Halaman

Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

PENYAKIT UDANG DAN CARA MENANGANINYA = SUKSES BUDIDAYA

Macam² Penyakit Udang dan Cara Mengatasinya

Salah satu faktor penyebab kegagalan dalam budidaya udang di tambak adalah karena serangan penyakit. Serangan penyakit yang paling berbahaya dan banyak menimbulkan kerugian bagi petambak adalah karena serangan virus (WSSV, TSV, YHD, IMNV, IHHNV). Serangan penyakit baru pada udang yang banyak menimbulkan kerugian bagi petambak di Indonesia antara lain:
●  Penyakit bakterial (insang merah, kunang-kunang)
●  Serangan virus MBV (Monodon Baculovirus), kunang-kunang
●  Serangan virus WSSV,
●  Serangan virus TSV,
●  Serangan virus IMNV, Mati Pelan-pelan

Sebenarnya jika kita selaku pembudidaya udang jeli dan teliti, Keberhasilan dalam budidaya udang sangat tergantung pada 6 faktor utama, yaitu :
1.  Daya dukung tambak dan lingkungannya
2.  Kualitas benur yang ditebar
3.  Manajemen dasar tambak dan kualitas air
4.  Kualitas pakan dan manajemen pakan
5.  Kualitas nutrisi / suplemen dan Vitamin Organik yang bagus
6.  Manajemen kesehatan udang dan pengendalian hama penyakit

Penyebab kegagalan di tambak secara umum disebabkan oleh:
-  Serangan penyakit
-  Penurunan kualitas lingkungan
-  Kualitas benur
-  Manajemen budidaya yang tidak tepat
-  Serangan lingkungan sekitar tambak

Penyakit didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari suatu kondisi normal karena beberapa penyebab.

Terbagi menjadi 2 kelompok penyebab yaitu :
1.  Penyakit Internal
2.  Penyakit Eksternal.

Penyebab Internal :
● Genetik
●  Sekresi internal
●  Imunodefisiensi
●  Saraf
●  Metabolisme tubuh

Penyebab Eksternal :
●  Non Patogen
●  Patogen

Penyakit Non-patogen
»  Disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya :
-  Suhu, (cuaca), plankton dan kualitas air lainnya (pH air, zat beracun, kelarutan gas)
-  Keracunan oleh biotoxin dari plankton (Bluegreen algae dan atau dinoflagellata).

»  Disebabkan oleh nutrisi
Misalnya :
-  Kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, as lemak tak jenuh, dll)
-  Gejala keracunan pakan.

»  Soft shell syndrome
  Penyebabnya :
-  Kualitas air
Goncangan salinitas tinggi, goncangan pH tinggi, alkalinitas rendah, kandungan fosfat rendah, dasar tambak terlalu kotor dan penuh amonia, polusi.
-  Kualitas pakan (kekurangan nutrisi & vitamin tertentu)

CARA MENGATASINYA :
-  Perbaiki kualitas air (ganti air, probiotik, dolomite, SP-36)
-  Pembersihan dasar dengan sifon, pemberian zeolite dan TON juga TANGGUH Probiotik)
-  Pemberian suplemen organik yang sesuai dan dibutuhkan oleh udang. Jika kami sudah pakai produk organik yang bagus kualitas dan cocok untuk udang.

●  Insang Hitam
(black gill disease)
PENYEBABNYA :
-  Kotoran, lumpur yang melekat pada insang.
-  Dasar tambak kotor, settingan aerator tidak tepat.
-  Kualitas air yang tidak stabil (sering terjadi kematian plankton & pH yang tidak sesuai)

CARA MENGATASINYA :
-  Ganti air secukupnya
Misal : buang air sampai sisa 40% dan tabur TON juga dolomit lalu diamkan selama 1 jam dan masukkan air lagi sampai kira² 80% saja
-  Berikan TON & Probiotik
-  Perbaiki setting kincir
-  Kurangi pakan dan biasakan memberi pakan sesuai dengan kebutuhan udang dan diusahakan tepat waktu

●  Red Disease
CIRI - CIRI : Udang berwarna kemerahan, kaki dan ekor  kemerahan, insang kemerahan.

