Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2018

INI LHO PAKAN ALTERNATIF TERMURAH NAMUN TERBAIK UNTUK SAPI

Pakan Alternatif Biar Sapi Cepat Gemuk

Semangat Pagi !
Peternak harus bisa mencari berbagai peluang, mengganti konsentrat dengan pakan alternatif yang berasal dari bahan batang rumbia atau sering dikenal dengan sagu rumbia. Batang rumbia mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi dan harganya pun lebih murah daripada campuran bahan konsentrat.

Selain itu, kandungan yang terdapat pada batang rumbia dinilai jauh lebih baik daripada kandungan dedak ataupun bekatul. Akan tetapi, hal ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Padahal, pemberian pakan dari batang rumbia ini tidak kalah baiknya dengan pemberian pakan dari bahan konsentrat.

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengolah batang rumbia yang bisa Anda gunakan sebagai pengganti bahan konsentrat untuk sapi.

● Manfaatkan batang dari jenis tanaman rumbia yang ada di sekitar lingkungan tempat Anda tinggal untuk dijadikan bahan olahan pakan alternatif ternak.
● Apabila sudah Anda dapatkan, kulit batang tersebut dikupas.
● Setelah dikupas, potong-potong batang rumbia menjadi beberapa bagian kecil. Kurang lebih 0,5 cm atau bisa dibuat ukuran lebih kecil lagi.
● Setelah batang dipotong menjadi ukuran kecil-kecil, rendam dalam air kurang lebih selama 1 hari.
● Pada proses perendaman ini bisa di campur dengan vitamin nutrisi khusus ternak agar vitamin merasuk ke dalam batang rumbia
● Setelah 1 hari, hasil rendaman dari batang rumbia bisa diberikan kepada ternak sapi.

Hasilnya, sudah banyak peternak sapi yang merasakan cepatnya penggemukkan ternaknya, ternak juga sehat dan hemat biaya pakan.

Semoga bermanfaat ...

Minggu, 15 Juli 2018

BISNIS PENGGEMUKKAN SAPI YANG SEMAKIN MENJANJIKAN DAN CARA MEMPERCEPAT GEMUK TERNAK

BISNIS PENGGEMUKKAN SAPI YANG SEMAKIN MENJANJIKAN DAN MENGGIURKAN HASILNYA

Beternak sapi dan domba (kambing) merupakan bisnis tahunan yang sangat menjanjikan. Meskipun biasanya proses pemeliharaan dan penggemukkan ternak ini tak butuh waktu singkat, namun dengan beternak sapi, petani padi asal Desa Sangkeh ini bisa menghidupi seluruh anggota keluarganya bahkan bisa mengantarkan anak sulungnya kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Yogyakarta.

Dikatakan Pak Suhar (58) sambil mengenang perjalanannya dalam beternak sapi dan kambing, seorang petani asal Desa Sangkeh, beternak sapi dan kambing merupakan sampingan dari usahanya sehari-sehari sebagai seorang petani padi. 3 bulan menjelang Idul Adha, dirinya sudah mempersiapkan hewan ternaknya. Dalam pemilihan hewan ternak pun tidak terlalu rumit, hanya memperhatikan keturunan dan sehat tidaknya ternak itu. "Dalam memilih sapi atau kambing, kita nggak melihat kurus atau gemuknya sapi, meskipun kebanyakan pembeli akan memilih dan melihat hal itu. Yang penting sapi / kambing sehat, dan hasil keturunan sapi bagus, seperti sapi limausin dan simmetal yang saya urus ini. Karena untuk urusan gemuk atau tidaknya, itu sudah menjadi tugas kita selama 3 bulan mengurusnya," ujarnya, kepada kami Duta Prima NASA saat berkunjung, pendampingan cara beternak dan sekaligus mengantarkan nutrisi organik ternak NASA pesanan beliau ini.

