Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bintik Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bintik Putih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

PENYAKIT UDANG DAN CARA MENANGANINYA = SUKSES BUDIDAYA

Macam² Penyakit Udang dan Cara Mengatasinya

Salah satu faktor penyebab kegagalan dalam budidaya udang di tambak adalah karena serangan penyakit. Serangan penyakit yang paling berbahaya dan banyak menimbulkan kerugian bagi petambak adalah karena serangan virus (WSSV, TSV, YHD, IMNV, IHHNV). Serangan penyakit baru pada udang yang banyak menimbulkan kerugian bagi petambak di Indonesia antara lain:
●  Penyakit bakterial (insang merah, kunang-kunang)
●  Serangan virus MBV (Monodon Baculovirus), kunang-kunang
●  Serangan virus WSSV,
●  Serangan virus TSV,
●  Serangan virus IMNV, Mati Pelan-pelan

Sebenarnya jika kita selaku pembudidaya udang jeli dan teliti, Keberhasilan dalam budidaya udang sangat tergantung pada 6 faktor utama, yaitu :
1.  Daya dukung tambak dan lingkungannya
2.  Kualitas benur yang ditebar
3.  Manajemen dasar tambak dan kualitas air
4.  Kualitas pakan dan manajemen pakan
5.  Kualitas nutrisi / suplemen dan Vitamin Organik yang bagus
6.  Manajemen kesehatan udang dan pengendalian hama penyakit

Penyebab kegagalan di tambak secara umum disebabkan oleh:
-  Serangan penyakit
-  Penurunan kualitas lingkungan
-  Kualitas benur
-  Manajemen budidaya yang tidak tepat
-  Serangan lingkungan sekitar tambak

Penyakit didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari suatu kondisi normal karena beberapa penyebab.

Terbagi menjadi 2 kelompok penyebab yaitu :
1.  Penyakit Internal
2.  Penyakit Eksternal.

Penyebab Internal :
● Genetik
●  Sekresi internal
●  Imunodefisiensi
●  Saraf
●  Metabolisme tubuh

Penyebab Eksternal :
●  Non Patogen
●  Patogen

Penyakit Non-patogen
»  Disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya :
-  Suhu, (cuaca), plankton dan kualitas air lainnya (pH air, zat beracun, kelarutan gas)
-  Keracunan oleh biotoxin dari plankton (Bluegreen algae dan atau dinoflagellata).

»  Disebabkan oleh nutrisi
Misalnya :
-  Kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, as lemak tak jenuh, dll)
-  Gejala keracunan pakan.

»  Soft shell syndrome
  Penyebabnya :
-  Kualitas air
Goncangan salinitas tinggi, goncangan pH tinggi, alkalinitas rendah, kandungan fosfat rendah, dasar tambak terlalu kotor dan penuh amonia, polusi.
-  Kualitas pakan (kekurangan nutrisi & vitamin tertentu)

CARA MENGATASINYA :
-  Perbaiki kualitas air (ganti air, probiotik, dolomite, SP-36)
-  Pembersihan dasar dengan sifon, pemberian zeolite dan TON juga TANGGUH Probiotik)
-  Pemberian suplemen organik yang sesuai dan dibutuhkan oleh udang. Jika kami sudah pakai produk organik yang bagus kualitas dan cocok untuk udang.

●  Insang Hitam
(black gill disease)
PENYEBABNYA :
-  Kotoran, lumpur yang melekat pada insang.
-  Dasar tambak kotor, settingan aerator tidak tepat.
-  Kualitas air yang tidak stabil (sering terjadi kematian plankton & pH yang tidak sesuai)

CARA MENGATASINYA :
-  Ganti air secukupnya
Misal : buang air sampai sisa 40% dan tabur TON juga dolomit lalu diamkan selama 1 jam dan masukkan air lagi sampai kira² 80% saja
-  Berikan TON & Probiotik
-  Perbaiki setting kincir
-  Kurangi pakan dan biasakan memberi pakan sesuai dengan kebutuhan udang dan diusahakan tepat waktu

●  Red Disease
CIRI - CIRI : Udang berwarna kemerahan, kaki dan ekor  kemerahan, insang kemerahan.

PENYEBABNYA :
-  Kualitas air yang kurang baik (DO rendah, NH3, NO2, FE)
-  Kualitas pakan kurang baik (terlalu lama, berjamur)

CARA MENGATASINYA :
-  Berikan pakan berkualitas baik (baru)
-  Perbaiki kualitas air Tambak budidaya

●  Kram (Cramped Tail Disease)
Udang kram saat anco diangkat atau udang dijala, udang mudah stress
PENYEBABNYA :
-  Goncangan suhu air / salinitas tinggi
-  Perbedaan suhu (kualitas suhu air antara dasar tambak dan permukaan tambak tinggi)
-  Kekurangan mineral & suplemen vitamin tertentu yang sangat di butuhkan udang.

CARA MENGATASINYA :
-  Operasikan kincir siang dan malam hari selama 24 jam dan selama 14 hari
-  Berikan vitamin (terutama vit C dan B) dan Probiotik
-  Berikan mineral & suplemen melalui pakan.

●  Emboli (Gas bubble disease)
Karena kelarutan gas dalam air lewat jenuh baik gas Nitrogen atau Oksigen
Bila karena Oksigen tidak menimbulkan kematian, tetapi bila karena kelebihan N2, dapat menyebabkan kematian.

