Halaman

Tampilkan postingan dengan label Produk Organik NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Organik NASA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Prospek Cerah Budidaya Bawang Merah Organik

Saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan kesehatan. Terlebih tingginya permintaan sayuran organik membuat pembudidaya mencari cara untuk memenuhinya. Salah satunya, tanaman bawang merah organik. 

Untuk membudidayakan bawang merah organik yang sesuai dengan permintaan konsumen.

Langkah awal adalah proses pembalikan tanah lahan, lakukan penebaran kapur dolomit ke seluruh permuakaan tanah, di tunggu 2 hari, lalu lakukan pembalikan tanah lagi dan tebarkan pupuk kandang matang , setelah pupuk kandang lalu kocor lahan dengan supernasa dan Glio. Diamkan selama 5 hari. Gunanya adalah agar strukturnya gembur, bebas jamur dan pemenuhan nutrisi / unsur hara dalam tanah lahan.

Pada tanah kering, bedengan dibuat dengan ketinggian 20 - 30 cm.
Pada tanah sawah, bedengan dibuat dengan tinggi 50 - 60 cm, lebar 90 - 120 cm, dan panjang 10 - 15 m. Jarak antar bedengan idealnya sekitar 40 cm. Pada lahan miring, bedengan dibuat tegak lurus dengan kemiringan lahan. Tujuannya untuk mengurangi erosi.

Sebaiknya, penanaman bawang merah organik dilakukan pada akhir musim hujan. Untuk memudahkan penanaman, tanah disiram terlebih dahulu. Jarak tanam yang digunakan yaitu 15 - 20 cm. Bibit bawang merah yang akan ditanam sebaiknya disimpan minimal 6 minggu setelah panen. Bibit yang digunakan harus sehat, bebas hama dan penyakit. 

Sebelum ditanam, ujung umbi dipotong sekitar 1/5 panjang umbi untuk mempercepat pertumbuhan. Tanam umbi di lubang tanam. Tanah di bagian kiri dan kanan umbi ditekan supaya umbi dapat berdiri kokoh.

Untuk pemupukannya, normalnya bawang merah organik lebih banyak mengandalkan pupuk organik yang berkualitas bagus, daripada banyak menggunakan pupuk kimia.  Pada bawang merah organik, penggunaan pupuk kimia dibatasi hanya 50% saja daripada penggunaan sebelumnya pada bawang merah biasa.
Dan pupuk organik NASA sangat cocok dalam budidaya bawang merah organik ini, dimana dalam paket pupuk bawang merah sudah lengkap sedia mulai dari pupuk olah tanah, anti hama organik, pemacu dan pembesar umbi bawang organik, panen dan pasca panen yang juga organik.

Semoga bermanfaat dan mari kita sukseskan gerakan organik Indonesia.

Senin, 12 Maret 2018

KESAKSIAN KUALITAS PRODUK NASA PADA BUDIDAYA CABAI

TEKNIS BUDIDAYA CABAI SUKSES DENGAN PUPUK ORGANIK NASA - Kunci Sukses Pemupukan Yang Meningkatkan Hasil Panen Cabai dan Panen Lebih Cepat Dari Masa Normalnya

#Kesaksian Bp. Tu Saban sukses meningkatkan hasil panen cabai nya per pohonnya

Tanaman Cabai dapat ditanam di dataran tinggi juga dataran rendah. Bertanam cabai dihadapkan pada berbagai resiko (masalah), diantaranya adalah :
● Sistem budidaya cabai setiap sahabat pembudidaya cabai
● Tanah kekurangan unsur hara yang di butuhkan cabai
● Segala macam serangan hama - jamur - bakteri - ulat - lalat buah - penyakit lain
● Pemupukan dan Pupuk yang di gunakan
● Percepatan pertumbuhan dan pembesaran buah cabai
● Cuaca dan Pengairan
● Dll

Di sini, kami menerima kesaksian dari salah seorang sahabat budidaya cabai dari Kec. Jailolo Selatan , Halmahera yaitu Bp. Tu Saban.

Beliau menanam bibit cabai jenis lokal yaitu LARIS. Dan di tanam pada lahan seluas 2500 M² (1/4 Ha) dengan jumlah tanaman cabai 2500 pohon.  Saat ini, umur tanaman beliau sudah 3,5 bulan (-/+ 79 hari perawatan) dan esok hari akan di lakukan panen massal bersama dengan Bp. Kepala Dinas Pertanian Kab. Halmahera Barat dan Kepala Daerah setempat karena melihat tanaman cabai nya yang bagus, berbuah lebat dan besar.

Hingga beliau berkata kepada DUTA AGRO PRIMA tentang sistem budidaya cabai nya, cara pemupukan nya dan Pupuk yang di gunakan nya selama berbudidaya cabai.
Dari lahan cabai nya 2500 M² dapat menghasilkan 1,6 - 2 Ton dan kedepannya akan semakin meningkat lagi.
Panjang cabai yang di hasilkan sepanjang 22 cm.
Jarak tanam nya 60 x 70 cm

Pupuk yang beliau gunakan adalah Paket Lengkap Pupuk Khusus Cabai dari NASA yang pesan kepada kami, DUTA AGRO PRIMA yang memang untuk kapasitas 2500 pohon cabai.
Berikut ini adalah penjelasan beliau kepada kami tentang cara budidaya cabai nya.

"Pada saat pengolahan tanah, sebelum di buat bedengan dan dipasang mulsa , tanah di beri dolomit. Kemudian di beri pupuk makro yaitu NPK -/+ 120 Kg untuk lahan seluas 2500 M².

Lalu setelah itu tanah di kocor pupuk Supernasa dan Glio.
Untuk pemberian pupuk organik SUPERNASA beliau mengatakan 3 sdm di campur dengan air 15 liter, di kocorkan ke tanah atau langsung ke bedengan sebelum di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian di tanam bibit cabai yang telah di semak sebelumnya.
GLIO di gunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan sebelum di tutup mulsa tadi, dengan dosis 2 sdm per 15 liter air.

Setelah bibit cabai ditanam, lalu beliau menggunakan 40 cc POC NASA & 10 cc HORMONIK dalam tangki semprot air 15 liter, semprotkan setiap 1 minggu sekali.
Untuk pemupukan setelah fase tanam bibit itu, selain produk organik NASA, beliau juga menggunakan pupuk kimia, yaitu NPK 2 Kg & 40 cc POC NASA diaduk dan di campur dengan air sebanyak 1 ember (-/+ 10 Liter) dan ambil 1 gelas untuk di kocorkan setiap tanaman cabai.
Yang di kocorkan setiap 10 hari sekali.

"Untuk mengatasi serangan penyakit layu yang biasa menyerang cabai di daerah sini, saya menggunakan GLIO.
Saya dosis nya 1 sdm GLIO di campur 15 liter air , kemudian saya kocorkan ke tanaman.
Saya lakukan itu setiap 4 - 6 hari sekali.

