Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pakan Fermentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan Fermentasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

BEGINI CARA PENGENDALIAN PENYAKIT TERNAK KAMBING DAN DOMBA

Pengendalian Penyakit Ternak Kambing dan Domba

Penyakit ternak menjadi salah satu masalah yang sering menghambat perkembangan dan pertumbuhan ternak. Bahkan, penyakit juga dapat mengakibatkan kerugian karena menurunnya produktivitas.
Bahkan tak jarang para peternak rugi.

Lantas, seperti apa langkah pengendalian penyakit ternak yang sering menyerang ternak ini ?

Kudis (Scabies)

Penyebab penyakit kudis, yaitu hewan parasit yang timbul karena penumpukan kotoran ternak yang terlalu lama dan ternak jarang dilakukan pembersihan (dimandikan).
Gejala yang ditimbulkan, yakni permukaan kulit akan mengelupas, kering, bulu akan mudah rontok, dan ternak akan kurus.

Pengendalian yang bisa Anda lakukan, yaitu menjaga kebersihan kandang dan ternak kambing atau domba. Lakukan pengolesan kapur barus dicampur dengan minyak kelapa di bagian terserang dan juga pengolesan oli bekas di bagian ternak yang terserang.
Lakukan penyemprotan desinfektan atau pestisida dan fungisida organik di sekitar kandang, alat peternakan dan tempat menumpuk kotoran ternak.

Keracunan tanaman (Plant poisoning)

Penyebab penyakit ini, yaitu ternak mengonsumsi rumput atau daun yang mengandung racun.
Gejala yang ditimbulkan biasanya mati tiba-tiba, mulut berbusa, mengeluarkan lendir, dan juga kulit mengelupas. Ada beberapa kejadian perut ternak kambing / domba kembung.

Pengendalian yang harus Anda lakukan, yaitu tidak memberikan pakan mengandung racun atau Anda harus menempatkan ternak pada ladang rumput yang baik. Selanjutnya, Anda harus memberikan air kelapa muda pada ternak yang terkena racun.
Takarannya 2 buah kelapa muda 1 ternak kambing / domba.

Orf atau dakangan

Penyebab penyakit ini, yaitu ternak memakan rumput berbulu dan juga berdebu. Ternak biasanya menunjukkan gejala mulut korengan, terdapat benjolan kecil di sekitar mulut dan nafsu makannya menurun drastis.
Pengendalian yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan pakan yang sangat baik dan bervitamin nutrisi untuk ternak, serta pemberian preparat iodium dan penyuntikan antibiotik.

Antraks

Penyebab penyakit antraks ialah bakteri Baciluss anthracis yang dapat menular dengan kontak langsung. Jika terserang penyakit ini, ternak akan menunjukkan gejala badan lemah, gemetar, kusam, pengeluaran darah dari bagian telinga, anus, hidung dan telinga.

Pengendalian yang bisa Anda lakukan, yakni dengan menjaga kebersihan kandang dan juga ternak serta pemberian vaksinasi ternak secara teratur.
Lakukan penyemprotan desinfektan atau pestisida dan fungisida organik di sekitar kandang, alat peternakan dan tempat menumpuk kotoran ternak.

#CATATAN :
Untuk menjaga kondisi kesehatan ternak kambing / domba serta melancarkan pencernaan ternak, akan sangat membantu dan baik apabila ternak di berikan air minum yang telah di campur Probiotik.
Sedangkan untuk meningkatkan nafsu makan ternak, meningkatkan produksi ternak dan cepat meningkatkan bobot juga pertumbuhan ternak, akn sangat membantu jika ternak di berikan vitamin nutrisi tambahan pada air minumnya atau pakan alaminya.

Semoga bermanfaat dan salam sukses beternak.

