Halaman

Tampilkan postingan dengan label bawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bawang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Prospek Cerah Budidaya Bawang Merah Organik

Saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan kesehatan. Terlebih tingginya permintaan sayuran organik membuat pembudidaya mencari cara untuk memenuhinya. Salah satunya, tanaman bawang merah organik. 

Untuk membudidayakan bawang merah organik yang sesuai dengan permintaan konsumen.

Langkah awal adalah proses pembalikan tanah lahan, lakukan penebaran kapur dolomit ke seluruh permuakaan tanah, di tunggu 2 hari, lalu lakukan pembalikan tanah lagi dan tebarkan pupuk kandang matang , setelah pupuk kandang lalu kocor lahan dengan supernasa dan Glio. Diamkan selama 5 hari. Gunanya adalah agar strukturnya gembur, bebas jamur dan pemenuhan nutrisi / unsur hara dalam tanah lahan.

Pada tanah kering, bedengan dibuat dengan ketinggian 20 - 30 cm.
Pada tanah sawah, bedengan dibuat dengan tinggi 50 - 60 cm, lebar 90 - 120 cm, dan panjang 10 - 15 m. Jarak antar bedengan idealnya sekitar 40 cm. Pada lahan miring, bedengan dibuat tegak lurus dengan kemiringan lahan. Tujuannya untuk mengurangi erosi.

Sebaiknya, penanaman bawang merah organik dilakukan pada akhir musim hujan. Untuk memudahkan penanaman, tanah disiram terlebih dahulu. Jarak tanam yang digunakan yaitu 15 - 20 cm. Bibit bawang merah yang akan ditanam sebaiknya disimpan minimal 6 minggu setelah panen. Bibit yang digunakan harus sehat, bebas hama dan penyakit. 

Sebelum ditanam, ujung umbi dipotong sekitar 1/5 panjang umbi untuk mempercepat pertumbuhan. Tanam umbi di lubang tanam. Tanah di bagian kiri dan kanan umbi ditekan supaya umbi dapat berdiri kokoh.

Untuk pemupukannya, normalnya bawang merah organik lebih banyak mengandalkan pupuk organik yang berkualitas bagus, daripada banyak menggunakan pupuk kimia.  Pada bawang merah organik, penggunaan pupuk kimia dibatasi hanya 50% saja daripada penggunaan sebelumnya pada bawang merah biasa.
Dan pupuk organik NASA sangat cocok dalam budidaya bawang merah organik ini, dimana dalam paket pupuk bawang merah sudah lengkap sedia mulai dari pupuk olah tanah, anti hama organik, pemacu dan pembesar umbi bawang organik, panen dan pasca panen yang juga organik.

Semoga bermanfaat dan mari kita sukseskan gerakan organik Indonesia.

Sabtu, 10 Maret 2018

CARA MEMBASMI HAMA PENYAKIT TANAMAN BUDIDAYA DENGAN MENGGUNAKAN BAWANG PUTIH

“Cara Membasmi Hama Tanaman Dengan Menggunakan Bawang Putih”

Mungkin sewaktu – waktu cara ini dibutuhkan oleh sahabat  yang suka berkebun atau tanam – menanam bunga hias atau bahkan sekarang ada sahabat  petani yang lagi pusing karena kebunnya (tanaman/bunga) kena hama aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.

Cara membasminya yaitu dengan Bawang Putih (Allium sativum), pasti sobat sudah pada tahu kan bawang putih, yang suka dijadikan bumbu masak itu loh hehehe. Bawang putih secara alami akan menolak banyak membasmi aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.

Cara meramunya sederhana sekali yaitu:
1.  Ambil bawang putih secukupnya (2 - 3 siung bawang putih untuk 1 liter air), terus dilumatkan / tumbuk / ulek / bisa juga diblender sampai halus, setelah itu tambahkan 1 liter air.

2.  Kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, boleh deterjen cair, serbuk atau sabun colek.
Kalau kami biasanya pake sunlight.

3.  Aduk sampai rata, kemudian disaring.

4.  Air saringan bawang putih tersebit masukan kedalam Alat Penyemprot Hama (Sprayer). Lalu semprotkan pada tanaman yang terkena aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu dan ulat Tidak berbulu.

Cara ini sangat aman, meskipun disemprotkan ke tanaman sayuran atau buah. Lakukan penyemprotan pagi atau sore hari.

Semoga Bermanfaat