Dan untuk mengatasi dan mencegah serangan hama kutu, saya menggunakan PENTANA dan PESTONA dari NASA.
PENTANA saya gunakan 3 tutup Botol dan di campur 1 tangki penyemprotan air (15 liter)  dan saya semprotkan setiap 5 hari sekali.

Lalu PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc di dalam air tangki penyemprotan (15 liter) dan saya semprotkan seminggu sekali.

Lalu Power NUTRITION saya berikan 2 sdm ditambah 15 liter air dan saya kocorkan ke tanaman setiap 4 hari sekali.

Sampai saat panen ini saya telah menggunakan pupuk NASA antara lain : 2 botol POC NASA, 2 botol SUPERNASA , 2 botol POWER NUTRITION, 2 botol HORMONIK, GLIO 1 Pack, PENTANA 1 botol dan PESTONA 1 botol.
Atau 1 paket NASA untuk cabai seperti yang DUTA AGRO PRIMA dulu tawarkan dan sarankan kepada saya."

Beliau juga mengatakan beberapa keuntungan setelah beliau menggunakan pupuk Organik NASA ini, yaitu :
-  Tanah menjadi lebih subur
-  Pertumbuhan tanaman cabai lebih cepat
-  Buah cabai saya lebih banyak, lebih besar dan berisi
-  Buah cabai dapat di tanam sampai ke ujung tanaman
-  Serangan Hama dan penyakit banyak sekali berkurang

Keuntungan lainnya adalah tinggi tanaman lanjut beliau. Tinggi tanaman sebelum menggunakan pupuk NASA hanya 100 - 110 cm (1 meter), tetapi sejak saya menggunakan produk NASA ini tinggi tanaman cabai saya rata rata nya 175 - 180 cm bahkan ada yang tingginya hampir sampai 194 cm.

Setelah menggunakan produk NASA ini warna hijau daun lebih tahan lama, lebih segar dan bukan hanya itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit jadinya (Biaya bisa lebih di tekan lagi).

Di sini saya menghabiskan 120 Kg pupuk NPK saja ( harga pupuk NPK di daerah saya Rp. 3500,- x 120 Kg = Rp. 420.000,-)

Itu sudah mulai dari saat penanaman bibit cabai hingga saat akan kita panen besok ini, kira kira umur 79 hari pemeliharaan dan perawatan tanaman cabai saya.

Untuk lahan 1/4 Ha ini saya sudah panen sebanyak 2 kali, akan dilakukan panen raya dan pembentukan yang ke - 3 dan masih akan terus panen.
Beliau mencoba untuk menghitung lagi, jika sampai petikan terakhir tanaman cabai total akan menghasilkan 1,6 s/d 2 Ton.
Sebagai informasi, tanaman cabai yang menggunakan produk NASA ini tidak dilakukan pemangkasan sama sekali. Tanaman cabai di sengaja ada 8 batang, meskipun begitu hasil cabai nya luar biasa.

Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga 50%.

Pesan saya kepada petani cabai di Indonesia agar menggunakan produk NASA , karena sudah terbukti hasil panen cabainya bagus dan menguntungkan.

Salam saya Tu Saban dan kelompok tani Tata Aleka dari Jailolo Selatan , Halmahera Barat

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK DENGAN PAKAN FERMENTASI DAN CARA PEMBUATANNYA

TEKNIS BUDIDAYA KAMBING / DOMBA DENGAN PAKAN FERMENTASI - Kunci Sukses Meningkatkan Bobot Kambing / Domba Dengan Pakan Fermentasi Hijau Organik

#PESAN PENTING DUTA AGRO PRIMA NASA : "Ternak Sapi, Kambing, dan domba boleh di berikan pakan fermentasi, TETAPI TIDAK BOLEH di berikan setiap hari. HANYA 4 - 5 HARI SEKALI di tiap Sore hari dan ITU HARUS DISELANG SELING jenis pakan fermentasinya !!"

Pembuatan dan pemberian pakan fermentasi untuk ternak Kambing dan Domba ini sangat menghemat waktu dan tenaga dalam beternak kambing / Domba dengan sistem organik modern.

Ada beberapa macam pakan fermentasi yang bisa kita berikan ke kambing / domba kita selain tentu saja hijauan sebagai pakan alami dari ternak.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan nafsu makan ternak kambing / Domba, yaitu :
1. Faktor kesehatan ternak
2. Faktor pakan yang di berikan
3. Faktor jumlah pakan yang di berikan
4. Faktor bakteri rumansia yang ada di dalam pencernaan ternak
5. Faktor eksternal yaitu lingkungan kandang dan kebersihan kandang

Di sini, kami menggunakan produk organik NASA yang telah terbukti dan terjamin mampu meningkatkan bobot ternak juga meningkatkan produktivitas susu pada ternak.

● CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DARI JERAMI PADI

Cara membuat jerami padi dengan menambahkan Suplemen Organik Cair, seperti TANGGUH PROBIOTIK, VITERNA, NASA dan HORMONIK untuk hasil yang lebih cepat dan penuh dengan gizi juga nutrisi yang sangat di butuhkan oleh kambing.

Bahan - bahannya :

- Siapkan tempat yang aman dan terlindung dari sinar matahari langsung, curahan air hujan, dan genangan air, misal drum atau kantong plastik.
- 1 Ton Jerami padi kering
-  Tetes tebu (molase).
Namun kalau tidak ada tetes tebu, bisa digantikan dengan gula pasir
- Campuran VITERNA , POC NASA dan HORMONIK dalam 1 wadah, lalu diaduk sampai merata dan kemudian tuangkan semuanya kedalam campuran bahan bahan tadi.
- Setengah Botol Probiotik dituangkan ke dalam ember
- Air secukupnya
- Ember
- Terpal atau plastik yang cukup kuat untuk memeram jerami.
- Alat penyiram air

Tahapan dan cara pembuatannya :

1. Siapkan jerami padi kering yang sudah dipotong – potong.

2. Siapkan ember yang sudah diisi air, campurkan tetes tebu / gula pasir, dan juga Campuran 1 paket ternak (VITERNA, POC NASA + HORMONIK) dan TANGGUH PROBIOTIK tadi, kemudian di aduk hingga merata.

3. Langkah berikutnya menggelar jerami dengan tinggi 15 - 20cm.

4. Semprotkan campuran air, tetes tebu / gula pasir dan Campuran paket ternak pada jerami sambil jerami diinjak – injak, semprotkan secara merata sampai jerami benar – benar basah.

5. Setelah proses penyemprotan selesai, jerami bisa ditutup dengan plastik tebal atau terpal.
Cegah udara masuk dengan mengikat dengan kuat dan rapat.

6. Diamkan tumpukan jerami selama sekitar 12 - 15 hari agar proses penguraian serat jerami padi terjadi secara alamiah.
Jika sudah ditambah Probiotik, bisa didiamkan hanya 2 - 4 hari dan pakan siap diberikan

7. Dalam proses ini memang dibutuhkan waktu yang cukup supaya padi benar – benar lapuk dan nutrisinya bisa bertambah.

Dengan begitu kualitas jerami padi menjadi meningkat sebagai pakan ternak dan nutrisinya dapat terserap dengan baik oleh ternak

8. Jika sudah melewati 12 - 15 hari, maka jerami siap diberikan pada hewan ternak.
Kami sarankan untuk terlebih dahulu hasil fermentasi jerami padi diangin – anginkan sebentar, kemudian bisa langsung diberikan pada hewan ternak Anda

Itu untuk ukuran pembuatan 1 ton Pakan fermentasi jerami padi.