●  Bercak Hitam Pada Kulit
Ada bercak hitam pada permukaan kulit, bekas luka

PENYEBABNYA :
-  Udang sering lompat keluar atau keatas permukaan (tumburan) karena terlalu padat
-  Kualitas air kurang baik
-  Suspensi dan kondisi tanah yang tidak sehat serta telah rusak / penuh dengan bahan / pupuk kimia
-  Infeksi bakteri dan Virus

CARA MENGATASINYA :
–       Perbaiki kualitas air
–       Hidupkan kincir siang-malam
–       Kurangi kepadatan
–       Lapisi tambak dengan plastik/HDPE, atau disemen

●  Toksin
Sumber pencemaran dari lingkungan : Pestisida, Herbisida, Insektisida dan Logam berat

Dari pakan : aflatoksin (dari pakan rusak atau kedaluwarsa)

Biotoxin : dari algae (blue green algae dan dinoflagellata).

●  Udang pucat (putih keruh),
kebiruan
PENYEBABNYA :
-  Suspensi tanah tinggi
-  Kurang oksigen

CARA MENGATASINYA :
-   Lapisi tambak dengan semen atau plastik HDPE atau pasir
-   Kurangi padat penebaran

●  Penyakit patogen
Bersifat parasit dan terdiri atas 4 kelompok :
A.  Penyakit viral
B.  Penyakit bakterial
C.  Penyakit jamur
D.  Penyakit parasitik

Karakteristik penyakit infeksi pada udang/ikan
+  Udang/ikan merupakan hewan air yang selalu bersentuhan dengan lingkungan perairan sehingga mudah terinfeksi patogen melalui air.
+  Pada budidaya udang/ikan, air tidak hanya sebagai tempat hidup ikan tetapi juga sebagai perantara bagi patogen.

Macam macam Penyakit Viral pada Udang
1.  IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus)
2.  TSV     (Taura Syndrome Virus)
3.  WSSV (White Spot Syndrome virus)
4.  YHV    (Yellow Head Virus)
5.  HPV    (Hepatopancreatic Parvovirus)
6.  MBV    (Monodon Baculovirus)
7.  IMNV   (Infectious Myo Necrosis Virus)
8.  PvNV / Nodavirus (Penaeus vannamei Nodavirus)
9.  BMN    (Baculoviral Midgut gland necrosis)
10.  LPV     (Lymphoidal Parvo-like Virus)
11.  LOVV  (Lymphoid Organ Vaccuolization Virus)
12.  LOSV  (Lymphoid Organ Spheroid Virus)
13.  REO    (REO III dan REO IV)
14.  RPS     (Rhabdovirus of Penaid Shrimp)
15.  MoV     (Moyrillyan Virus)
16.  BP       (Baculovirus Penaid)
17.  IRDO     (Shrimp Iridovirus)

1.  IHHNV adalah Virus yang menyebabkan pertumbuhan  terhambat, sehingga terjadi perbedaan ukuran yang nyata dalam satu populasi Serangan bisa mencapai > 30% populasi.

Umumnya jika Udang sudah terkena salah satu penyakit viral ini, TIDAK ADA / BELUM ADA OBATNYA dan Hanya bisa dicegah / diperlakukan dengan cara :
-   Hindari stress,
-  Jangan lakukan ganti air (sirkulasi)
-  Gunakan Probiotik dan teraphy air untuk memperbaiki kualitas air.
-   Kurangi pakan hingga 50%,
-   Berikan mineral, suplemen & dolomite untuk mempercepat pengerasan kulit
-   Berikan vitamin dan imunostimulan.
-   Udang dalam proses penyembuhan akan tampak bercak hitam, dan akan hilang setelah beberapa kali moulting.

2.  WSSV (White Spots Syndrome Virus) / Bercak Putih

Tanda-tanda klinis :
-   Diawali dengan nafsu makan yang tinggi, lalu selanjutnya tidak mau makan.
-   Terdapat udang yang minggir ke pinggiran tambak
-   Ada kematian di dasar dan dalam waktu 3 - 7 hari udang habis
-  Terdapat bintik-bintik putih di carapace / tubuh udang.

Beberapa jenis penyakit-penyakit udang yang dijumpai akhir-akhir ini adalah :
A.  WHITE SPOT (Bintik Putih)

Penyakit inilah yang menjadi biang kerok banyaknya kegagalan panen petambak-petambak kita. Serangannya sangat cepat, dalam jangka waktu cepat atau beberapa jam saja udang bisa habis / mati.

Dalam bahasa ilmiahnya disebut SEMBV (systemic ectodermal mesodermal baculo virus) penyebab penyakit white spot adalah Virus.
Sedang inangnya adalah kepiting dan udang udang liar.

GEJALA penyakit white spot adalah :
* Jika udangnya masih hidup biasanya renangnya tidak teratur dipermukaan dan jika menabrak tanggul udang akan mati.
* Dipermukaan bagian carapace (cangkang)-nya dijumpai bintik bintik putih seperti panu, dan jika digores dengan kuku tidak dapat hilang.
* Udang sangat peka terhadap perubahan lingkungan, misalnya kalau turun hujan atau panas terik mereka langsung naik dan seperti udang stress dengan ciri-ciri seperti diatas.
karena penyebabnya virus maka tidak ada obatnya

Cara Mengatasinya adalah dengan cara meminimalkan populasi kepiting dan udang udang liar agar tidak masuk ke tambak kita, sehingga yang harus diperhatikan adalah saat memasukkan air, hendaknya benar-benar hati-hati, dan sebisanya harus memakai filter air 0,5 ml rangkap 2-3.