PENYEBABNYA :
-  Kualitas air yang kurang baik (DO rendah, NH3, NO2, FE)
-  Kualitas pakan kurang baik (terlalu lama, berjamur)

CARA MENGATASINYA :
-  Berikan pakan berkualitas baik (baru)
-  Perbaiki kualitas air Tambak budidaya

●  Kram (Cramped Tail Disease)
Udang kram saat anco diangkat atau udang dijala, udang mudah stress
PENYEBABNYA :
-  Goncangan suhu air / salinitas tinggi
-  Perbedaan suhu (kualitas suhu air antara dasar tambak dan permukaan tambak tinggi)
-  Kekurangan mineral & suplemen vitamin tertentu yang sangat di butuhkan udang.

CARA MENGATASINYA :
-  Operasikan kincir siang dan malam hari selama 24 jam dan selama 14 hari
-  Berikan vitamin (terutama vit C dan B) dan Probiotik
-  Berikan mineral & suplemen melalui pakan.

●  Emboli (Gas bubble disease)
Karena kelarutan gas dalam air lewat jenuh baik gas Nitrogen atau Oksigen
Bila karena Oksigen tidak menimbulkan kematian, tetapi bila karena kelebihan N2, dapat menyebabkan kematian.

●  Bercak Hitam Pada Kulit
Ada bercak hitam pada permukaan kulit, bekas luka

PENYEBABNYA :
-  Udang sering lompat keluar atau keatas permukaan (tumburan) karena terlalu padat
-  Kualitas air kurang baik
-  Suspensi dan kondisi tanah yang tidak sehat serta telah rusak / penuh dengan bahan / pupuk kimia
-  Infeksi bakteri dan Virus

CARA MENGATASINYA :
–       Perbaiki kualitas air
–       Hidupkan kincir siang-malam
–       Kurangi kepadatan
–       Lapisi tambak dengan plastik/HDPE, atau disemen

●  Toksin
Sumber pencemaran dari lingkungan : Pestisida, Herbisida, Insektisida dan Logam berat

Dari pakan : aflatoksin (dari pakan rusak atau kedaluwarsa)

Biotoxin : dari algae (blue green algae dan dinoflagellata).

●  Udang pucat (putih keruh),
kebiruan
PENYEBABNYA :
-  Suspensi tanah tinggi
-  Kurang oksigen

CARA MENGATASINYA :
-   Lapisi tambak dengan semen atau plastik HDPE atau pasir
-   Kurangi padat penebaran

●  Penyakit patogen
Bersifat parasit dan terdiri atas 4 kelompok :
A.  Penyakit viral
B.  Penyakit bakterial
C.  Penyakit jamur
D.  Penyakit parasitik

Karakteristik penyakit infeksi pada udang/ikan
+  Udang/ikan merupakan hewan air yang selalu bersentuhan dengan lingkungan perairan sehingga mudah terinfeksi patogen melalui air.
+  Pada budidaya udang/ikan, air tidak hanya sebagai tempat hidup ikan tetapi juga sebagai perantara bagi patogen.

Macam macam Penyakit Viral pada Udang
1.  IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus)
2.  TSV     (Taura Syndrome Virus)
3.  WSSV (White Spot Syndrome virus)
4.  YHV    (Yellow Head Virus)
5.  HPV    (Hepatopancreatic Parvovirus)
6.  MBV    (Monodon Baculovirus)
7.  IMNV   (Infectious Myo Necrosis Virus)
8.  PvNV / Nodavirus (Penaeus vannamei Nodavirus)
9.  BMN    (Baculoviral Midgut gland necrosis)
10.  LPV     (Lymphoidal Parvo-like Virus)
11.  LOVV  (Lymphoid Organ Vaccuolization Virus)
12.  LOSV  (Lymphoid Organ Spheroid Virus)
13.  REO    (REO III dan REO IV)
14.  RPS     (Rhabdovirus of Penaid Shrimp)
15.  MoV     (Moyrillyan Virus)
16.  BP       (Baculovirus Penaid)
17.  IRDO     (Shrimp Iridovirus)

1.  IHHNV adalah Virus yang menyebabkan pertumbuhan  terhambat, sehingga terjadi perbedaan ukuran yang nyata dalam satu populasi Serangan bisa mencapai > 30% populasi.

