Halaman

Tampilkan postingan dengan label Cara Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Budidaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

TEKNIK SUKSES BUDIDAYA UDANG GALAH - GURIHNYA TUH DI KANTONG

Nah, disini yang akan kita melakukan operasi pembedahan sistem budidaya si Udang Galah.

Sebenarnya, teknis budidaya udang galah di kolam terpal ini  tak jauh berbeda dari cara pembudidayaan udang pada kolam tanah, tambak dan lainnya. Untuk sekedar info, budidaya udang galah di air tawar mempunyai potensi ekonomi begitu tinggi, entah itu di pasar lokal maupun internasional.

Nah, bagi Anda para sahabat pembudidaya yang tak memiliki lokasi lahan yang cukup, atau tidak memiliki tambak, atau yang akan memulai usaha budidaya dan bagi Anda para sahabat yang masih bingung mau budidaya apa, Mungkin budidaya udang galah di kolam terpal ini bisa jadi salah satu referensi yang masuk akal dan bisa menjadi sumber penghasilan yang bagus.

Beberapa Langkah Pembudidayaan Udang Galah Di Kolam Terpal

1.  PERSIAPAN KOLAM

Persiapkan kolam terpal untuk budi daya udang galah dengan ketinggian 0 - 7 meter.  Bisa berbentuk persegi maupun berbentuk bulat. Bahkan di tempat Sahabat kami ada yang berbentuk memanjang dengan ukuran 3 x 10 meter.

Sementara debit air dianjurkan sekitar 0,5 sampai 1 liter/detik dengan luasan kolam sebesar 300 - 1000 m3.
Pada sistem budidaya udang galah di kolam terpal ini, Yang paling Utama dan Penting adalah Kita harus memperhatikan kualitas air dengan kualifikasi sebagai berikut :

●  Menerima sinar matahari yang cukup dan sirkulasi udara yang bagus

●  Kedalaman / Ketinggian kolam terpal yang ideal adalah 1 - 2 meter

●  Air kolam wajib memiliki kandungan oksigen yang terlarut berkisar 5 - 7 ppm

●  Memiliki kandungan mineral yang cukup

●  Memiliki temperatur ideal untuk pertumbuhan dan keberlangsungan hidup udang galah, selalu di cek dengan pH meter

●  Mengandung gas CO2 yang cukup (yakni tidak lebih dari 2 ppm).

●  Bebas dari polusi , kotoran dan selalu bersih

●  Buat pagar agar jauh dan bebas dari predator luar lingkungan kolam terpal

Untuk itu, Pastikan Kita selalu rajin membersihkan kolam terpal dan menjaga kualitas PH air dalam kolam terpal.

2.  MANAJEMEN AIR KOLAM TERPAL

Agar udang galah baik pertumbuhannya, maka Kita harus selalu memperhatikan sirkulasi air. Sebaiknya gunakan air kolam yang terus mengalir kedalam kolam. Atau Kita bisa pasang aerator di dalam kolam terpal budidaya udang galah Kita tadi.
Pastikan air dalam kolam terpal memiliki pH normal 6,5 - 8,5 dengan suhu atau temperatur optimal pertumbuhan udang galah pada kolam terpal sekitar 28˚C - 30˚C dengan oksigen terlarut yang berkadar minimal 4 ppm, salinitas 0 - 5 ppt dengan kadar Ca minimal hingga 52 ppm.
*ppm adalah parts permillion/bagian persejuta Oksigen dimanfaatkan seluruh organisme hidup yang ada di dalam suatu kolam budidaya.

"Lalu bagaimana jika air kolam tidak di beri aerator atau tidak mengalir ?"

Disini, dalam budidaya udang galah kolam terpal ini, bisa juga dengan sistem tanpa sirkulasi air mengalir. Meski dengan kolam pemeliharaan yang media airnya tak mengalir, akan mempengaruhi kualitas air yang akan selalu menurun ketika 1 bulan dari masa pemeliharaan berlangsung.
Dengan demikian, Kita harus melakukan proses penggantian air sekitar 30 - 50 % untuk di ganti dengan air baru disetiap 1 bulan sekali.

Di sini , Kita lakukan teraphy kolam dulu dengan menggunakan produk Organik yang telah Kita pakai selama ini dan ketahui betul bagaimana kualitasnya, yang berguna untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kolam, menumbuhkan plankton, menguraikan zat asam amonia, menjaga kualitas dan kuantitas pH air dalam kolam budidaya sebelum bibit udang galah di tebarkan ke kolam terpal.

# CATATAN : Akan lebih baik jika kita selalu cek pH air setiap hari dengan menggunakan PH meter. Atau yang paling murah jika Kita belum memiliki PH meter adalah dengan kertas lakmus.

3. PEMILIHAN BIBIT UDANG GALAH

Bibit udang galah yang baik tentu akan memberikan hasil yang baik pula. Bibit yang baik tentu juga didapatkan dari indukan yang berkualitas.

Ciri-ciri indukan udang galah yang layak untuk di pijahkan adalah :

-  Ukuran panjang 10 - 20 cm

-  Bobot 50 gram / ekor

-  Memiliki telur berwarna coklat tua

-  Tidak cacat fisik dan juga bila di pegang meronta-ronta

-  Memiliki cangkang kulit punggung yang kuat

Jika Anda pemula akan sangat sulit untuk melakukan pembenihan sendiri karena belum terbiasa. Jalan terbaik adalah dengan membeli larva udang galah di balai pembibitan atau di tempat pembudidayaan khusus pembenihan yang ada di kota atau daerah Anda. Biasanya harga larva udang galah sekitar Rp 50.000 - Rp. 75.000 per kilogram.
Cari dan beli di pembenihan udang galah yang bersertifikat atau yang Anda kenal baik kualitas udangnya.

4. PENEBARAN BIBIT KE KOLAM TERPAL

Waktu penyebaran bibit udang galah yang bagus adalah pada sore hari menjelang malam hari agar bibit tidak stress. Kisaran jam 16.00 wib - 17.30 wib. 
Alasannya adalah pada jam segitu pH air biasanya stabil dan suhu air yang pas.

Sedang jumlah padat tebar udang galah yang ideal adalah 50 ekor per meter².
Diusahakan, Jangan lebih dari itu. Karena udang adalah hewan yang super sensitif, mudah stress dan kanibal.

