Jumat, 03 Agustus 2018
CARA SUKSES BETERNAK AYAM BROILER SKALA KECIL UNTUNG BESAR
Selasa, 31 Juli 2018
Cara Alami Paling Ampuh Mengobati Jamur, Bakteri Dan Penyakit Yang Biasa Menyerang Ikan Patin
Cara Alami Paling Ampuh Mengobati Jamur, Bakteri Dan Penyakit Yang Biasa Menyerang Ikan Patin
Salam Sukses Budidaya Bersama Duta Agro Prima NASA
Penyakit moncong putih, tubuh patin jamuran / luka, sirip merah dan Bintik Putih pada ternak ikan patin adalah salah satu mimpi buruk bagi setiap sahabat pembudidaya ikan patin, karena angka kematian ikan yang besar dan prosesnya yang singkat.
Selain memberikan pengobatan secara kimia misal pemakaian supertetra atau obat kimia lain belum tentu 100% bisa mengobatinya, malah terkadang akan membuat air semakin keruh dan mengandung bahan kimia yang justru berbahaya nantinya buat ikan patin.
Terkadang pemberian pengobatan menggunakan obat organik, misalkan pakai Produk NASA dan garam krasak, sebenarnya bisa menyembuhkan dan mencegah penyakit ini, namun proses yang lambat terkadang membuat para pembudidaya tidak sabaran dan semakin was-was terhadap ikan budidayanya.
Nah, inilah obat alami dari bahan alami yang ada di sekitar Kita yang sudah terbukti sukses mampu membantu mencegah, mengobati dan menyehatkan ikan patin budidaya Kita dari serangan penyakit yang di sebabkan Bakteri dan Jamur ini, yaitu pakan fermentasi meniran dan bawang putih.
Cara membuat obat dari tepung daun meniran dan bawang putih ini relatif mudah, yaitu Daun meniran dibersihkan lalu dikeringkan tanpa terkena sinar matahari langsung selama 3 - 4 hari. Setelah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender / di tumbuk. Sedangkan untuk membuat tepung bawang putih diawali dengan mengupas bawang putih dan diiris tipis-tipis. Selanjutnya dikeringkan tanpa menggunakan sinar matahari langsung selama 3 - 4 hari dan dimasukkan ke dalam oven selama 1 jam dengan suhu 60˚ C. Apabila di rumah tidak ada oven, bisa memakai panci diatas kompor.
Jika sudah kering kemudian dihaluskan degan cara diblender / di tumbuk.
Adapun cara aplikasinya adalah melalui metode mencampur tepung daun meniran dan tepung bawang putih tersebut dengan pakan (pelet). Perbandingan daun meniran dengan bawang putih yang digunakan adalah 2 : 1.
Hasil dari pengujian langsung di beberapa tempat budidaya ikan patin, penggunaan dosis 2,1% tepung meniran dan bawang putih yang dicampur pada pakan, sangat efektif untuk pencegahan dan pengobatan infeksi Bakteri, Jamur dan Penyakit lain pada ikan patin dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup 25 - 30% pada ikan yang sudah terinfeksi.
Selain itu juga bermanfaat menyehatkan ikan patin dan menjadi antibody ikan terhadap serangan bakteri juga jamur.
Terima kasih atas kunjungan Anda karena sudah berkenan untuk hadir di blog ini juga di halaman FB ini dan bila Anda semua mempunyai keluhan atau kendala yang lain silahkan Anda kirim komentar via WA di nomor 082221516031 dan semoga ilmu ini bisa bermanfaat untuk Anda semua guna meningkatkan hasil budidaya ikan patin.
Terima kasih dan sukses selalu.
Chanel Youtube : Duta Agro Prima
Info Dan Pemesanan Produk Organik NASA silahkan hubungi :
HP/WA : 082221516031
Jumat, 27 Juli 2018
9 LANGKAH PALING SUKSES MENYUBURKAN TANAH [100% TELAH TERBUKTI]
9 LANGKAH PALING SUKSES SUBURKAN TANAH [100% TELAH TERBUKTI]
Selain tanah normal bermineral biasa di sekitar Kita, di lahan pasir pantai pun juga bisa dijadikan lahan pertanian yang subur dan menghasilkan. Bahkan tanah bekas tambang pun juga bisa kita suburkan kembali untuk dijadikan lahan perkebunan dan pertanian yang subur, sehat, bernutrisi dan menghasilkan.