Usaha sampingan dengan cara beternak ini, bukan hal yang baru bagi Pak Suhar ini, dirinya sudah menjalani usaha peternakan ini sejak masih lajang sekitar 30 tahun yang lalu. Berbagai macam pengalaman sudah ia alami sendiri dalam hal beternak sapi dan kambing, yang hingga saat ini membuatnya tidak terlalu kerepotan mengurus 8 sampai 14 ekor sapi dan 16 ekor kambing sekaligus. "Yang penting itu tetap menjaga kesehatan sapi dan kambing dengan cara divaksin rutin 3 bulan sekali, jaga kebersihan kandang, beri makanan tradisional tanpa campuran kimia, karena makanan hijauan sapi dan kambing tidak terlalu sulit untuk di dapatkan di sekitar desa, dan di beri suplemen nutrisi organik yang bagus yang juga tanpa campuran kimia. Meski kadang jika tidak banyak waktu mengurus ternak sapi dan kambingnya, dia akan memberikan pakan sambilan yaitu pakan fermentasi hijauan yang terbuat dari campuran hijauan segar, bahan tradisional alami juga nutrisi organik NASA ini. Tapi tidak terus diberikan setiap hari bahkan setiap minggu sekali, hanya pada saat saya tidak sempat beri pakan hijauan segar, maklum di desa selalu ada hajatan." terangnya.

Dalam mengurus peternakannya, ia membeli 1 ekor sapi dengan harga Rp 12,5 juta hingga Rp 15 jutaan, lalu di jual dengan harga Rp 21 juta hingga Rp 26 juta per ekor setelah melalui proses penggemukan selama 3 bulan. Menurutnya selama 3 - 4 bulan tersebut merasa tidak mempunyai beban untuk pakan, karena ia beserta anggota keluarga lainnya yang memberi pakan menggunakan rumput yang diambil dari pesawahan.
"Dulu sebelum saya kenal dan pakai produk nutrisi organik untuk ternak ini, biasanya saya memulai proses perawatan dan pemeliharaan ini selama 6 - 7 bulan sebelum Idul Adha agar hasil sapi dan kambing bagus, tapi sejak saya pakai nutrisi organik untuk ternak ini, waktu penggemukkan dan persiapan sapi juga kambing justru semakin cepat waktunya. Hasilnya juga lebih bagus dan sehat. Saya sangat terbantu dengan nutrisi organik untuk ternak ini." lanjutnya.

Sebagai seorang peternak otodidak, dirinya pun sering kali kedatangan Dinas Peternakan Kabupaten Bantul sebagai salah satu contoh cara beternak yang baik. Dirinya pun dinilai sering mendapatkan pengajaran tata cara beternak sesuai dengan panduan peternakan. Selain itu beliau juga aktif mengikuti kegiatan edukasi cara beternak dan budidaya yang diadakan PT. NASA melalui Duta Prima NASA, bahkan tak jarang justru beliau menjadi pembicara dqlan hal beternak sapi kepada kelompok peternak yang lain. Dijadikan sebagai dasar pengetahuan, dirinya lebih memilih caranya sendiri dalam mengurus peternakan, dan terbukti hingga saat ini peternakannya tersebut bisa berjalan dengan lancar dan justru semakin meningkat. Alhamdulillah

Info, Pendampingan, Order Produk NASA hub :
HP/WA : 0822 2151 6031 (Agus NASA)

Senin, 12 Maret 2018

FERMENTASI DAUN SERE WANGI

Fermentasi Daun Sereh
Daun sereh wangi yang sudah dilayukan / yang sudah dijemur  -/+1 -2 hari dengan berat 700 kg dimasukkan ke dalam alat suling setelah 2 jam penyulingan dihasilkan limbah.
Limbah sisa penyulingan dari ketel penyulingan dijemur. Agar tidak banyak air yang dikandung sebaiknya limbah dirajang atau dipotong-potong menjadi 4 - 5 potong.
Pencampuran tetes tebu (molase) disiramkan dengan sprayer atau embrat hingga merata. Dimasukan pada kantong plastik atau tempat yang tertutup, tidak berhubungan dengan udara luar/kedap udara.
Dibiarkan selama 10 sampai 14 hari.
Kemudian dibuka, dikeluarkan dan dilihat apabila tidak berjamur tetes tebu itu, jika tidak berjemur itu berarti sudah jadi atau masak, bagus harum-nya, cukup wangi dan tidak apek atau bau, dan siap untuk dikonsumsi oleh ternak.



