Halaman

Tampilkan postingan dengan label Panen Cabai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panen Cabai. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

KESAKSIAN KUALITAS PRODUK NASA PADA BUDIDAYA CABAI

TEKNIS BUDIDAYA CABAI SUKSES DENGAN PUPUK ORGANIK NASA - Kunci Sukses Pemupukan Yang Meningkatkan Hasil Panen Cabai dan Panen Lebih Cepat Dari Masa Normalnya

#Kesaksian Bp. Tu Saban sukses meningkatkan hasil panen cabai nya per pohonnya

Tanaman Cabai dapat ditanam di dataran tinggi juga dataran rendah. Bertanam cabai dihadapkan pada berbagai resiko (masalah), diantaranya adalah :
● Sistem budidaya cabai setiap sahabat pembudidaya cabai
● Tanah kekurangan unsur hara yang di butuhkan cabai
● Segala macam serangan hama - jamur - bakteri - ulat - lalat buah - penyakit lain
● Pemupukan dan Pupuk yang di gunakan
● Percepatan pertumbuhan dan pembesaran buah cabai
● Cuaca dan Pengairan
● Dll

Di sini, kami menerima kesaksian dari salah seorang sahabat budidaya cabai dari Kec. Jailolo Selatan , Halmahera yaitu Bp. Tu Saban.

Beliau menanam bibit cabai jenis lokal yaitu LARIS. Dan di tanam pada lahan seluas 2500 M² (1/4 Ha) dengan jumlah tanaman cabai 2500 pohon.  Saat ini, umur tanaman beliau sudah 3,5 bulan (-/+ 79 hari perawatan) dan esok hari akan di lakukan panen massal bersama dengan Bp. Kepala Dinas Pertanian Kab. Halmahera Barat dan Kepala Daerah setempat karena melihat tanaman cabai nya yang bagus, berbuah lebat dan besar.

Hingga beliau berkata kepada DUTA AGRO PRIMA tentang sistem budidaya cabai nya, cara pemupukan nya dan Pupuk yang di gunakan nya selama berbudidaya cabai.
Dari lahan cabai nya 2500 M² dapat menghasilkan 1,6 - 2 Ton dan kedepannya akan semakin meningkat lagi.
Panjang cabai yang di hasilkan sepanjang 22 cm.
Jarak tanam nya 60 x 70 cm

Pupuk yang beliau gunakan adalah Paket Lengkap Pupuk Khusus Cabai dari NASA yang pesan kepada kami, DUTA AGRO PRIMA yang memang untuk kapasitas 2500 pohon cabai.
Berikut ini adalah penjelasan beliau kepada kami tentang cara budidaya cabai nya.

"Pada saat pengolahan tanah, sebelum di buat bedengan dan dipasang mulsa , tanah di beri dolomit. Kemudian di beri pupuk makro yaitu NPK -/+ 120 Kg untuk lahan seluas 2500 M².

Lalu setelah itu tanah di kocor pupuk Supernasa dan Glio.
Untuk pemberian pupuk organik SUPERNASA beliau mengatakan 3 sdm di campur dengan air 15 liter, di kocorkan ke tanah atau langsung ke bedengan sebelum di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian di tanam bibit cabai yang telah di semak sebelumnya.
GLIO di gunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan sebelum di tutup mulsa tadi, dengan dosis 2 sdm per 15 liter air.

Setelah bibit cabai ditanam, lalu beliau menggunakan 40 cc POC NASA & 10 cc HORMONIK dalam tangki semprot air 15 liter, semprotkan setiap 1 minggu sekali.
Untuk pemupukan setelah fase tanam bibit itu, selain produk organik NASA, beliau juga menggunakan pupuk kimia, yaitu NPK 2 Kg & 40 cc POC NASA diaduk dan di campur dengan air sebanyak 1 ember (-/+ 10 Liter) dan ambil 1 gelas untuk di kocorkan setiap tanaman cabai.
Yang di kocorkan setiap 10 hari sekali.

"Untuk mengatasi serangan penyakit layu yang biasa menyerang cabai di daerah sini, saya menggunakan GLIO.
Saya dosis nya 1 sdm GLIO di campur 15 liter air , kemudian saya kocorkan ke tanaman.
Saya lakukan itu setiap 4 - 6 hari sekali.