Umumnya jika Udang sudah terkena salah satu penyakit viral ini, TIDAK ADA / BELUM ADA OBATNYA dan Hanya bisa dicegah / diperlakukan dengan cara :
-   Hindari stress,
-  Jangan lakukan ganti air (sirkulasi)
-  Gunakan Probiotik dan teraphy air untuk memperbaiki kualitas air.
-   Kurangi pakan hingga 50%,
-   Berikan mineral, suplemen & dolomite untuk mempercepat pengerasan kulit
-   Berikan vitamin dan imunostimulan.
-   Udang dalam proses penyembuhan akan tampak bercak hitam, dan akan hilang setelah beberapa kali moulting.

2.  WSSV (White Spots Syndrome Virus) / Bercak Putih

Tanda-tanda klinis :
-   Diawali dengan nafsu makan yang tinggi, lalu selanjutnya tidak mau makan.
-   Terdapat udang yang minggir ke pinggiran tambak
-   Ada kematian di dasar dan dalam waktu 3 - 7 hari udang habis
-  Terdapat bintik-bintik putih di carapace / tubuh udang.

Beberapa jenis penyakit-penyakit udang yang dijumpai akhir-akhir ini adalah :
A.  WHITE SPOT (Bintik Putih)

Penyakit inilah yang menjadi biang kerok banyaknya kegagalan panen petambak-petambak kita. Serangannya sangat cepat, dalam jangka waktu cepat atau beberapa jam saja udang bisa habis / mati.

Dalam bahasa ilmiahnya disebut SEMBV (systemic ectodermal mesodermal baculo virus) penyebab penyakit white spot adalah Virus.
Sedang inangnya adalah kepiting dan udang udang liar.

GEJALA penyakit white spot adalah :
* Jika udangnya masih hidup biasanya renangnya tidak teratur dipermukaan dan jika menabrak tanggul udang akan mati.
* Dipermukaan bagian carapace (cangkang)-nya dijumpai bintik bintik putih seperti panu, dan jika digores dengan kuku tidak dapat hilang.
* Udang sangat peka terhadap perubahan lingkungan, misalnya kalau turun hujan atau panas terik mereka langsung naik dan seperti udang stress dengan ciri-ciri seperti diatas.
karena penyebabnya virus maka tidak ada obatnya

Cara Mengatasinya adalah dengan cara meminimalkan populasi kepiting dan udang udang liar agar tidak masuk ke tambak kita, sehingga yang harus diperhatikan adalah saat memasukkan air, hendaknya benar-benar hati-hati, dan sebisanya harus memakai filter air 0,5 ml rangkap 2-3.

B.  KOTORAN PUTIH / BERAK PUTIH / UDANG MENCRET

Biasanya tanda-tandanya bisa diketahui jika kita berjalan ke pojok tambak dan melihat arah angin yaitu di tempat kotoran-kotoran kumpul. Atau dalam bahasa ilmiahnya adalah WFD (White Feaces Disease) Tandanya adalah kotoran udang berwarna putih mengapung diatas permukaan air dan jika dipegang lembek seperti pasta gigi, kalau dilihat sepintas seperti benang yang putus-putus. Kondisi ini biasanya menandakan kalau dasar tambak dan perairan sudah sangat kotor dan pembentukan gas amoniak sangat tinggi.

Cara Pencegahannya adalah dengan mengganti air sebanyak-banyaknya  (tetapi usahakan secara perlahan-lahan) dan melakukan siphon / pengangkutan kotoran dasar tambak.

Cara Mengobatinya adalah dengan memberikan produk Probiotik Organik ke dalam tambak. Dan memberikan suplemen yang bagus ke air tambak.

C.  INSANG MERAH

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya warna merah pucat pada permukaan bawah udang atau sekitar insang. Kematian udang juga tidak secepat White Spot, tetapi juga bisa menghabiskan udang dalam tambak.
Biasanya penyakit ini timbul karena pengolahan lahan tambak dan tanah tambak yang jelek. Juga karena di dasar tambak terdapat banyak sekali kandungan kimia hingga menyebabkan tanah dasar tambak rusak. Sehingga keasaman tanah sangat tinggi.

Cara Pencegahanya tentunya dengan melakukan pengolahan lahan tambak dengan baik dan benar.
Melalui pengolahan tanah dasar tambak dari nol lagi.