Bisa juga dilakukan di dalam polybag.
1. Lakukan Pelapisan (Layering)
Tanah pada bedeng dapat diberi lapisan-lapisan lewat dua teknik: - Gali (dig)
- Tanpa Gali (no dig).
Pada teknik pertama, tanah digali secukupnya, kemudian diberi lapis demi lapis bahan - bahan organik serta tanah.
Sedangkan pada teknik tanpa gali, lapisan-lapisan bahan organik dan tanah cukup ditumpuk - tumpuk di atas permukaan tanah hingga ketinggian tertentu. Biasanya setinggi 15 - 20 cm dari permukaan tanah.
Proses Layering ini bisa diartikan membuat kompos langsung pada tanah, sehingga ketika bahan-bahan organik terurai, nutrisi bisa langsung diserap oleh tanaman. Banyak sekali bahan organik yang dapat dijadikan lapisan-lapisan penyubur tanah ini, misal daun - daunan hijau segar, daun-daun kering, jerami, batang tanaman, ranting tanaman, kertas biasa, kertas koran, kertas kardus, kulit buah, kulit kacang-kacangan, dan bahan-bahan yang cepat terurai lain bisa dimanfaatkan untuk di jadikan kompos. Semakin kecil potongan-potongannya, semakin cepat bahan-bahan organik terurai oleh perubahan suhu dan mikroorganisme.
Teknik pelapisan bahan-bahan organik juga bermacam-macam. Ada yang asal mencampurkan, ada pula yang menatanya.
Urutan teknis pelapisan dengan menata yaitu : letakkan ranting dulu, kemudian daun hijau, lalu daun kering atau kertas, lalu kotoran binatang, dan terakhir tanah sebelum diulang lagi dari daun hijau sampai ketinggian bedeng dirasa cukup.
Ada juga teknik yang mengutamakan penggunaan batang dan ranting kayu - namanya hugelkultur - dengan tujuan agar tanah tetap basah oleh kelembaban yang diserap oleh kayu yang di tata / di sebar di atas tanah tadi.
2. Tambahkan Kotoran Binatang
Untuk mempercepat proses penguraian bahan-bahan organik oleh suhu tinggi dan mikroorganisme, sekaligus untuk menambahkan unsur-unsur hara berkadar tinggi khususnya nitrogen, tambahkan kotoran binatang, terutama hewan ternak di permukaan tanah atau dalam proses layering. Utamakan kotoran dari binatang pemakan rumput seperti sapi, kambing, kuda, atau kelinci.
Untuk meminimalisir kontaminasi bibit-bibit penyakit, saran Kami lebih baik gunakan kotoran hewan dari peternak rumahan atau peternakan kecil. Disarankan pula untuk menggunakan kotoran yang sudah dibiarkan selama tiga bulan (sudah dibiarkan di kandang selama tiga bulan; atau berada dalam kompos selama tiga bulan sebelum ditabur; atau beri jeda tiga bulan antara penaburan kotoran dan pemanenan tanaman khususnya yang diambil umbi atau daunnya).
Harap perhatikan agar kotoran hewan yang sudah ditabur tidak mengalir atau meresap ke dalam aliran air bawah tanah, sumur, sungai, atau kolam, sebab nitrogen dalam kadar tinggi dapat merusak ekosistem air.
3. Sayangi Makhluk-Makhluk Mungil
Tanah adalah rumah bagi makhluk - makluk kecil (mikroorganisme). Di dalam tanah yang sehat, milyaran organisme mikro - mulai dari yang kasat mata seperti cacing hingga yang tak kasat mata seperti bakteri - melakukan proses penguraian bahan-bahan organik agar menjadi nutrisi bagi tanaman. Mereka juga membuat rongga-rongga kecil sehingga udara bisa masuk ke tanah.
Dua poin sebelumnya, yakni melakukan pelapisan tanah serta pemberian kotoran binatang, termasuk cara untuk menyayangi dan mengembangbiakkan makhluk - makhluk mungil ini.
Cara lainnya adalah dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, entah itu pestisida, herbisida, maupun pupuk non-organik. Selain berbahaya bagi kesehatan manusia, bahan-bahan tidak alami tersebut juga dapat memusnahkan mikroorganisme bermanfaat yang sesungguhnya merupakan modal utama terjaganya kesuburan tanah.
