang namanya gangguan hama yang suka merusak. Maka dari itu setiap tanaman harus dilindungi dengan mencegah hama tersebut. Ada pestisida organik yang bersahabat dengan lingkungan juga tanah namun ampuh dalam membasmi hama padi.

Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu tanaman padi diantaranya, yakni tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng sampai walang sangit pun ada.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimala pengendalian hama sebaiknya harus segera dilakukan, dengan cara alami yakni memilahara hewan pemangsa yang tujuannya dapat menghambat perkembangan hama tersebut.

Nah, oleh karena itu jangan membasmi ular yang ada di sekeliling lahan sawah. Karena hewan seperti itulah yang bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi.
Ada keuntungannya sendiri, yakni jika pengendalian hama secara alami diperlakukan dengan baik, maka terjaganya lingkungan dan cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam.
Namun, jika adanya penyakit atau hama tidak atau belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka dapat menggunakan pestisida dengan tujuan mengendalikan hama tersebut.

PANEN TANAMAN PADI

Inilah saat di mana yang dipaling di tunggu para petani, yakni masa panen tanaman padi sudah tiba.
Tanda tanaman padi sudah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai menguning, ranting buahnya mulai menunduk, karena terisi beras.
Proses ini dapat dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara menggunakan sabit, jika menggunakan cara modern memakai mesin otomatis.

Sekian cara bertani dan berbudidaya padi dengan cara organik yang telah berhasil meningkatkan jumlah bulir padi dan kepadatan padi.

Kamis, 08 Maret 2018

BEGINI CARA APLIKASI PUPUK NASA PADA KELAPA SAWIT YANG MEMBUAT BUAH SAWIT TAMBAH BESAR

APLIKASI PUPUK NASA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT METODE KOCOR ( Dosis untuk 1 Hektar ) - Langsung pendampingan pengaplikasian pupuk nasa khusus sawit di Berau, Kaltim oleh Agus Duta Prima Nasa & Pak Adi Nasa.

A. PUPUK NASA :
1. Power Nutrition 3 kg
2. SuperNASA Granule 50 kg
3. POC NASA 2 Botol

B. PUPUK KIMIA :
1. NPK 40 kg
2. Urea/TSP 40 kg
3. Kcl 40 kg
4. Atau 50% dari pupuk kimia yang biasa digunakan

CARA PEMAKAIANNYA :
Ambil sekitar 3 kg Supernasa Granule Sawit, campurkan bersama semua produk nasa yang lain, dan di larutkan kedalam 10 liter air (= menjadi larutan induk) aduk sampai
rata, kemudian siapkan air 130 liter (sesuai jumlah pohon / hektar), lalu masukkan pupuk
kimia tadi kedalam air 130 liter tsb, aduk sampai rata.
Setelah terlarut lalu masukkan larutan induk pupuk nasa tadi kedalamnya, aduk lagi sampai merata.
Lalu siramkan 1 liter/1 gayung per pohon dengan jarak 1 meter dari batang. Bagusnya melingkar di sekitar batang.
Lakukan pemupukan dengan interval 4 Bulan sekali

CATATAN :
Hasil panen yang di dapat ber aneka ragam tergantung Kualitas BIBIT yang ditanam, iklim (curah hujan) serta Struktur Tanah lahan sawit

11 ISTILAH PENTING DALAM BUDIDAYA UDANG YANG PERLU DI KETAHUI

Jika Anda baru ingin memulai budidaya udang, pastilah banyak istilah yang terdengar asing di telinga Anda. Penting sekali untuk mengetahui istilah-istilah penting dalam budidaya udang, sebab ke depannya Anda akan banyak mendengar istilah-istilah tersebut selama proses budidaya. Agar anda tidak kesulitan memahami istilah-istilah dalam budidaya udang, kami mencoba meringkas 11 istilah-istilah penting dalam budidaya udang sebagai berikut.

1. DOC.
DOC atau Day Of Culture adalah jumlah hari budidaya pada udang. Misalnya DOC 40 hari. Kata ini juga hampir sama dengan ternak ayam.

2. FCR.
FCR atau Feed Conversion Ratio merupakan perbandingan antara jumlah pakan total yang telah diberikan dengan biomassa atau berat udang yang dipanen.