D.  NEKROSIS

Penyebab : Virus YHV (Yellow Head Baculo Virus)

Gejala Klinis : Warna tubuh udang pucat, insang dan hepatopankreas berwarna kekuningan.
Gejala klinis tersebut pada umumnya mulai tampak antara 50-70 hari setelah penebaran udang di tambak. Nafsu makan udang mula-mula meningkat dalam beberapa hari kemudian berhenti sama sekali.

Cara Mengatasinya :
Lihat upaya penanggulangan terhadap penyakit bercak putih dan caranya sama dengan cara kita mengatasi penyakit Bintik Putih.

Manajemen Kesehatan Udang
Upaya penanggulangan penyakit udang di tambak dapat dilakukan melalui :

1.  Penggunaan Benur Yang Prima

Benur sebaiknya berasal dari peneluran induk yang pertama atau kedua, dan berukuran seragam.
Jangan sampai Anda memilih benur hasil peneluran yang ketiga dan seterusnya.

Perhatikan Baik Baik pada saat Anda memilih benur :
-  Bagian tubuh seperti rostrum, kaki jalan, dan ekor bentuknya normal; tanpa erosi ataupun kehitaman (melanisasi).
-  Bagian perut bersih, usus penuh pakan, ketebalan bagian perut.
-  Benur yang sehat berenang dengan posisi dengan posisi tubuh lurus, sangat responsif terhadap stimulir dari luar, dan berenang menentang arus ketika air diputar.
-  Bebas dari organisme penempel, relatif bebas dari infeksi Monodon Baculo Virus (MBV) – dapat dideteksi melalui keberadaan “occlusion bodies” secara mikroskopis yang menggambarkan ringan-beratnya infeksi.
-  Bebas dari infeksi bercak putih SEMBV yang dapat dideteksi secara dini melalui teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).
Cara lain juga dapat dilakukan melalui metoda skrining PL, yaitu benur ditreatment dengan formalin ± 200 ppm selama 1-2 jam. Melalui proses skrining ini, benur yang terinfeksi berat akan mati; sedangkan benur yang sehat akan tetap hidup dan siap ditebar ke dalam tambak.

2.  Peningkatan Kesehatan Udang

Suplemen vitamin C, Suplemen Organik dan Astaxanthin dalam pakan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap serangan penyakit.
Imunisasi pada udang baik dengan pemberian vaksin maupun imunostimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh udang sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan akhirnya dapat meningkatkan kelangsungan hidup udang.
Penggunaan bakteri Probiotuk antara lain : Lactobacillus sp. strain nonpatogen, Bacillus S11.
Yang terdapat dalam Produk kami.

3.  Peningkatan Kualitas Budidaya Udang

Perbaikan kualitas air / Therapy Kolam dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip bioremediasi yaitu sejenis penguraian limbah dengan menggunakan mikroba seperti Nitrosomonas, Nitrobacter dan Spirulina.
Dan semua kandungan Bakteri baik itu terdapat dalam Produk Kami.

Pencegahan Terjadinya Infeksi dan Kontaminasi Tambak Penyebab Penyakit Udang

Pencucian dasar tambak sebaiknya dilakukan 2 kali yaitu dengan cara mengisi tambak sampai ketinggian 30 cm, kemudian dibiarkan sehari semalam setelah itu dibuang sampai habis.
Pencucian / Pengurusan kedua dimaksudkan untuk membuang sisa-sisa penggelontoran pertama yang belum terbuang.

                                                                                                                                                                                                                         sistem tertutup (closed system), semi tertutup (semi-closed system) dan resirkulasi untuk mencegah pemasukan agen penyakit dari luar.
Penggunaan peralatan tambak seperti alat sampling udang, tempat pakan, dsb, sebaiknya dipisahkan untuk masing-masing petak tambak.
Karena udang adalah mahkluk yg sangat sensitif dan rentan terhadap penyakit
Menggunakan filter biologis dan tandon baik untuk air laut maupun tawar.
Mencegah kemasukan hewan liar (udang liar, ikan, dll) yang dapat bertindak sebagai carrier.
Air bekas tambak (limbah) terutama dari tambak yang terserang wabah harus didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar.

WAJIB TAHU DAN WAJIB BACA FAKTOR PENYEBAB GAGAL PANEN UDANG.