4. Pekerjakan Ayam
Saat ayam dikurung, masukkan berbagai macam bahan organik bersama mereka. Ayam akan mengorek-ngorek dan mematuk-matuk bahan-bahan organik untuk mencari makan, sehingga rumput, daun, ranting, kertas, dll. langsung menjadi potongan-potongan yang lebih kecil di permukaan tanah. Ingat, semakin kecil potongan-potongan bahan organik, semakin cepat pula mereka diurai oleh mikroorganisme, apalagi dengan adanya kotoran ayam yang tercampur dakam bekas potongan pakan itu.
Tips tambahan: Mengurung ayam di bawah pohon buah berarti membiarkan mereka memakan larva-larva lalat buah yang hidup di dalam buah busuk yang berjatuhan.
5. Tebarkan Mulsa Organik
Mulsa adalah apapun yang menutupi permukaan tanah dengan tujuan menjaga kelembaban tanah, menghalangi sinar matahari agar rumput tidak tumbuh, serta menyediakan nutrisi tambahan.
Bahan-bahan non-organik seperti batu atau plastik bisa digunakan, tapi tujuan memberi nutrisi tambahan tidak akan tercapai. Maka dari itu, Kami sarankan lebih baik untuk menggunakan bahan-bahan organik seperti potongan rumput, jerami, kulit-kulit buah atau kacang, kertas, dll. sebagai mulsa. Lama - kelamaan, mulsa akan terurai dan turut memberi nutrisi bagi tanaman. Setelah beberapa bulan, jangan lupa tambahkan lapisan mulsa baru.
6. Tanam Mulsa Hidup
Semanggi termasuk tanaman penutup permukaan tanah, sekaligus dapat mengikat nitrogen pada akarnya. Karena cepat berkembang biak, semakin lebar permukaan tanah yang ditutupi semanggi, semakin terjaga pula kelembabannya. Tak hanya itu, tiap kali daunnya rontok, ada dua manfaat yang timbul. Pertama, daunnya yang membusuk menjadi kompos, dan ada nitrogen pada akarnya yang akan terlepas ke dalam tanah untuk diserap tanaman lain.
Semanggi, kacang-kacangan, dan polong-polongan dapat memberikan tiga manfaat tersebut. Akan tetapi, tidak semua tanaman menyukai nitrogen dalam kadar tinggi, misalnya cabai, tomat, dan terong. Untuk tanaman-tanaman seperti ini, coba manfaatkan tanaman lain untuk menutupi dan menjaga kelembaban tanah, misalnya krokot, mint, atau ubi jalar.
Silakan kunjungi blog ini untuk mencari tahu tanaman-tanaman apa saja yang cocok ditanam berdampingan, kemudian lakukan eksperimen mulsa hidupmu sendiri.
7. Manfaatkan Rumput
Banyak pencinta tanaman dan bahkan para sahabat petani yang benci dengan rumput, dengan alasan mereka mengganggu pertumbuhan tanaman lain. INGAT, Menggunakan bahan kimia pembunuh rumput bukan solusi yang tepat. Cara paling baik untuk mencegah pertumbuhan rumput adalah dengan mulsa.
Akan tetapi, bukan berarti rumput tidak bermanfaat sama sekali. Beberapa rumput memiliki sistem akar yang sangat panjang sehingga mampu menghunjam ratusan sentimeter ke dalam tanah. Tanaman-tanaman yang memiliki kemampuan ini dapat menyerap beragam mineral yang berasal dari lapisan bebatuan bumi. Mineral-mineral ini kemudian disimpan di daun. Potong rumput - rumput tersebut, jadikan kompos atau mulsa, maka mineral - mineral tadi pada akhirnya akan diserap oleh tanaman-tanaman pangan di kebunmu / lahan budidayamu.
8. Tumpang Sari dan Rotasi
Seperti sudah dijelaskan tadi sebelumnya, ada beragam tanaman yang ketika ditanam berdampingan dapat saling membantu. Kecocokan ini dapat terjadi pada tingkat terkecil - tingkat molekuler. Bayangkan satu tumbuhan menyerap nutrisi dari tanah atau udara, kemudian ia bersedekah dengan membagi-bagikannya pada tumbuhan lain. Hal ini bisa terjadi ketika tanaman tersebut masih hidup atau ketika daun, akar, ranting, atau keseluruhan tumbuhan tersebut rontok dan membusuk atau mati. Interaksi seperti ini termasuk dalam kategori tumpang sari, yaitu ada saripati kehidupan yang ditumpangkan oleh satu tanaman ke tanaman lain.