B.  KOTORAN PUTIH / BERAK PUTIH / UDANG MENCRET

Biasanya tanda-tandanya bisa diketahui jika kita berjalan ke pojok tambak dan melihat arah angin yaitu di tempat kotoran-kotoran kumpul. Atau dalam bahasa ilmiahnya adalah WFD (White Feaces Disease) Tandanya adalah kotoran udang berwarna putih mengapung diatas permukaan air dan jika dipegang lembek seperti pasta gigi, kalau dilihat sepintas seperti benang yang putus-putus. Kondisi ini biasanya menandakan kalau dasar tambak dan perairan sudah sangat kotor dan pembentukan gas amoniak sangat tinggi.

Cara Pencegahannya adalah dengan mengganti air sebanyak-banyaknya  (tetapi usahakan secara perlahan-lahan) dan melakukan siphon / pengangkutan kotoran dasar tambak.

Cara Mengobatinya adalah dengan memberikan produk Probiotik Organik ke dalam tambak. Dan memberikan suplemen yang bagus ke air tambak.

C.  INSANG MERAH

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya warna merah pucat pada permukaan bawah udang atau sekitar insang. Kematian udang juga tidak secepat White Spot, tetapi juga bisa menghabiskan udang dalam tambak.
Biasanya penyakit ini timbul karena pengolahan lahan tambak dan tanah tambak yang jelek. Juga karena di dasar tambak terdapat banyak sekali kandungan kimia hingga menyebabkan tanah dasar tambak rusak. Sehingga keasaman tanah sangat tinggi.

Cara Pencegahanya tentunya dengan melakukan pengolahan lahan tambak dengan baik dan benar.
Melalui pengolahan tanah dasar tambak dari nol lagi.

D.  NEKROSIS

Penyebab : Virus YHV (Yellow Head Baculo Virus)

Gejala Klinis : Warna tubuh udang pucat, insang dan hepatopankreas berwarna kekuningan.
Gejala klinis tersebut pada umumnya mulai tampak antara 50-70 hari setelah penebaran udang di tambak. Nafsu makan udang mula-mula meningkat dalam beberapa hari kemudian berhenti sama sekali.

Cara Mengatasinya :
Lihat upaya penanggulangan terhadap penyakit bercak putih dan caranya sama dengan cara kita mengatasi penyakit Bintik Putih.

Manajemen Kesehatan Udang
Upaya penanggulangan penyakit udang di tambak dapat dilakukan melalui :

1.  Penggunaan Benur Yang Prima

Benur sebaiknya berasal dari peneluran induk yang pertama atau kedua, dan berukuran seragam.
Jangan sampai Anda memilih benur hasil peneluran yang ketiga dan seterusnya.

Perhatikan Baik Baik pada saat Anda memilih benur :
-  Bagian tubuh seperti rostrum, kaki jalan, dan ekor bentuknya normal; tanpa erosi ataupun kehitaman (melanisasi).
-  Bagian perut bersih, usus penuh pakan, ketebalan bagian perut.
-  Benur yang sehat berenang dengan posisi dengan posisi tubuh lurus, sangat responsif terhadap stimulir dari luar, dan berenang menentang arus ketika air diputar.
-  Bebas dari organisme penempel, relatif bebas dari infeksi Monodon Baculo Virus (MBV) – dapat dideteksi melalui keberadaan “occlusion bodies” secara mikroskopis yang menggambarkan ringan-beratnya infeksi.
-  Bebas dari infeksi bercak putih SEMBV yang dapat dideteksi secara dini melalui teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).
Cara lain juga dapat dilakukan melalui metoda skrining PL, yaitu benur ditreatment dengan formalin ± 200 ppm selama 1-2 jam. Melalui proses skrining ini, benur yang terinfeksi berat akan mati; sedangkan benur yang sehat akan tetap hidup dan siap ditebar ke dalam tambak.

2.  Peningkatan Kesehatan Udang

Suplemen vitamin C, Suplemen Organik dan Astaxanthin dalam pakan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap serangan penyakit.
Imunisasi pada udang baik dengan pemberian vaksin maupun imunostimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh udang sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan akhirnya dapat meningkatkan kelangsungan hidup udang.
Penggunaan bakteri Probiotuk antara lain : Lactobacillus sp. strain nonpatogen, Bacillus S11.
Yang terdapat dalam Produk kami.

3.  Peningkatan Kualitas Budidaya Udang

Perbaikan kualitas air / Therapy Kolam dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip bioremediasi yaitu sejenis penguraian limbah dengan menggunakan mikroba seperti Nitrosomonas, Nitrobacter dan Spirulina.
Dan semua kandungan Bakteri baik itu terdapat dalam Produk Kami.

Pencegahan Terjadinya Infeksi dan Kontaminasi Tambak Penyebab Penyakit Udang

Pencucian dasar tambak sebaiknya dilakukan 2 kali yaitu dengan cara mengisi tambak sampai ketinggian 30 cm, kemudian dibiarkan sehari semalam setelah itu dibuang sampai habis.
Pencucian / Pengurusan kedua dimaksudkan untuk membuang sisa-sisa penggelontoran pertama yang belum terbuang.