Rabu, 07 Maret 2018

BUDIDAYA LELE SISTEM PROBIOTIK ORGANIK

Budi daya perikanan, termasuk budidaya lele memiliki tiga faktor penting yang memengaruhi keberhasilannya, yaitu :

1. Bibit
2.  Pakan
3.  Manajemen pemeliharaan.

Selain itu, faktor lainnya adalah kualitas air. Faktor ini sering dilupakan oleh pembudidaya lele. Manajemen usaha pembudidayaan harus dilakukan secara benar agar budi daya yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu tantangan pada budi daya lele adalah harga pakan yang terus meningkat. Misal nya harga pelet yang hampir setiap bulan selalu meningkat.

Kenyataan di lapangan saat ini, pembudidaya lele memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pakan pabrikan. Kondisi ini dipicu oleh tidak adanya pakan alternatif yang dapat menggantikan pakan pabrikan.
IRONISNYA lagi, Dalam penggunaan dalam pakan pabrikan yang juga harganya juga sangat tinggi dan juga seringkali tidak menjamin keberhasilan budi daya lele. Misalnya, banyak lele yang sakit dan tingkat kematiannya tinggi.

Selain itu, output hasil budi daya pun sering dihargai “rendah” dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pembudidaya.

Lalu Apa Itu Probiotik Organik ?

Probiotik merupakan kumpulan mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan semua makhluk hidup. Sementara itu, organik berarti pencapaian kumpulan mikroorganisme tersebut dihasilkan dari bahan dasar alami, karena tanpa melibatkan unsur kimia.

Kenapa harus berganti ke pola budidaya Probiotik Organik ?

Paradigma masyarakat terhadap perbaikan kehidupan dalam segala aspek telah menjadi pilihan gaya hidup. Penggunaan bahan organik merupakan satu langkah positif bagi masyarakat. Kesadaran untuk memelihara kesehatan dibandingkan dengan mengobati mulai muncul di masyarakat.

PT. NASA juga saya sendiri dan bersama beberapa petani lele telah memulai budidaya lele dengan cara Probiotik Organik ini sejak beberapa waktu lalu, dan hasilnya sungguh sangat menguntungkan.
Yaitu :
●  Penghematan biaya pakan pelet
●  Bibit lele dan Lele budidaya sangat minim yang mati
●  Masa panen yang sangat cepat, 40 hari sudah panen
●  Lele lebih sehat dan dagingnya lebih padat dan enak
●  Air bekas kolam bisa digunakan lagi
●  Panen lebih banyak karena kolam bisa lebih banyak menampung lele
●  Keuntungan pemasukan naik hampir 200%
●  Dan lain lain

Kami tambahkan dan menggunakan TANGGUH PROBIOTIK & TON pada kolam lele yang kami gunakan untuk budidaya lele Probiotik Organik ini.

Keunggulan bududaya Ikan Lele Dengan Probiotik Organik

A. Pakan Alami, Berkualitas dan Murah

Biaya pakan pada budi daya lele juga dapat mencapai 60%—70% dari keseluruhan total semua biaya produksi. Karena itu, pada setiap terjadi kenaikan suatu harga pakan memang akan mempengaruhi pembudidaya lele. Lebih parahnya, meskipun telah menggunakan pakan pabrikan (pelet), terkadang hasil panen ternyata kurang sesuai harapan yang diinginkan oleh para sahabat tani lele.

Cara Kerja Probiotik Organik

Probiotik bekerja dengan cara mengontrol semua perkembangan serta populasi mikroorganisme “jahat” dan sehingga menghasilkan lingkungan tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme “baik” Hingga akhirnya, mikroorganisme “baik” akan mendominasi dan membuat habitat menjadi nyaman bagi pertumbuhan makhluk hidup pada lingkungan tersebut.

Melalui teknis budi daya probiotik organik, pembudidaya tidak lagi tergantung pada pakan buatan pabrik. Berdasarkan pengalaman pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem probiotik organik, penghematan biaya dapat mencapai 50%— 60% dibandingkan dengan penggunaan pakan pelet (pakan pabrikan).