Info & Pemesanan Vitamin Nutrisi Ternak :
HP : 082221516031

Senin, 12 Maret 2018

FERMENTASI DAUN SERE WANGI

Fermentasi Daun Sereh
Daun sereh wangi yang sudah dilayukan / yang sudah dijemur  -/+1 -2 hari dengan berat 700 kg dimasukkan ke dalam alat suling setelah 2 jam penyulingan dihasilkan limbah.
Limbah sisa penyulingan dari ketel penyulingan dijemur. Agar tidak banyak air yang dikandung sebaiknya limbah dirajang atau dipotong-potong menjadi 4 - 5 potong.
Pencampuran tetes tebu (molase) disiramkan dengan sprayer atau embrat hingga merata. Dimasukan pada kantong plastik atau tempat yang tertutup, tidak berhubungan dengan udara luar/kedap udara.
Dibiarkan selama 10 sampai 14 hari.
Kemudian dibuka, dikeluarkan dan dilihat apabila tidak berjamur tetes tebu itu, jika tidak berjemur itu berarti sudah jadi atau masak, bagus harum-nya, cukup wangi dan tidak apek atau bau, dan siap untuk dikonsumsi oleh ternak.



TEKNIS BUDIDAYA TERNAK DENGAN PAKAN FERMENTASI DAN CARA PEMBUATANNYA

TEKNIS BUDIDAYA KAMBING / DOMBA DENGAN PAKAN FERMENTASI - Kunci Sukses Meningkatkan Bobot Kambing / Domba Dengan Pakan Fermentasi Hijau Organik

#PESAN PENTING DUTA AGRO PRIMA NASA : "Ternak Sapi, Kambing, dan domba boleh di berikan pakan fermentasi, TETAPI TIDAK BOLEH di berikan setiap hari. HANYA 4 - 5 HARI SEKALI di tiap Sore hari dan ITU HARUS DISELANG SELING jenis pakan fermentasinya !!"

Pembuatan dan pemberian pakan fermentasi untuk ternak Kambing dan Domba ini sangat menghemat waktu dan tenaga dalam beternak kambing / Domba dengan sistem organik modern.

Ada beberapa macam pakan fermentasi yang bisa kita berikan ke kambing / domba kita selain tentu saja hijauan sebagai pakan alami dari ternak.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan nafsu makan ternak kambing / Domba, yaitu :
1. Faktor kesehatan ternak
2. Faktor pakan yang di berikan
3. Faktor jumlah pakan yang di berikan
4. Faktor bakteri rumansia yang ada di dalam pencernaan ternak
5. Faktor eksternal yaitu lingkungan kandang dan kebersihan kandang

Di sini, kami menggunakan produk organik NASA yang telah terbukti dan terjamin mampu meningkatkan bobot ternak juga meningkatkan produktivitas susu pada ternak.

● CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DARI JERAMI PADI

Cara membuat jerami padi dengan menambahkan Suplemen Organik Cair, seperti TANGGUH PROBIOTIK, VITERNA, NASA dan HORMONIK untuk hasil yang lebih cepat dan penuh dengan gizi juga nutrisi yang sangat di butuhkan oleh kambing.

Bahan - bahannya :

- Siapkan tempat yang aman dan terlindung dari sinar matahari langsung, curahan air hujan, dan genangan air, misal drum atau kantong plastik.
- 1 Ton Jerami padi kering
-  Tetes tebu (molase).
Namun kalau tidak ada tetes tebu, bisa digantikan dengan gula pasir
- Campuran VITERNA , POC NASA dan HORMONIK dalam 1 wadah, lalu diaduk sampai merata dan kemudian tuangkan semuanya kedalam campuran bahan bahan tadi.
- Setengah Botol Probiotik dituangkan ke dalam ember
- Air secukupnya
- Ember
- Terpal atau plastik yang cukup kuat untuk memeram jerami.
- Alat penyiram air

Tahapan dan cara pembuatannya :

1. Siapkan jerami padi kering yang sudah dipotong – potong.

2. Siapkan ember yang sudah diisi air, campurkan tetes tebu / gula pasir, dan juga Campuran 1 paket ternak (VITERNA, POC NASA + HORMONIK) dan TANGGUH PROBIOTIK tadi, kemudian di aduk hingga merata.

3. Langkah berikutnya menggelar jerami dengan tinggi 15 - 20cm.

4. Semprotkan campuran air, tetes tebu / gula pasir dan Campuran paket ternak pada jerami sambil jerami diinjak – injak, semprotkan secara merata sampai jerami benar – benar basah.