Kadang , ternak belum langsung mau makan pakan fermentasi jika kita berikan secara tiba tiba.
Sebaiknya kita lakukan perlahan melalui proses adaptasi dulu, yaitu pagi hijauan segar dan sore baru hijau an campur fermentasi jerami ini.

Perlahan lahan sore hari kita hilangkan diajukannya dan berganti dengan full pakan fermentasi jerami padi ini.

Bisa juga Campuran Suplemen Organik tadi kita berikan ke ternak dengan cara di campurkan ke air minum ternak.

● CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DARI RUMPUT GAJAH

Bahan - bahan nya:
- Rumput gajah
- Tetes tebu
Hanya butuh 3% saja
- Dedak halus
Kira2 cukup 5% - 6% dari total campuran
- Onggok
Cukup 3% dari total campuran
- Menir / meniran
Cukup 3,5% saja
- Campuran Suplemen Organik NASA (PROBIOTIK, VITERNA, HORMONIK dan POC NASA)
- Silo atau kantong plastik atau bisa juga Drum

Tahapan cara membuatnya itu :

1. Potong rumput gajah dengan parang , arit atau mesin pemotong rumput.
Pemotongan dilakukan agar rumput dapat dimasukkan ke dalam wadah / drum dengan rapat dan padat.

2. Campurkan semua bahan² yang sudah disiapkan tadi diaduk hingga benar benar merata.

3. Masukkan campuran ke dalam silo / wadah tertentu / drum dan padatkan agar tidak ada rongga udara. Masukkan sampai melebihi permukaan wadah / drum untuk mengantisipasi terjadinya penyusutan isi. Dengan begitu tidak ada ruang kosong antara tutup dan permukaan bahan.

4. Setelah semua bahan masuk, berikan lapisan plastik dan tutup dengan rapat. Beri pemberat, boleh pakai batu atau kantong plastik yang diisi tanah.

5. Simpan sampai 6 – 8 minggu.

6. Setelah 6 – 8 minggu, drum  bisa dibuka dan diambil hasil fermentasinya. Jika dilakukan dengan benar maka pakan fermentasi dapat bertahan hingga 1 – 2 tahun.

8. Pakan fermentasi bisa diambil sesuai kebutuhan saja, misalnya untuk 3 – 5 hari. Jangan dibuka setiap hari agar pakan fermentasi tidak mudah rusak, setelah dibuka juga harus ditutup kembali dengan rapat.

9. Setelah pakan fermentasi diambil, lebih baik diangin – anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada hewan ternak kambing / sapi.
Jangan di jemuran di bawah sinar matahari.

Catatan :
Cara fermentasi ini dapat dilakukan untuk jenis bahan pakan hijauan dan jenis rumput lainnya.
Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas ya ...

Semoga bermanfaat dan membantu ...

#INGAT : Bahwa ternak tetap akan lebih sehat dan segar jika di berikan pakan alaminya dan pakan pokok ternak, yaitu Hijauan Segar / rumput segar / Dedaunan segar.  Pakan Fermentasi HANYA SEBAGAI SAMBILAN saja, JANGAN MENJADI PAKAN POKOK TIAP HARI !!!
Kami, Duta Agro Prima NASA benar² menghimbau dan memperingatkan bahaya pakan fermentasi pada ternak budidaya kita.

#PESAN : Untuk membantu kesehatan dan lancar pencernaan ternak, beri Probiotik yang di campur air minum ternak. Fungsinya adalah menyehatkan dan meningkatkan kinerja bakteri rumansia yang ada di dalam saluran pencernaan ternak.
Ibaratnya seperti kita minum Yakult (Probiotik) setiap hari untuk menjaga bakteri baik dalam pencernaan kita

Minggu, 11 Maret 2018

LAYU BAKTERI (FUSARIUM)

Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, umumnya menyerang tanaman cabai, tomat, kentang, dan sebagainya. Bakteri menginfeksi tanaman melalui luka yang disebabkan olek pelukaan mekanis, infeksi cendawan (fusarium), serangan nematoda dan hama pada akar. Bakteri bersifat tular tanah (soilborne) dan tular air (waterborne) dan dapat bertahan pada sisa tanaman sakit.

Gejala :
1. Layu secara tiba-tiba, umumnya dimulai dari bagian pucuk. Tanaman kembali segar pada pagi atau sore hari.
2. Terdapat bercak cokelat pada pembuluh di pangkal batang dan berbau busuk.
3. Keluar cairan putih susu ketika potongan batang segar dicelup dalam air.

Kondisi yang mendukung perkembangan penyakit :
1 suhu tinggi (30˚ – 35˚C) dan kelembaban tinggi
2. tanah bertekstur liat yang menahan air dalam waktu lama.
3. Bakteri disebarkan oleh aliran irigasi, bibit terinfeksi, pelukaan dan pemangkasan.

Pengendalian LayuBakteri :
1. Hindari menanam pada lahan yang endemik.
2. Hindari pelukaan akar dan kendalikan jamur, nematoda atau hama yang menyerang akar.
3. Lakukan pengolahan tanah dengan baik. Lakukan sterilisasi untuk lahan-lahan yang berpotensi layu. Aplikasi kompos dan agensia hayati pengendali layu (Trichoderma).
4. Menanam varietas tahan mampu mengurangi potensi penyakit.
5. Sterilisasi lahan dengan fumigan (Basamid).
6. Cabut tanaman yang terserang dan taburi lubang tanam dengan kapur, kocor bakterisida, fungisida, maupun nematisida untuk mencegah penyebaran penyakit. Semprot bakterisida ke seluruh tanaman secara merata.

Semoga bermanfaat

Pupuk Organik HORMONIK

Pupuk Organik HORMONIK berfungsi Memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.
HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.
HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia, tumbuhan, alam maupun binatang.

DAYA DOBRAK Pupuk Organik HORMONIK :
● Mempercepat proses pertumbuhan tanaman
● Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan,
● Mengurangi kerontokan bunga dan buah
● Membantu pertumbuhan tunas
● Membantu pertumbuhan akar
● Memacu pembesaran umbi
● Meningkatkan keawetan hasil panen
● Membantu Memacu percepatan pertumbuhan ternak
● Memacu menambah nafsu makan ternak
● Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

Tersedia 2 kemasan Hormonik, yaitu :
~ Hormonik Kecil 100 cc (HRN)
~ Hormonik Besar 500 cc (HRNB)

Sabtu, 10 Maret 2018

TANYA JAWAB KESUKSESAN BUDIDAYA CABE, BANDENG DAN KAMBING

~  TANYA : "Salam kenal mas, ini Feri dari Boyolali mau tanya soal pohon cabe.
Kenapa tanaman cabe saya selalu rontok daun dan buah cabenya ya mas ?
Mohon solusinya mas."