B. Kepadatan Kolam Lebih Tinggi

Kepadatan kolam pada budi daya lele yang masih menggunakan sistem konvensional hanya 100 - 150 ekor/m3. Namun, jika melakukan budi daya dengan sistem probiotik organik, kepadatan kolam lele dapat mencapai 200 ekor/m3.
Khusus untuk pemula, kepadatan kolam sebaiknya hanya 50 - 100 ekor/m3. Setelah berhasil, tingkatkan kepadatan kolamnya hingga 150 - 200 ekor

Pada Umumnya, semakin tinggi kepadatan kolam, semakin lambat laju pertumbuhannya. Namun, dengan adanya teknologi probiotik organik ini, asupan pakan alami probiotik organik, microphylla dan fitoplankton akan membuat laju pertumbuhannya tetap tinggi dan kondisinya sehat. Pasalnya, bahan kandungan di TANGGUH PROBIOTIK & TON juga pakan tersebut memiliki kandungan asam amino esensial yang sangat tinggi yang menjaga nafsu makan lele dan memperbanyak pakan alami lele dalam kolam budidaya.

Tingkat kepadatan ikan yang tinggi tidak terlepas dari berbagai masalah. Semakin padat ikan di dalam kolam, kebutuhan oksigen menjadi lebih banyak. Karena itu, sirkulasi air probiotik harus sangat diperhatikan.
Selama ini, kolam budidaya lele kami memakai sistem saringan dan oksigen konvensional biasa.

C. Kualitas Air Tetap Baik

Kualitas air memiliki pengaruh terhadap kondisi lele. Ada beberapa pembudidaya lele yang hanya memerhatikan kondisi bibit, pakan, dan manajemen budi daya, tetapi melupakan kualitas air yang digunakan.
Pencemaran air di dalam kolam budidaya dapat disebabkan oleh sisa pakan atau kotoran lele yang terakumulasi di dasar kolam, khususnya untuk kolam yang memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi dan jarang di kuras.

Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas air dan berkurangnya kandungan oksigen terlarut dalam kolam budidaya.
Akibatnya, lele mudah stres, rawan terserang penyakit, dan nafsu makan berkurang. Hingga akhirnya, pertumbuhan lele menjadi tidak optimal dan menyebabkan kematian.

Jika memakai sistem Probiotik Organik, air kolam akan tampak agak hijau muda karena sirkulasi oksigen yang sehat dan penuh dengan fitoplankton hidup untuk jadi makanan alami lele.

D. Serangan Penyakit Menurun dan Kematian Bibit Rendah

Cara Pemberian pakan berupa kombinasi pakan probiotik organik, Azolla microphylla, dan juga beberapa nutrisi yang terdapat dalam air juga dapat menjaga ikan tetap sehat serta dapat menurunkan tingkat kematian menjadi sangat rendah (2 - 3%, bahkan ada diantara sahabat tani lele Probiotik Organik yang bisa di bawah 1%).

Air kolam lele yang menggunakan sistem Probiotik organik perlu disiapkan enam hari sebelum bibit lele ditebar.

Jika bibit lele berasal dari lokasi yang berjarak 3,5 - 4 jam perjalanan, waktu adaptasinya kurang dari 1 jam. Setelah adaptasi, bibit lele umumnya langsung dapat memakan pakan Probiotik Organik dengan tingkat mortalitas 0 (nol). Selain itu, bibit juga tidak bergerombol dan langsung berenang aktif.

Sementara itu, bibit yang masuk dalam kolam konvensional (TANPA perlakuan probiotik organik) memerlukan waktu adaptasi lebih dari 12 jam. Setelah melewati waktu adaptasi, bibit lele mulai aktif memakan pakan setelah 24 jam dengan tingkat kematian sekitar 10 - 20%.
Selain itu, bibit lele umumnya bergerombol dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mulai berenang aktif dibandingkan dengan lele yang menggunakan sistem Probiotik Organik.

Bagi para pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem Probiotik Organik merasa sangat diuntungkan. Pasalnya, lele dapat bertahan dari serangan penyakit jamur, bakteri dan cacar dengan tingkat kurang dari 1%.

E.  Pertumbuhan Optimal

Tingkat pertumbuhan sangat tergantung pada bibit lele yang akan kita dibudidayakan.
Proses budidaya lele menggunakan sistem Probiotik Organik tidak menekankan pada cepatnya proses pertumbuhan, tetapi berdasarkan mutu dan kesehatan ikan.
Selain faktor lele, pertumbuhan lele juga tergantung pada susunan sistem manajemen perlakuan Probiotik Organik. Misalnya, penjagaan dan perawatan kolam serta sikap dalam menangani gangguan eksternal yang dapat memengaruhi kolam.
Rasio pemberian pakan yang mengikuti laju pertumbuhan merupakan salah satu faktor penting di dalam budi daya lele sistem Probiotik Organik. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, bibit 2 - 3 cm dapat menghasilkan 8 - 9 ekor per kilogram dalam waktu sekitar 40 hari.