Dan untuk mengatasi dan mencegah serangan hama kutu, saya menggunakan PENTANA dan PESTONA dari NASA.
PENTANA saya gunakan 3 tutup Botol dan di campur 1 tangki penyemprotan air (15 liter)  dan saya semprotkan setiap 5 hari sekali.

Lalu PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc di dalam air tangki penyemprotan (15 liter) dan saya semprotkan seminggu sekali.

Lalu Power NUTRITION saya berikan 2 sdm ditambah 15 liter air dan saya kocorkan ke tanaman setiap 4 hari sekali.

Sampai saat panen ini saya telah menggunakan pupuk NASA antara lain : 2 botol POC NASA, 2 botol SUPERNASA , 2 botol POWER NUTRITION, 2 botol HORMONIK, GLIO 1 Pack, PENTANA 1 botol dan PESTONA 1 botol.
Atau 1 paket NASA untuk cabai seperti yang DUTA AGRO PRIMA dulu tawarkan dan sarankan kepada saya."

Beliau juga mengatakan beberapa keuntungan setelah beliau menggunakan pupuk Organik NASA ini, yaitu :
-  Tanah menjadi lebih subur
-  Pertumbuhan tanaman cabai lebih cepat
-  Buah cabai saya lebih banyak, lebih besar dan berisi
-  Buah cabai dapat di tanam sampai ke ujung tanaman
-  Serangan Hama dan penyakit banyak sekali berkurang

Keuntungan lainnya adalah tinggi tanaman lanjut beliau. Tinggi tanaman sebelum menggunakan pupuk NASA hanya 100 - 110 cm (1 meter), tetapi sejak saya menggunakan produk NASA ini tinggi tanaman cabai saya rata rata nya 175 - 180 cm bahkan ada yang tingginya hampir sampai 194 cm.

Setelah menggunakan produk NASA ini warna hijau daun lebih tahan lama, lebih segar dan bukan hanya itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit jadinya (Biaya bisa lebih di tekan lagi).

Di sini saya menghabiskan 120 Kg pupuk NPK saja ( harga pupuk NPK di daerah saya Rp. 3500,- x 120 Kg = Rp. 420.000,-)

Itu sudah mulai dari saat penanaman bibit cabai hingga saat akan kita panen besok ini, kira kira umur 79 hari pemeliharaan dan perawatan tanaman cabai saya.

Untuk lahan 1/4 Ha ini saya sudah panen sebanyak 2 kali, akan dilakukan panen raya dan pembentukan yang ke - 3 dan masih akan terus panen.
Beliau mencoba untuk menghitung lagi, jika sampai petikan terakhir tanaman cabai total akan menghasilkan 1,6 s/d 2 Ton.
Sebagai informasi, tanaman cabai yang menggunakan produk NASA ini tidak dilakukan pemangkasan sama sekali. Tanaman cabai di sengaja ada 8 batang, meskipun begitu hasil cabai nya luar biasa.

Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga 50%.

Pesan saya kepada petani cabai di Indonesia agar menggunakan produk NASA , karena sudah terbukti hasil panen cabainya bagus dan menguntungkan.

Salam saya Tu Saban dan kelompok tani Tata Aleka dari Jailolo Selatan , Halmahera Barat

Minggu, 11 Maret 2018

TEKNIS PEMBIBITAN CABAI DAN MENGATASI PENYAKIT LAYU BUDIDAYA CABAI

● TANYA : "Selamat malam Duta Prima Agro, bagaimana cara memperbanyak dan membesarkan tanaman cabai, karena cabai saya sepertinya pertumbuhannya kurang normal nih, sudah 2 bulan masih saja ukuran segitu terus ? Dari Abdullah di Medan."

√ JAWAB =  Selamat malam juga pak Abdullah di Medan.  Untuk tanaman cabai, dilihat dulu pak apakah ada serangan hama / kutu / jamur apa tidak ?
Jika memang tidak ada tanda² serangan hama apapun, lalu coba lihat bagaimana kondisi tanahnya pak. Kekeringan atau keras atau gembur pak ?
Jika sudah gembur dan rajin disiram ternyata hasilnya masih sama saja, bisa jadi itu karena cabai nya kekurangan hormon dan vitamin pak.
Vitamin dan hormon yang di dapatkan tanaman cabai dari dalam tanah dan tambahan melalui semprotan.
Atau mungkin bisa jadi malah genetiknya cabai memang seperti itu alias bibit cabainya tidak bagus.