9. Penebaran SUPERNASA Granule Modern
Supernasa Granule Modern adalah suatu pupuk granule organik dengan menggunakan tekhnologi organik modern yang berasal dari berbagai bahan seperti kotoran hewan ternak, hijauan segar, daun kering, dll. Yang diolah menjadi satu dan berkomposisi bahwa 1 kg pupuk Granule Modern ini sama dengan 10 Ton pupuk kandang matang.
Taburkan menyeluruh ke seluruh lahan atau tanah pertanianmu.
Pemberian pupuk ini juga akan memacu pertumbuhan mikroorganisme baik di dalam tanah dan memenuhi segala macam unsur hara yang seimbang dan di perlukan oleh tanah.
Semoga Bermanfaat ^_^
Untuk lebih jelasnya, bisa langsung lihat di blog kami. Untuk Info dan Pemesanan Produk NASA bisa hubungi :
Duta Agro Prima NASA
HP/WA = 0822 2151 6031
Blog : mitratanibudidayaindonesia.blogspot.com
#caramenggemburkantanah #carapalingcepatmenyuburkantanah #infotipsdanpanduanbudidaya #DutaAgroPrimaNasa #mitratanibudidayaindonesia #pertanianindonesia #teknikmudahbertanipadi #panduanbudidayabagipemula #caramembuatpupukkandangsendiri #caramembuatpupukyangbaikuntuktanah #agartanahcepatgembur #caramenghilangkanjamurpenyakitditanah #membuattanamancepatbesar #carapalingsuksesmempercepatpanentanamanpangan #supernasagranulemodern #infotani #infodantipspertanian #caramengolahtanahpalingsubur #carapemupukantanahyangbaik
Kamis, 26 Juli 2018
TERBUKTI I Begini Cara Sukses Perawatan Tanaman Cabai Di Musim Hujan I Tetap Panen Hasil Melimpah
TERBUKTI I Begini Cara Sukses Perawatan Tanaman Cabai Di Musim Hujan I Tetap Panen Hasil Melimpah
Sebenarnya selama ini para sahabat petani cabai menganggap musim hujan sebagai off season tanaman cabai. Hal ini disebabkan cabai terlalu sulit untuk dirawat selama musim hujan. Selain itu, juga faktor hama, serangan serangga, jamur dan bakteri yang sering menyerang tanaman cabai di musim hujan.
Karena itulah, banyak petani yang beralih untuk menanam tanaman lain pas musim hujan. Hasilnya, persediaan cabai di pasaran berkurang drastis. Hal ini mengakibatkan harga cabai akan naik tinggi di pasaran.
Tentu saja kesempatan ini SANGAT DISAYANGKAN untuk dilewatkan. Karena moment inilah para petani cabai justru dapat mengambil keuntungan berlipat dengan panen dan mendapatkan harga yang bagus untuk setiap kilogram cabainya.
Meskipun untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan itu, Anda dan Kita para sahabat petani cabai harus lebih ekstra dalam melakukan perawatan dan pemupukan tanaman cabai.
Menanam cabai pada musim hujan akan menghadapi kendala cuaca yang tidak kondusif bagi tumbuh kembangnya tanaman cabai secara normal.
Selain itu akan memicu pula berkembangnya organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama, jamur maupun penyakit tanaman sehingga risiko kegagalan panennya menjadi lebih besar.
Justru disinilah tantangan dan harapan untuk bisa mendapatkan hasil panen dan harga yang bagus.
Disini, Kami, Managemen Info Tips Dan Panduan Budidaya Agro Prima NASA mencoba berbagi tips dan cara untuk mengantisipasi agar tanaman cabai tidak terancam gagal panen selama musim hujan, yaitu :
» Pemilihan Varietas cabai / Jenis cabai
Varietas lokal (non-hibrida) yang mampu beradaptasi dimusim hujan adalah cabai besar Tit super LV, dan cabai keriting lokal.
● Tit super LV
Tit super LV merupakan cabai besar dataran rendah yang cocok ditanam sepanjang musim, terutama dimusim hujan.
Pertumbuhan vegetatif tanaman kuat, batang utama memiliki cabang lateral sedikit sehingga cabang utama tumbuh tegak dan tinggi. Tajuk tanaman kompak, daun berwarna hijau, kurang berlilin dan berukuran sedang.