5.  PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan yang berkualitas ke udang galah kolam terpal ini akan mempengaruhi hasil panen udang galah yang Kita budidayakan, entah itu pakan yang berkualitas baik dan pola kita memberi pakan. Ingat, pakan yang diberikan tentu harus memiliki kandungan nutrisi cukup, seperti lemak, mineral, vitamin dan karbohidrat.
Jika udang galah masih bibit ada baiknya di beri makan Haveli, Kochi dan Plasma. Sampai kira² usia 1 bulan baru di beri pakan pelet, Kochi dan pakan lainnya.

Dengan pemberian pakan yang tepat dan sesuai dengan umur udang galah inilah nantinya udang galah yang dihasilkan pun memiliki kualitas baik yang bisa berdampak pada potensi keuntungan yang didapat.

Disini Kita memberikan pakan yang telah Kita campur dengan pupuk Organik yang sudah Terbukti sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan udang galah di kolam terpal.

Ingat, pemberian pakan pada udang galah harus tepat waktu, karena udang galah termasuk ke dalam hewan yang memiliki tingkat kanibalisme cukup tinggi seperti ikan lele.

Dari pengalaman, dapat dikatakan bahwa ada 5 waktu terbaik untuk pemberian pakan pada udang galah. Diantaranya :

-  Pukul 06.00 pagi

-  Pukul 11.00 siang

-  Pukul 17.00 sore

-  Pukul 19.00 malam

-  Pukul 22.00 malam

Pakan yang diberikan adalah pakan pabrikan yang memiliki nilai protein cukup tinggi. Selain itu bisa ditambahkan pula pakan alami berupa : talas, singkong, jagung, dll.

6.  PENCEGAHAN DAN MENGATASI PENYAKIT UDANG GALAH

Pada proses pembesaran udang galah sendiri memerlukan uji kesehatan untuk mencegah dan menanggulangi segala macam penyakit, yaitu dengan cara :

»  Melalui pengamatan secara nyata untuk pemeriksaan apakah terdapat gejala penyakit serta memperhatikan kesempurnaan morfologi pada udang galah yang dibudidayakan.
Dan dilakukan berkala untuk mendapatkan udang galah yang sehat.

»  Melalui pengambilan sampel agar diuji kesehatan pada udang galah dengan cara acak dengan banyaknya udang berdasarkan kebutuhan pengamatan secara vnyata ataupun secara mikroskopik. Bisa juga di bawa ke lab kenalan kita.

»  Melalui pengamatan secara mikroskopik untuk memeriksa ada atau tidaknya patogen-patogen yang terdapat pada udang galah di laboratorium, seperti terdapatnya virus, bakteri, jamur atau parasit.
Misalnya sample air dan udang , bahkan pernah pula Kita bawa sample kotoran udang galah , Kita bawa ke laboratorium kenalan Kita.

7.  PANEN UDANG GALAH

Biasanya, udang galah pada air tawar dapat dipanen jika sudah memasuki usia 4 - 6 bulan pada panen perdana sejak kita tebar benur. Dengan demikian, udang dapat dipanen setiap 5 kali dalam 1 tahun.
Selain itu, bagi sahabat pemula pada panen perdana biasanya akan menghasilkan udang yang dipanen hanya berjumlah sedikit. Tetapi untuk panen berikutnya, hasil dari panen yang di peroleh dapat mencapai hingga 2 kali lipatnya. Kemudian udang galah juga bisa dijual ketika sudah mencapai ukuran sebesar 20 sampai 25 gram per ekornya. Biasanya, ukuran udang yang semakin besar, akan dijual dengan harga yang semakin mahal pula.

Informasi budidaya ini Semoga bermanfaat dan berguna bagi Kita semua ....

Aamiin.

MENGGAPAI PUNDI RUPIAH DARI KESUKSESAN BERTANI CABAI

Cabe adalah salah satu bumbu masak yang paling sering digunakan oleh masyarakat Kita. Makan tanpa ada cabe seperti ada sesuatu yang sangat kurang greget.
Ada banyak sekali jenis cabe yang bisa tumbuh di negara Kita, namun cabe yang sering kita gunakan dan sering Kita budidayakan diantaranya adalah cabe rawit, cabe hijau, cabe merah keriting, dan cabe hijau keriting.

Membudidayakan cabe dengan baik dan benar yang menghasilkan banyak buah cabe sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Salah satu kelebihan tanaman cabe ini adalah saat musim hujan, tanaman ini tidak perlu disiram, hanya mengandalkan air hujan saja.

Tanaman Cabe rawit sangat cocok hidup di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi (seperti daerah-daerah perbukitan maupun pegunungan), di daerah ladang, atau perkebunan yang luas.

Memperoleh hasil panen cabe rawit yang melimpah dan berbuah banyak pasti sangat diinginkan oleh para petani yang hendak membudidaya tanaman ini. Untuk memperoleh hasil panen cabe yang melimpah, ayo Kita bedah sampai ke akar akarnya teknis bercocok tanam cabai yang bisa menghasilkan panen berlipat ganda. GARANSI !

Sebelum Kita mulai, ada beberapa hal penting yang perlu dipelajari dalam budidaya cabe, yaitu :

A.  Memilih dan memahami bibit yang baik dan proses pembibitan
B.  Memahami jenis-jenis pupuk, fungsi pupuk dan teknik pemupukan,
C.  Memahami gejala serangan hama dan penyakit,
D.  Mengenali dan memahami jenis-jenis hama dan penyakit,
E.  Memahami jenis dan fungsi bahan aktif pestisida,
F.  Mempelajari tentang perawatan dan pemeliharaan  yang baik.
G.  Memahami proses panen dan pasca panen yang baik

Beberapa hal diatas penting untuk dipelajari, demi efektifitas penggunaan pupuk, tenaga dan pestisida. Sehingga Kita bisa menekan biaya pengeluaran serendah-rendahnya, namun tanaman tumbuh dengan optimal dan panen yang melimpah.

Hal pertama yang Kita harus lakukan untuk budidaya tanaman cabe ini, Kita harus memilih varietas apa yang cocok di daerah Anda.
Kami sarankan anda menggunakan varietas :

●  Bara
●  Pelita F1
●  Taruna
●  Dewata F1
●  Juwita F1

Kenapa dengan varietas itu dan apakah harus varietas itu ?

Tidak harus dan bukan suatu keharusan memakai varietas² itu, karena varietas itu adalah varietas unggul, proses  beradaptasi cepat, bandel dan cepat berbuah banyak.