Contoh:

Pada kolam budidaya udang vaname dihasilkan panen udang dengan total berat/biomassa sebesar 10 ton, sementara jumlah pakan yang telah diberikan adalah 15 ton. Maka untuk menentukan FCR-nya adalah
15 ton (pakan) dibagi 10 ton (biomassa udang) = FCR 1,5. Semakin rendah nilai FCR dalam budidaya maka semakin bagus karena dapat mengefisienkan penggunaan pakan.

3. ABW.
ABW atau Average Body Weight menunjukkan berat rata-rata udang dalam satu petakan tambak pada satu periode tertentu. Data ABW dapat diperoleh dengan melakukan pengambilan data biomassa secara berkala.

4. SR.
SR atau Survival Rate mengindikasikan tingkat kehidupan udang pada satu periode tertentu (persen). Jadi data SR dapat diperoleh dengan melihat perbandingan antara udang yang dipanen dibandingkan dengan jumlah udang yang di tebar di awal budidaya.

Misalnya jumlah udang yang di tebar adalah 100.000 ekor udang kemudian setelah panen diperoleh 90.000 ekor maka SR nya adalah 90.000/100.000 x 100% = 90%. SR-nya adalah 90%

5. PL.
PL adalah Post Larva
PL menunjukkan umur udang yang umumnya dalam satuan hari. Variabel ini penting untuk diketahui untuk mengukur kebutuhan pakan karena pertambahan umur akan berbarengan dengan pertambahan kebutuhan pakan. Pada umumnya PL udang yang di tebar di tambak berkisaran antara PL 8 sampai PL 12.

6. Tonase
Tonase merupakan jumlah berat udang total berdasarkan hasil panen dalam satuan kg atau ton. Pada umumnya panen dilakukan satu kali namun ada juga yang dilakukan beberapa kali. Panen yang dilakukan namun tidak semua udang diambil dari kolam budidaya disebut panen parsial. Tujuan dari panen parsial adalah untuk mengurangi pupulasi sehingga udang yang tersisa dapat tumbuh dengan cepat sehingga akan diperoleh udang yang berukuran besar. Tonase total adalah jumlah dari seluruh udang yang dipanen baik dari panen parsial maupun dari panen total.

7. MBW
MBW atau Mean Body Weight merupakan berat rata-rata udang per ekor, satuannya adalah gram. Data MBW didapat dengan cara sampling dengan sejumlah udang dengan cara random menggunakan jala dibeberapa tempat namun tetap petakan yang sama. Udang yang berhasil diambil lalu ditimbang, setelah hasil dari timbang diketahui, udang tersebut dihitung berapa jumlahnya. MBW didapat dari hasil bagi berat timbangan udang dengan jumlah udangnya.

Jika mengukur data MBW dari hasil panen, bisa diperoleh dengan sampling sejumlah udang secara random dari hasil panen. Langkah sama seperti di atas, ditimbang dan dihitung berapa jumlahnya. MBW panen diperoleh dengan cara yang sama.

MBW = berat udang/jumlah udang yang ditimbang.

Contoh: Berat udang 1 kg (1000 gram) setelah dihitung jumlahnya 40 ekor, maka MBW 25 gram.

8. Size
Size adalah jumlah udang per kg, diperoleh dengan rumus sebagai berikut;

Size = 1000 / MBW

Contoh : Size = 1000/25 gram = 40. Jadi size-nya adalah 40 atau biasa juga disebut size kepala 4.

9. Populasi
Populasi yaitu jumlah udang yang hidup. Data dapat diperoleh dengan rumus; Populasi = Tonase panen / MBW. Contoh tonase semua udang 1 ton (1.000.000 gram), MBW 25 gram, maka populasinya 40.000 ekor.

10. ADG
ADG atau Average Daily Gain adalah pertambahan berat hari dalam satu periode tertentu. ADG dihitung dengan cara melihat selisih antara pengambilan data MBW pertama dengan MBW pengambilan data kedua kemudian dibagikan dengan jumlah hari antara periode pengambilan data pertama dengan kedua (hari).