Jika hormon dan vitamin bisa memakai produk organik NASA pak.
Ada PWRK, SPRK, Dll yang memang sudah terbukti ampuh memperbesar, mempercepat, memperbanyak hasil buah cabai dan membesarkan tanaman cabai.

Caranya dan pemesanan produk lengkap Nasa tadi bisa langsung melalui kami pak, seperti bapak Abdullah WA kami di nomor 082221516031 ini.

Nanti kami jelaskan dan tunjukkan bagaimana aplikasinya dan pemakaiannya yang baik & benar. Juga ada VCD budidaya cabai sebagai bonus.

● TANYA : "Selamat malam Duta Agro mau tanya gimana caranya supaya bibit cabai itu tidak layu dan sehat karena setiap saya melakukan pembibitan itu pasti selalu ada bibit yang gagal, lumayan banyak juga yang gagal ?  Dan gimana soal penyemaiannya ? Ini Pak Sutardi, di Makassar"

√ JAWAB = Malam juga pak Sutardi, sebenarnya untuk proses pembibitan cabai itu ada beberapa langkah mudah untuk mendapatkan hasil bibit maksimal / bibit yang baik, yaitu :

1. Bersihkan tanah yang akan kita gunakan untuk menyemai benih cabai dari sisa-sisa akar tanaman lain juga sisa akar tanaman cabai.

2. Kukus tanah untuk menyemai benih cabe dengan suhu 100 derajat celcius selama -/+ 25 menit.
Hal ini bertujuan untuk mematikan jamur parasit juga virus yang kemungkinan ada di tanah calon pembibitan tersebut.

3. Setelah selesai tanah di kukus, di angin anginkan dulu -/+ 40 menit sambil di bolak balik.
Lalu semprotkan SPRK + GLIO (dosis 3 sdm SPRK dan 2 sdm GLIO dalam 1 liter  - 1,5 liter air) dengan menggunakan semprotan burung ke tanah pembibitan tadi secara merata dan di bolak balik.
Hal ini gunanya untuk memberi asupan unsur hara dan vitamin dalam tanah juga untuk mencegah jamur / virus tumbuh di tanah.
Lalu tanah calon tempat pembibitan tadi di angin anginkan lagi selama -/+ 30 menit.
Dan tanah pun sudah siap di pakai menanam bibit.

4. Buat rumahan pembibitan cabai dengan plastik transparan agar terhindar dari siraman air hujan, terutama pada musim hujan.

5. Atur jarak semai, jangan terlalu rapat agar sirkulasi udara lancar dan area pembibitan tidak lembab.

6. Lakukan pengecekan bibit setiap sore hari.
Segera cabut dan musnahkan jika terdapat bibit cabe yang terinfeksi jamur atau penyakit, misalnya daun berwarna agak kuning atau ada bintik putih.

Semoga berguna pak ...

●  TANYA : "Bagaimana cara mencegah dan Mengobati penyakit layu batang dan daun pada tanaman cabai ? Karena cabai saya sedang terkena layu menguning dan seperti busuk di batangnya."

√ JAWAB = Karena Kita bekerja di NASA dan memakai produk agro NASA pada pertanian. Maka akan kami coba jawab dengan menggunakan produk NASA juga seperti kami paham kualitas dan buktinya untuk mengatasi penyakit layu fusarium dan layu antraknosa pada cabai.

Jika sudah terkena penyakit layu fusarium / antraknosa / patek, lebih baik tanaman cabai itu langsung di cabut dan di bakar pak. Lalu tanah bekas cabutan tadi di kocor / di semprot GLIO. Juga tanaman² cabai lain di sekitarnya yang masih sehat. Gunanya untuk menjaga tanaman dari serangan penyakit layu tadi. Karena penyakit layu ini cepat menular.

Jika akan mulai tanam lagi, untuk pencegahan dan pengobatan dari serangan penyakit layu fusarium dan layu antraknosa / patek tadi bisa pakai GLIO dan Pupuk NASA pak, yaitu melalui proses :

Olah Tanah

1. Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, sebab ada kemungkinan tanaman dan tanah lahan tersebut sudah terinfeksi fusarium.
Juga bersihkan dari sisa akar tanaman lain (gulma)
atau sisa tanaman cabai hasil tanam sebelumnya.