5. Setelah proses penyemprotan selesai, jerami bisa ditutup dengan plastik tebal atau terpal.
Cegah udara masuk dengan mengikat dengan kuat dan rapat.

6. Diamkan tumpukan jerami selama sekitar 12 - 15 hari agar proses penguraian serat jerami padi terjadi secara alamiah.
Jika sudah ditambah Probiotik, bisa didiamkan hanya 2 - 4 hari dan pakan siap diberikan

7. Dalam proses ini memang dibutuhkan waktu yang cukup supaya padi benar – benar lapuk dan nutrisinya bisa bertambah.

Dengan begitu kualitas jerami padi menjadi meningkat sebagai pakan ternak dan nutrisinya dapat terserap dengan baik oleh ternak

8. Jika sudah melewati 12 - 15 hari, maka jerami siap diberikan pada hewan ternak.
Kami sarankan untuk terlebih dahulu hasil fermentasi jerami padi diangin – anginkan sebentar, kemudian bisa langsung diberikan pada hewan ternak Anda

Itu untuk ukuran pembuatan 1 ton Pakan fermentasi jerami padi.

Kadang , ternak belum langsung mau makan pakan fermentasi jika kita berikan secara tiba tiba.
Sebaiknya kita lakukan perlahan melalui proses adaptasi dulu, yaitu pagi hijauan segar dan sore baru hijau an campur fermentasi jerami ini.

Perlahan lahan sore hari kita hilangkan diajukannya dan berganti dengan full pakan fermentasi jerami padi ini.

Bisa juga Campuran Suplemen Organik tadi kita berikan ke ternak dengan cara di campurkan ke air minum ternak.

● CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DARI RUMPUT GAJAH

Bahan - bahan nya:
- Rumput gajah
- Tetes tebu
Hanya butuh 3% saja
- Dedak halus
Kira2 cukup 5% - 6% dari total campuran
- Onggok
Cukup 3% dari total campuran
- Menir / meniran
Cukup 3,5% saja
- Campuran Suplemen Organik NASA (PROBIOTIK, VITERNA, HORMONIK dan POC NASA)
- Silo atau kantong plastik atau bisa juga Drum

Tahapan cara membuatnya itu :

1. Potong rumput gajah dengan parang , arit atau mesin pemotong rumput.
Pemotongan dilakukan agar rumput dapat dimasukkan ke dalam wadah / drum dengan rapat dan padat.

2. Campurkan semua bahan² yang sudah disiapkan tadi diaduk hingga benar benar merata.

3. Masukkan campuran ke dalam silo / wadah tertentu / drum dan padatkan agar tidak ada rongga udara. Masukkan sampai melebihi permukaan wadah / drum untuk mengantisipasi terjadinya penyusutan isi. Dengan begitu tidak ada ruang kosong antara tutup dan permukaan bahan.

4. Setelah semua bahan masuk, berikan lapisan plastik dan tutup dengan rapat. Beri pemberat, boleh pakai batu atau kantong plastik yang diisi tanah.

5. Simpan sampai 6 – 8 minggu.

6. Setelah 6 – 8 minggu, drum  bisa dibuka dan diambil hasil fermentasinya. Jika dilakukan dengan benar maka pakan fermentasi dapat bertahan hingga 1 – 2 tahun.

8. Pakan fermentasi bisa diambil sesuai kebutuhan saja, misalnya untuk 3 – 5 hari. Jangan dibuka setiap hari agar pakan fermentasi tidak mudah rusak, setelah dibuka juga harus ditutup kembali dengan rapat.

9. Setelah pakan fermentasi diambil, lebih baik diangin – anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada hewan ternak kambing / sapi.
Jangan di jemuran di bawah sinar matahari.

Catatan :
Cara fermentasi ini dapat dilakukan untuk jenis bahan pakan hijauan dan jenis rumput lainnya.
Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas ya ...

Semoga bermanfaat dan membantu ...

