Halaman

Selasa, 20 Maret 2018

MACAM-MACAM PENYAKIT PADA KAMBING / DOMBA DAN CARA PENGOBATANNYA


Salah satu penghambat kesuksesan peternak dalam beternak kambing adalah karena kambing / domba yang terserang penyakit. Nah disini, Duta Agro Prima NASA mencoba membantu para peternak kambing mengenali jenis penyakit kambing / domba dan cara pengobatannya. Sudah terbukti manjur.
1. Kudis/Kurap (Scabies)
Pengobatan :
● Ternak terlebih dahulu dimandikan dengan disikat dan dengan sabun antiseptik/deterjen.
● Siapkan Oli bekas 1 liter, minyak goreng 1/3 gelas, minyak tanah 1/3 gelas, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah 5 , siung, bawang putih 5 siung, belerang 1 ons.
● Semua bahan dihaluskan dan dicampur menjadi satu sampai rata
● Dioleskan setiap 3 hari sekali sengan menggunakan sabut kelapa sampai keropeng mengelupas.
● Permukaan kulit yang sakit digosokkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan setiap 2 hari sekali.
● Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sudah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang.
● Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan pada bagian kulit yang terserang kudis.
2. Mata Belekan (Pink eye/Mata Merah)
Pengobatan :
● Mata ternak dicuci dengan air hangat.
Bahan Pengobatan :
Air teh basi 1 gelas, daun sirih 10 lembar dihaluskan, garam 1 sendok makan.
Bahan dicampur menjadi satu, semprotkan pada mata setiap pagi. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga mata sembuh.
3.  Keracunan Rumput
Tanda-tanda keracunan ialah mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir dan terkadang mati mendadak. Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun singkong dan daun dadap serep.
Pengobatan :
● Minyak kelapa 1 gelas, air kelapa muda 1 gelas, garam 3 sendok makan, asam jawa secukupnya.
● Campur semua bahan sampai rata berikan pada ternak sebanyak 1/2 gelas. Berikan 3x dalam sehari.
● Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.
4. Kaki Pincang
Biasanya kambing pincang karena terperosok/terjepit lantai kandang.
Kambing yang pincang dapat diobati dengan ramuan daun sereh. Seikat daun sereh ditumbuk sampai lembut, lalu dibalutkan pada kaki. Agar tidak lepas ramuan ini diikat dengan perban atau potongan kain. Pembalutan ini di ganti setiap 3 hari sekali sampai sembuh.
5. Keropeng di mulut (Orf)
Keropeng dimulut disebabkan oleh virus Parapoxvirus.
Siapkan Bahan; kapur sirih, biji pinang, dan kunyit dengan perbandingan 2 : 2 : 1.
Pembuatan: semua bahan dicuci besihkan dan dihaluskan sampai berentuk pasta.
Pengobatan : pasta yang sudah jadi dapat diberikan dengan dioleskan tampa harus mengelupas keropeng.
6. Kutu
Kutu hidup dan bertelur di kulit ternak. Kutu ini menghisap darah sehingga mengakibatkan gatal, lemah, kekurangan darah, dan ternak mudah terserang penyakit lain terutama scabies.
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih untuk menghilangkan kutu
● Daun mimba 5 lembar, daun tembakau 5 lembar, dan biji sirsak 10 butir ditumbuk halus, lalu dicampur air 20 liter. Ramuan ini disaring dan airnya digunakan untuk membilas kambing yang sudah dimandikan atau di semprotkan ke seluruh badan ternak.
● Buah pinang yang muda sampai hijau sebanyak 20 biji di haluskan dan dicampur dengan kapur semut (kapur ajaip). Ramuan ini di campur dengan air 5 liter dan di balurkan ke seluruh tubuh ternak.