Lalu hal yang utama adalah bibit atau benih cabai yang berkualitas bagus dan baik secara genetik.

Lalu bagaimana cara Kita mendapatkan benih cabe yang bagus itu ?

Kita para petani cabe pasti selalu ada sisa cabe hasil panen cabe sebelumnya. Jika sebelumnya Kita pernah menanam cabe, maka Kita bisa mendapatkan benihnya dari hasil panen sebelumnya. Cara ini akan lebih murah dan murah jika dibanding Kita harus membeli benihnya. Untuk membuat benih, maka hasil panen yang ke-4 hingga ke-6 adalah benih yang paling bagus, karena pada periode panen ini bijinya lebih optimal jika dibanding dengan hasil panen sebelumnya atau sesudahnya. Karena hasil panen pada periode sebelum masa tersebut biasanya memiliki biji yang masih sedikit. Sedangkan periode sesudahnya memiliki ukuran biji yang kecil meskipun banyak, dan cara menanam cabe rawit dengan benih yang kecil akan sedikit menyulitkan Anda.

Lalu mari kita berlanjut ke langkah tanam cabe yang kedua yaitu pemupukan.

Jenis pupuk Organik yang Kita gunakan disini dan telah Kita gunakan selama 8 tahun dalam berbudidaya cabe ini adalah :

●  SUPERNASA
●  POC NASA
●  POWER NUTRITION
●  AERO
●  GLIO
●  PENTANA & PESTONA
●  HORMONIK

Setiap pupuk memang memiliki kelebihannya masing², dan Kita harus paham kegunaannya juga berapa dosis nya.
Penggunaan Pupuk Organik ini bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia sebanyak 50% - 60% dan tetap menjaga kesuburan tanah juga kegembiraan tanah meski Kita telah beberapa kali proses tanam / panen.

1. MANAJEMEN LAHAN / TANAH

Pengelolaan tanah / lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah calon lahan tanam cabe menggunakan mesin traktor atau dapat dilakukan dengan mencangkul sedalam 25 - 30 cm hingga tanah menjadi gembur.
Lalu taburi pupuk dengan cara di kocorkan ke tanah atau di tebarkan saja ke seluruh lahan. Selanjutnya biarkan tanah tersebut hingga 7-14 hari agar memperoleh sinar matahari yang cukup.
Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar bedeng 100cm - 120cm, tinggi berlengan kisaran  20cm - 30cm, dan jarak antar bedeng yang satu dengan lainnya yakni 30cm - 45cm.
Akan sangat baik jika Arah bedengan memanjang dari arah utara ke selatan agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
Selanjutnya siapkan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan syarat tidak berbau, kering, dan tidak panas. Atau bisa juga dengan di tabur / di kocor pupuk Organik.

Disini kami dan sahabat petani cabai di Keparakan, Temanggung memakai SUPER NASA, POWER NUTRITION & GLIO yang di kocorkan ke tanah / lahan calon tanam cabai sebagai awal dasar pemupukan sebelum benih di tanamkan.

Jarak tanam antara satu tanaman cabe rawit yang baik yaitu 50x90cm atau 50x70cm atau 50x100cm dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah selanjutnya yaitu membuat jarak tanaman dengan cara :
(1)  Pasang tali kenca/pelurus sejajar dengan panjang bedeng (kira-kira 10cm dari tepi bedeng),
(2)  Ukur jarak tanam yang diinginkan sesuai panjang tali kenca itu.

(3)  Membuat lobang tanam sesuai dengan jarak tanam yang ditentukan. Kemudian berilah masing-masing lubang tanam dengan pupuk kandang terlebih dahulu. Dan lobang yang telah di beri campuran pupuk organik tadi (cukup 100ml per lobang)

Saran, Sebaiknya di awal tanam gunakan saja pupuk kandang dan pupuk Organik tadi saja karena memiliki komposisi unsur hara yang ramah dan di butuhkan akar tanaman muda.

2.  PENYEMAIAN BIBIT CABE RAWIT YANG BAIK DAN BENAR

Penyemaikan bibit dilakukan untuk memperoleh tumbuhan muda (anakan) yang akan didewasakan sehingga menghasilkan buah yang diinginkan.

Adapun tahapan penyemaian bibit yang benar adalah :

(1)  Membuat bedeng atau tempat persemaian bibit dengan ukuran bedeng yakni lebar bedeng 1 - 1,2 meter, panjang bedeng 3 - 5 meter, dan tinggi bedeng 15 - 20 Centimeter.
(2) penyemaian bibit, yakni dengan melibatkan kebutuhan benih 300 - 500 butir untuk tiap hektarnya. Sebelum benih ditabur, sebaiknya tempat persemaian / bedeng disiram air yang sudah di campur oleh pupuk Organik secara merata, setelah itu barulah benih disemai dengan beberapa alternatif cara yaitu :
- Semai bebas atau ditabur merata
- Semai dalam baris
- Semai kelompok
Lakukanlah penyemaian sesuai dengan kebiasaan dan karakter Kita sebagai seorang petani cabe.

4. CARA PEMELIHARAAN / PERAWATAN TANAMAN CABE

Pemeliharaan tanaman cabai rawit melibatkan beberapa metode seperti :

(1)  Penyiraman
Dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari atau disesuaikan dengan keadaan tanah serta curah hujan yang ada di wilayah setempat.

(2)  Penyiangan
Dilakukan semata-mata untuk menghambat pertumbuhan tanaman liar pengganggu (gulma).
Rumput/gulma yang ada di sekitar tanaman sebaiknya dicabut dengan disiang menggunakan sabit.
Tujuan pencabutan gulma/rumput liar agar tidak mengambil nutrisi yang ada pada tanah sekitar akar tanaman cabe rawit tersebut.

(3)  Pemupukan
Yaitu dengan melibatkan sejumlah pupuk kimia , yang biasanya untuk per 1 hektarnya seperti pupuk Urea = 100kg, TSP= 100kg, dan pupuk KCL sebanyak 75 kg.

Dan selain itu Kita juga menggunakan pupuk Organik untuk per 1 sekitarnya bisa mengurangi 50% - 60% dari jumlah pemakaian pupuk kimia di atas karena penggunaan pupuk kimia bisa merusak unsur hara dalam tanah lahan cabe.