                                                                                                                                                                                                                         sistem tertutup (closed system), semi tertutup (semi-closed system) dan resirkulasi untuk mencegah pemasukan agen penyakit dari luar.
Penggunaan peralatan tambak seperti alat sampling udang, tempat pakan, dsb, sebaiknya dipisahkan untuk masing-masing petak tambak.
Karena udang adalah mahkluk yg sangat sensitif dan rentan terhadap penyakit
Menggunakan filter biologis dan tandon baik untuk air laut maupun tawar.
Mencegah kemasukan hewan liar (udang liar, ikan, dll) yang dapat bertindak sebagai carrier.
Air bekas tambak (limbah) terutama dari tambak yang terserang wabah harus didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar.

WAJIB TAHU DAN WAJIB BACA FAKTOR PENYEBAB GAGAL PANEN UDANG.

Kamis, 08 Maret 2018

KUNCI SUKSES BUDIDAYA UDANG VANNAMEI DI AIR TAWAR

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 - 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Udang vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 - 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik.

Sebelum kita memanen dan menggali kolam lebih dalam tentang udang vanname air tawar ini, Harus dipahami bahwa yang dimaksud dengan air tawar disini adalah air tawar yang masih mengandung sedikit garam.
Jadi, bukan air tawar murni seperti budidaya air tawar pada umumnya.

Kenapa harus Udang Vanname ?

Karena bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki keunggulan yaitu :
●  Responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 - 30%  (lebih rendah dari udang windu)
●  Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah,
●  Adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi) namun bisa juga hidup di salinitas rendah misal 2 ppt
●  Laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II
angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi.
●  Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja.
serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Kondisi udang yang dapat hidup dengan salinitas yang sangat lebar ini kemudian menjadikan beberapa sahabat pembudidaya mencoba melakukan budidaya udang vaname di air tawar melalui proses aklimatisasi dan dalam prosesnya berhasil dilakukan budidaya udang vaname pada salinitas rendah yakni pada salinitas 2 ppt.

Selain itu Antara lain, masa panen lebih cepat, yaitu 50 hari sampai 60 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan budidaya ikan seperti bandeng, nila, lele, dll baru bisa panen 4 bulan sampai 6 bulan. Otomatis, Anda akan mendapatkan penghasilan berlipat-lipat.

Selain itu, harga udang vaname terbilang sangat mahal. Ketika dijual di pasar tradisional, harganya berkisar di angka Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan udang untuk ekspor ke Asia seperti Jepang dan China/Tiongkok, harganya bisa tembus Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu per kg.

Tak perlu susah payah menjual, biasanya sudah ada tengkulak yang akan datang ke tambak bila Anda sudah menjalin kerja sama dengan mereka.
Hanya dengan butuh pengetahuan tentang budi daya udang vaname, Anda bisa menjadi jutawan bahkan milyarder, petani sukses, sekaligus pengusaha yang kaya raya!

Budidaya udang vaname di air tawar memiliki beberapa keunggulan Mengurangi risiko udang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang banyak menginfeksi udang di perairan air payau

Lalu bagaimana caranya memulai budidaya udang vanname air tawar ini ?

Ini adalah langkah pembedahan yang harus kita lakukan jika kita ingin berbudidaya udang vanname air tawar, yaitu :

1. Persiapkan lahan yang bagus, dikeringkan, pisahkan logam berat atau toksik dalam tanah supaya tidak membahayakan udang paname
Lalu pikirkan mau pakai terpal atau langsung tanah asli.

Jika sudah ada kolam, masukkan air tawar ke dalam kolam kira kira 30% dulu. Lalu masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam Kolam, Diamkan selama 3 hari, setelah itu masukkan air ke dalam kolam sampai 3/4 dan masukkan lagi TON dan TANGGUH Probiotik.

2. Perhatikan kualitas air, seperti salinitas, kadar garam antara 1,5 sampai 30 persen, tetapi lebih baik berkisar 10% sampai 20%. Harus ada tempat pengisian air, untuk buang air dan memasukkan air baru.
PH air yang ideal untuk udang adalah 7,5. Lakukan pemeriksaan pH air dan tanah secara berkala bila kurang dari 7,5 maka perlu dilakukan proses pengapuran tambahan. Sebelum udang berumur 40 - 60 hari perlu juga diperiksa tinggi air dan dilakukan pengisian air dengan salinitas yang disebutkan diatas bila air kurang karena proses penguapan.
Dengan kata lain, sirkulasi air lancar masuk dan lancar buang.
Jika ingin pH air stabil dan bagus, bisa di masukkan TON dan TANGGUH Probiotik ke dalam tambak yang sangat berguna sekali untuk menjaga lingkungan budidaya udang vanname tersebut.

3. Pakan udang vaname ketika masih kecil / benur dan yang sudah besar ada sendiri-sendiri dan harus diperhatikan dengan cermat.
Jika masih bentuk benur, sangat baik jika kita beri pakan Haveli atau Plasma.
Jika sudah mulai agak besar usia 24 hari, boleh di berikan pakan pelet halus.
* Masih ada resep untuk pemberian pakan yang sehat dan bagus untuk perkembangan Udang vanname biar cepat panen 45 hari - 50 hari.

4. Lakukan pengamatan, penjagaan secara rutin untuk pengembangan. Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak.
Apakah ada faktor luar yang bisa membuat udang sakit ?!

