Halaman

Tampilkan postingan dengan label Havelli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Havelli. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

CARA PALING RAHASIA SUKSES BUDIDAYA LELE (PEMULA)

Pertama kali buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah
sedalam 30 cm, tanah galian lalu urug-kan saja ke sekitar pinggir calon kolam.
Terus beli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan (yang lebih mahal juga ada), tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali tadi dengan kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20 - 30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus.
Sebagian terkena cahaya langsung matahari.
Info: Kalau air terlalu dangkal ukuran lele menjadi terlalu pendek karena ikan kurang bebas bergerak.

Jadilah kolam kita yang berbiaya murah, hemat biaya pasir dan semen, serta hemat ongkos tukang bukan ?!

Isi kolam dengan air bebas pencemaran bisa berasal dari air sungai, sumur, atau air PAM yang sudah diendapkan. kolam sebaiknya diberi pupuk kandang, urea, dolomit dan didiamkan minimal 1 minggu agar terbentuk pakan alami berupa plankton, kolam harus dlm kondisi air tidak jalan karena lele rentan terhadap perubahan air yg terus menerus dan lele akan selalu meloncat kearah sumber air mengalir. kedalaman kolam sebaiknya 120 cm dgn ketinggian air 80 cm. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.

Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. (terkadang kalo beli bibit ada minimal order)

Coba isi kolam tadi dengan 300 - 400 ekor benih ikan lele.
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya
didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/M2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak
panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam.

PAKAN
Berikan pakan dua kali dalam sehari. Pakannya adalah pelet dan menu tambahan cacahan jeroan ayam. Menu tambahan ini ikan bisa cepat besar. Menu tambahan ini juga meningkatkan pertumbuhan lele. Kalau biasanya sekilo ada 7 s/d 9 ekor,
Setelah diberi pakan tambahan sekilo cuma enam ekor,

Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah zat makanan.

Atau bisa juga pakan utama menggunakan pakan pabrik dgn kandungan protein >32% dan dapat diberi pakan tambahan berupa limbah peternakan ayam spt bangkai ayam, usus, telur yg gagal tetas yang terlebih dahulu dibakar/direbus. Atau dengan
jeroan ikan, atau ikan-ikan buangan (dipasar banyak koq).

*CATATAN TIDAK WAJIB*
Untuk tambahan Pakannya sediakan seperti dibawah ini;
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS (dihaluskan) lbh bagus di rebus dengan perbandingan 10:5:1 jadi setiap 10 kg ampas tahu +5kg katul + 1kg ikan asin
Bisa aduk jd satu dan berikan sesuai kebutuhan.

Kalau di awal-awal menabur benih, biasanya sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, lalu buang.
1 minggu mungkin sekitar 20-30 ekor.
3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal koq. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukup besar untuk bisa dipanen, dijual dengan harga sekitar 1500 rupiah per ekor. (asumsi sekilo Rp.11.000, biasanya ada 8 - 9 ekor lele)

Bibit lele biasanya dibeli dari pasar atau peternak lele (yang memproduksi benih).
Hati-hati dengan bibit yang kuntet (tidak bisa gede)

Atau kalau kita sendiri punya lahan sangat luas, bisa membeli 3 - 4 pasang induk yang siap bertelur (harga mungkin sekitar 100 ribu per pasang), sekali bertelur jumlahnya bisa ribuan.

Semoga bermanfaat  ...

Kamis, 08 Maret 2018

11 ISTILAH PENTING DALAM BUDIDAYA UDANG YANG PERLU DI KETAHUI

Jika Anda baru ingin memulai budidaya udang, pastilah banyak istilah yang terdengar asing di telinga Anda. Penting sekali untuk mengetahui istilah-istilah penting dalam budidaya udang, sebab ke depannya Anda akan banyak mendengar istilah-istilah tersebut selama proses budidaya. Agar anda tidak kesulitan memahami istilah-istilah dalam budidaya udang, kami mencoba meringkas 11 istilah-istilah penting dalam budidaya udang sebagai berikut.

1. DOC.
DOC atau Day Of Culture adalah jumlah hari budidaya pada udang. Misalnya DOC 40 hari. Kata ini juga hampir sama dengan ternak ayam.

2. FCR.
FCR atau Feed Conversion Ratio merupakan perbandingan antara jumlah pakan total yang telah diberikan dengan biomassa atau berat udang yang dipanen.

Contoh:

Pada kolam budidaya udang vaname dihasilkan panen udang dengan total berat/biomassa sebesar 10 ton, sementara jumlah pakan yang telah diberikan adalah 15 ton. Maka untuk menentukan FCR-nya adalah
15 ton (pakan) dibagi 10 ton (biomassa udang) = FCR 1,5. Semakin rendah nilai FCR dalam budidaya maka semakin bagus karena dapat mengefisienkan penggunaan pakan.