(4)  Hama dan penyakit pada tanaman
Seperti diketahui bahwa banyak sekali jenis hama yang menyerang tanaman cabe rawit seperti hama wereng yang merusak struktur daun muda, tungau merah, kutu daun berwarna kuning yang sering menyebabkan daun menjadi keriting dan terlihat pucat, serta jenis kutu gurem atau biasa disebut thrips.
Belum lagi masih ada penyakit atau jamur yang membunuh tanaman cabe dimulai dari akar, virus dan penyakit cabe keriting.

Tanda-tanda tanaman terserang penyakit yakni tanaman berwarna seperti perak, daun menjadi layu, daun mengering bahkan keriting dan adanya bercak-bercak kuning-kecokelatan, tanaman tampak pucat, dan kadang-kadang akar tanaman juga diserang oleh jenis jamur parasit sehingga dapat membuat tumbuhan cabe langsung mati seketika.

Biasanya hama pengganggu tanaman dapat dibasmi dengan menggunakan beberapa obat dari pestisida cair, atau dengan menggunakan predator biologi yang lebih aman.

CATATAN KHUSUS dari Agus Setiawan untuk Kita semua :
"Untuk pestisida nya, Kami sarankan dan anjurkan agar pakai yang Organik saja karena telah terbukti lebih ampuh dan lebih lengkap kegunaannya, tidak hanya membunuh dan melindungi tanaman cabai dari segala serangan hama penyakit, tetapi juga menyehatkan juga memberi kekebalan pada tanaman cabe untuk lebih kebal lagi terhadap hama / penyakit.
Dan yang terpenting adalah faktor kesehatan. Karena pupuk Organik bebas dari bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan petani yang menggunakannya untuk tanaman cabe juga untuk setiap orang yang nantinya akan memakan cabe tersebut.)

Nah, untuk itulah gunanya kita menggunakan GLIO tadi. Karena dengan GLIO tanaman akan terbebas dari segala penyakit dan jamur yang bisa menyerang tanaman cabai.

Untuk membasmi thrips, kutu, penyakit, dll adalah PESTONA , PENTANA dan AERO.
1 paket lengkap dan disemprotkan ke tanaman cabai, maka DIJAMIN tanaman cabe akan bebas dan kebal terhadap segala jenis serangan hama, penyakit, trips dan jamur.

→ Caranya : Akan Kami berikan pada Anda selanjutnya.

5.  KEGIATAN PANEN, PASCA PANEN, dan PEMASARAN CABE RAWIT

Kegiatan panen cabai rawit adalah hal yang paling di tunggu tunggu oleh para petani setelah mengalami jerih payah selama proses pembibitan, penanaman, perawatan, serta pengendalian hama pengganggu tanaman cabe.
Untuk proses panen cabe rawit hampir sama dengan cabai besar, hanya saja usia cabai rawit lebih lama yaitu 1 - 2 tahun, sehingga cost produksi cabai rawit lebih tinggi daripada cabai besar. Cabe rawit dapat dipanen ketika buahnya sedang berwarna hijau tua, merah muda atau sudah matang.
Jika cabai rawit dipanen hijau, cabe kelihatan bernas dan berisi. Cabe rawit dipanen dengan cara dipetik.

Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 - 7 hari sekali dalam satu minggunya.
Hal ini dilakukan untuk memberi keseragaman cabai rawit agar matang secara bersama, sehingga pemanenan dilakukan secara serentak dan pemanenan juga tergantung pada situasi harga di pasaran.
Di pasaran harga cabai rawit hijau dan cabai rawit merah biasanya sangat tinggi, dan cenderung stabil.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

MENGHITUNG PADAT TEBAR LELE DALAM KOLAM

Banyak yang galau dan bertanya pada kami tentang jumlah tebar lele yang ideal, atau yang sekiranya tidak masuk akal untuk per meter kubiknya, atau per meter perseginya dan ada pula yang bingung ketika mendapat data tebar yang berbeda di antar pembudidaya lele atau mungkin baca dari mbah Google. Hehehe....

Namun, dengan semua informasi itu dan semua itu tidak salah karena setiap pembudidaya lele pasti punya trik, teknik dan pengalaman sendiri dalam sistem budidaya juga ukuran ideal penyebarannya.
Kita harus Bijak dalam Menghitung Jumlah Padat Tebar lele yang ideal. Jika kita bijak dan terbuka maka kita akan melihat banyak faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar ideal itu.

Jenis/Bentuk Kolam budidaya
kolam budidaya sangat mempengaruhi jumlah pada tebar ada 4 jenis kolam budidaya yaitu :

- Kolam tanah
- Kolam terpal
- Kolam beton
- Jaring apung

Semua jenis kolam itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing,
sedangkan untuk bentuk kolam sendiri ada 3 bentuk, yaitu :
- Kolam berbentuk persegi
- Kolam bundar
- Kolam oval
Menurut kami, yang ideal untuk padat tebar adalah kolam bundar dan oval selain karena kolam tersebut tidak memiliki sudut mati sehingga ikan bebas bergerak , beda dengan kolam persegi yang memiliki sudut mati.

Kalau menurut saya, faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar lele ini, entah untuk pembibitan dan konsumsi adalah:
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain / Jenis
5. Lokasi
5. Ukuran Lele
6. Pengalaman
7. Sistem Budidaya
Dan masih banyak lagi yang mempengaruhi tebar lele pada suatu kolam.

Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan secara mentah segala informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya lele lain ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan atau di tulis di mbah Google.

Kedalaman Kolam dan tinggi air
di setiap pembudidaya mempunyai standart perhitungan sendiri sesuai dengan lingkungan mereka yang di pengaruhi intensitas cahaya matahari, suhu dan curah hujan, untuk ketinggian air pada kolam budidaya untuk pembesaran minimal adalah 70 - 80 cm dan untuk pembibitan 30 - 35cm.

Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3 , 100/m3 , 120/m3 , 250/m3 , 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Atau bahkan 100/m² , 150/m² , 200/m² , dan hitungan lainnya.
Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, atau 150 ekor per meter²,  maka bukan berarti itu angka adalah angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu Berfikir Global, Terbuka, Selalu inovatif ide baru dan Bertindak secara lokal.