5. Perhatikan cuaca. Kalau cuaca dingin gunakan kapur alam secukupnya, kalau panas ditambah air biar suhu panasnya berkurang atau bisa menggunakan kapur dolomite.

6. Beri nutrisi atau vitamin dalam air.
Beri Pupuk, Antibiotik dan Probiotik yang bagus ke dalam kolam untuk menjaga kualitas air dan pakan alami dalam kolam budidaya.
Disini kami punya formula yang sangat pas dan bagus banget untuk teraphy tambak dan pemberian nutrisi juga pakan alami ke udang vanname.

7. Ikuti dan bergabung dalam Paguyuban, Kelompok, atau Komunitas pembudidaya ikan atau udang sehingga Anda memiliki jaringan penjualan, termasuk berbagi pengalaman tentang tips, cara, kiat dan rahasia budidaya nya.

Peluang dan Resiko

Meski terlihat mudah, budidaya udang vaname ternyata memiliki risiko yang tinggi karena udang vanname adalah sangat sensitive. Kalau terjadi kematian salah satu udang, cepat menjalar dan biasa membuat seluruh udang mati dalam waktu yang cepat.

Hal itu biasanya karena terkena virus. Karena itu, kalau tidak segera ditangani, semua udang vanname yang Anda budidayakan akan mati semua. Maka, butuh pengamatan, penjagaan yang rutin dalam mengembangkan udang vanname ini.

Pemanenan

Proses pemanenan dilakukan setelah udang vaname berumur 120 hari dan mencapai berat yaitu 50 ekor/kg. Bila udang sudah mencapai berat tersebut sebelum 120 hari maka pemanenan bisa dilakukan. Pemanenan dilakukan pada waktu malam hari untuk mempertahankan kualitas udang 2-4 hari. Sebelum pemanenan tambak diberi kapur dolomite 80 kg/ha dan mempertahankan ketinggian air untuk mencegah proses molting, tapi itu tidak harus selalu dilakukan.

Bila Anda melakukan teknik budidaya udang vaname dengan benar dan rajin maka hasil yang Anda dapatkan akan sangat memuaskan.

Semoga tulisan pengalaman pribadi juga bersama sahabat tani udang vanname air tawar ini bisa Berguna dan bermanfaat ....

Semoga sukses dan semangat pagiiiii ....

BERBAGAI PENYAKIT GURAME DAN BEGINI CARA MENGATASINYA

Budidaya Ikan Gurame adalah salah satu jenis usaha rumahan yang menjanjikan jika di tekuni dan di lengkapi dengan pengetahuan dalam bidang bisnis ini, Ikan gurame merupakan Salah satu ikan yang tinggi nilai ekonomisnya, Banyak pemburu ikan ini karena ikan ini terkenal dengan rasa dan tekstur dagingnya yang lembut dan gurih untuk di olah menjadi berbagi jenis menu masakan.

Faktor pendukung keberhasilan dalam budidaya ikan gurane ini adalah dengan mengetahui cara pengendalian hama dan penyakit untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Karena ikan gurame adalah ikan yang sensitive dan banyak musuhnya.

Ciri-ciri ikan gurame yang terkena penyakit parasit adalah sebagai berikut :

●  Penyakit Pada Kulit
Cirinya : Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.

●  Penyakit Pada Insang
Cirinya : Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.

●  Penyakit Pada Organ Dalam
Cirinya : Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.

Selain serangan parasit di dalam lingkungan kolam budidaya gurame, ada juga serangan lain dari sekitar kolam budidaya.

1.  Serangan Hama

Serangan hama biasanya tidak separah serangan penyakit, hanya biasanya berukuran lebih besar daripada ikan dan bersifat pemangsa. Apalagi kolam budidaya kita di luar rumah dan jarang di jaga pada malam hari.

A. Serangan Ular
Ular sangat senang menyerang benih dan ikan kecil. Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :
~ Lakukan penangkapan,
~ Pemagaran kolam.
~ Dan Pasang Jebakan.

B. Serangan Burung Pemangsa Ikan
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.

Untuk Mengatasi serangan hama jenis ini dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :

~ Beri penghalang bambu agar BURUNG supaya sulit menerkam;
~ Diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

C. Serangan Biawak
Biawak juga merupakan hama dalam budidaya ikan untuk menanggulangi hama ini kita dapat lakukan :
~ Penangkapan Pada Malam Hari
~ Pasang Jerat (ranjau)
~ Memberi Pagar setinggi 50 Cm menggunakan Jaring sekeliling bibir kolam.

2.  Serangan Penyakit

A. Penyakit Dactrolyus atau Penyakit cacingan

Penyakit tersebut adalah jenis cacing parasit yang tumbuh karena kualitas air yang buruk, pakan ikan kurang atau kepadatan kolam terlalu penuh.

Gejala :

Penurunan nafsu makan dan ikan gurame sering terlihat berbaring dengan posisi terbuka insang, menjadi jenis serangan di bagian sirip ikan gurame.

Cara Pengendalian :

●  Memperbaiki kualitas air yang berada di kolam dengan menggantinya dengan air yang baru
●  Menambahkan garam sebanyak kira² 40 gram/m² dan memasukkan 3 sendok makan TON / m² juga 5 tutup Botol TANGGUH Probiotik /m².

Jika penyakit sudah sangat parah Anda bisa merendam ikan hanya dalam larutan garam saja selama 1 malam.
Setelah itu, masukkan ikan ke dalam campuran TANGGUH Probiotik & POC NASA.