Buah berwarna merah tua pada saat matang, panjang buah 12 - 14 cm dengan diameter -/+ 1,5 cm. Umur panen 90 hari setelah semai dengan potensi hasil 20 ton per hektar.
● Keriting Lokal
Varietas keriting lokal yang tahan terhadap hujan misalnya keriting lokal Kudus, Rembang, Lampung, Sumatera barat, Garut, Karo, dsb.
Selain cabai lokal daerah, ada cabai keriting lokal yang telah diseleksi perusahaan benih misalnya :
- Laris (East West seed)
- Cemeti (Chia-Thai seed)
- Select Keriting (selektani)
- Tampar (sang Hyang Seri)
- Andal
- Prima,
- dsb.
» Memperbaiki drainase di sekitar pertanaman
Air yang menggenang menjadi pemicu berkembangnya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) baik hama maupun penyakit tanaman cabai.
Memperbaiki saluran pembuangan air perlu dilakukan sehingga air mengalir dengan lancar.
» Mengatur tinggi bedengan
Pada musim kemarau tinggi bedengan biasanya cukup sampai dengan 50 cm, namun pada saat musim hujan bedengan tanaman perlu dibuat lebih tinggi.
Tinggi bedengan dapat dibuat menjadi 60 - 70 cm. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kelembaban tanah akibat banyaknya air di musim hujan.
» Pengaturan jarak tanam yang lebih lebar
Petani cabai yang sudah berpengalaman pada musim hujan, biasanya mengatur jarak tanam menjadi 60x70 cm dengan pola zig-zag / segitiga.
Dengan jarak tanam yang lebar cahaya matahari dapat leluasa masuk ke sekitar tanaman cabai, sehingga kelembaban udara yang tinggi dapat dikurangi.
Meskipun jumlah populasi tanaman cabai menjadi berkurang dari jumlah normal penanaman di musim biasa, namun teknik ini dapat mempermudah pemeliharaan tanaman dan memberikan iklim mikro yang lebih baik.
» Proses Pemupukan
Proses pemupukan tanaman cabai pada musim hujan ini dilakukan seperti pada saat musim normal. Hanya saja ada yang jumlahnya ditambah dan dikurangi dari kebiasaan normal.
Di sini, kami dari Managemen Info, Tips Dan Panduan Sukses Budidaya Duta Agro Prima PT. Natural Nusantara (NASA), menyarankan penggunaan pupuk organik NASA yang kualitasnya sudah dikenal bagus dalam meningkatkan hasil panen cabai, menjaga dan mencegah juga mengobati segala macam penyakit yang biasanya menyerang tanaman cabai, dan membuat tanaman cabai yang tidak terpengaruh perubahan musim apapun juga.
Ada beberapa pupuk organik selain pupuk makro / kimia (ZE, UREA, NPK, Dolomit dan KCL) yang bisa digunakan pada tanaman cabai, yaitu Supernasa, POC NASA, Power NUTRITION, Hormonik, Pentana, Glio dan Aero 810.
» Pemantauan perkembangan OPT secara intensif
Perkembangan OPT baik hama maupun penyakit sangat cepat pada musim hujan karena cuaca yang mendukung perkembangannya.
Oleh karena itu perlu diatur pemantauan perkembangan OPT sejak awal untuk mengantisipasi dan mengendalikan OPT secara intensif terpadu.
Tanaman cabai sangat rentan terhadap hama dan penyakit. Beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai dimusim hujan antara lain; ulat grayak, kutu kebul, trips, ulat buah (Helicoverpa), penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum, antraknosa/patek, serta penyakit jamur dan bakteri lainnya.
Namun, penyakit yang paling ditakuti petani adalah serangan kutu kebul yang dapat membawa virus gemini dan penyakit antraknosa/patek. Penyakit ini dapat menyebabkan kegagalan panen hingga 90%.
Pengendalian dengan penyemprotan insektisida sistemik dengan bahan aktif Imidaclopride, Abamektin, Karbosulfan dapat dilakukan sejak umur 14 hari, lakukan penyemprotan setiap 10 hari sekali.
Pengendalian dengan organik dilakukan dengan pemberian Pentana, Aero 810 dan BVR dan penyemprotan dilakukan setiap 7 - 10 hari sekali.
Penyebaran penyakit antraknosa atau patek dapat melalui angin atau percikan air hujan. Oleh sebab itu biasanya penyakit antraknosa sering kali dijumpai dan berkembang cepat pada saat musim hujan atau pada kondisi kelembaban tinggi.