Jumat, 09 Maret 2018

ANALISA USAHA PENGGEMUKKAN SAPI SIMMENTAL DAN SAPI LIMOUSIN

ANALISA PENGGEMUKAN SAPI SIMMETAL dan LIMOUSIN

Sering kami dimintai pendapat  dan pendampingan oleh sahabat² peternak, baik pemula maupun yang sudah  berpengalaman tentang bagaimana pemilihan calon bakalan sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan dengan memakai produk organik kami dan di peternakan kami.

Pertanyaan² itu meliputi mulai tentang :
- Jenis Sapi
- Bentuk Tubuh
- Umur
- Berat Badan
- Waktu Pemeliharaan sampai panen
- Kesehatan dan Penyakit
- Berat sapi sebelum pemakaian produk
- Kalkulasi harga jual maupun belinya.

Di sini Kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi dan kambing. Tidak berniat menggurui. Karena Kami menganggap diri kami ini masih butuh selalu belajar dan terus belajar.

1.Jenis Sapi dan Bentuk Tubuh

Sejatinya semua jenis ras sapi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing².
Tentang hal ini sudah banyak diulas di berbagai literatur dan eyang Google tentang sapi potong. Hanya kita sebagai seorang peternak di peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya. Seperti kita ketahui, untuk ADG (penambahan Berat harian) bolehlah diakui memang sapi jenis limosin dan simmental F1 telah  menjadi primadona yang mana ADGnya mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya. Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance  sapi itu  sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya.

2.Umur dan berat badan. Usia sapi yang ideal untuk digemukkan adalah mulai 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. di sini kondisi sapi sudah mulai maksimal pertumbuhan tulangnya dan tinggal mengejar penambahan massa otot (daging) yang secara praktis dapat dilihat dari gigi yang sudah berganti besar 2 dan 4 buah. Sapi yang sudah berganti 6 gigi besarnya (3 tahun ke atas) juga cukup bagus. Hanya di usia ini sudah muncul gejala fatt (perlemakan) yang tentunya akan berpengaruh dengan nilai jual dari pelaku pemotongan ternak. Sapi apabila masih di bawah usia ideal penggemukan biasanya lebih lambat proses gemuknya dikarenakan selain bersamaan pertumbuhan tulang dan daging juga sangat rentan resiko penyusutan serta labil proses penambahan berat disebabkan adaptasi tempat yang baru, pergantian pola pakan dan teknis perawatan serta penyakit. Tentang variabel berat tubuh, pastinya akan kita lihat dulu dari jenis ras apa sapi yang akan kita pelihara. Sapi jenis limousin dan simmental maupun silangannya dengan PO kala umur 1,5 tahun sudah berbobot rata-rata 350-400 kg, sedang sapi PO murni hanya kisaran 185-275 kg. Nah, dari sini nantinya  kita akan mulai berhitung  tentang teknis penilaian ideal untuk mengukur sistem pemeliharaan dan  transaksi jual beli.