B. Penyakit Bintik Putih

Penyakit ini disebabkan oleh jamur / protozoa yang memiliki bulu getar, yaitu Ichthyophthirius multifillis. Parasit ini biasanya berada di bawah lapisan epidermis kulit.

Gejala :

●  Warna tubuh gurami menjadi pucat akibat dari adanya bintik putih di seluruh badan ikan.

●  Gurami terlihat sering menggosok-gosokkan badannya ke bagian dasar atau dinding kolam dan gurame terlihat megap-megap,

●  Sering berkumpul di tempat pemasukan air karena kekurangan oksigen.

INGAT, Penyakit ini dapat menular melalui penggunaan peralatan yang tidak bersih. Penularan juga dapat terjadi akibat suhu air yang rendah (kurang dai 22˚ C), kurang makan, atau tertular penyakit dari ikan lain.

Cara Pengendaliannya :

●  Merendam gurame dalam larutan formalin 25 ml/m3 air.
Kalau dulu rendam ikan gurame kedalam larutan formalin dengan garam kira² 25 gram/m3 selama 1 hari.

Lalu setelah itu, masukkan ikan gurame ke dalam ember / kolam khusus yang sudah diberi 2 sendok makan TON/m² dan 3 Tutup tutup Botol TANGGUH Probiotik.

Selain itu, pengendalian juga dapat dilakukan dengan cara menaikkan temperatur air kolam hingga mencapai 28˚ C.

C. Penyakit Mata Belo
Gejala :

●  Ikan menjadi kurang aktif,
●  Malas,
●  Nafsu makan berkurang dan ikan sering ke atas permukaan air.
●  Disusul dengan bola mata yang membengkak dan akhirnya ikan ini menjadi buta dan mati.

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing.

Cara pengobatannya :

●  Menghentikan pasokan air ke kolam budidaya selama 24 jam,

●  Lalu masukkan garam sebanyak 1kg/m², dan 7 - 9 tutup Botol TANGGUH Probiotik /m²

Keesokan harinya air dikuras dan diganti dengan air yang baru.

D.  Penyakit Jamur

Gejala :

~  Pada tubuh ikan gurami yang terinfeksi jamur akan muncul benang – benang berwarna krem seperti kapas,

~  Biasanya pada kulit tubuh yang terluka.

Jenis jamur yang menyerang ikan gurami adalah Saprolegnia dan Achyla.

Jamur ini akan menyebabkan ikan menjadi lemah karena kurang makan, Sehingga bisa memicu penyakit lain muncul.

Cara Pengendalian :

●  Dengan memberikan garam ke dalam kolam dengan jumlah 400g/m² selama 24 jam untuk kemudian diganti besok harinya,

Selain garam bisa juga dipakai Setengah botol TANGGUH Probiotik dan diamkan selama 12 jam.

Bisa juga menggunakan larutan formalin 200 ppm selama 2 jam.

E.  Penyakit Bakteri

Jenis bakteri yang menyerang ikan gurami adalah bakteri Aeromonas sp, dan Pseudomonas sp.

Gejala :

~ Terdapat luka berdarah tubuh,

~ Perut membesar,

~ Lendir mencair,

~ Sisik mengelupas dan muncul borok ditubuhnya.

~ Dalam jangka waktu dekat ikan akan melemah,

~ Mengambang di permukaan air dan akhirnya mati.

Cara Pengobatan :

●  Merendam ikan dalam larutan oxytetracycline 2 – 5 mg/l selama 24 jam,

●  Dilakukan berulang 3 kali.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan yang terinfeksi bateri dengan larutan matachite green oxalat 0,5mg/l selama satu jam ,

Selang 1 jam kemudian deberi umpan makanan yang lebih dahulu diberi kandungan oxcytetracycline 60mg/kg pakan dan 5 tutup Botol poc NASA

Kegiatan ini dilakukan berulang ulang selama 7 hari berturut – turut.

F. Penyakit Bercak Merah

Penyakit bercak merah disebabkan oleh bakteri Aeromonas punctata dan Aeromonas hydrophylla.

Gejala :

Badan gurami yang terserang penyakit ini akan berwarna gelap dan kulitnya menjadi kasar akibat kekurangan lendir.

Selain itu, gurami sering muncul ke permukaan air akibat kekurangan oksigen.

Cara Pengendalian :

~ Merendam gurami di dalam larutan Oxytetracyclin 205 ppm.
* PPM itu perbandingan zat terlarut dan pelarutnya. Biasanya 1 ppm itu dilarutkan dalam 100ml air.

~ Perendaman dilakukan tiga kali berturut-turut, masing-masing selama 24 jam.

~ Mengobati bekas luka dapat dilakukan dengan mengoleskan obat merah yang diencerkan.

~ Satu mililiter obat merah dilarutkan ke dalam 10 ml air.

~ Lalu dioleskan ke bagian badan gurami yang luka tadi.

G. Penyakit Columnaris

Penyakit columnaris disebabkan oleh parasit Flexybacter columnaris yang menyerang bagian sirip dan insang. Penyakit ini menyerang gurami dengan berbagai umur.

Gejala :

~ Ikan menjadi lemas,

~ Nafsu makan berkurang,

~ Sirip rontok,

~ Insang terkelupas.