Cara pencegahan, pengobatan dan perawatan yang paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan memberikan GLIO, PENTANA dan AERO 810.
Ada baiknya dilakukan penyemprotan pada malam hari atau waktu subuh.
Pengendalian Kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif: Propineb, Mankozeb, Tebukonazol, Trifloksistrobin saat mulai berbunga.
Sangat Disarankan :
Menggunakan pestisida dengan bahan perekat dan perata untuk mengendalikan hama/penyakit.
Penggunaan bahan perekat dan perata seperti Agristic dan AERO 810 yang dicampurkan dengan pestisida menyebabkan penggunaan pestisida lebih efisien karena tidak mudah tercuci oleh air hujan dengan intensitas tinggi.
Untuk penggunaan pupuk pada proses pemupukan, pemakaian bahan perekat perata dan cara penggunaan juga dosis, bisa dengan rekomendasi petugas teknis atau penyuluh pertanian setempat, pemakai / petani yang sudah berhasil dan juga Agen pertanian tempat Anda membeli produk pupuk tersebut.
Salam Sukses Budidaya !
Untuk Info dan Pemesanan Produk Pupuk Organik NASA hubungi :
Duta Agro Prima NASA / Agus Setiawan
HP / WA : 0822 2151 6031 (Telkomsel) / 0878 2574 0075 (XL)
Minggu, 22 Juli 2018
WAJIB DITIRU, Teknis Perawatan Cabai Biar Berbuah Lebat
3 faktor tersebut adalah :
Untuk mengatasi penyakit tersebut / kekurangan nutrisi tersebut, maka penanganan yang perlu kita lakukan adalah dengan mengaplikasikan pupuk organik dan bukan pupuk kimia.
Pencegahan semprotkan Natural BVR atau Pestona
Pencegahan semprotkan Natural BVR atau Pestona
Pencegahan semprotkan Pestona atau Natural BVR
Pengendalian dengan METILAT LEM
Pengobatan bagi tanaman cabai yang sudah kena layu adalah di kocor dengan Natural GLIO dan di semprot dengan Natural Glio. Selain itu bisa gunakan sabun cuci piring yang di kocorkan ke tanah tempat tumbuh dan sesikit di semprotkan ke tanaman yang sudah terkena layu.
Dicegah dan diobati dengan Natural Glio
Cara pengendalian gunakan natural glio pada awal pengolahan lahan
Pencegahan dengan Natural Glio sejak awal olah tanah.
Khusus untuk busuk buah dan batang, akan sangat mujarab hasilnya apabila di barengi dengan pemberian air sabun cuci piring.
Info / Pendampingan / Proyek Demplot / Order Produk NASA :
HP : 0822 2151 6031
Selasa, 17 Juli 2018
TEKNIS MUDAH DAN HEBAT BETERNAK AYAM BROILER
TEKNIS AMPUH BETERNAK AYAM BROILER
Sebelum Anda menggelutinya, terdapat beberapa hal yang harus dipahami dengan benar teknik-teknik dalam beternak ayam broiler agar usaha yang dijalankan dapat perhasil dan mendatangkan keuntungan. Jika tidak melakukannya dengan benar karena kurangnya menguasai teknik,beternak ayam broiler akan memiliki banyak kelemahan. Misalnya, bila waktunya panen, ayam tidak bisa dipanen. Atau, pertumbuhan ayam akan berhenti dan bisa menurun. Hal ini karena ayam broiler termasuk unggas yang sangat sensitif dan gampang stres. Oleh karena itu, peternak harus betul-betul mengenal karakteristik ayam broiler dengan benar.
Berikut teknik dan beberapa persiapan yang diperlukan dalam beternak ayam broiler.
Kandang
Lokasi untuk beternak ayam broilerharuslah memenuhi standar minimal teknis dan kesehatan. Kandang harus rapat, tidak bocor, berventilasi cukup, dan sinar matahari tidak masuk terlalu banyak.
Jarak antarkandang usahakan tidak terlalu rapat. Perhatikan saluran air agar proses pembuangan dapat berjalan dengan lancar. Pastikan tidak ada sumbatan karena bisa menimbulkan penyakit.
Konstruksi kandang harus kuat untuk jangka panjang agar aman dari terpaan angin. Selain itu, kandang juga harus aman untuk para pekerja. Agar bau yang tercipta tidak terlalu menyengat, ada baiknya kandang dibuat lumayan jauh dari pemukiman penduduk.