7. CACINGAN
ciri-ciri kambing terkena cacingan :
● Nafsu makan menurun
● Temperamen menurun/tidak aktif
● Mata sayu
● Bulu kusam
● Njegrik
● Bulu rontok
Berikut jenis jenis cacing pada kambing
A. Cacing gelang
Ciri-ciri apabila kambing terkena cacing gelang
» Suka merunduk
» Kepala tengleng
» Telinga sampleh
Cara mengatasinya :
Jika kambing sudah tengleng maka segera dibri PINISILIN Injeksi 10cc dicampur dengan aquades 2ml/ekor
Penyuntikan antibiotik dilakukan 3 x berturut-turut walaupun kambing sudah sembuh/sehat
Setelah di suntik antibiotik maka ternak wajib di suntik vitamin/anti stress di tempat suntik yang berbeda pada masing-masing kambing.
B. Cacing hati
Ciri-ciri kambing terkena cacing hati :
● Veses/kotoran kambing berlendir seperti telethong
● Matanya ada gejala kuning
Cara mengatasinya:
● Cari 8 lembar daun kluwih yang kering alami lalu di bakar Abunya dicampur air 200ml tunggu 10-15 menit lalu di minumkan
Beri 3 hari berturut-turut
● Bisa juga temu ireng diparut lalu dicampur gula merah lalu minumkan
Atau obat cacing kimia atau obat cacing pabrikan.
C. Cacing kremi
Ciri-cirinya apabila kambing terkena cacing kremi :
Veses hitam pekat dan berbau menyengat.
Cara mengatasinya :
● Daun jambu + kunyit
● Temu ireng
● Pinicilin injeksi
● Antibiotik spektrum luas (gram + matinya dengan PISILIN dan Gram- matinya dengan SULVA
Obat cacing kimia atau obat cacing pabrikan.
Catatan:Penyuntikan Antibiotik harus mengenai daging atau otot
Caranya, ambil suntikan diisi sesuai dosis dan pastikan tidak ada gelembung udara serta pegang jarum 2 cm menghadap berlawanan arah dengan kambing dan kita kempit, ditepuk tepuk dulu biar tenang lalu jarum disuntikan.
Setelah penyuntikan Antibiotik dilakukan 3 hari berturut-turut , walaupun kambing sudah sehat.
Setelah disuntik antibiotik maka ternak wajib disuntik vitamin/ antistress ditemat suntik yang berbeda pada masing-masing kambing.
8. SAKIT MATA
Ciri-ciri kambing terkena sakit mata :
mata kambing merah
Cara mengatasinya ;
● Bersihkan dengan air hangat baru diberi jeruk nipis
● Diberi salep mata
● Supertetra dilelehkan lalu dioleskan
● Bulu mata kambing dicukur.
10.DIARE /MENCRET
Ciri-ciri kambing terkena diare/mencret:
Terkena SALMONELA.
Cara mengatasinya :
● Untuk energinya berikan gula merah + kunyit
● Daun jambu biji dihaluskan + gula merah + garam diminumkan
Atau pil KOLJBEK sepertiga saja dan diberikan 1 kali
9. KORENGAN
Ciri-ciri kambing terkena korengan: Ada koreng yang ada belatungnya
Cara mengatasinya :
Kalau ada belatungnya  diberi kapur barus
Kalau korengan di mulut, kunir panggang jangan sampai gosong, parut campur minyak, oleskan di mulut yang korengan.
10.KEMBUNG
Ciri-ciri kambing yang terkena timpani:
Perubahan pernafasan kambing yang ngos-ngos an.
Cara mengatasinya:
● Kopi bubuk diseduh kental
● Tempe busuk + gula merah diblender
● Air degan kelapa hijau
● Air karbonasi 300 ml
● Bomblong pepaya diberi minyak dimasukan lewat dubur pelen-pelan.
11.FOOT ROOT/Kaki Busuk
Cara mengatasinya :
Direndam dengan FORMALIN 2% lalu diberi BETADIN
JENIS OBAT YANG HARUS TERSEDIA DI DEKAT KANDANG :
● BEXAMEN 10 / B Compleks
● Antibiotik spektrum luar gram+ dan gram
14.Blue VIRUS
Ciri-ciri kambing terkena BLUE VIRUS :
Bibir kambing kering.
Cara mengatasinya :
● BK min 10
● Xyomidon
● Duradrill
Semoga bermanfaat !
Produk Vitamin Nutrisi Kambing
Telp : 0822.2151.6031