Cara Pengendalian :

●  Pelaksanakan sanitasi yang baik

● Masukkan TON dan TANGGUH Probiotik kedalam kolam budidaya

●  Mendesinfeksi peralatan, dan mengurangi kandungan bahan organik terlarut di dalam kolam.

●  Gurami yang telah terserang penyakit ini, dapat diobati dengan cara direndam di dalam larutan Baytril 8-10 ppm selama 24 jam.

Semoga berguna dan bermanfaat ...

Rabu, 07 Maret 2018

BUDIDAYA LELE SISTEM PROBIOTIK ORGANIK

Budi daya perikanan, termasuk budidaya lele memiliki tiga faktor penting yang memengaruhi keberhasilannya, yaitu :

1. Bibit
2.  Pakan
3.  Manajemen pemeliharaan.

Selain itu, faktor lainnya adalah kualitas air. Faktor ini sering dilupakan oleh pembudidaya lele. Manajemen usaha pembudidayaan harus dilakukan secara benar agar budi daya yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu tantangan pada budi daya lele adalah harga pakan yang terus meningkat. Misal nya harga pelet yang hampir setiap bulan selalu meningkat.

Kenyataan di lapangan saat ini, pembudidaya lele memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pakan pabrikan. Kondisi ini dipicu oleh tidak adanya pakan alternatif yang dapat menggantikan pakan pabrikan.
IRONISNYA lagi, Dalam penggunaan dalam pakan pabrikan yang juga harganya juga sangat tinggi dan juga seringkali tidak menjamin keberhasilan budi daya lele. Misalnya, banyak lele yang sakit dan tingkat kematiannya tinggi.

Selain itu, output hasil budi daya pun sering dihargai “rendah” dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pembudidaya.

Lalu Apa Itu Probiotik Organik ?

Probiotik merupakan kumpulan mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan semua makhluk hidup. Sementara itu, organik berarti pencapaian kumpulan mikroorganisme tersebut dihasilkan dari bahan dasar alami, karena tanpa melibatkan unsur kimia.

Kenapa harus berganti ke pola budidaya Probiotik Organik ?

Paradigma masyarakat terhadap perbaikan kehidupan dalam segala aspek telah menjadi pilihan gaya hidup. Penggunaan bahan organik merupakan satu langkah positif bagi masyarakat. Kesadaran untuk memelihara kesehatan dibandingkan dengan mengobati mulai muncul di masyarakat.

PT. NASA juga saya sendiri dan bersama beberapa petani lele telah memulai budidaya lele dengan cara Probiotik Organik ini sejak beberapa waktu lalu, dan hasilnya sungguh sangat menguntungkan.
Yaitu :
●  Penghematan biaya pakan pelet
●  Bibit lele dan Lele budidaya sangat minim yang mati
●  Masa panen yang sangat cepat, 40 hari sudah panen
●  Lele lebih sehat dan dagingnya lebih padat dan enak
●  Air bekas kolam bisa digunakan lagi
●  Panen lebih banyak karena kolam bisa lebih banyak menampung lele
●  Keuntungan pemasukan naik hampir 200%
●  Dan lain lain

Kami tambahkan dan menggunakan TANGGUH PROBIOTIK & TON pada kolam lele yang kami gunakan untuk budidaya lele Probiotik Organik ini.

Keunggulan bududaya Ikan Lele Dengan Probiotik Organik

A. Pakan Alami, Berkualitas dan Murah

Biaya pakan pada budi daya lele juga dapat mencapai 60%—70% dari keseluruhan total semua biaya produksi. Karena itu, pada setiap terjadi kenaikan suatu harga pakan memang akan mempengaruhi pembudidaya lele. Lebih parahnya, meskipun telah menggunakan pakan pabrikan (pelet), terkadang hasil panen ternyata kurang sesuai harapan yang diinginkan oleh para sahabat tani lele.

Cara Kerja Probiotik Organik

Probiotik bekerja dengan cara mengontrol semua perkembangan serta populasi mikroorganisme “jahat” dan sehingga menghasilkan lingkungan tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme “baik” Hingga akhirnya, mikroorganisme “baik” akan mendominasi dan membuat habitat menjadi nyaman bagi pertumbuhan makhluk hidup pada lingkungan tersebut.

Melalui teknis budi daya probiotik organik, pembudidaya tidak lagi tergantung pada pakan buatan pabrik. Berdasarkan pengalaman pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem probiotik organik, penghematan biaya dapat mencapai 50%— 60% dibandingkan dengan penggunaan pakan pelet (pakan pabrikan).

B. Kepadatan Kolam Lebih Tinggi

Kepadatan kolam pada budi daya lele yang masih menggunakan sistem konvensional hanya 100 - 150 ekor/m3. Namun, jika melakukan budi daya dengan sistem probiotik organik, kepadatan kolam lele dapat mencapai 200 ekor/m3.
Khusus untuk pemula, kepadatan kolam sebaiknya hanya 50 - 100 ekor/m3. Setelah berhasil, tingkatkan kepadatan kolamnya hingga 150 - 200 ekor

Pada Umumnya, semakin tinggi kepadatan kolam, semakin lambat laju pertumbuhannya. Namun, dengan adanya teknologi probiotik organik ini, asupan pakan alami probiotik organik, microphylla dan fitoplankton akan membuat laju pertumbuhannya tetap tinggi dan kondisinya sehat. Pasalnya, bahan kandungan di TANGGUH PROBIOTIK & TON juga pakan tersebut memiliki kandungan asam amino esensial yang sangat tinggi yang menjaga nafsu makan lele dan memperbanyak pakan alami lele dalam kolam budidaya.