3.Masa pemeliharaan. Sesuai pengalaman kami yang baru sedikit ini, kami menyarankan pada mitra peternak kami bahwa sapi yang akan digemukkan agar memakai mekanisme : apabila masa panen jangka pendek (k.l 100 hari) pilihlah jenis limousin, simmental dan silangannya (F1 maupun F2) dengan berat mulai 390-500 kg. Jika proporsional pemeliharaannya, sapi tersebut akan mampu bertambah minimal 100kg saat panennya. Namun kalau yang diinginkan masa panen jangka menegah dan panjang ( k.l 250 hari hingga lebih dari 1 tahun) disarankan agar memilih jenis F1 simmental dan limousin yang murni genetiknya dengan berat di bawah 350 kg. Kebanyakan peternak yang berpola seperti ini  biasanya untuk investasi, pemurnian genetik indukannya atau bahkan sebagai hewan kesayangan (klangenan jawa.red). muncul satu pertanyaan yang menggelitik; lebih untung pola yang mana?

4.Perhitungan harga. Sapi untuk pemeliharaan jangka menengah (k.l 250 hari) dengan berat di bawah 300 kg rata-rata  masih belum dapat mencapai rendemen karkas lebih dari 49%. Sehingga apabila ingin dijual, pembeli barunya biasanya masih akan meneruskan penggemukannya lagi.Jika kita analisa, sapi F1 umur 5-8 bulan harga pasaran rata-rata per mei 2009 adalah 7,5-10 juta dengan bobot 250-325 kg. Kita ambil tengah-tengahnya saja lalu kita konversikan dengan harga timbang hidup jatuhnya sekitar Rp.31.000;/kg timbang di pasar. Kenapa seperti itu ??? sapi dengan berat 380-525 kg seharga Rp.24.000/kg (sesuai harga loco di farm kami) adalah untuk kriteria jenis BAKALAN. Jadi di spek ini kita sudah mulai dapat mengukur standar perhitungan baik umur sapinya, prosentase rendemen karkasnya (berat daging tulang), capaian bobot maksimal, sampai dengan masa panennya. Beda halnya dengan berat 300kg ke bawah; karena itu masih tergolong jenis BIBIT.Jadi sistem transaksinya mirip seperti di bursa pelelangan yang harganya ditentukan berdasarkan kerelaan penjual dengan kepuasan dan jatuh hati sang pembeli. Maka disitulah kita baru dapatkan harga umum dan rata-rata kepantasan transaksi di pasar ataupun di peternak yag ketemunya ternyata di harga Rp.31.000.Kita tentu belum dapat mengukur standarisasi, berapa nanti capaian berat maksimal dan waktu panennya apalagi berapa rendemen karkasnya.Lain daripada itu, sistem pasar peternakan kita malah sudah tidak ada lagi sertifikasi /surat keterangan bibit saat sapi dijual yang berbeda saat zaman orde baru dulu, ironi memang.sehingga kita pasti akan kesulitan mencari blood link sapi, alamat peternak apalagi cara perawatan dan ransumnya.Kecuali kalau sapi tersebut kita beli langsung di breeder
Sedikit analogi: apakah anda mampu menaksir berapa ton padi  dalam 1hektar yang akan anda panen saat umur benih baru ditancapkan 15 hari atau sebulan sekalipun? bagaimana dengan resiko hama, kelangkaan pupuk dan pengairannya? apakah anda bisa pastikan akan menuai panennya? ini analogy untuk BIBIT.
Nah sekarang, kesulitankah  anda memprediksi, berapa ton gabah yang akan anda dapatkan saat padi anda telah berbulir siap menguning? ini kiasan untuk BAKALAN, kalaupun panen anda akhirnya kurang maksimal masihlah kita dapatkan gabah meski rendah mutu dan tidak banyak jumlahnya.Taruh kata untuk bibit yang beratnya dibawah 300 kg kalau selama dipelihara sapi tadi mencapai bobot 600kg (adakah jaminan????) maka akan diperoleh pendapatan sbb; 600 kg X Rp.24.000/kg (harga siap potong) : Rp. 14.400.000; – Rp. 9.300.000( harga bakalan) = Rp.5.100.000 selama l.k.250 hari.  Bandingkan dengan pola 100 hari, disini apabila  anda  membeli bakalan,bobotnya rata-rata 430kg komposisi mix F1 dan F2. harga dasarnyapun  masih logis di banding pola jangka panjang. Analisanya sebagai berikut : 430 kg X Rp.24.000 = Rp.10.300.000; Masa pemelihara 100 hari dicapai berat  560 kg (banyak yang menjamin..) dengan ADG 1,3kg X Rp.24.000; akan didapat penghasilan = Rp.13.440.000 – Rp.10.300.000 (modal pembelian) keuntungannya : Rp.3.100.000 selama 100 hari. Maka dalam 1 tahun kita akan dapat panen 3 kali.