TEKNIK BUDIDAYA

Seperti kita semua ketahui bahwa ukuran tebar ideal kolam salah satunya dipengaruhi oleh teknik budidaya setiap pembudidaya itu sendiri.
Untuk masalah teknik budidaya ini meliputi :
- Cara perawatan media
- Pemberian pakan
- Penanganan dan perawatan sehari hari
Semakin padat ikan lele dalam kolam budidaya kita maka perbaikannya akan lebih extra.

STRAIN LELE / JENIS LELE

Strain lele atau jenis lele dalam budidaya juga sangat mempengarhui ada bemacam macam jenis lele yang ada di indonesia mulai dari dumbo ( sudah punah ) lele sangkuriang, lele massamo, lele burma , lele phyton , lele mutiara, dll.
Nah, untuk padat tebar ideal suatu kolam, lebih baik kami sarankan sahabat pembudidaya atau sahabat pembudidaya pemula menggunakan 2 jenis lele, yaitu lele burma dan lele masamo karena dua jenis lele ini mampu beradaptasi dengan cepat jika ada perubahan terhadap media kolam budidaya, entah pH air, suhu dan cuaca.

LOKASI BUDIDAYA LELE

Untuk lokasi budidaya sendiri juga mempengaruhi ukuran padat budidaya kita, karena suhu tiap daerah berbeda beda.
Maka saran kami, kenalilah terlebih dahulu lingkungan budidaya anda,  mulai dari curah hujan, intensitas cahaya matahari, suhu udara serta sumber air dan kondisi air juga tanah.

UKURAN LELE

Pada padat tebar dalam budidaya berbeda beda sesuai dengan ukuran lele / ukuran benih lele yang kita budidayakan, jika ukuran 3cm bisa untuk 5000/m3 sampai dengan ukuran 6 cm , nah untuk ukuran selanjutnya tidak bisa sepadat itu, misalnya ukuran 7 cm mampu 3000/m3 dan begitu seterusnya.

PENGALAMAN DALAM BUDIDAYA LELE

Dari semua faktor yang kami kelompokkan diatas tadi yang mempengaruhi jumlah padat tebar lele, justru pengalaman inilah faktor yang paling terpenting , karena bisa saya katakan bahwa di balik pengalaman ada uang yang terbuang. Hehehehe ......

Ilmu yang paling berharga adalah sebuah pengalaman, dan pengalaman itu sendiri akan kita dapat setelah kita melakukan sebuah tindakan.
Analisa juga berharga dan sebuah analisa akan mendapat suatu pelajaran dan pengalaman berharga setelah kita praktekkan sendiri.

Maka dari itu, cobalah dalam skala kecil terlebih dulu biar kita bisa menghitung seberapa mampu kita mengaplikasikan sebuah sistem budidaya padat tebar untuk budidaya kita atau teknik budidaya kita sendiri , mau 100 ekor/m3 ; 200ekor/m3 ; 500ekor/m3 ; 1000ekor/m3 atau bahkan 2000ekor/m3. Semua itu tergantung kesanggupan kita sendiri, untuk yang ingin mencoba budidaya padat tebar  dan mengaplikasikan ide tebar baru untuk mendapatkan FCR terendah, Keuntungan 3x lipat atau lainnya, sebaiknya naik bertahap seperti menaiki sebuah anak tangga dan jangan meloncat terlalu jauh.

*PESAN SAYA,
"Jangan takut untuk memiliki ide baru atau inovasi baru atau kemungkinan dalam hitungan dalam berbudi daya, serta lakukan ide gila tersebut. Karena justru dari situlah kita akan mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga , entah berawal dari kegagalan atau kesuksesan dalam ide, selalu bersemangat untuk menjadi seorang pembudidaya yang Modern, Terbuka & Sukses."

SISTEM BUDIDAYA LELE

Semuanya kesuksesan dalam ukuran padat tebar lele adalah tergantung pada teknik pemeliharaan yang kita gunakan, yaitu dengan Sistem Probiotik Organik, Sistem Bioflok, Sistem Tradisional Konvensional, ataupun sistem-sistem lainnya.

Walaupun lele mampu hidup dalam lingkungan yang minim oksigen dan air yang sedikit, kenyataannya untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari usaha pembesaran lele ini, kita harus tahu ukuran kepadatan tebar bibit lele yang mampu memberi dukungan pertumbuhan optimal lele itu sendiri sehingga kendala seperti penyakit, kematian atau kanibalisme tidak banyak terjadi. Dengan kata lain, kita sangat meminimalkan angka kematian lele.
Jika kita bisa menekan angka kematian lele menjadi 0,1% dari 1000 lele yang kita budidayakan , tentu hal itu akan menjadi suatu kebanggaan dan keuntungan tersendiri bagi kita dan Anda terutama.  Akan menjadi sebuah rekor dunia baru seperti yang mereka katakan belum lama ini.
Kembali semua itu bisa terjadi karena tergantung pada diri kita sendiri, kemampuan budidaya kita, ide / kemauan diri kita sendiri , cuaca / iklim dan teknik budidaya kita sendiri.

Dengan teknik dan pemilihan jumlah padat tebar yang tepat, Lele yang dibudidaya akan cepat dipanen. Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam minimal 45 hari sudah bisa dipanen.

Berikut coba kami berikan padat tebar ideal untuk budidaya lele dengan teknik Probiotik Organik dengan 2 sistem kolam yaitu kolam sirkulasi dan kolam tanpa sirkulasi seperti yang pernah kami uji coba dan lakukan pada budidaya kami selama ini. Jangan takut untuk Selalu ide baru dan inovasi baru dalam berbudidaya.

Kolam lele dengan sistem Sirkulasi

-  Untuk kolam ketinggian air 0,75 m, padat tebar yang ideal adalah 200 ekor/m².
-  Untuk kolam ketinggian air 1,25 m, padat tebar yang ideal adalah 300 ekor/m².

CATATAN : Tidak terpengaruh oleh luas kolam budidaya.

Kolam lele tanpa Sistem Sirkulasi
-  Untuk kolam ketinggian air 0,75 m, padat tebar yang idealnya adalah 75 ekor/m².
-  Untuk kolam ketinggian air 1,25 m, padat tebar yang idealnya adalah 150 ekor/m².

CATATAN: Jika baru terjun atau baru memulai budidaya ikan lele, silahkan gunakan teknik Probiotik Organik dengan padat tebar sebanyak 100/m².