√ JAWAB = Salam budidaya pak Feri ....
Berdasarkan pengalaman kami pribadi dalam berbudidaya cabai, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan pada buah, bunga dan daun cabai itu pak, yaitu :

1. Kerontokan pada bunga dan bunga tanaman cabe banyak disebabkan karena tanaman cabe kekurangan unsur Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Selain itu, unsur Zn, Mg, dan Fe (Zat besi) juga sangat berperan penting dalam pembentukan klorofil di daun, serta membuat organ tanaman menjadi lebih kuat, hingga akan meminimalisir terjadinya abisisi (keguguran pada daun), bunga serta buahnya;
SOLUSINYA =
Sebaiknya berikan tanaman cabe pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung Kalsium, Kalium, Zn, Mg, dan Fe.
Yaitu diKocor dengan SPRK, NASA, HRN dan Kalsium.

2. Faktor internal yaitu tanaman cabe kelebihan hormon asam absisat (ABA). Seperti diketahui bahwa fitohormon asam absisat (ABA) ini sangat berperan penting dalam pengguguran daun, sehingga komposisinya harus dikontrol dengan baik, melalui sistem pemeliharaan tanaman dengan pemberian air dan pupuk dalam jumlah yang sesuai dosis per umur tanaman

3. Faktor eksternal seperti curah hujan tinggi juga dapat menyebabkan tanaman bisa memiliki tingkat kandungan air yang tinggi di dalam akar dan di dalam tanah, sehingga perlu sekali bagi petani untuk mengontrol drainase air agar tetap tercukupi dengan baik. Perhatikan juga bagian saluran irigasi yang menghubungkan antar bedengan satu dengan lainnya, supaya dipastikan agar tidak terdapat air yang melebihi porsi yang cukup untuk tanaman;

4. Tanaman cabe yang kekurangan unsur hara (mengalami defisiensi unsur hara) tertentu juga berpeluang mengalami kerontokan pada daun, bunga, maupun buah. Pastikan tanaman cabe terpenuhi unsur hara makro dan mikro, seperti Calcium (Ca), Kalium (K), Magnesium (Mg), Molibdenum, Zn, maupun zat besi (Fe). Unsur-unsur tersebut sangat penting untuk mencegah supaya tanaman cabe juga tidak mengalami peristiwa nekrosis dan klorosis yang mengindikasikan tanaman cabe mengalami daun menguning kecokelatan, lalu gugur;

5. Tanaman cabe yang terserang hama dan penyakit patogen dalam jumlah yang banyak dan sering, juga bisa menyebabkan daun, bunga, serta organ buah cabe  rontok. Hama seperti ulat grayak dan penyakit antraknosa pada cabe juga bisa memberikan dampak buruk pada permukaan organ daun, sehingga organ daun menjadi bopeng/berlubang. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berefek kepada penyebaran hama dan penyakit dalam jumlah luas dan menginfeksi organ tanaman lainnya, dan pada akhirnya organ tanaman mengalami kerontokan yang menurunkan produktivitas hasil panen. bahwa jenis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) merupakan parasit patogen yang dapat menginfeksi tanaman budidaya dan memberi dampak negatif bagi produktivitas hasil pertanian nortikultura.
Solusinya =
Semprot dengan Pentana dan Glio secara selang seling.

~  TANYA : "Saya Asep dari Karawang mau tanya soal kambing. Sudah beberapa minggu ini kambing saya susah makan dan minum, sudah saya beri semua obat dan semua produk yang diiklankan di FB juga di toko Online, tapi hasilnya sama saja tetap susah makan dan minum. Sudah saya periksakan ke dokter, hasilnya tetap sama saja.
Bagaimana caranya biar kambing saya itu mau makan dan minum lagi atau biar tambah gemuk soalnya mau saya jual di idul adha besok mas ?"

√  JAWAB =  Salam kenal dan salam budidaya pak Asep. Kebetulan saya pribadi dulu pernah mengalami hal yang sama pada ternak kambing saya pak. Dan kebetulan lagi baru sekitar 2 minggu yang lalu saya pendampingan di peternakan kambing pak Yuda di Imogiri yang kendalanya hampir sama pada 4 ekor kambingnya.
Masalah kambing yang susah makan minum itu sebenarnya ada beberapa sebab selain karena sakit dan faktor pencernaan nya yang radang atau kurang bagus, yaitu faktor genetiknya.
Coba pegang rambut didepan dan diatas kepala kambing, jika kering lusuh meski baru saja di mandikan, itu berarti kambing sakit dalam lambung / pencernaannya.

Cara yang kemarin Kami terapkan pada kambing pak Yuda adalah dengan memberi 1 paket ternak NASA ditambah 2 produk NASA yang lain lalu di campurkan pada air minum kambing dan olahan fermentasi hijauan pada kambing yang resepnya berbeda dengan pakan fermentasi biasanya.

Setelah 3 - 4 hari di berikan pada kambing² itu, hasilnya langsung berbeda dan sangat doyan makan minum. Bahkan terakhir hari rabu (16-8-2017) kemarin kami cek di peternakannya pak Yuda untuk melihat bagaimana perkembangan kambingnya, ternyata kambingnya sudah gemuk dan sehat.

~  TANYA : "Mas mau tanya soal budidaya bandeng mas.
Bandeng di tambak saya lambat sekali pertumbuhannya dan kadang jika di beri pakan tidak langsung habis pakannya.
Umur sudah -/+ 5 bulanan tapi masih 12 - 14 cm panjangnya.
Apakah ada solusi nya mas biar cepat besar ?
Rifai dari Gresik.

√  JAWAB = Semuanya kembali tergantung cara budidaya kita sendiri. Dan apa yang kita berikan pada budidaya kita, pakan yang penuh vitamin dan suplemen yang bagus untuk pertumbuhan dan pembesaran budidaya kita.
Di sini, selama ini dalam budidaya bandeng pribadi belum pernah ada masalah pertumbuhan bandeng karena kami gunakan pupuk khusus tambak yang sudah kami pakai buktikan sendiri kualitas dan hasilnya sejak thn 2009 sampai saat ini.
1 paket tambak berisi 5macam pupuk & Itu sudah untuk 1 ha pak.

Lengkap mulai dari awal tanah , pencegahan penyakit, pembesaran dan suplemen pakan sampai panen.
Juga mencegah perubahan kondisi air kolam

Nanti pakan akan selalu habis dan perilaku bandeng pada saat makan akan membuat kita semakin bangga juga senang memberi pakan karena selalu lapar.

Semoga bermanfaat ...

Jumat, 09 Maret 2018

CARA BERTANAM PADI DAN PEMUPUKAN PADI YANG HASIL PANEN MELIMPAH

CARA BERTANAM PADI DAN PEMUPUKAN PADI YANG HASIL PANEN MELIMPAH

Indonesia adalah negara agraris yang tanahnya sangat subur, makmur dan sejahtera.