TIPS AMPUH MENGOBATI KAMBING CACINGAN DENGAN NANAS

Banyak peternak kambing / domba yang masih berbekal sistem pemeliharaan tradisional dan diperparah dengan kondisi lingkungan kandang yang seadanya, kondisi kesehatan kambing rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit. Salah satunya, penyakit cacingan. Dan angka infeksi penyakit cacingan ini dapat mencapai 80% per ekor kambing / domba.
Tanda-tanda kambing yang sudah terkena cacingan, yaitu :
● Kambing semakin kurus seperti berat badan tidak sesuai umur
● Bulu agak berdiri dan kusam
● Sembelit atau kotoran lembek sampai mencret sehingga kandang cepat kotor
● Terlihat lesu dan pucat serta nafsu makan berkurang
● Rahang terlihat membengkak
● Dan tak jarang terjadi mati mendadak.
Kambing yang menunjukkan gejala cacingan bisa diobati dengan obat tradisional atau dengan obat pabrikan. Obat tradisional lebih murah, mudah didapat, dapat dikerjakan oleh peternak, dan tidak memiliki efek samping yang membahayakan, sedangkan obat pabrikan sebaliknya.
Obat tradisional yang mudah didapat dan telah terbukti efektif mengurangi infeksi cacing pada kambing adalah tanaman nanas. Seluruh bagian tanaman nanas dapat digunakan untuk pengobatan cacingan pada kambing.
Cara mengolahnya pun cukup mudah, Anda harus mengupas kulit nanas terlebih dahulu hingga bersih baru kemudian berikan nanas pada kambing, bisa di cacah / diiris atau ditumbuk di campur air minum.
Berikan nanas sekitar 600 mg per 1 kg bobot badan kambing. Perlakuan ini sebaiknya diulang sampai 10 hari ke depan. Namun, hindari pemberian nanas pada kambing yang sedang hamil.
Untuk produk vitamin nutrisi kambing / domba bisa hubungi kami di
HP : 0822.2151.6031
Semoga bermanfaat ...

INI LHO CARA BETERNAK ITIK PETELUR TANPA AIR YANG SANGAT EFISIEN DAN MENGUNTUNGKAN

Pada normalnya, itik atau bebek dipelihara secara tradisional. Dibanyak tempat seringnya beberapa peternak menggiring itik secara berpindah dari satu sawah ke sawah lainnya. Sungguh sangat tidak efisien dan membuang banyak waktu.
Selain itu ada di beberapa tempat dimana peternak itik beternak dikandang dan ada kolam air untuk berenang, tidak ketinggalan harus sering mengganti air kolam setiap beberapa hari sekali. Sungguh melelahkan bukan ?!

Namun, kini sudah ada sistem terbarukan dalam beternak itik, yang lebih intensif, yaitu beternak itik tanpa air. Dengan kata lain, Anda tidak lagi mengumbar itik ke sawah -sawah, tetapi hanya dikandang saja. Dan di kandang pun juga tidak perlu disediakan kolam air untuk berenang, dalam arti Anda sudah tidak perlu lagi membuang waktu dan tenaga menguras dan mengganti air kolam berenang. Dan sistem budidaya intensif ini tidak membutuhkan lahan yang luas, di lahan sempitpun jadi. Di belakang rumah misalnya.

Belakangan, karena disebabkan oleh banyaknya permintaan akan telur itik yang semakin meningkat dari waktu ke waktu dan persaingan antara sesama peternak itik juga semakin banyak, maka diperlukan suatu sistem beternak lebih modern untuk bisa menutup segala kebutuhan pasar itu.
Sebenarnya sistem beternak seperti ini lebih menguntungkan dari segala aspek. Mulai dari produktivitas telur yang tinggi, minim kematian, hemat waktu, pakan lebih praktis, vitamin nutrisi terserap sempurna, serta biaya pemeliharaan lebih efisien.

Di dalam sistem beternak tanpa air ini, kandang itik tidak perlu diberi kolam air untuk berenang, agar itik hanya fokus untuk produksi telur. Pakan dan minum disediakan dalam kandang. Selain itu, itik yang dipelihara ini tidak perlu diberi pejantan. Dengan pemberian pakan yang terjamin gizinya, vitamin nutrisi yang tepat dan sistem pemeliharaan yang benar, itik akan tetap bisa bertelur pada waktunya, yaitu umur 5 - 6 bulan sejak DOD / fase starter.
Pakan bisa di beri pakan alami buatan sendiri di campur dengan vitamin nutrisi untuk hemat pengeluaran biaya pakan. Air minum yang sudah di campur vitamin nutrisi organik.