Tingkat kepadatan ikan yang tinggi tidak terlepas dari berbagai masalah. Semakin padat ikan di dalam kolam, kebutuhan oksigen menjadi lebih banyak. Karena itu, sirkulasi air probiotik harus sangat diperhatikan.
Selama ini, kolam budidaya lele kami memakai sistem saringan dan oksigen konvensional biasa.

C. Kualitas Air Tetap Baik

Kualitas air memiliki pengaruh terhadap kondisi lele. Ada beberapa pembudidaya lele yang hanya memerhatikan kondisi bibit, pakan, dan manajemen budi daya, tetapi melupakan kualitas air yang digunakan.
Pencemaran air di dalam kolam budidaya dapat disebabkan oleh sisa pakan atau kotoran lele yang terakumulasi di dasar kolam, khususnya untuk kolam yang memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi dan jarang di kuras.

Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas air dan berkurangnya kandungan oksigen terlarut dalam kolam budidaya.
Akibatnya, lele mudah stres, rawan terserang penyakit, dan nafsu makan berkurang. Hingga akhirnya, pertumbuhan lele menjadi tidak optimal dan menyebabkan kematian.

Jika memakai sistem Probiotik Organik, air kolam akan tampak agak hijau muda karena sirkulasi oksigen yang sehat dan penuh dengan fitoplankton hidup untuk jadi makanan alami lele.

D. Serangan Penyakit Menurun dan Kematian Bibit Rendah

Cara Pemberian pakan berupa kombinasi pakan probiotik organik, Azolla microphylla, dan juga beberapa nutrisi yang terdapat dalam air juga dapat menjaga ikan tetap sehat serta dapat menurunkan tingkat kematian menjadi sangat rendah (2 - 3%, bahkan ada diantara sahabat tani lele Probiotik Organik yang bisa di bawah 1%).

Air kolam lele yang menggunakan sistem Probiotik organik perlu disiapkan enam hari sebelum bibit lele ditebar.

Jika bibit lele berasal dari lokasi yang berjarak 3,5 - 4 jam perjalanan, waktu adaptasinya kurang dari 1 jam. Setelah adaptasi, bibit lele umumnya langsung dapat memakan pakan Probiotik Organik dengan tingkat mortalitas 0 (nol). Selain itu, bibit juga tidak bergerombol dan langsung berenang aktif.

Sementara itu, bibit yang masuk dalam kolam konvensional (TANPA perlakuan probiotik organik) memerlukan waktu adaptasi lebih dari 12 jam. Setelah melewati waktu adaptasi, bibit lele mulai aktif memakan pakan setelah 24 jam dengan tingkat kematian sekitar 10 - 20%.
Selain itu, bibit lele umumnya bergerombol dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mulai berenang aktif dibandingkan dengan lele yang menggunakan sistem Probiotik Organik.

Bagi para pembudidaya lele yang telah menerapkan sistem Probiotik Organik merasa sangat diuntungkan. Pasalnya, lele dapat bertahan dari serangan penyakit jamur, bakteri dan cacar dengan tingkat kurang dari 1%.

E.  Pertumbuhan Optimal

Tingkat pertumbuhan sangat tergantung pada bibit lele yang akan kita dibudidayakan.
Proses budidaya lele menggunakan sistem Probiotik Organik tidak menekankan pada cepatnya proses pertumbuhan, tetapi berdasarkan mutu dan kesehatan ikan.
Selain faktor lele, pertumbuhan lele juga tergantung pada susunan sistem manajemen perlakuan Probiotik Organik. Misalnya, penjagaan dan perawatan kolam serta sikap dalam menangani gangguan eksternal yang dapat memengaruhi kolam.
Rasio pemberian pakan yang mengikuti laju pertumbuhan merupakan salah satu faktor penting di dalam budi daya lele sistem Probiotik Organik. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, bibit 2 - 3 cm dapat menghasilkan 8 - 9 ekor per kilogram dalam waktu sekitar 40 hari.

F.  Lele yang Dihasilkan Berkualitas

Berdasarkan pengalaman penulis dan pembudidaya, lele yang dlbudidayakan dengan sistem Probiotik Organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan lele sistem konvensional.

Beberapa keunggulannya adalah bobot lele lebih padat, kesat, kenyal, dan tidak ada penyusutan bobot. Selain itu, kulit lele lebih mulus, teksturnya licin, serta rasa dagingnya lebih gurih dan tidak hancur saat digoreng.

Pertumbuhan lele berlangsung dengan baik karena sistem Probiotik Organik dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh lele. Keaktifan pergerakan lele saat berada dalam kolam membuktikan bahwa lele sangat senang dengan perlakuan, kolam serta pakan Probiotik Organik karena akan menambah bibit unggul.

G.  Melestarikan dan Menstabilkan Lingkungan

Sistem probiotik organik dapat meminimalkan kerusakan kualitas air. Air bekas kurasan kolam lele probiotik bisa kita gunakan lagi untuk menyiram tanaman.

Jadi, secara garis besar dan pengalaman yang sudah berbudidaya lele menggunakan Probiotik organik ini sangat banyak keuntungannya dan sangat minim kerugian.

Semoga berguna ...