Nanti jika Anda sudah terbisa dan cukup berhasil, silahkan gunakan teknik diatas. Silahkan muncul kan dan praktekkan ide baru Anda.
Kegagalan adalah awal kesuksesan. Jangan patah semangat.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

TANYA JAWAB BUDIDAYA AYAM DAN BEBEK YANG MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI AYAM / BEBEK

»  TANYA : "Selamat siang mas bro, pada peternakan ayam broiler saya kena penyakit ngorok dan lumpuh dengan lutut bengkak, penyakit apakah itu dan apakah VITERNA bisa mengatasi penyakit tersebut ?
Mohon bagi ilmunya."

√  JAWAB : Penyakit pada ayam broiler dengan ciri tersebut adalah penyakit CRD ( Chonic Respiratory Desease )
atau penyakit saluran pernapasan akut. Disebabkan bakteri Mycoplasma gallisepticum yang dapat menyerang ayam pada semua umur tetapi lebih banyak menyerang ayam muda dan bersifat menular. Penyakit ini sebenarnya tidak begitu berbahaya tetapi jika disertai dengan komplikasi penyakit lain akan sangat merugikan.
Cara mencegahnya adalah dengan meningkatkan sanitasi kandang, menjaga aliran udara agar tetap lancar, meningkatkan metabolisme ayam dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
Sebenarnya peran VITERNA adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah terserang penyakit ini walaupun sudah terinfeksi bakteri tersebut.
Semoga bermanfaat ...

»  TANYA : "Mengapa pada saat masuk kuthuk ( anak ayam = DOC ) perlu diberi air gula ? Apakah pada saat itu juga dapat diberi VITERNA ?"

√  JAWAB : DOC yang baru tiba mengalami kelelahan dan kehilangan sejumlah energi karena stress selama transportasi. Oleh karena itu perlu dikembalikan kondisi kebugaran dengan pemberian air gula yang mengandung glukosa siap pakai sebagai sumber energi. VITERNA juga harus diberikan mulai saat itu juga untuk sesegera mungkin memberikan nutrisi tinggi pertumbuhan disamping berperan mengembalikan vitamin dan daya tahan tubuh DOC.

»  TANYA : "Mas Agus, Bagaimana pemberian produk NASA dan berapa jumlah produk NASA  juga berapa dosis produk NASA untuk usaha ayam potong per 1000 ekor ?"

√  JAWAB : Untuk 1000 ekor menghabiskan sekitar 5 botol VITERNA + 5 botol POC NASA + 5 botol HORMONIK selama 35 hari. Waktu 23 hari ayam ras bisa mencapai rata-rata berat 1,2 - 1,4 kg. Angka kematian 3-5% dengan FCR rata-rata sebesar 1,3-1,5. Pemberian produk NASA setiap hari
Lakukanlah pencampuran VITERNA, POC NASA, dan HORMONIK masing - masing satu botol menjadi satu larutan dulu, dengan dosis 1 tutup per 10 liter air minum ayam setiap hari.

»  TANYA : "Sebenarnya berapa sih jumlah kepadatan kandang untuk ayam broiler ?"

√  JAWAB : Jumlah kepadatan ideal kandang untuk ayam broiler adalah 8 - 10 ekor per meter².

»  TANYA : Bagaimana mengatasi penyakit gumboro pada ayam ?

√  JAWAB : Ayam yang terkena gumboro disebabkan virus Gumboro. Biasanya virus ini menyerang anak ayam yang berumur kurang dari 12 minggu. Penyebarannya sangat cepat melalui makanan, minuman, kotoran ayam, alat peternakan, dan orang yang tercemar virus gumboro sel B bursa fabricii yang bertanggung jawab dalam pembentukan antibodi pembentuk kekebalan.

Ciri-ciri anak ayam yang terkena gumboro, yaitu :
~ Anak ayam tampak lesu dan ngantuk
~ Bulu mengerut sekitar dubur kotor
~ Kotoran encer berlendir dan biasanya berwarna keputihan
~ Tubuh ayam menjadi kering karena kehilangan cairan tubuh
~ Ayam terus menerus mematuki duburnya sendiri
~ Bila tidur paruhnya diletakkan di lantai
Angka kematian karena penyakit gumboro ini mencapai 31% dan ayam yang telah mati bangkainya akan cepat membusuk.

Obat dari penyakit Gumboro ini belum diketemukan, sehingga langkah yang tepat adalah dengan melakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi gumboro dengan teratur.

»  TANYA : "Mas, sebenarnya apa sih keunggulan dan manfaat produk NASA pada pembesaran ayam pedaging ?"

√  JAWAB : Sebenarnya dari pengalaman para peternak yang telah memakai produk NASA ini ternyata banyak sekali manfaat dan kegunaannya pada budidaya nya.

Keunggulan produk NASA pada Ayam pedaging :
1. Berasal dari bahan alami / organik bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
2. Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia / sintetik
3. Meningkatkan nafsu makan
4. Mengurangi kesetresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan
5. Mempercepat waktu panen, rata-rata pada umur 34-35 hari sudah mencapai 1,9 - 2 kg per ekor
6. FCR rata-rata 1,5 - 1,6
7. Angka kematian 3-5%
8. Meningkatkan kesehatan ayam

»  TANYA : "Berapa jumlah pakan pabrik yang ideal untuk ayam broiler selama 1 periode pemeliharaan ?"

√  JAWAB : Pakan ideal untuk ayam broiler adalah
minggu pertama = 17 gr/ekor/hari,
minggu ke-2 = 43 gr/ekor/hari,
minggu ke-3 = 66 gr/ekor/hari,
minggu ke-4 = 91 gr/ekor/hari

»  TANYA : "Bagaimana contoh komposisi pakan untuk bebek petelur ?"

√  JAWAB : Contoh pakan bebek petelur dalam 100 kg, yaitu :
katul 33 kg, nasi aking 44,5 kg, lisin 0,6 kg, metionin 0,2 kg, pakan pabrik 2,7 kg, mineral 0,5 kg, kapur 3 kg, tepung ikan 15,5 kg.
Mineral dan vitamin dapat diberikan dengan menggunakan produk NASA yaitu VITERNA, POC NASA & HORMONIK

»  TANYA : "Bagaimana membedakan telur tetas yang benar ?"

√  JAWAB : Telur dapat dibedakan setelah 3 hari telur dimasukkan kedalam mesin tetas. Untuk melihatnya, gunakan teropong telur. Telur yang dapat menetas, tampak adanya pembuluh darah yang menyebar seperti jala, sedangkan telur yang tidak dapat menetas pembuluh darah berbentuk garis bahkan ada yang tanpa pembuluh darah.