Nah, sebagai warga Indonesia, seharusnya bisa menciptakan produk beras sendiri dari hasil budidaya tanaman padi yang akan dapat tumbuh subur di Indonesia.
Oleh karena itu, peluang ini jangan disia-siakan untuk membudidayakan padi seperti ini sangat menjajikan untuk negara, apalagi dengan pertumbuhan penduduk warga yang ada di Indonesia sangatlah pesat dan dipastikan akan berpengaruh terhadap permintaan beras yang tinggi tentunya.
Apalagi Indonesia dibawah pemerintahan pak Jokowi ini menjalankan program Indonesia Swasembada beras dan bisa eksport

Dibawah ini, bisa dipratekkan gimana metode yang baik dalam budidaya tanaman padi dan pemupukannya:
Metode dalam Mengolah atau Budidaya Tanaman Padi
Di sini ada cara atau metode agar menapatkan hasil maksimal yang bisa dipakai untuk budidaya tanaman padi atau pemupukannya.
Nah, untuk di awal perkembangan kita harus mendapatkan hasil padi yang berkualitas tentunya.
Sebelum bertanam dan pemupukan, sebaiknya mengetahui mengetahui cara budidaya padi yang baik dan menguntungkan.

Untuk pertama kali yang harus dilakukan adalah memiliki kesungguhan dan keyakinan untuk membudidayakan tanaman padi ini, dengan cara mendedikasikan tenaga serta pikiran dengan persentasi 100% untuk membudidayakan tanaman padi. Selain faktor itu tentu saja faktor pupuk yang kualitasnya terkenal bagus dan kualitas benih padi.
Dengan demikian hasil panen yang didapatkan akan melimpah dan memuaskan.

Agar mendapatkan hasil tersebut, dengan padi melimpah. Dibawah ini ada refensi, bagaimana langkah awal untuk melakukannya.

»  AWAL PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI

Langkah awal sebelum bertanam yang dapat kita lakukan adalah membersihkan lahan yang akan ditanami terlebih dulu.
Berikutnya bersihkan beragam tanaman gulma, yakni rerumputan, semak belukar serta hal lain yang nantinya bisa akan mengganggu perkembangan tanaman padi.
Menyiapkan pula media tanam yang baik untuk tanaman, ini akan mendorong pertumbuhan tanaman dengan baik tentunya.
Setelah lahan bersih dan nyaman terhindar dari segala jenis tanaman liar, langkah selanjutnya adalah memberikan aliran air yang cukup pada lahan.
Bisa juga sembari di tabur pupuk organik khusus tanah dan untuk penggemburan / pemberian unsur hara juga zat essensial  tanah yang sebelumnya mati / hilang dan tanah menjadi keras karena terlalu sering di beri pupuk kimia.

Proses seperti ini, tujuannya untuk menggemburkan tanah agar mudah untuk dibajak dengan memakai alat tradisional atau traktor modern sekalipun.

Sudahkah lahan tersebut terlihat gembur?
Nah, jika sudah genangi lahan tersebut dengan air sampai mencapai ketinggian sekitar 5 - 10 cm. Untuk mengatur ketinggian airnya, caranya dengan membuka dan menutup akses keluar masuknya air pada pintu irigasi.

Setelah lahan di genangi air, untuk mendapatkan hasil tanah yang sangat bagus untuk tanaman, bisa kita tebar di dalam genangan air lahan / sawah itu dengan pupuk organik khusus tanah dan suplemen akar.
Untuk mendapatkan hasil tanah yang maksimal, lebih baik lahan didiamkan selama -/+ 2 minggu, tujuannya adalah agar racun pada tanah menjadi netral dan juga kondisi netral dan juga kondisi tanahpun menjadi berlumpur, tanah menjadi subur penuh dengan vitamin juga unsur hara yang di butuhkan tanah juga akar.

»  PILIHLAH BIBIT PADI KUALITAS UNGGUL DAN BAGUS

Agar hasil panen padi jadi melimpah, selain lahan tanaman yang baik diperlukan juga bibit padi yang unggul dan berkualitas.

Di bawah ini ada refensi bagaimana cara untuk kita agar kita mengetahui bibit padi yang berkualitas unggul dan bagus ?!

Berikut ulasannya:
1. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dengan media air, dengan durasi -/+ 2 jam.
2. Selanjutnya, letakan benih padi yang sudah direndam tadi di atas kain (sebelumnya kain sudah dibasahi dengan air). Kemudian hitung berapa benih padi yang telah diramdam tadi, hitung ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah.
Bila yang keluar kecambah sampai 90% artinya benih padi tersebut mempunyai kualitas yang baik.

»  MENYEMAI BENIH PADI DI LAHAN

Sesudah mendapati benih padi yang baik, langkah berikutnya adalah dengan menyemai benih tersebut pada lahan tanam.

Untuk menyemai benih padi, lakukan dengan ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Rendam benih padi yang akan disemai selama durasi sehari semalam (akan lebih bagus jika perendaman di campurkan dengan pupuk organik), lalu tiriskan dan biarkan selama 2 hari hingga benih tersebut mengeluarkan kecambah.
> Gunanya Perendaman dengan pupuk organik tadi adalah memberikan vitamin percepatan pertumbuhan dan hormon yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh dan perangsang buah.

2. Berikutnya, siapkanlah lahan mana untuk menyemai benih padi kurang lebih luasnya 500 m² untuk 1 hektar lahan sawah. Kemudian usahakan lahan yang dipakai untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.

3. Selanjutnya, berikan pupuk Urea plus TSP dengan masing-masing takaran 10 gr untuk 1 m² lahan untuk penyemaian.

4. Tahap akhir, tanam bibit padi yang sudah berkecambah tadi di lahan yang sudah dipilih untuk penyemaian / lahan yang sudah kita siapkan tadi sebelumnya.

Cara menanam benih padi adalah dengan cara menyebarkan bibit secara merata pada lahan yang ditujukan untuk penyemaian.

Cara Menanam Padi

Tahap ini adalah menanam bibit yang telah disemai ke dalam lahan persawahan yang telah  kita sediakan. Untuk menanam padi adalah dengan cara memindahkan bibit penyemaian ke dalam lahan persahawan.

Di bawah ini, dapat kita lakukan:
Salah satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam, cirinya memiliki daun dua sampai tiga helai dan sudah berusia -/+ 2 mingguan.
Cara menanam bibit padi tersebut dapat dilakukan dengan cara teknis tunggal maupun ganda. Untuk satu lubangnya, dapat diisi satu atau dua tanaman padi.
Proses penanaman bibit padi ada kala baiknya, dengan membuat lahan tersebut tergenang dengan air sedangkan kedalaman untuk pembibitan sendiri sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam, dan bisa diposisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal seperti ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.

»  PENYIANGAN LAHAN TANAM

Ingin padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna, tentunya diperlukan perawatan yang khusus juga. Membersihkan tanaman lain yang suka mengganggu atau biasa disebut tanaman gulma.
Penyiangan tanaman gulma sendiri dapat dilakukan saat masa di mana tanaman padi telah menginjak umur 3 minggu.
Langkah berikutnya, yang dapat dilakukan dengan penyiangan rutin pada setiap 3 minggu sekali.
Penyiangan ini sendiri tujuannya baik, melakukannya dengan cara manual yakni dengan mencabut tanaman gulma dengan tangan kosong. Dengan cara ini tentu akan mendapatkan tanaman padi yang berkualitas pula.