Telur yang dihasilkan pun nantinya merupakan telur yang steril atau tidak mengandung bermacam macam benih, sehingga telur hanya cocok untuk dikonsumsi saja. Alasan kenapa tidak perlu adanya itik jantan pada sistem beternak intensif ini adalah karena dengan adanya itik jantan justru hanya akan menambah pengeluaran biaya pakan yang membuat usaha ini kurang efisien.
#CATATAN : Beda ceritanya jika tujuan usaha beternak itik Anda untuk menghasilkan telur tetas sebagai bahan baku pembibitan, atau beternak untuk pembibitan DOD saja, maka barulah itik pejantan diperlukan. Untuk menghasilkan telur tetas yang baik dan berkualitas, idealnya seekor pejantan sebaiknya membuahi 5 - 6 ekor itik betina.
Jika lebih, dikhawatirkan telur fertil menjadi sedikit. Selain itu, sistem pemeliharaannya pun berbeda dan tidak bisa sepenuhnya dikandangkan, tapi tetap dilepas ke air agar itik bisa kawin secara alami.

Kembali ke laptop. Hehehe ...

Jika kita lihat dan kalkulasi, produksi telur itik yang dipelihara secara tadisional dan sistem umbar luar kandang itu sekitar 130 - 140 butir/ekor/tahun (maksimal).
Namun dengan sistem intensif kandang tanpa air ini, terbukti produksi telur itik bisa meningkat hingga 200 - 250 butir/ekor/tahun. Dan jika dengan vitamin nutrisi yang bagus, pakan yang baik dan sistem perawatan yang stabil, hasil produksi telur itik masih bisa kita genjot lagi untuk lebih meningkat sekitar 10 - 24 butir telur/ekor/ tahun. Dengan tambahan peningkatan tadi, peternak itik akan mendapatkan hasil produksi telur itik 220 - 265 butir/ekor/tahun. Selain itu, produksi telur lebih stabil dan kualitasnya lebih baik.
Keuntungan lain dari sistem beternak tanpa air ini adalah pada saat itik memasuki masa afkir, badannya akan lebih gemuk dan lebih padat sehingga meningkatkan harga jualnya dipasaran.

Pertimbangan ekonomis lainnya, yaitu lebih hemat tenaga yang digunakan untuk memelihara itik secara intensif ini. Seorang peternak dengan sistem tradisional hanya mampu merawat paling banyak 100 ekor itik, maksimal 130an ekor, sedang dengan sistem kandang berkolam seorang peteenak hanya mampu merawat paling banyak 200 - 350 ekor per kandang. Tetapi dengan cara intensif ini dibuktikan seorang peternak mampu merawat 650 - 1.000 ekor itik sekaligus. Dengan begitu, biaya tenaga kerja dan waktu pun lebih sedikit.

Semoga bermanfaat ...

Info / Penggunaan Produk Vitamin Organik Ternak hubungi :
HP / WA 082221516031

Sabtu, 17 Maret 2018

BEGINI CARA PENGENDALIAN PENYAKIT TERNAK KAMBING DAN DOMBA

Pengendalian Penyakit Ternak Kambing dan Domba

Penyakit ternak menjadi salah satu masalah yang sering menghambat perkembangan dan pertumbuhan ternak. Bahkan, penyakit juga dapat mengakibatkan kerugian karena menurunnya produktivitas.
Bahkan tak jarang para peternak rugi.

Lantas, seperti apa langkah pengendalian penyakit ternak yang sering menyerang ternak ini ?

Kudis (Scabies)

Penyebab penyakit kudis, yaitu hewan parasit yang timbul karena penumpukan kotoran ternak yang terlalu lama dan ternak jarang dilakukan pembersihan (dimandikan).
Gejala yang ditimbulkan, yakni permukaan kulit akan mengelupas, kering, bulu akan mudah rontok, dan ternak akan kurus.