»  TANYA : "Mas, kira kira bagaimana mengatasi penyakit bebek yang didalam kerongkongan bebek ada seperti lintah berwarna merah kemudian menyebabkan gangguan pernapasan dan kemudian bebek mati ?"

√  JAWAB : Jika bebek seperti itu berarti bEbek itu kena penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing.
Cara pengobatan :
1. Berikan obat cacing pada bebek
2. Upayakan kandang dalam kondisi bersih, lantai kandang tidak terlalu becek atau basah, upayakan sinar matahari dapat menembus lantai kandang dan pekarangan kandang tempat aktivitas bebek
3. Bahan baku pakan diupayakan diletakkan pada tempat yang kering, tidak gampang dihinggapi serangga-serangga, seperti lalat sebagai pembawa penyakit

»  TANYA : "Kapan molting pada bebek petelur ?"

√  JAWAB : Molting adalah masa gugur bulu. Bulu lama lepas kemudian ganti dengan bulu baru. Cepat lambatnya datangnya molting, banyak dipengaruhi oleh tata cara pemeliharaan, terutama dalam pemberian pakan. Itik yang dipelihara dengan pakan baik dan stabil kualitas dan kuantitasnya, masa produksinya bisa bertahan sampai 10 - 11 bulan. Tetapi bila pemberian kurang baik, molting bisa datang pada bulan 4-5 masa produksi.
Masa molting, dimana produksi telur itik sangat rendah sekitar 1-2 bulan. Selama itu peternak harus selalu memberikan makanan tetapi produksi telur hanya sedikit. Dibeberapa daerah yang pernah kami datangi dan kami lakukan pendampingan langsung, biasanya bebek yang molting langsung diafkir oleh peternak, tetapi ada juga yang tetap dipelihara sampai molting selesai.
Produksi telur pada periode ke- pasca molting relatif lebih rendah dari periode sebelum molting, tetapi ukuran telur lebih besar dan rata.

»  TANYA : "Bagaimana cara seleksi itik selama pemeliharaan ?"

√  JAWAB : Kualitas itik sangat bervariasi karena faktor genetik. Langkah yang harus dilakukan peternak adalah secepatnya mengeluarkan itik yang produksinya rendah. Itik yang tidak pernah bertelur dapat dilihat dari lubang kloaka (anus)nya yang sempit, sedangkan yang pernah bertelur pasti terlihat melebar. Jika itik yang lain sudah bertelur sampai satu bulan, maka itik yang tidak produktif tersebut harus segera dikeluarkan.
Itik yang tidak bertelur secara fisik umumnya terlihat lebih gemuk dan kondisi bulunya masih bagus dan mengkiap.
Itik tersebut merugikan, karena makannya banyak tetapi tidak bertelur. Untuk memudahkan proses seleksi, itik sebaiknya dikelompokkan pada kandang yang bersekat, dan setiap sekat paling banyak 50 ekor. Selain itu, itik dapat diperiksa bertelur atau tidak pada saat sore hari menjelang itik tidur. Itik bertelur menjelang pagi hari. Pada sore hari telur itik sudah berbentuk didalam saluran reproduksi diperutnya. Telur yang sudah terbentuk dapat diraba dari luar.

»  TANYA : Bagaimana tanda-tanda itik yang baik ?

√  JAWAB : Tanda-tanda itik yang baik :
- Proporsi tubuh sedang, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.
- Bentuk seperti botol, bagian tubuh belakang lebih besar dengan leher kecil
- Mata lebih besar, bulat, tampak bersinar dan sehat
- Bulu kering, lembut dan tidak kasar
- Tubuh tampak kompak dan padat
- Paruh relatif panjang, lebih cembung, dan menutup dengan sempurna
- Untuk itik yang belum bertelur, masih terlihat bulu-bulu halus.

Semoga bermanfaat dan berguna ....

Kamis, 08 Maret 2018

BERBAGAI PENYAKIT GURAME DAN BEGINI CARA MENGATASINYA

Budidaya Ikan Gurame adalah salah satu jenis usaha rumahan yang menjanjikan jika di tekuni dan di lengkapi dengan pengetahuan dalam bidang bisnis ini, Ikan gurame merupakan Salah satu ikan yang tinggi nilai ekonomisnya, Banyak pemburu ikan ini karena ikan ini terkenal dengan rasa dan tekstur dagingnya yang lembut dan gurih untuk di olah menjadi berbagi jenis menu masakan.

Faktor pendukung keberhasilan dalam budidaya ikan gurane ini adalah dengan mengetahui cara pengendalian hama dan penyakit untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Karena ikan gurame adalah ikan yang sensitive dan banyak musuhnya.

Ciri-ciri ikan gurame yang terkena penyakit parasit adalah sebagai berikut :

●  Penyakit Pada Kulit
Cirinya : Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.

●  Penyakit Pada Insang
Cirinya : Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.

●  Penyakit Pada Organ Dalam
Cirinya : Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.

Selain serangan parasit di dalam lingkungan kolam budidaya gurame, ada juga serangan lain dari sekitar kolam budidaya.

1.  Serangan Hama

Serangan hama biasanya tidak separah serangan penyakit, hanya biasanya berukuran lebih besar daripada ikan dan bersifat pemangsa. Apalagi kolam budidaya kita di luar rumah dan jarang di jaga pada malam hari.

A. Serangan Ular
Ular sangat senang menyerang benih dan ikan kecil. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
~ Lakukan penangkapan,
~ Pemagaran kolam.
~ Dan Pasang Jebakan.

B. Serangan Burung Pemangsa Ikan
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.

Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :

~ Beri penghalang bambu agar BURUNG supaya sulit menerkam;
~ Diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

C. Serangan Biawak
Biawak juga merupakan hama dalam budidaya ikan untuk menanggulangi hama ini kita dapat lakukan :
~ Penangkapan Pada Malam Hari
~ Pasang Jerat (ranjau)
~ Memberi Pagar setinggi 50 Cm menggunakan Jaring sekeliling bibir kolam.

2.  Serangan Penyakit

A. Penyakit Dactrolyus atau Penyakit cacingan

Penyakit tersebut adalah jenis cacing parasit yang tumbuh karena kualitas air yang buruk, pakan ikan kurang atau kepadatan kolam terlalu penuh.