Ambil 1 kotak GLIO di campur dengan 25 - 30 Kg pupuk kandang matang/kompos. Bisa juga ditambah 1 botol SPRK kedalam campuran tadi. (A)

Setelah tercampur rata, lalu masukan ke dalam kantong, untuk disimpan dulu selama 1 - 2 minggu.

Setelah mengembang biakan spora-spora, campuran tadi siap digunakan sebagai pupuk awal untuk luas lahan 500 - 1000m².
Bersamaan dengan penaburan SUPERNASA (SPRK) saat olah lahan tanam.

2. Sambil menunggu campuran itu jadi matang, ada baiknya tanah lahan bedengan untuk budidaya cabe di rotari/di cangkul alias di balik, kemudian lakukan penjemuran di bawah matahari selama 2 - 3 minggu dulu untuk mematikan spora cendawan fusarium yang kemungkinan ada didalam tanah.

Ambil 1 sendok makan Natural GLIO + 1 sendok makan SUPERNASA + 2 - 3 tutup botol POC NASA boleh ditambahkan Gula pasir sebagai makanannya Natural GLIO, lalu masukan kedalam 10 liter air aduk sampai merata. (B)

Setelah itu siramkan larutan tadi ke atas bedengan secara merata sebelum ditutup mulsa plastik.

Atau dapat dikocorkan ke lubang tanam dengan takaran 200ml air larutan tadi perlubang tanam.

3. Buat bedengan dengan tinggi yang disesuaikan, agar air tidak menggenangi lahan dan tanaman saat musim hujan.

4. Lakukan pengapuran (pemberian dolomit) jika pH tanah dibawah 6,0. pH ideal untuk tanaman cabai adalah 6,5 – 7,0. Jamur Fusarium mudah berkembang biak pada tanah asam (pH dibawah 6,0). Dilakukan pada saat setelah pembalikan tanah lahan tadi atau 7 hari sebelum larutan SPRK dan GLIO tadi (larutan B)

5. Gunakan pupuk kandang/kompos yang sudah benar benar jadi tadi (A)

6. Semprot/siram lahan dengan larutan GLIO dan POC NASA sebelum pemasangan mulsa (dosis baca pada kemasan produk yang digunakan).

7. Gunakan mulsa plastik perak hitam untuk meminimalisir serangan dan penyebaran layu fusarium. Mulsa plastik bermanfaat untuk menjaga agar tanah tidak terlalu lembab pada musim hujan.

8. Kurangi penggunaan pupuk Nitrogen. Pupuk Nitrogen (N) yang berlebihan justru dapat mengasamkan tanah (menurunkan pH) dan menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan penyakit.

9. Untuk meningkatkan daya tahan tanaman agar tidak mudah terinfeksi penyakit, usahakan agar tanaman tidak kekurangan unsur kalium (K).

10. Atur jarak tanam. Jangan menanam terlalu rapat agar sirkulasi udara lancar dan area tanaman tidak terlalu lembab.

Pencegahan Penyebaran Layu Fusarium

1. Setelah pindah tanam, mulai umur 10 HST kocor tanaman dengan GLIO. Lakukan setiap 7 hari sekali.

2. Cabut dan musnahkan jika terdapat tanaman yang terinfeksi. Taburkan dolomit dan kocor dengan GLIO, SUPERNASA + POC NASA pada bekas lubang tanaman tersebut.

3. Bersihkan tangan setelah mencabut tanaman yang terinfeksi fusarium. Dan jangan menyentuh tanaman lain karena spora fusarium oxysporum bisa menyebar melalui tangan yang kontak langsung dengan tanaman terinfeksi.

4. Hindari penyiraman dengan sistem leb atau penggenangan. Spora fusarium ini dapat menyebar dengan cepat melalui genangan air tersebut.

5. Lakukan pengecekan dan penyemprotan GLIO setiap pagi hari sebelum matahari terlalu tinggi, misal jam 5 - 6 pagi dan malam hari jam 11 - 12 malam.
Alasannya, karena jamur fusarium bekerja pada saat udara lembab.

Semoga bermanfaat ...