Pengendalian yang bisa Anda lakukan, yaitu menjaga kebersihan kandang dan ternak kambing atau domba. Lakukan pengolesan kapur barus dicampur dengan minyak kelapa di bagian terserang dan juga pengolesan oli bekas di bagian ternak yang terserang.
Lakukan penyemprotan desinfektan atau pestisida dan fungisida organik di sekitar kandang, alat peternakan dan tempat menumpuk kotoran ternak.

Keracunan tanaman (Plant poisoning)

Penyebab penyakit ini, yaitu ternak mengonsumsi rumput atau daun yang mengandung racun.
Gejala yang ditimbulkan biasanya mati tiba-tiba, mulut berbusa, mengeluarkan lendir, dan juga kulit mengelupas. Ada beberapa kejadian perut ternak kambing / domba kembung.

Pengendalian yang harus Anda lakukan, yaitu tidak memberikan pakan mengandung racun atau Anda harus menempatkan ternak pada ladang rumput yang baik. Selanjutnya, Anda harus memberikan air kelapa muda pada ternak yang terkena racun.
Takarannya 2 buah kelapa muda 1 ternak kambing / domba.

Orf atau dakangan

Penyebab penyakit ini, yaitu ternak memakan rumput berbulu dan juga berdebu. Ternak biasanya menunjukkan gejala mulut korengan, terdapat benjolan kecil di sekitar mulut dan nafsu makannya menurun drastis.
Pengendalian yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan pakan yang sangat baik dan bervitamin nutrisi untuk ternak, serta pemberian preparat iodium dan penyuntikan antibiotik.

Antraks

Penyebab penyakit antraks ialah bakteri Baciluss anthracis yang dapat menular dengan kontak langsung. Jika terserang penyakit ini, ternak akan menunjukkan gejala badan lemah, gemetar, kusam, pengeluaran darah dari bagian telinga, anus, hidung dan telinga.

Pengendalian yang bisa Anda lakukan, yakni dengan menjaga kebersihan kandang dan juga ternak serta pemberian vaksinasi ternak secara teratur.
Lakukan penyemprotan desinfektan atau pestisida dan fungisida organik di sekitar kandang, alat peternakan dan tempat menumpuk kotoran ternak.

#CATATAN :
Untuk menjaga kondisi kesehatan ternak kambing / domba serta melancarkan pencernaan ternak, akan sangat membantu dan baik apabila ternak di berikan air minum yang telah di campur Probiotik.
Sedangkan untuk meningkatkan nafsu makan ternak, meningkatkan produksi ternak dan cepat meningkatkan bobot juga pertumbuhan ternak, akn sangat membantu jika ternak di berikan vitamin nutrisi tambahan pada air minumnya atau pakan alaminya.

Semoga bermanfaat dan salam sukses beternak.

Info & Pemesanan Vitamin Nutrisi Ternak :
HP : 082221516031

Kamis, 15 Maret 2018

Prospek Cerah Budidaya Bawang Merah Organik

Saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan kesehatan. Terlebih tingginya permintaan sayuran organik membuat pembudidaya mencari cara untuk memenuhinya. Salah satunya, tanaman bawang merah organik. 

Untuk membudidayakan bawang merah organik yang sesuai dengan permintaan konsumen.

Langkah awal adalah proses pembalikan tanah lahan, lakukan penebaran kapur dolomit ke seluruh permuakaan tanah, di tunggu 2 hari, lalu lakukan pembalikan tanah lagi dan tebarkan pupuk kandang matang , setelah pupuk kandang lalu kocor lahan dengan supernasa dan Glio. Diamkan selama 5 hari. Gunanya adalah agar strukturnya gembur, bebas jamur dan pemenuhan nutrisi / unsur hara dalam tanah lahan.

Pada tanah kering, bedengan dibuat dengan ketinggian 20 - 30 cm.
Pada tanah sawah, bedengan dibuat dengan tinggi 50 - 60 cm, lebar 90 - 120 cm, dan panjang 10 - 15 m. Jarak antar bedengan idealnya sekitar 40 cm. Pada lahan miring, bedengan dibuat tegak lurus dengan kemiringan lahan. Tujuannya untuk mengurangi erosi.