Pola pemeliharaan di perusahaan kami dalam 1 tahun (menurut kalender Hijriyah) adalah : pada bulan muharram dilaksanakan pengadaan untuk sapi jenis simmental, limousin dan silangannya yang akan dipanen pada bulan Rabi’ul Akhir. Pengadaan ke II dilaksanakan di bulan Jumadil Awal dan akan dipanen nantinya pada bulan ramadlan. Di bulan Syawal kami lakukan pengadaan sapi jenis PO murni karena bulan Dzulhijjah harga sapi PO selisih Rp.3-4000/kg lebih mahal panenannya. Demikian rotasi ini senantiasa kami tetapkan sebagai acuan kerja.
Segala yang menyangkut istilah seperti tersebut di atas hanyalah sekedar teknis empiris yang pernah kami alami dan bukanlah istilah ilmiah yang jauh dari pengetahuan kami.
Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.Mohon dikoreksi  untuk jadi evaluasi dan introspeksi kami agar ke depan lebih baik lagi dalam beternak.
Semoga bermanfaat ...

Rabu, 07 Maret 2018

BEGINI CARA MENGATASI SAPI YANG SUKA PILIH PAKAN DAN SUSAH MAKAN

"Selamat siang Duta Agro Prima, saya peternak sapi di Madiun, nama saya Pak Sudi. Saya mau tanya, kenapa sejak pakai produk NASA untuk ternak kok sapi saya maunya hanya makan hijauan saja tidak mau makan pakan fermentasi dan komboran ?  Apakah ada yang salah pada pemberian produk nasanya ? Kalo untuk pertambahan bobotnya memang bagus dan sapi lebih sehat."

Duta Agro Prima → Pertanyaan yang bagus sekali, seperti beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para peternak sapi dan kambing kepada kami.
Sapi yang sudah di beri produk NASA paket ternak (Viterna, Nasa & Hormonik) memang bagus pak untuk membantu mendorong nafsu makan ternak dan cepat menambah bobot sapi.
Namun sapi yang makannya milih² itu disebabkan oleh bakteri rumansia di dalam sistem pencernaan sapi kurang berkembang pak makanya sapi hanya makan pakan yang dia sukai saja. Sebenarnya dalam paket ternak itu ada Tapro pak. Itu paket lengkapnya.
Nah, caranya agar sapi tidak pilih² pakan lagi adalah campurkan Tapro sebanyak 4 tutup botol di campur 5 - 10 liter air. Dan minumkan ke sapi. Atau bisa di campurkan kedalam komboran, sebanyak 3 tutup botol ke dalam 2kg komboran. Jangan di berikan dulu campuran Viterna, Nasa dan Hormonik nya untuk 5 hari.
Kenapa ? Karena probiotik ini akan menambah dan menyehatkan bakteri rumansia dalam sistem pencernaan sapi agar sapi sehat dan pencernaan yang bagus lagi karena bakteri baik di dalam pencernaannya bekerja sangat maksimal. Pasti sapi tidak akan pilih² pakan lagi.
Setelah 5 - 6 hari bisa di campurkan 2 tutup tapro, 2 tutup viterna, 1 tutup nasa dan 1 tutup hormonik ke dalam 10 liter air minum sapi. Sapi akan makan pakan apapun yang kita berikan.

Cara yang mudah dan sangat sukses di peternakan sapi.