Gejala :

Penurunan nafsu makan dan ikan gurame sering terlihat berbaring dengan posisi terbuka insang, menjadi jenis serangan di bagian sirip ikan gurame.

Cara Pengendalian :

●  Memperbaiki kualitas air yang berada di kolam dengan menggantinya dengan air yang baru
●  Menambahkan garam sebanyak kira² 40 gram/m² dan memasukkan 3 sendok makan TON / m² juga 5 tutup Botol TANGGUH Probiotik /m².

Jika penyakit sudah sangat parah Anda bisa merendam ikan hanya dalam larutan garam saja selama 1 malam.
Setelah itu, masukkan ikan ke dalam campuran TANGGUH Probiotik & POC NASA.

B. Penyakit Bintik Putih

Penyakit ini disebabkan oleh jamur / protozoa yang memiliki bulu getar, yaitu Ichthyophthirius multifillis. Parasit ini biasanya berada di bawah lapisan epidermis kulit.

Gejala :

●  Warna tubuh gurami menjadi pucat akibat dari adanya bintik putih di seluruh badan ikan.

●  Gurami terlihat sering menggosok-gosokkan badannya ke bagian dasar atau dinding kolam dan gurame terlihat megap-megap,

●  Sering berkumpul di tempat pemasukan air karena kekurangan oksigen.

INGAT, Penyakit ini dapat menular melalui penggunaan peralatan yang tidak bersih. Penularan juga dapat terjadi akibat suhu air yang rendah (kurang dai 22˚ C), kurang makan, atau tertular penyakit dari ikan lain.

Cara Pengendaliannya :

●  Merendam gurame dalam larutan formalin 25 ml/m3 air.
Kalau dulu rendam ikan gurame kedalam larutan formalin dengan garam kira² 25 gram/m3 selama 1 hari.

Lalu setelah itu, masukkan ikan gurame ke dalam ember / kolam khusus yang sudah diberi 2 sendok makan TON/m² dan 3 Tutup tutup Botol TANGGUH Probiotik.

Selain itu, pengendalian juga dapat dilakukan dengan cara menaikkan temperatur air kolam hingga mencapai 28˚ C.

C. Penyakit Mata Belo
Gejala :

●  Ikan menjadi kurang aktif,
●  Malas,
●  Nafsu makan berkurang dan ikan sering ke atas permukaan air.
●  Disusul dengan bola mata yang membengkak dan akhirnya ikan ini menjadi buta dan mati.

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing.

Cara pengobatannya :

●  Menghentikan pasokan air ke kolam budidaya selama 24 jam,

●  Lalu masukkan garam sebanyak 1kg/m², dan 7 - 9 tutup Botol TANGGUH Probiotik /m²

Keesokan harinya air dikuras dan diganti dengan air yang baru.

D.  Penyakit Jamur

Gejala :

~  Pada tubuh ikan gurami yang terinfeksi jamur akan muncul benang – benang berwarna krem seperti kapas,

~  Biasanya pada kulit tubuh yang terluka.

Jenis jamur yang menyerang ikan gurami adalah Saprolegnia dan Achyla.

Jamur ini akan menyebabkan ikan menjadi lemah karena kurang makan, Sehingga bisa memicu penyakit lain muncul.

Cara Pengendalian :

●  Dengan memberikan garam ke dalam kolam dengan jumlah 400g/m² selama 24 jam untuk kemudian diganti besok harinya,

Selain garam bisa juga dipakai Setengah botol TANGGUH Probiotik dan diamkan selama 12 jam.

Bisa juga menggunakan larutan formalin 200 ppm selama 2 jam.

E.  Penyakit Bakteri

Jenis bakteri yang menyerang ikan gurami adalah bakteri Aeromonas sp, dan Pseudomonas sp.

Gejala :

~ Terdapat luka berdarah tubuh,

~ Perut membesar,

~ Lendir mencair,

~ Sisik mengelupas dan muncul borok ditubuhnya.

~ Dalam jangka waktu dekat ikan akan melemah,

~ Mengambang di permukaan air dan akhirnya mati.

Cara Pengobatan :

●  Merendam ikan dalam larutan oxytetracycline 2 – 5 mg/l selama 24 jam,

●  Dilakukan berulang 3 kali.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan yang terinfeksi bateri dengan larutan matachite green oxalat 0,5mg/l selama satu jam ,

Selang 1 jam kemudian deberi umpan makanan yang lebih dahulu diberi kandungan oxcytetracycline 60mg/kg pakan dan 5 tutup Botol poc NASA

Kegiatan ini dilakukan berulang ulang selama 7 hari berturut – turut.

F. Penyakit Bercak Merah

Penyakit bercak merah disebabkan oleh bakteri Aeromonas punctata dan Aeromonas hydrophylla.

Gejala :

Badan gurami yang terserang penyakit ini akan berwarna gelap dan kulitnya menjadi kasar akibat kekurangan lendir.

Selain itu, gurami sering muncul ke permukaan air akibat kekurangan oksigen.

Cara Pengendalian :

~ Merendam gurami di dalam larutan Oxytetracyclin 205 ppm.
* PPM itu perbandingan zat terlarut dan pelarutnya. Biasanya 1 ppm itu dilarutkan dalam 100ml air.

~ Perendaman dilakukan tiga kali berturut-turut, masing-masing selama 24 jam.

~ Mengobati bekas luka dapat dilakukan dengan mengoleskan obat merah yang diencerkan.

~ Satu mililiter obat merah dilarutkan ke dalam 10 ml air.

~ Lalu dioleskan ke bagian badan gurami yang luka tadi.

G. Penyakit Columnaris

Penyakit columnaris disebabkan oleh parasit Flexybacter columnaris yang menyerang bagian sirip dan insang. Penyakit ini menyerang gurami dengan berbagai umur.

Gejala :

~ Ikan menjadi lemas,

~ Nafsu makan berkurang,

~ Sirip rontok,

~ Insang terkelupas.

Cara Pengendalian :

●  Pelaksanakan sanitasi yang baik

● Masukkan TON dan TANGGUH Probiotik kedalam kolam budidaya

●  Mendesinfeksi peralatan, dan mengurangi kandungan bahan organik terlarut di dalam kolam.

●  Gurami yang telah terserang penyakit ini, dapat diobati dengan cara direndam di dalam larutan Baytril 8-10 ppm selama 24 jam.

Semoga berguna dan bermanfaat ...