Sebaiknya, penanaman bawang merah organik dilakukan pada akhir musim hujan. Untuk memudahkan penanaman, tanah disiram terlebih dahulu. Jarak tanam yang digunakan yaitu 15 - 20 cm. Bibit bawang merah yang akan ditanam sebaiknya disimpan minimal 6 minggu setelah panen. Bibit yang digunakan harus sehat, bebas hama dan penyakit. 

Sebelum ditanam, ujung umbi dipotong sekitar 1/5 panjang umbi untuk mempercepat pertumbuhan. Tanam umbi di lubang tanam. Tanah di bagian kiri dan kanan umbi ditekan supaya umbi dapat berdiri kokoh.

Untuk pemupukannya, normalnya bawang merah organik lebih banyak mengandalkan pupuk organik yang berkualitas bagus, daripada banyak menggunakan pupuk kimia.  Pada bawang merah organik, penggunaan pupuk kimia dibatasi hanya 50% saja daripada penggunaan sebelumnya pada bawang merah biasa.
Dan pupuk organik NASA sangat cocok dalam budidaya bawang merah organik ini, dimana dalam paket pupuk bawang merah sudah lengkap sedia mulai dari pupuk olah tanah, anti hama organik, pemacu dan pembesar umbi bawang organik, panen dan pasca panen yang juga organik.

Semoga bermanfaat dan mari kita sukseskan gerakan organik Indonesia.

Rabu, 14 Maret 2018

BELAJAR BETERNAK AYAM KATE BAGI PEMULA DAN PELUANG BISNISNYA

Ayam kate merupakan salah satu ayam hias bertubuh mungil dan tidak untuk dikonsumsi. Kini mulai banyak orang yang melakukan ternak ayam ini. Walaupun berukuran kecil, ayam ini dapat mencapai harga sekitar Rp. 200 ribu /ekor dan apabila masih anakan yang berumur 1 - 4 bulan harganya dapat mencapai Rp. 30.000 - Rp. 60.000/ekor. Dengan harga yang cukup tinggi, tak heran banyak orang tergiur untuk melakukan ternak atau budidaya ayam kate ini untuk dijadikan sebagai usaha mereka. Selain itu, ayam kate adalah jenis ayam "Klangenan" atau bahasa lainnya ayam hias kebanggaan.

Jika Anda tertarik untuk belajar beternak ayam kate, berikut panduan lengkapnya.

Pemilihan indukan

Memilih indukan sangatlah penting karena akan menentukan hasil ternak. Pilihlah indukan yang sehat dan bebas dari penyakit. Yang lincah bergerak dan memiliki bulu yang halus.

Untuk indukan jantan, pilihlah jantan yang gagah dengan dada tegak dan kepala hampir menyentuh bulu ekor, memiliki tingkah yang aktif, jengger pada kepala berwarna merah cerah, serta bulunya mengkilat dan bersih.

Untuk ayam betina, pilihlah betina yang berusia sekitar 5 - 6 bulan agar masa produksi telur dapat lebih lama. Pilih ayam jantan yang telah berumur sekitar 8 bulan s/d 1 tahun agar sperma yang diberikan lebih bagus dan keturunannya jadi lebih berkualitas. Pilihlah betina yang memiliki postur tubuh bulat gemuk karena berarti ia siap betelur.

Membuat kandang

Kandang untuk ternak ayam kate dapat Anda buat dengan menggunakan kayu, bambu, jaring kawat (strimin) atau yang lainnya. Kandang ternak tersebut dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 1 m agar dapat dibagi 50 × 50 cm dan untuk luas kandang dapat disesuaikan dengan keinginan Anda.

Pemeliharaan dan pemberian pakan

Dalam kandang yang telah disiapkan, beri tempat pakan dan juga tempat minum. Berikan pula wadah/sarang untuk meletakkan telur jika ayam bertelur. Sarang tersebut dapat dibuat dari jerami padi yang dibulatkan. Jika ayam sedang dalam masa bertelur, jangan biarkan kandang lembab karena dapat berakibat ayam menjadi stres dan telur yang dihasilkan tidak jadi anakan alias rusak.