»  CARA PEMUPUKAN PADI

Memberi pupuk merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Dikarenakan tanpa adanya pupuk yang baik maka tanaman padi akan sulit untuk tumbuh dengan sempurna. Tentunya akan mendapatkan hasil panen yang tidak bisa maksimal pula.

Di bawah ini, ada takaran serta cara yang dapat dilakukan untuk memberikan pupuk baik dalam budidaya tanaman padi, berikut ulasannya :

● Untuk pemupukan pertama dapat dilakukan, ketika padi sudah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Bisa menggunakan jenis pupuk Urea plus TPS yang dicampur dengan takaran dosis sekitar 100:50 Kg/ha atau bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman sendiri.

● Untuk pemberian pupuk pada tahap berikutnya, bisa dilakukan ketika tanaman padi telah berusia 25-30 hari. Gunakan pupuk jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.

● Proses pemupukan tahap akhir, bisa dilakukan ketika tanaman berusia 40-45 hari. Bisa menggunakan pupuk jenis Urea dengan campuran Za skala perbandingannya sendiri perkiraannya 50:50 Kg/ha.

WAKTU & CARA PEMUPUKAN PADI YANG TEPAT SASARAN

Sebagai gambaran saja, untuk tanah normal sendiri pemerintah memberikan rekomendasi pupuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg – 250 kg, SP36 100 kg -150 kg dan KCI 75 kg – 100 kg. Jika memakai NPK dosisinya, 100 kg urea dan 300 kg NPK.
Ada juga mengurangi jumlah pemberian pupuk kimia diatas hingga 60% dan hanya menggunakan pupuk kimia sebanyak 40% saja dimana sisanya menggunakan pupuk Organik Khusus padi.
Dengan metode organik itu justru banyak petani padi yang bersaksi dan membuktikan bahwa hasil panen pastinya jauh lebih banyak, lebih berisi dan bagus daripada memakai 100% pupuk kimia.

Itu hanya dosis yang dianjurkan, untuk menentukan dosis secara tepat maka harus melakukan uji coba pada tanah sendiri. Baik itu antar musim maupun antar lokasi. Berikan pupuk menurut prediksi sendiri dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum.
Jika belum lakukanlah pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi.
Namun, dalam pemberiannya itu jangan terlalu jauh melampui anjuran pemerintah tersebut di atas yang telah direkomendasikan.

Di bawah ini, ada rekomendasi waktu pemberian pupuk tanaman padi dengan variasi yang berbeda. Apalagi dengan iklim dan kondisi tanah yang berbeda antar daerah. Namun, dari refensi beberapa sahabat petani padi di Bantul dan Muntilan ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Jika memakai Urea, SP36 dan KCI (200 – 250 Kg : 100 – 150 Kg : 75 -100 Kg/ha). Dengan satu hari sebelum tanam, anjurannya adalah lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah usia 7 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCI 50%.
-Menanjak usia 20 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 40% dan setelah usia 30 hst lakukan penyebaran Urea 30% dan KCI nya 50%.
-Kalau menggunakan Urea, SP36 dan KCI dengan adanya BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti langkah di atas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi Urea 30% ditambahi KCI 50%), namun setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan menggunakan BWN.
Jika hasil dari pengetesan tersebut saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan mencapai tanaman padi tersebut hingga berumur 40 hst. Untuk pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya, jangan ada yang sisa.

2. Jika menggunakan Urea dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg/ha). Pada umur 7 hst, berikan Urea 30% dan NPK 50%, untuk umur 20 hst berikan Urea 40% dan setelah mencapai umur 30 hst berikan Urea 30% dan NPK Ponska nya berkisar 50% tanpa memakai Urea.
Jika setelah satu minggu lakukan tes dengan BWD, kalau hasil tes tersebut diras perlu penambahan Urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya dan lakukan pengetesan pada setiap minggu sekali dengan BWD. Umur mencapai 30 hst berikan Ponska yang berkisar 50%.

3. Jika memakai Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg /ha). Berikan NPK pelangi 100%, ketika umur padi masih 1 hst. Berikutnya setelah satu minggu berikan Urea 30%. Menanjak usia 20 hst berikan Urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan Urea yang 30%.
Jika menggunakan BWD berikan NPK pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukanlah test dengan BWD, dan jika hasil test dari BWD dirasa memerlukan penambahan coba lakukan penambahan Urea 10% saja.
Demikian seterusnya lakukan pemberian Urea setelah melakukan tes dengan BWD setiap 1 minggu sekali.

Akan sangat baik hasil pastinya jika ditambah dengan pemberian pupuk Organik seperti HRN, PWRK dan SPRK guna memacu pertanyakan bulir padi.

Cara Mengaplikasikan Pupuk pada tanaman Padi :

1. Taburkanlah secara merata pada area sawah, jika memakai sistem tegel.

2. Jika menggunakan sistem tanam jajar legowo, dari sistem ini diperlukan pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebarannya sendiri dapat dilakukan melalui legowo tersebut.

3. Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan atau ditaruh pada perempatan jarak tanman padi. Kesimpulannya pupuk yang diberikan tidak disebarkan secara merata.

4. Ada pula petani yang begitu kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman, kemudian diinjak dengan satu kaki.

4. Semua itu terserah, kalau ada waktu dan tenaga pemberian pupuk sendiri bisa dengan dijimpit dan diinjak. Ini merupakan pemberian pupuk cara yang paling efektif, dikarenakan dapat mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air.

Namun kalau rasanya sangat merepotkan dan tidak ada waktu, ada cara lain dengan sebarkan secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan pada fase gerbang pertanian, semoga cara atau metode di atas tidak menambah bingung bagi pembaca pemula. Semua yang ditulis ini merupakan pengalaman yang kami lihat dan lakukan di lapangan.

FASE PERTUMBUHAN PADI

Melihat 2 kondisi yang sekarang terjadi, akan banyak yang kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Untuk penentuan kapan tanaman padi dipupuk sendiri dapat dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Nah, di sini ada contoh padi dari padi ciherang yang berumur sekitar 115 -125 hari.

Umumnya pembagian fase-fase ini adalah sebagai berikut:
- Persemaian 20 hari.
- Fase vegetatif 35 hst.
- Fase generatif reproduktif pada 36-65 hst.
- Fase generatif pematangan 66-100 hst.
- Pupuk dasar, wakru bibit pindah tanam, bibit itu sendiri perlu waktu berkisar 8-12 hst atau kalau dihitung rata-rata berkisar 10 hst untuk mendapatkan kokohnya perakaran. Nah, saat inilah sebaiknya pemupukan pertama kali dilakukan.

Karena pada saat itu daun dan akar tanaman pdi sudah akan mulai mengembang. Dengan demikian hasil yang didapat akan maksimal menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah yang sebelumnya kita berikan melalui pemberian pupuk organik tadi.