ADG = [MBW II (gram) – MBW I (gram) / T (hari)]

Contoh : Pengambilan data I = 15 gram, Pengambilan data  II = 20 gram dengan selisih hari = 10 hari. ADG = [20 – 15 (gram) / 10 (hari)] = 0,5 gram/hari. Semakin tinggi ADG mengindikasikan semakin bagusnya pertumbuhan udang.

10. Crumble dan Pellet
Keduanya adalah ukuran pakan udang. Crumble merupakan istilah yang menunjukkan jenis pakan buatan yang berukuran serbuk/butiran halus, sedangkan Pellet merupakan jenis pakan buatan yang berukuran butiran dengan ukuran kecil, sedang dan besar.

11. Probiotik
Probiotik adalah jenis bakteri yang baik yang telah di seleksi yang mempunyai kemampuan untuk mencegah terbentuknya gas beracun seperti Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dan juga sebagai pengedali penyakit udang.

Ulasan mengenai istilah penting dalam budidaya udang semoga bisa menjadi referensi Anda dan lebih memahami dunia budidaya udang.

Terima kasih & Semoga Bermanfaat ....

KUNCI SUKSES BUDIDAYA UDANG VANNAMEI DI AIR TAWAR

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 - 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Udang vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 - 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik.

Sebelum kita memanen dan menggali kolam lebih dalam tentang udang vanname air tawar ini, Harus dipahami bahwa yang dimaksud dengan air tawar disini adalah air tawar yang masih mengandung sedikit garam.
Jadi, bukan air tawar murni seperti budidaya air tawar pada umumnya.

Kenapa harus Udang Vanname ?

Karena bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki keunggulan yaitu :
●  Responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 - 30%  (lebih rendah dari udang windu)
●  Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah,
●  Adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi) namun bisa juga hidup di salinitas rendah misal 2 ppt
●  Laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II
angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi.
●  Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja.
serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Kondisi udang yang dapat hidup dengan salinitas yang sangat lebar ini kemudian menjadikan beberapa sahabat pembudidaya mencoba melakukan budidaya udang vaname di air tawar melalui proses aklimatisasi dan dalam prosesnya berhasil dilakukan budidaya udang vaname pada salinitas rendah yakni pada salinitas 2 ppt.

Selain itu Antara lain, masa panen lebih cepat, yaitu 50 hari sampai 60 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan budidaya ikan seperti bandeng, nila, lele, dll baru bisa panen 4 bulan sampai 6 bulan. Otomatis, Anda akan mendapatkan penghasilan berlipat-lipat.

Selain itu, harga udang vaname terbilang sangat mahal. Ketika dijual di pasar tradisional, harganya berkisar di angka Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan udang untuk ekspor ke Asia seperti Jepang dan China/Tiongkok, harganya bisa tembus Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu per kg.

Tak perlu susah payah menjual, biasanya sudah ada tengkulak yang akan datang ke tambak bila Anda sudah menjalin kerja sama dengan mereka.
Hanya dengan butuh pengetahuan tentang budi daya udang vaname, Anda bisa menjadi jutawan bahkan milyarder, petani sukses, sekaligus pengusaha yang kaya raya!

Budidaya udang vaname di air tawar memiliki beberapa keunggulan Mengurangi risiko udang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang banyak menginfeksi udang di perairan air payau

Lalu bagaimana caranya memulai budidaya udang vanname air tawar ini ?

Ini adalah langkah pembedahan yang harus kita lakukan jika kita ingin berbudidaya udang vanname air tawar, yaitu :

1. Persiapkan lahan yang bagus, dikeringkan, pisahkan logam berat atau toksik dalam tanah supaya tidak membahayakan udang paname
Lalu pikirkan mau pakai terpal atau langsung tanah asli.

Jika sudah ada kolam, masukkan air tawar ke dalam kolam kira kira 30% dulu. Lalu masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam Kolam, Diamkan selama 3 hari, setelah itu masukkan air ke dalam kolam sampai 3/4 dan masukkan lagi TON dan TANGGUH Probiotik.