Jaga kebersihan alat kandang
Alat kandang berupa tempat pakan, tempat minuman, alat semprot desinfektan, seng pelindung anak ayam, pemanas, tirai penutup kandang, dan lain-lain harus tersedia cukup dan terjaga kebersihannya.
Jika alat tersebut tidak tersedia, pertumbuhan ayam tidak akan optimal. Demikian pula bila alat-alat tersebut kotor akan dapat menimbulkan penyakit. Jika ayam terserang penyakit, harus dipisahkan agar tidak menulari yang lain.
Hanya menggunakan bibit ayam terbaik
Ciri anak ayam atau bibit yang baik antara lain kering, bersih, lincah, tidak cacat, sehat, dan berat lebih dari 40 gram.
Pakan
Berikan pakan yang tepat sesuai dengan usia ayam. Pakan yang digunakan hendaknya memiliki kandungan kaya protein, lemak, energi, asam amino, vitamin, serta kasar dan abu.
Menjaga kesehatan ayam
Ayam broiler merupakan unggas yang mudah mati meski hanya karena kaget. Oleh karena itu, sebisa mungkin jauhkan dari suara bising. Selain itu, ayam ini mudah terkena diare jika salah memberikan pakan.
Sangat penting untuk menyiapkan nutrisi tambahan atau multivitamin untuk keadaan yang tidak diinginkan. Selain multivitamin, perlu juga disiapkan vaksin dan antibiotik untuk menjaga daya tahan tubuh ayam.
Pemilihan dan penggunaan obat-obatan tersebut haruslah selektif. Jangan sampai niat semula untuk menyembuhkan malah membawa petaka karena memberi dampak yang buruk.
Tata laksana pemeliharaan
Pekerja harus tahu betul kapan ayam diberi makan, multivitamin, atau obat-obatan lain. Salah perlakuan karena pekerja tidak tahu tata laksana pemeliharaan akan sangat merugikan. Pekerja juga harus bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kelangsungan hidup ayam broiler.
Pastika untuk mempekerjakan orang yang telah berpengalaman atau sudah mendapat pelatihan khusus. Dengan begitu, ia bisa mengambil tindakan bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Atau, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter hewan jika diperlukan.
Selain pakan, yang paling penting untuk diperhatikan adalah sanitasi kandang. Sanitasi yang baik akan membuat ayam lebih sehat dan senantiasa dalam keadaan baik-baik saja.
INI LHO PAKAN ALTERNATIF TERMURAH NAMUN TERBAIK UNTUK SAPI
Pakan Alternatif Biar Sapi Cepat Gemuk
Semangat Pagi !
Peternak harus bisa mencari berbagai peluang, mengganti konsentrat dengan pakan alternatif yang berasal dari bahan batang rumbia atau sering dikenal dengan sagu rumbia. Batang rumbia mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi dan harganya pun lebih murah daripada campuran bahan konsentrat.
Selain itu, kandungan yang terdapat pada batang rumbia dinilai jauh lebih baik daripada kandungan dedak ataupun bekatul. Akan tetapi, hal ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Padahal, pemberian pakan dari batang rumbia ini tidak kalah baiknya dengan pemberian pakan dari bahan konsentrat.
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengolah batang rumbia yang bisa Anda gunakan sebagai pengganti bahan konsentrat untuk sapi.
● Manfaatkan batang dari jenis tanaman rumbia yang ada di sekitar lingkungan tempat Anda tinggal untuk dijadikan bahan olahan pakan alternatif ternak.
● Apabila sudah Anda dapatkan, kulit batang tersebut dikupas.
● Setelah dikupas, potong-potong batang rumbia menjadi beberapa bagian kecil. Kurang lebih 0,5 cm atau bisa dibuat ukuran lebih kecil lagi.
● Setelah batang dipotong menjadi ukuran kecil-kecil, rendam dalam air kurang lebih selama 1 hari.
● Pada proses perendaman ini bisa di campur dengan vitamin nutrisi khusus ternak agar vitamin merasuk ke dalam batang rumbia
● Setelah 1 hari, hasil rendaman dari batang rumbia bisa diberikan kepada ternak sapi.
Hasilnya, sudah banyak peternak sapi yang merasakan cepatnya penggemukkan ternaknya, ternak juga sehat dan hemat biaya pakan.
Semoga bermanfaat ...