- Jangan diberikan pada waktu usia 0 – 5 hst. Sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam kondisi yang amat stress.
Maksudnya adalah akar belum siap menerima pemupukan yang diberikan. Bila diberikan akan sia-sia saja kalau diberikan pupuk Urea dengan dosis yang tinggi.
Sebab pupuk Urea akan mudah menguap dan sifatnya higroskopis.
Pada saat itulah baiknya penebaran pupuk lebih baik bukan pupuk kimia (urea) namun pupuk organik yang langsung bisa di serap oleh tanah dan tanaman padi.

Pada waktu pemberian, disarankan sebaiknya memperhatikan kondisi pada air. Anjurannya sewaktu pemberian pupuk, ketika kondisi air tersebut lagi memancak.

- Pupuk Susulan ke-1. Ini diberikan sekitar pekan yang ke 3 (sekitar 21-25 hst) biasanya ditandai setelah mereka (para petani) melakukan pengoyosan, saat itulah pemupukan dilakukan.
Nah, sewaktu pengoyosan, saat inilah pemupukan harus dilakukan. Pemupukan organik bisa di tebarkan merata ke sawah atau bisa juga melalui penyemprotan.
Ketika pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Tujuannya tanaman padi tersebut akan membentuk anakan baru.
Pada kondisi ini, tanaman akan dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal untuk kedepannya.

- Pupuk Susulan ke-2.
Ini diberikan sekitar umur tanaman padi mencapai pekan ke 5 (30-40 hst). Masa ini adalah peralihan dari sebuah fase vegetatif ke generatif. Untuk kondisi tanaman sediri juga sangat membutuhkan yang namanya nutrisi tinggi.
Saatnya penyemprotan dengan menggunakan NASA dan HORMONIK.

Hal ini ditandi dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera juga akan keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang didapati sangat optimal.
Jadi bila ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang disebutkan seperti di atas. Saat itu kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan.

MELINDUNGI TANAMAN PADI DARI SERANGAN HAMA

Pentingnya melindungi tanaman dari serangan hama, setiap tanaman budidaya sendiri juga tidak lepas dengan yang namanya gangguan hama yang suka merusak. Maka dari itu setiap tanaman harus dilindungi dengan mencegah hama tersebut. Ada pestisida organik yang bersahabat dengan lingkungan juga tanah namun ampuh dalam membasmi hama padi.

Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu tanaman padi diantaranya, yakni tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng sampai walang sangit pun ada.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimala pengendalian hama sebaiknya harus segera dilakukan, dengan cara alami yakni memilahara hewan pemangsa yang tujuannya dapat menghambat perkembangan hama tersebut.

Nah, oleh karena itu jangan membasmi ular yang ada di sekeliling lahan sawah. Karena hewan seperti itulah yang bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi.
Ada keuntungannya sendiri, yakni jika pengendalian hama secara alami diperlakukan dengan baik, maka terjaganya lingkungan dan cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam.
Namun, jika adanya penyakit atau hama tidak atau belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka dapat menggunakan pestisida dengan tujuan mengendalikan hama tersebut.

PANEN TANAMAN PADI

Inilah saat di mana yang dipaling di tunggu para petani, yakni masa panen tanaman padi sudah tiba.
Tanda tanaman padi sudah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai menguning, ranting buahnya mulai menunduk, karena terisi beras.
Proses ini dapat dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara menggunakan sabit, jika menggunakan cara modern memakai mesin otomatis.

Sekian cara bertani dan berbudidaya padi dengan cara organik yang telah berhasil meningkatkan jumlah bulir padi dan kepadatan padi.

PENYAKIT LAYU (PATEK) PADA CABAI DAN CARA MENGATASINYA

Seperti beberapa pertanyaan dari sahabat tani cabai yang sering mengeluhkan tanaman cabai nya layu dan mati.
Dan Beberapa pertanyaan tentang apakah ada obat untuk menyembuhkan / menanggulangi masalah layu pada cabe ini, mari bersama sama Kita bahas dan cari sistem penanggulangan , pencegahan dan pengendalian penyakit layu cabe yang sangat merugikan Kita sebagai petani cabe.

Sebelumnya, lebih baik kita lihat dulu Gejalanya, Penyebabnya dan ciri ciri tanaman cabe yang terkena penyakit layu ini.

Berdasarkan pengalaman di lapangan / pendampingan, mungkin Kita bisa menyimpulkan bahwa penyakit layu pada tanaman cabe ada 2 macam yaitu Layu Fusarium & Layu Bakteri / Parasit (Patek)

1. LAYU FUSARIUM

PENYEBABNYA :
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh Fusarium Oxysporum.

Penyakit layu jenis ini ditakuti karena jika tanaman sudah terinfeksi, tanaman tersebut tidak bisa diobati atau disembuhkan alias dijamin mati.
Penyakit layu fusarium bisa menghabisi seluruh tanaman  cabe dan menyebabkan gagal panen.
Layu fusarium ini bisa menyerang kapan saja dan di mana saja, baik di musim kemarau maupun pada musim hujan. Namun serangan Fusarium yang paling mengerikan biasanya terjadi pada musim hujan dengan kelembaban yang tinggi. Karena pada iklim dan kondisi hujan itu cendawan Fusarium sangat mudah berkembang biak dan mudah menular.
Penyebaran cendawan Fusarium ini dibantu oleh air, peralatan pertanian yang sering Kita gunakan dan Kita sendiri selaku petani.
Pertumbuhan spora cendawan Fusarium mempengaruhi pasokan air sehingga tanaman menjadi layu dan mati secara perlahan. Penyakit layu fusarium bisa menyerang mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman yang sudah berproduksi.

GEJALA LAYU FUSARIUM :

Gejala yang terjadi pada pembibitan cabe adalah pucuk daun tanaman yang tiba-tiba layu dan mati.
Gejala serangan layu fusarium pada tanaman muda dan tanaman dewasa adalah jika terdapat tanaman cabe yang layu pada siang hari, entah daun atau batang tanaman cabe dan kemudian tanaman cabe itu kelihatan segar kembali pada sore harinya.
Itu sudah bisa dipastikan 98% terkena penyakit Layu Fusarium ini.
Fenomena seperti itu biasanya  berlangsung kurang lebih selama 6 -7 hari sebelum akhirnya tanaman cabe itu mengering dan mati.

Jika tanaman dicabut terlihat akar berwarna kecoklatan dan membusuk.
Jika pangkal batang dibelah terlihat lingkaran coklat kehitaman. Lingkaran berwarna coklat kehitaman tersebut adalah pembuluh pengangkut yang telah rusak dan membusuk.

PENGENDALIAN :

Beberapa tindakan yang bisa Kita lakukan untuk mengendalikan layu fusarium, yaitu :
A. Pengolahan lahan yang baik
B. Sanitasi yang baik
C. Penggunaan benih yang tahan terhadap fusarium
D. Menggunakan mulsa plastik,
E. Memusnahkan tanaman yang terinfeksi Fusarium
F.  Aplikasi trichoderma.
G. Tidak ada bahan aktif / obat / fungisida / insektisida yang benar-benar ampuh mengatasi layu fusarium. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba fungisida berbahan aktif benomil atau metalaksil.