Pakan yang diberikan untuk ayam kate sama halnya dengan pakan yang diberikan pada ayam bangkok ataupun ayam jawa. Dengan kata lain, pakan biasa seperti beternak ayam pada umumnya.
Pakan yang diberikan dapat berupa bekatul, jagung, konsentrat, dan juga pakan tambahan berupa biji-bijian seperti beras merah atau putih atau juga padi. Pemberian pakan tersebut dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

Jika ingin di beri vitamin nitrisi, maka carilah vitamin nutrisi ayam yang sudah terkenal bagus kualitasnya.

Panen dan Perlombaan Ayam Kate

Ayam kate adalah salah satu usaha budidaya yang bisa dikatakan mahal. Mahal adalah hasil keuntungan yang di peroleh oleh peternaknya. Banyak kontes lomba yang diadakan untuk ayam kate ini, dengan hadiahnya terbilang besar. Ada beberapa peternak ayam kate yang sering ikut perlombaan ayam kate, dalam perlombaan ini yang di nilai adalah bentuk tubuh, keindahan bulu dan jengger, cara berjalannya dan merdu suara berkokoknya.
Tak jarang ayam yang jadi juara akan langsung di jual oleh pemiliknya, karena ayam juara pasti langsung banyak yang menawarnya dengan harga tinggi. Saat itulah peternak kate mendapatkan keuntungan berlipat dari hasil jerih payahnya beternak selama ini.

Semoga bermanfaat ...

Selasa, 13 Maret 2018

TEKNIS DAHSYAT BUDIDAYA AYAM BROILER 3 MINGGU LANGSUNG PANEN ?  BISA !!

Menjadikan ayam broiler agar siap panen memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam perawatannya, terutama pada awal pemeliharaan / fase starter. Diperlukan sistem budidaya yang baik agar tidak terjadi kegagalan dalam pelaksanaannya.

Untuk bisa mencapai sukses memanen broiler hanya dalam 3 minggu atau 21 hari pemeliharaan, diperlukan kiat dan teknik dahsyat sebagai berikut :

» Memastikan Pasaran dan Konsumen Terlebih Dahulu

Dalam hal ini, pemasaran menjadi hal yang sangat vital, karena akhir dari setiap usaha peternakan pasti berujung pada pasar/konsumen. Bagi peternak mandiri, harus mengetahui kondisi pasar terlebih dahulu sebelum usaha dimulai. Artinya, setiap peternak harus mengetahui kapasitas pasar dalam menyerap ayam broiler. Untuk itu, peternak hendaknya melakukan survei pasar lokal ataupun pasar luar daerah. Atau bekerja sama dengan pengepul juga peternak lain. Meski akan ada sedikit persaingan harga, namun setiap peternak harus pintar memanfaatkan setiap peluang yang ada.

» Menggunakan DOC Kualitas Unggul

Setidaknya dikenal tiga tingkatan kualitas DOC, yaitu Platinum, Gold, dan Silver. Kelas tersebut disesuaikan dengan kemampuan setiap DOC dalam mengeluarkan potensi genetiknya seperti ketahanan terhadap segala perubahan iklim, kecepatan tumbuh, efisiensi pakan, dan ketahanan terhadap segala penyakit.

Dalam memilih DOC sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan peternakan dan sistem budidaya peternak.
Kriteria DOC yang baik (sehat) mencakup beberapa hal seperti :
● Berat sekitar 37- 40 gr (4 - 4,5 kg/boks)
● Bulu bersih dan segar
● Mata bersinar
● Gerakan lincah dan aktif
● Dubur dan pusar bersih
● Tidak ada cacat fisik maupun luka.

» Persiapan Kandang dan Lingkungan Yang Tepat

Yang dimaksud dengan persiapan di sini adalah persiapan kandang sebelum mulai memelihara ayam. Apabila kandang telah digunakan dalam periode produksi sebelumnya, maka harus ada masa istirahat kandang. Persiapan harus dilakukan secara optimal yang meliputi pembersihan atau pencucian kandang, pengapuran dan desinfeksi, persiapan induk buatan, dan periode istirahat kandang.
Pencucian kandang bisa dilakukan pada saat siang hari dengan penyemprotan air yang di campur dengan disinfektan. Lalu setelah itu, lakukan penyemprotan desinfektan ke sekeliling kandang termasuk bagian luar kandang.