#INGAT : Bahwa ternak tetap akan lebih sehat dan segar jika di berikan pakan alaminya dan pakan pokok ternak, yaitu Hijauan Segar / rumput segar / Dedaunan segar.  Pakan Fermentasi HANYA SEBAGAI SAMBILAN saja, JANGAN MENJADI PAKAN POKOK TIAP HARI !!!
Kami, Duta Agro Prima NASA benar² menghimbau dan memperingatkan bahaya pakan fermentasi pada ternak budidaya kita.

#PESAN : Untuk membantu kesehatan dan lancar pencernaan ternak, beri Probiotik yang di campur air minum ternak. Fungsinya adalah menyehatkan dan meningkatkan kinerja bakteri rumansia yang ada di dalam saluran pencernaan ternak.
Ibaratnya seperti kita minum Yakult (Probiotik) setiap hari untuk menjaga bakteri baik dalam pencernaan kita

Rabu, 07 Maret 2018

MANFAAT LAIN DARI GEDEBOG PISANG YANG SANGAT AMPUH

STOP ! Jangan sisa siakan limbah gedebog pisang. Karena banyak manfaatnya.

Berdasarkan beberapa hasil riset tentang gedebog ( batang pisang ) dan bonggol pisang telah menunjukkan bahwa ekstrak gedebog pisang diketahui mempunyai kandungan kimiawi antar lain : Tannin , Saponin dan flavonoid.

Pemanfaatan Gedebog Pisang Sebagai Pengganti Urea
Pemanfaatan gedebog pisang biasanya dicampur dengan tumbuhan lain merupakan alternatif pengganti pupuk urea, tanaman yang paling sesuai di jadikan campuran adalah rebung bambu. Berdasarkan penelitian dan uji coba pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) telah di ketahui REBUNG mempunyai kandungan zat pertumbuhan yang bagus. rebung bambu memiliki kecepatan pertumbuhan 30 cm hingga 120 cm dalam 24 jam. Ini merupakan bahan pupuk organik yang sangat fantastis bukan ?!

Bahan-Bahan Pembuatan Pupuk Cair Organik Batang Pisang
» 1 kg btg pisang, pilih yang bagian dalamnya yang berwarna putih, yang sudah tidak ada lapisan pelepahnya lagi.
» 200 gr gula pasir, (bisa diganti dengan gula aren)
» 3 liter air tanah
» Tong atau ember yang mempunyai tutup
» Karung bekas

Cara Membuat:
1. Cincang bagian dalam batang pisang menjadi potongan kecil-kecil-kecil. Masukkan dalam wadah karung bekas. Cacahan bagian dalam batang pisang

2. Campur air dengan gula dalam ember atau tong sampai gula larut. Masukkan karung berisi cacahan batang pisang ke dalamnya, sampai karung tenggelam. Tutup rapat tong/ember terbut. Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Tong berisi campuran air dan gula

3. Biarkan sekitar seminggu-10 hari. Jangan lupa untuk membuka tongnya sekali sehari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari campuran bahan-bahan pupuk tersebut, dengan cara mengaduknya. Setelahnya tutup kembali dengan rapat.

4. Dalam waktu 7-10 hari, pupuk cair sudah akan siap digunakan. Tanda-tanda pupuk cair organik berhasil adalah adanya bau seperti aroma tape. Bila bau busuk yang tercium (seperti bau got), berarti proses pembuatan pupuk cair organik gagal, dan cairan tersebut harus dibuang.

5. Angkat karung yang berisi cacahan batang pisang. Bekas cacahan batang pisang bisa digunakan sebagai kompos. Sedangkan air yang dalam ember/tong itulah yang menjadi pupuk organik cair organik.

» Pemakaian larutan pupuk cair organik batang pisang ini adalah dengan mencampurnya dengan air tanah/sumur. Perbandingannya 1:15, artinya satu bagian pupuk cair organik dilarutkan dengan 15 bagian air tanah.
» Gunakan pupuk cair organik batang pisang ini dua kali dalam seminggu. Siramkan di tanah sekitar tanaman.
» Catatan:
Untuk menghemat waktu, saya memakai takaran gula sebayak 1 kg, sehingga komponen bahan lainnya pun dikalikan 5, yakni, 5 kg batang pisang dan 15 liter air tanah.

Selamat mencoba.