2. Perhatikan kualitas air, seperti salinitas, kadar garam antara 1,5 sampai 30 persen, tetapi lebih baik berkisar 10% sampai 20%. Harus ada tempat pengisian air, untuk buang air dan memasukkan air baru.
PH air yang ideal untuk udang adalah 7,5. Lakukan pemeriksaan pH air dan tanah secara berkala bila kurang dari 7,5 maka perlu dilakukan proses pengapuran tambahan. Sebelum udang berumur 40 - 60 hari perlu juga diperiksa tinggi air dan dilakukan pengisian air dengan salinitas yang disebutkan diatas bila air kurang karena proses penguapan.
Dengan kata lain, sirkulasi air lancar masuk dan lancar buang.
Jika ingin pH air stabil dan bagus, bisa di masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam tambak yang sangat berguna sekali untuk menjaga lingkungan budidaya udang vanname tersebut.

3. Pakan udang vaname ketika masih kecil / benur dan yang sudah besar ada sendiri-sendiri dan harus diperhatikan dengan cermat.
Jika masih bentuk benur, sangat baik jika kita beri pakan Haveli atau Plasma.
Jika sudah mulai agak besar usia 24 hari, boleh di berikan pakan pelet halus.
* Masih ada resep untuk pemberian pakan yang sehat dan bagus untuk perkembangan Udang vanname biar cepat panen 45 hari - 50 hari.

4. Lakukan pengamatan, penjagaan secara rutin untuk pengembangan. Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak.
Apakah ada faktor luar yang bisa membuat udang sakit ?!

5. Perhatikan cuaca. Kalau cuaca dingin gunakan kapur alam secukupnya, kalau panas ditambah air biar suhu panasnya berkurang atau bisa menggunakan kapur dolomite.

6. Beri nutrisi atau vitamin dalam air.
Beri Pupuk, Antibiotik dan Probiotik yang bagus ke dalam kolam untuk menjaga kualitas air dan pakan alami dalam kolam budidaya.
Disini kami punya formula yang sangat pas dan bagus banget untuk teraphy tambak dan pemberian nutrisi juga pakan alami ke udang vanname.

7. Ikuti dan bergabung dalam Paguyuban, Kelompok, atau Komunitas pembudidaya ikan atau udang sehingga Anda memiliki jaringan penjualan, termasuk berbagi pengalaman tentang tips, cara, kiat dan rahasia budidaya nya.

Peluang dan Resiko

Meski terlihat mudah, budidaya udang vaname ternyata memiliki risiko yang tinggi karena udang vanname adalah sangat sensitive. Kalau terjadi kematian salah satu udang, cepat menjalar dan biasa membuat seluruh udang mati dalam waktu yang cepat.

Hal itu biasanya karena terkena virus. Karena itu, kalau tidak segera ditangani, semua udang vanname yang Anda budidayakan akan mati semua. Maka, butuh pengamatan, penjagaan yang rutin dalam mengembangkan udang vanname ini.

Pemanenan

Proses pemanenan dilakukan setelah udang vaname berumur 120 hari dan mencapai berat yaitu 50 ekor/kg. Bila udang sudah mencapai berat tersebut sebelum 120 hari maka pemanenan bisa dilakukan. Pemanenan dilakukan pada waktu malam hari untuk mempertahankan kualitas udang 2-4 hari. Sebelum pemanenan tambak diberi kapur dolomite 80 kg/ha dan mempertahankan ketinggian air untuk mencegah proses molting, tapi itu tidak harus selalu dilakukan.

Bila Anda melakukan teknik budidaya udang vaname dengan benar dan rajin maka hasil yang Anda dapatkan akan sangat memuaskan.

Semoga tulisan pengalaman pribadi juga bersama sahabat tani udang vanname air tawar ini bisa Berguna dan bermanfaat ....

Semoga sukses dan semangat pagiiiii ....