» Persediaan Pakan dan Minum yang Tidak Terbatas juga Akurat

Pakan dan minum perannya sangat penting dalam usaha budidaya ayamt broiler. Pakan yang baik harus mengandung unsur nutrisi yang lengkap. Minuman juga harus selalu tersedia. Jika kekurangan air minum, maka akan mengakibatkan dehidrasi bahkan kematian. Lebih baik jika nutrisi pakan di campurkan tambahan vitamin nutrisi khusus ayam, berikut juga dengan air minumnya.
Karena selain membantu memacu percepatan pembesaran dan penggemukkan, nutrisi tadi sangat bagus untuk ayam broiler menjaga kondisi tubuhnya terhadap serangan virus dan penyakit yang biasanya menyerang ayam.

» Sesuaikan Pemeliharaan dengan Tujuan Panen

Bibit (DOC) dan pakan memang sangat menentukan keberhasilan usaha ternak broiler. Namun, ada hal yang tidak kalah penting, yaitu manajemen pemeliharaan / sistem budidaya. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kekurangan salah satunya akan menyebabkan potensi genetik ayam kurang optimal.
Setiap peternak pasti punya perhitungan dan sistem tata cara beternaknya sendiri yang sesuai dengan karakter dan pengalaman peternak sendiri.

» Gunakan Tenaga Kerja Andal dan Siaga

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pengalaman beternak setiap peternak ayam broiler yang beternak sendiri langsung, memang kadang harus diakui bahwa tenaga kerja (anak kandang) merupakan tulang punggung dari kesuksesan pemeliharaan ayam broiler. Pelaksanaan manajemen pemeliharaan ayam broiler yang baik tidak mungkin terlaksana jika anak kandang bekerja setengah hati. Anak kandang harus profesional, harus memiliki sifat “mengasuh” dan kasih sayang terhadap ayam secara intensif.

"Lho kok bisa hanya 3 minggu saja langsung panen ?"
Jawabannya : Bisa dan Pasti Bisa ! Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.

Caranya yaitu melakukan pemeliharaan ayam broiler dengan mengatur masa panen pada ukuran kecil dengan rata-rata bobot panen 1 kilogram per ekor (ukuran ayam 0,9 - 1,1 kg per ekor).

Ukuran 1 kilogram per ekor bisa dicapai pada umur broiler 21 hari. Bahkan jika dipelihara dengan manajemen yang baik dan pemberian vitamin nutrisi yang bagus kualitasnya, maka ukuran 1 kilogram per ekor/tahun bisa dicapai pada umur 18 - 20 hari. Nah, dengan demikian, jika panen ayam broiler bisa dilaksanakan umur 18 - 21 hari dan waktu istirahatkan kandang sekitar 7 - 10 hari, maka setiap bulan peternak bisa menikmati hasilnya. Dengan kata lain, setiap 30 hari panen dan setiap bulan dapat pemasukan ke kantong.

Lalu apakah ayam broiler berat 1 kg itu akan laku di pasaran ?!

Jangan khawatir tentang laku atau tidaknya. Sebab, walaupun belum diketahui secara pasti, kebutuhan broiler berukuran rata-rata 1 kilogram semakin meningkat. Buktinya, kini semakin banyak pedagang kaki lima, rumah makan, dan restoran menyajikan hidangan menu daging ayam broiler dengan ukuran kecil. Apalagi kebutuhan akan daging ayam semakin hari semakin meningkat terus.

Hal itu karena daging ayam broiler ukuran kecil dagingnya cukup padat namun tidak terlalu banyak mengandung lemak sehingga membuat rasanya lebih enak dan bumbu lebih cepat meresap.

Itu dia beberapa tips keberhasilan panen budidaya ayam broiler hanya 3 minggu pemeliharaan dari Duta Agro Prima Nasa.
Ingat, hasil yang di peroleh setiap peternak akan berbeda di setiap peternakan ayam broiler, karena tergantung sistem budidaya, iklim, kualitas bibit ayam broiler, kualitas vitamin nutrisi yang di berikan, kebersihan dan kondisi kandang, pakan dan kesehatan ayam, juga faktor lain.