3. ABW.
ABW atau Average Body Weight menunjukkan berat rata-rata udang dalam satu petakan tambak pada satu periode tertentu. Data ABW dapat diperoleh dengan melakukan pengambilan data biomassa secara berkala.

4. SR.
SR atau Survival Rate mengindikasikan tingkat kehidupan udang pada satu periode tertentu (persen). Jadi data SR dapat diperoleh dengan melihat perbandingan antara udang yang dipanen dibandingkan dengan jumlah udang yang di tebar di awal budidaya.

Misalnya jumlah udang yang di tebar adalah 100.000 ekor udang kemudian setelah panen diperoleh 90.000 ekor maka SR nya adalah 90.000/100.000 x 100% = 90%. SR-nya adalah 90%

5. PL.
PL adalah Post Larva
PL menunjukkan umur udang yang umumnya dalam satuan hari. Variabel ini penting untuk diketahui untuk mengukur kebutuhan pakan karena pertambahan umur akan berbarengan dengan pertambahan kebutuhan pakan. Pada umumnya PL udang yang di tebar di tambak berkisaran antara PL 8 sampai PL 12.

6. Tonase
Tonase merupakan jumlah berat udang total berdasarkan hasil panen dalam satuan kg atau ton. Pada umumnya panen dilakukan satu kali namun ada juga yang dilakukan beberapa kali. Panen yang dilakukan namun tidak semua udang diambil dari kolam budidaya disebut panen parsial. Tujuan dari panen parsial adalah untuk mengurangi pupulasi sehingga udang yang tersisa dapat tumbuh dengan cepat sehingga akan diperoleh udang yang berukuran besar. Tonase total adalah jumlah dari seluruh udang yang dipanen baik dari panen parsial maupun dari panen total.

7. MBW
MBW atau Mean Body Weight merupakan berat rata-rata udang per ekor, satuannya adalah gram. Data MBW didapat dengan cara sampling dengan sejumlah udang dengan cara random menggunakan jala dibeberapa tempat namun tetap petakan yang sama. Udang yang berhasil diambil lalu ditimbang, setelah hasil dari timbang diketahui, udang tersebut dihitung berapa jumlahnya. MBW didapat dari hasil bagi berat timbangan udang dengan jumlah udangnya.

Jika mengukur data MBW dari hasil panen, bisa diperoleh dengan sampling sejumlah udang secara random dari hasil panen. Langkah sama seperti di atas, ditimbang dan dihitung berapa jumlahnya. MBW panen diperoleh dengan cara yang sama.

MBW = berat udang/jumlah udang yang ditimbang.

Contoh: Berat udang 1 kg (1000 gram) setelah dihitung jumlahnya 40 ekor, maka MBW 25 gram.

8. Size
Size adalah jumlah udang per kg, diperoleh dengan rumus sebagai berikut;

Size = 1000 / MBW

Contoh : Size = 1000/25 gram = 40. Jadi size-nya adalah 40 atau biasa juga disebut size kepala 4.

9. Populasi
Populasi yaitu jumlah udang yang hidup. Data dapat diperoleh dengan rumus; Populasi = Tonase panen / MBW. Contoh tonase semua udang 1 ton (1.000.000 gram), MBW 25 gram, maka populasinya 40.000 ekor.

10. ADG
ADG atau Average Daily Gain adalah pertambahan berat hari dalam satu periode tertentu. ADG dihitung dengan cara melihat selisih antara pengambilan data MBW pertama dengan MBW pengambilan data kedua kemudian dibagikan dengan jumlah hari antara periode pengambilan data pertama dengan kedua (hari).

ADG = [MBW II (gram) – MBW I (gram) / T (hari)]

Contoh : Pengambilan data I = 15 gram, Pengambilan data  II = 20 gram dengan selisih hari = 10 hari. ADG = [20 – 15 (gram) / 10 (hari)] = 0,5 gram/hari. Semakin tinggi ADG mengindikasikan semakin bagusnya pertumbuhan udang.

10. Crumble dan Pellet
Keduanya adalah ukuran pakan udang. Crumble merupakan istilah yang menunjukkan jenis pakan buatan yang berukuran serbuk/butiran halus, sedangkan Pellet merupakan jenis pakan buatan yang berukuran butiran dengan ukuran kecil, sedang dan besar.

11. Probiotik
Probiotik adalah jenis bakteri yang baik yang telah di seleksi yang mempunyai kemampuan untuk mencegah terbentuknya gas beracun seperti Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dan juga sebagai pengedali penyakit udang.

Ulasan mengenai istilah penting dalam budidaya udang semoga bisa menjadi referensi Anda dan lebih memahami dunia budidaya udang.

Terima kasih & Semoga Bermanfaat ....