CARA PENCEGAHAN :

JANGAN TAKUT, karena Kita ada pencegahan penyakit Layu Fusarium ini, yaitu :
A.  Bajak / cangkul lahan calon tanaman Cabe dengan rata dan di taburi dolomit, NPK dan Urea secukupnya.
B.  2 hari setelah proses pengolahan lahan dan pemupukan itu, lalu di berikan pupuk kandang dan di tabur / di kocor Glio, PWRK dan SPRK pada tanah yang akan kita jadikan bedengan.
C.  Setelah bedengan jadi, siram dan di kocor lagi dengan Glio dan PWRK lalu di tutup pakai plastik mulsa.  Dan di buat lobang tanam sekitar 50x90 cm atau 50x70cm.
Diamkan selama 1 hari dulu.
D.  Pilih benih dari genetik yang baik dan kuat terhadapnya Fusarium, jika Kita petani , Kita bisa buat benih dari hasil panen sebelumnya.
E.  Setelah 1 hari, lalu kocor tiap lobang tanam tadi dengan GLIO, SPRK dan PWRK. Setelah itu masukkan bibit cabe ke tiap lobang tanam tadi.
D.  Setelah 6 hari tanam, lakukan penyemprotan pada bibit tanaman cabe dengan menggunakan PST / NPA.
E.  Setelah 10 hari sejak tanam, kocor lagi tiap lobang tanam cabe tadi dengan Glio, PWRK dan SPRK lagi. Lakukan secara kontinyu dengan interval 10 hari sekali.
F.  Bersihkan sampai benar benar bersih setiap alat pertanian yang telah Kita gunakan dengan air dan sabun atau Antibiotik.

2. LAYU BAKTERI

PENYEBAB :
Penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman cabe adalah bakteri Pseudomonas Solanacearum. Bakteri parasit ini menyerang dan menginfeksi area akar tanaman, pangkal batang, tunas, daun dan batang tanaman cabe.

Bakteri Pseudomonas menginfeksi akar dan menyebabkan akar tanaman membusuk dengan ciri ciri ada bintik bintik putih di akar juga sudah sebagian akar busuk.

Penyebaran bakteri ini dibantu oleh air, peralatan pertanian dan manusia. Pada kondisi tanah yang terlalu basah dan lembab, bakteri Pseudomonas solanacearum mudah dan cepat berkembang biak. Bakteri parasit ini menyerang pada semua fase pertumbuhan, mulai dari pembibitan hingga tanaman dewasa.

GEJALA LAYU BAKTERI :

Gejala awalnya serangan bakteri Pseudomonas ini terlihat jika terdapat bagian tanaman yang tiba-tiba layu. Pada awalnya serangan bakteri ini TIDAK menyebabkan tanaman cabai layu secara keseluruhan, melainkan hanya beberapa bagian tanaman saja baik itu pucuk daun, tunas atau daun tua. Kemudian tanaman cabe akan layu secara keseluruhan dan akhirnya mati. Layu bakteri terjadi relatif lebih cepat, hanya butuh waktu sekitar 2 - 3 hari sampai tanaman cabai kering dan mati. Berbeda dengan layu fusarium, tanaman yang terinfeksi Pseudomonas tetap layu pada malam hari maupun siang hari. Gejala yang terjadi pada akar tanaman cabai relatif sama dengan serangan jamur Fusarium oxysporum, yaitu akar membusuk dan berwarna kecoklatan.
Serangan bakteri parasit ini sering terjadi pada musim hujan dengan kondisi tanah yang lembab dan penuh genangan air.

PENGENDALIAN :
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit layu bakteri, yaitu :
A.  Pengolahan lahan yang baik
B.  Sanitasi yang baik
C.  Penggunaan benih yang tahan terhadap bakteri Pseudomonas
D.  Pergiliran tanaman
E.  Menggunakan mulsa plastik, terutama pada musim hujan
F.  Memusnahkan tanaman cabe yang terinfeksi
G.  Pengocoran dan penyemprotan bakterisida.

CARA PENCEGAHAN :

JANGAN TAKUT, karena Kita ada pencegahan penyakit Layu Bakteri ini, yaitu :
A.  Bajak / cangkul lahan calon tanaman Cabe dengan rata dan di taburi dolomit, NPK dan Urea secukupnya.
B.  2 hari setelah proses pengolahan lahan dan pemupukan itu, lalu di berikan pupuk kandang dan di tabur / di kocor Glio, PWRK dan SPRK pada tanah yang akan kita jadikan bedengan.
C.  Setelah bedengan jadi, siram dan di kocor lagi dengan Glio dan PWRK lalu di tutup pakai plastik mulsa.  Dan di buat lobang tanam sekitar 50x90 cm atau 50x70cm.
Diamkan selama 1 hari dulu.
D.  Pilih benih dari genetik yang baik dan kuat terhadapnya Fusarium, jika Kita petani , Kita bisa buat benih dari hasil panen sebelumnya.
E.  Setelah 1 hari, lalu kocor tiap lobang tanam tadi dengan GLIO, SPRK dan PWRK. Setelah itu masukkan bibit cabe ke tiap lobang tanam tadi.
D.  Setelah 6 hari tanam, lakukan penyemprotan pada bibit tanaman cabe dengan menggunakan PST / NPA.
E.  Setelah 10 hari sejak tanam, kocor lagi tiap lobang tanam cabe tadi dengan Glio, PWRK dan SPRK lagi. Lakukan secara kontinyu dengan interval 10 hari sekali.
F.  Bersihkan sampai benar benar bersih setiap alat pertanian yang telah Kita gunakan dengan air dan sabun atau Antibiotik.

Bagaimana cara membedakan layu bakteri dengan layu fusarium ?

Gejala yang ditimbulkan oleh kedua organisme pengganggu tanaman cabe ini sangat mirip dan hampir sulit dibedakan.

Perhatikan tanaman cabe yang layu tersebut, apakah tanaman tiba-tiba layu secara keseluruhan atau tidak.
Jika tanaman tiba-tiba layu secara keseluruhan itu berarti layu fusarium.
Tetapi jika pada awalnya layu hanya terjadi pada beberapa bagian tanaman saja berarti layu akibat bakteri.

Cara lain untuk mengidentifikasi dengan mudah adalah dengan memotong bagian tanaman yang terserang, kemudian dicelupkan kedalam air bersih. Jika dari potongan tanaman tersebut keluar seperti asap putih, berarti tanaman tersebut terserang bakteri Pseudomonas / layu bakteri.
Jika tidak keluar asap putih berarti tanaman terserang layu Fusarium.

Nah, dengan mengetahui jenis penyakit layu dan cara pencegahannya , Kita bisa semakin berhati hati dan melakukan pencegahan sebaik baiknya agar tanaman cabe Kita panen dengan melimpah.

Semoga Bermanfaat ...