BEBERAPA HAMA PENYAKIT CABAI YANG MENYEBABKAN GAGAL PANEN DAN CARA DAHSYAT MENGATASINYA

> Penyakit Busuk Buah Antraknosa ( PATEK ) :
Penyakit ini karena kondisi iklim yang mendukung perkembangan jamur.
⚘ CARA MENGATASI nya :
● GLIO =
ditanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit / pokok dan kurangi bahan kimia.
Sebaik nya sebelum tanam campurkan GLIO dgn pupuk kandang 25 kg dan diperam 1 minggu sebelum ditebarkan ke lahan atau dicampurkan dgn SUPERNASA

> Daun Keriting atau ( MOSAIK ) :
Penyakit ini disebabkan karena cuaca ekstrim dan juga karena kutu kutuan yang menghisap cairan daun daun pada pucuk yang berpotensi membawa virus.
⚘ CARA MENGATASI :
● menyemprotkan PENTANA 4 – 5 tutup pertangki 2 kali atau gunakan BVR seminggu + sepertiga AERO / tangki

> Penyakit Layu :
Penyakit ini sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang yang disebabkan oleh cendawang dan bakteri.
Penyakit layu ini ada dua macam :
~ layu fusarium
~ layu bakteri
Tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dg GLIO.
Siramkan GLIO dipokok pohon dan pencegaha nya dgn menyebarkan campuran GLIO dan pupuk kandang.

> Penyakit Bercak Daun :
Penyakit ini disebabkan oleh iklim dan biasa nya menyerang pada saat musim hujan yang ditandain dgn bercak bercak bundar berwarna abu abu dgn pinggiran coklat dan akan mengguning dan akhir nya berguguran.
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan dgn menggunakan GLIO

> Penyakit Virus Kuning atau Bule ( BULAI ) :
Penyakit ini sesaui nama nya daun dan batang tanaman akan berwana kuning yang disebakan oleh virus gemini
⚘ CARA MENGATASI :
Kendalikan menyemprotkan PESTONA atau BVR

> Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah :
Penyakit ini disebakan cendawan dan virus karena :
~ drainase kurang baik
~ penggunaan N urea terlalu banyak
~ pupuk kandang yang kurang matang
~ jumlah nematoda terlalu banyak dan sebelum nya lahan di tanamani cabe atau mentimun.
⚘ CARA MENGATASI :
Pengendalian nya dg mengurangi penyebab nya dan penggunaan GLIO saat pengolahan lahan.

Sebagai langkah pencegahan sebaiknya lakukan hal berikut ini :
● saat pengolahan campurkan
~ 25 pupuk kandang dgn 1 kotak GLIO
atau
~ 1 kotak GLIO dg SUPERNASA 250 gr dan air 200 liter
● penyemprotan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR yang di beri 1/2 tutup AERO pertangki setiap 5 -7 hari sekali

HAMA PADA CABE :

● Hama Ulat :
Ulat ini akan bersembunyi di siang hari dan menghindari sinar matahari.
Ulat ini akan muncul pada pagi hari sampai jam 07.00 dan akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe.
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA dan 1/2 tutup AERO pada jam 06.00 – 07.00 dan jam 16.00 – 18.00

● Hama Kutu Daun :
Kutu daun yang sering menghisap daun cabe adalah jenis Aphids dan myzus persicae mereka akan menghisap cairan daun sehingga daun jadi kering dan kriting
# Pengendalian nya :
menyemprotkan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau 25 – 45 cc PENTANA dan 1/2 Aero pertangki seminggu sekali seminggu setelah tanam pada pagi atau sore hari

● Hama Thrips :
Ciri tanaman cabe yang terserang trips pada daun akan terlihat warna perak hingga kecoklatan yang akhir ny akan menguning dan pertumbuhan nya akan kerdil.
Biasa nya akan menyerang di musim kemarau untuk
# Pengendalian nya :
semprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10 cc Aero

● Hama Tungau :
Serangan hama ini akan mengakibatkan daun keriting dan melinting ke bawah seperti sendok terbalik pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan lambat laun daun berwarna coklat menguning dan mati
# Pengendalian nya :
supaya disemprotkan 25 – 45 cc PENTANA + 5 – 10cc Aero seminggu sekali

● Hama Lalat Buah :
Hama adalah lalat yang beraktifitas pada siang hari yang akan menyerang buah sehingga mengakibatkan gagal panen, untuk itu jika ada tanaman yang sudah terserang sebaik nya dicabut dan buah yang sudah terserang bisa di musnahkan
# Pengendalian nya :
dengan menggunakan METILAT LEM