F.  Lele yang Dihasilkan Berkualitas

Berdasarkan pengalaman penulis dan pembudidaya, lele yang dlbudidayakan dengan sistem Probiotik Organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan lele sistem konvensional.

Beberapa keunggulannya adalah bobot lele lebih padat, kesat, kenyal, dan tidak ada penyusutan bobot. Selain itu, kulit lele lebih mulus, teksturnya licin, serta rasa dagingnya lebih gurih dan tidak hancur saat digoreng.

Pertumbuhan lele berlangsung dengan baik karena sistem Probiotik Organik dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh lele. Keaktifan pergerakan lele saat berada dalam kolam membuktikan bahwa lele sangat senang dengan perlakuan, kolam serta pakan Probiotik Organik karena akan menambah bibit unggul.

G.  Melestarikan dan Menstabilkan Lingkungan

Sistem probiotik organik dapat meminimalkan kerusakan kualitas air. Air bekas kurasan kolam lele probiotik bisa kita gunakan lagi untuk menyiram tanaman.

Jadi, secara garis besar dan pengalaman yang sudah berbudidaya lele menggunakan Probiotik organik ini sangat banyak keuntungannya dan sangat minim kerugian.

Semoga berguna ...

PENTING, 4 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MEMBANGUN KOLAM IKAN KOI

Memiliki kolam ikan adalah salah satu cara untuk mempercantik rumah. Salah satu yang menjadi favorit adalah ikan koi. Jika Duta Agro Tips dan Idea Lovers tertarik memelihara ikan koi, selain menyiapkan dana yang terbilang lumayan tebal, beberapa persiapan lain mesti dilakukan dengan cermat.

Persiapan ini perlu dilakukan agar ikan koi yang harganya ratusan hingga jutaan rupiah per ekor itu nantinya dapat hidup sehat dan memunculkan warna yang indah.

Berikut ini 4 hal yang perlu dipersiapkan dalam membangun kolam ikan koi :

1.  Mempersiapkan Dimensi Kolam

Ketika memutuskan untuk memelihara ikan koi dan membangun kolam ikan koi, perhatikan dimensi kolamnya. Volume air sangat mempengaruhi kesehatan ikan koi.

Jika ikan koi tidak terlalu besar, maka buatlah kolam ikan yang tidak terlalu dalam, begitu pula sebaliknya. Kemudian, perhatikan pula jumlah populasinya di dalam kolam.

Seimbangkan luasnya kolam dengan jumlah koi yang akan dipelihara, kolam yang terlalu besar bisa menyulitkan koi untuk mencari makan.

2.  Pasang Aerator di Dalam Kolam

Selain berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam kolam, aerator juga berguna untuk menciptakan arus. Gelembung arus yang ditimbulkan aerator membuat koi sering bergerak. Hal itu bagus untuk koi, sebab makin besar ototnya makin gendut pula tubuhnya.

3.  Haluskan Dinding Kolam 

Sifat koi yang gemar menggesekkan tubuhnya ke dinding kolam perlu diwaspadai. Dinding kolam yang bertekstur kasar bisa membuat sirip ikan koi terluka. Oleh karena itu, pilih jenis material yang halus untuk dinding kolam ikan, misalnya dengan keramik.

4.  Penyinaran untuk Kolam

Yang tidak boleh dilupakan dalam membangun kolam ikan koi adalah sinar matahari. Cahaya matahari berperan penting pada kesehatan ikan koi.

Dalam sehari, koi membutuhkan hangatnya sinar matahari minimal tiga jam. Apalagi untuk jenis koi hikari atau bersisik mengilap.

Kekurangan cahaya matahari membuat warna pada tubuh koi memudar. Maka ciptakan kolam yang cukup terang, bila kolam ikan berada di dalam ruangan, anda bisa menyinarinya dengan lampu pijar.

Jangan lupa dengan 4 hal tersebut ya, Duta Agro Tips dan Idea Lovers !
Selamat membangun kolam ikan koi dan berbudidaya ikan koi !